Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 38_Ulang Tahun


__ADS_3

"Surprise!" pekik semua orang yang berada di sana membuat Sheila terkejut hingga ia sedikit terhuyung ke belakang untung ada Laura yang masih berada di belakangnya.


"Nona tidak apa-apa?" tanya Laura.


"Aku tidak apa-apa kok," ucap Sheila kemudian berdiri tegak lagi.


Sheila melihat siapa saja yang datang ternyata hanya beberapa orang saja seperti mami Salma, papi Boni kemudian ada uncle Steven dan keluarga dan juga beberapa orang yang Sheila tidak pernah lihat.


Namun ia tidak bisa menemukan Brian di sana, Sheila sudah melihat kanan kiri namun tetap tidak melihat dia.


"Sayang, sini!" panggil mami Salma, Sheila pun menghampiri mami Salma.


"Sayang kenalin ini uncle Steven kamu tahukan?" tanya mami Salma dan mendapat anggukan dari Sheila.


"Iya, mi. tahu kok," ucap Sheila.


"Hai, kak Sheila. aku Clara anaknya papi Steven," sapa Clara anak dari uncle Steven yang bisa Sheila tebak sepertinya masih muda dan sengat periang, semoga saja Sheila dan Clara bisa berteman nantinya.


"Hai, Clara." sapa balik Sheila.


"Mami, Brian ke mana?" tanya Sheila pasalnya saat dia masuk dia belum bertemu dengan Brian sama sekali.


Namun belum cukup lama berbincang tiba-tiba lampu mati lagi dan Sheila merasa dirinya di tarik seseorang hingga ia entah berada di mana tapi pokoknya dia sekarang seperti sendirian.


"Mi, Pi!" pekik Sheila karena tidak menemukan pegangan sama sekali.


Tiba-tiba lampu ruangan hidup kembali dan Sheila sekarang sedang berada di depan Brian yang datang dengan membawa sebuket bunga besar nan cantik.


"Selamat ulang tahun istri ku," ucap Brian kemudian memberikan buket bunga tersebut dan Sheila dengan senang hati menerimanya.


"Terima kasih Brian," ucap Sheila dengan terharu dan hampir meneteskan air matanya.


"Jangan nangis dong, nanti cantiknya ilang!" goda Brian, Sheila pun memukul pelan lengan Brian yang berada di dekapannya.


Di sana semua orang sudah membawa kado mereka untuk Sheila, dan juga beberapa malah membawa buket bunga lagi.


Sheila tidak menyangka bahwa hari ulang tahunnya akan di meriahkan semegah ini karena selama ini dia tidak pernah merayakan ulang tahunnya sendiri, bahkan dia sempat lupa tadi.

__ADS_1


"Selