Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Maya Tahu


__ADS_3

"Oh ya Sheil, suami elo mana?" tanya Maya karena tak melihat suami Sheila padahal hari ini kan weekend.


"Oh, suami gue sedang ada kerjaan jadi dia keluar sebentar sama papi nya." sahut Sheila memberitahu soal keberadaan Brian, namun tidak memberitahukan soal Brian nya.


"Emang siapa sih suami elo? tuan Steven itu ya?" tanyanya mulai kepo saja.


"Nanti elo juga tahu may," sahut Sheila ingin mengejutkan sahabatnya itu, karena terlalu penasaran dan memikirkan siapa suami sahabatnya itu Maya sampai tidak menyadari ada berapa foto di sana yang di pajang padahal di sana sudah terpampang jelas wajah Brian dan juga Sheila saat perayaan ulang tahun Sheila waktu itu dengan keluarga besar Ardolph.


"Eh, may. Aku kenalin sama ibu mertua aku ya," ucap Sheila dan di angguki oleh Maya.


"Boleh, tuh." sahut Maya antusias.


Sheila pun mengajak Maya ke ruang keluarga di mana di sana ada mami Salma yang sedang asyik menonton televisi.


"Mami," panggil Sheila kepada mami Salma.


"Iya, sayang." jawab mami Salma menanggapi panggilan menantu kesayangannya itu.


"Mi, ini ada temen Sheila yang mau kenalan sama mami boleh kan?" tanya Sheila meminta izin karena bagaimana pun Sheila tidak akan mengenalkan Maya kepada mami Salma kalau maminya sediri tidak mau.


"Boleh banget dong, sayang. Mana orangnya?" sahut mami Salma memberikan izinnya.


"Ini mi dia, Maya sini!" ujar Sheila kemudian Maya pun maju ke depan dengan terus menundukkan kepalanya tanda sopan santun dan juga sedikit gugup.


"Halo nak," sapa mami Salma sambil berdiri menghampiri Maya.


"Halo, Tante." jawabnya singkat.


"Jangan nunduk saja, saya gak serem kok." sahut mami Salma mencairkan suasana, sedangkan Sheila yang melihat sikap Maya pun hanya bisa tertawa kecil karena biasanya Maya yang sangat bar-bar itu malah diam tak berkutik saat berhadapan dengan mami Salma.


"Iya, tante." jawab Maya dengan mendongakkan kepalanya mencoba melihat mertua dari sahabatnya itu, saat ia sudah bertatapan dengan mertua Sheila betapa terkejutnya Maya melihat sosok di depannya itu, siapa yang tidak tahu dengan seorang nyonya besar Salma Ardolph istri dari tuan besar Boni Ardolph dan juga ibu dari Brian Albern Ardolph seorang pengusaha muda sukses.


"Jika nyonya Salma adalah mertua Sheila, maka suami Sheila adalah...." batin Maya syok dengan refleks menutup mulutnya dengan tangannya tak percaya dengan yang ia pikirkan.


"Ja.... jadi nyonya Salma mertua ku Sheil?" tanya Maya menantikan lagi, dan Sheila hanya mengganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan dari sahabatnya itu.


"Iya."


"Jadi suami mu itu..." lanjut Maya tak bisa melanjutkan ucapannya karena belum percaya.


"Tuan muda bri... Brian!" sahut Maya lagi dan Sheila hanya menganggukkan kepalanya lagi dan lagi.


"Sheila sumpah gue gak salah dengarkan?"


"Enggak, Maya." sahut Sheila melihat tingkah lucu sahabatnya itu yang bengong saat tahu suami Sheila.


"Sheila!" pekiknya tak percaya, seketika ia bertingkah normal lagi saat melihat mertua dari sahabatnya itu.


"Ma.. Maaf nyonya," maaf nya sopan.

__ADS_1


"Panggil Tante aja, kamu kan sahabatnya Sheila jadi santai saja dengan tante." sahut mami Salma.


"Iya, tante." jawab Maya.


"Yuk makan siang, tante dan Sheila tadi sudah masak banyak loh!" ajak mami Salma.


"Iya, may. Yuk," ajak Sheila lagi.


Mereka bertiga pun berjalan menuju ke ruang makan yang sialnya sangat mewah, bahkan sepanjang perjalan ke meja makan Maya tak henti-hentinya kagum dengan rumah atau lebih tepatnya istana buat Maya karena seumur umur dia tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah megah seperti ini.


Sampai di meja makan mami Salma pun menyuruh ni nana untuk menyajikan makanan yang sudah di siapkan, dengan telaten bi Nana menyajikan banyak makanan membuat mulut Maya tak bisa tertutup karena stok dengan banyaknya makanan Italia karena Sheila memberitahukan kepada maminya kalau sahabatnya satu ini sangat suka akan makanan Italia.


"Yuk di mana," ajak mami Salma.


"Iy.. iya tante," jawab Maya lagi.


Setelah itu mereka bertiga pun makan makanan yang sudah di hidangkan, baru masuk mulut saja membuat Maya menggelengkan kepalanya karena saking nikmatnya makanan tersebut, dia sering sekali memakan makanan Italia tetapi tidak pernah sampai seenak ini.


"Ada apa may?" tanya Sheila melihat wajah sang sahabat yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu.


"Ehh, ini sangat enak sekali Sheil, bahkan restoran yang sering aku kunjungi tak sebelah ini!" ucap Maya kemudian menyuapkan lagi makanan ke mulutnya membuat mami Salma dan juga Sheila merasa lega karena Maya menyukai makanannya.


Mereka pun makan dengan tenang dengan sesekali mami Salma bertanya banyak hal kepada Maya, bagaimana pun mami Salma harus waspada karena takut jika setelah sahabat baik menantunya itu tahu maka dia akan memanfaatkan menantunya tersebut.


Setelah selesai makan siang Sheila mengajak Maya untuk jalan jalan di taman belakang kebetulan kebun bunga tersebut sedang mekar mekarnya. Barus aja sampai Maya sudah melongo lagi, entah sudah berapa kali sahabatnya itu melongo tak percaya.


"May, tutup kenapa sih mulut itu!" sahut Sheila tak habis fikir dengan sahabatnya itu.


"Dia uncle nya suami aku may," sahut Sheila.


"Jadi mereka juga tahu dengan gosip yang beredar di luaran sana?" tanya Maya dan mendapat anggukan dari Sheila.


"Terus soal Maria dan orang tuanya itu berarti mereka juga enggak tahu soal ini dan untuk wisuda juga itu rencana dari kalian?" Maya memborbardir Sheila dengan banyak pertanyaan membuat Sheila pusing di buatnya karena bingung akan menjawab yang mana terlebih dahulu.


"Satu satu tanyanya may, aku kan bingung mau jawab yang mana!" ucap Sheila.


"Sorry sorry kelepasan, oke sekarang gue tanya berarti Maria dan keluarganya enggak tahu soal suami elo?" tanya Maya dan mendapat anggukan dari Sheila.


"Awalnya aku juga enggak tahu kalau yang bakal jadi suami aku itu Brian yang aku tahu aku di jadikan pengganti kak Maria karena kabur di hari pendaftaran pernikahan nya, kamu pun tahu itu bukan. Saat aku di kantor pendaftaran pernikahan ada uncle Steven aku kira dia yang akan menjadi suami aku ternyata saat sudah selesai uncle Steven malah meninggalkan ku dan menyuruh supir untuk membawa ku ke apartemen brian, malamnya Brian datang itu pun membuat aku syok!" jeda Sheila.


"Karena ternyata dia adalah suami ku yang sebenarnya, dia membawa aku ke mansion ini dan akhirnya seperti ini deh." lanjut Sheila.


"Wah, kamu beruntung sekali Sheila. Aku gak nyangka ternyata India adalah nyata," sahut Maya.


"May, tapi aku minta satu syarat buat kamu bolehkan." ucap Sheila mengajukan satu syarat.


"Ada paa Sheil?" tanya Maya sedikit penasaran dengan syarat yang diajukan.


"May, kamu kan tahu kalau pernikahan ini masih belum ada yang tahu karena kesibukan dari suami aku dan juga keluarga Ardolph dan juga menurutku ini belum waktu yang cukup untuk semuanya tahu, jadi aku mohon banget sama kamu untuk tidak membocorkan rahasia ini ya, dan biarkan aku atau pun kelurga Ardolph yang memberitahukan pada awak media." ucap Sheila panjang lebar memohon kepada Maya.

__ADS_1


"Kamu tenang aja Sheil, aku ngerti kok kekhawatiran kamu, jadi kamu tenang aja ya." sahut Maya.


Setelah itu mereka pun tersenyum bersama, bagaimana pun Maya senang karena dia tahu sendiri berita tersebut dari sahabatnya sendiri, kalau lah ia tahu dari orang lain maka Maya akan sangat sedih dan juga marah karena ia merasa bahwa Sheila tidak percaya padanya.


"Aku harap ini akan menjadi akhir yang bahagia buat kamu Sheila," gumam Maya dalam hatinya dengan senyum merekah merasa bersyukur karena hidup Sheila sudah tidak harus berurusan dengan keluarganya yang dulu.


"Aku denger elo udah gak kerja lagi di restoran ya?" tanya Maya sedikit penasaran juga.


"Iya, aku udah gak kerja di sana lagi."


"Terus, Berarti elo udah gak kerja lagi, kan ada suami yang kerja," sahut Maya.


"Enggak kok, aku tetep kerja." sahut Sheila.


"Kerja! dimana?" tanya Maya.


"Di Ard Company, bagian divisi pemasaran." sahut Sheila dengan santainya.


"Apa! Ard Company perusahaan besar itu!" pekik Maya.


"Iya," jawab Sheila singkat.


"Tapi kan itu perusahaan suami elo sheil, masa ya elo kerja di sana sih." ucap Maya kurang setuju kalau Sheila kerja di sana.


"Aku gak papa kok may, aku sendiri yang minta." balas Sheila mau tidak mau Maya pun diam dan tak bertanya lagi.


Cukup lama Maya berada di taman dengan Sheila sampai akhirnya Maya harus pamit izin pulang karena tidak enak kalau terlalu lama. Sheila pun membawa Maya ke dalam dan berpamitan kepada mami Salma yang berada di ruang keluarga.


"Mi, ini temen Sheila mau pulang." sahut Sheila membuat mami Salma melihat ke arah menantu kesayangannya tersebut.


"Loh kok udah pulang sayang, kamu belum ketemu sama suaminya Sheila." sahut mami Salma berdiri menghampiri menantunya dan juga sahabat menantunya tersebut.


"Kapan-kapan saja Tante, kalau begitu saya permisi." pamitnya.


"Iya, hati-hati ya." balas mami Salma.


Setelah itu Maya pun pergi dengan di antar oleh Sheila sampai di pintu utama di mana di sana sudah ada Thomas yang akan mengantar Maya karena Sheila menyuruhnya.


"Kamu pulangnya sama pak Thomas aja," sahut Sheila.


"Makasih ya Sheila!" ucap Maya.


"Iya, udah sana. hati-hati ya di jalan."


"Iya, kalau gitu aku pergi dulu ya," pamitnya meninggalkan Sheila, sedangkan Sheila melambaikan tangannya karena berpisah dengan sahabatnya itu.


Setelah dipastikan mobil yang di tumpangi Maya sudah pergi, Sheila baru masuk ke dalam. Sedih rasanya harus berpisah meski pun baru beberapa waktu tidak bertemu tapi Maya adalah saksi bisu perjuangan Sheila selama ini sehingga Sheila merasa senang bisa memberitahukan akan keluarga suaminya yang sangat baik kepadanya. Akhirnya Maya tahu akan identitas keluarga dari suaminya tersebut, dan Sheila juga yakin Maya akan mampu jaga rahasia.


Bersambung..........

__ADS_1


HALO READERS SEMUANYA 👋👋👋


MAAF AUTHOR KEMARIN HANYA BISA UP 1 BAB SAJA YA, AUTHOR KELUPAAN UNTUK UPDATE KARENA LAGI ASYIK NONTON DRAKOR NIH☺️☺️ MAAF SEKALI YA YA READERS SEMUANYA 🙏🙏☺️☺️


__ADS_2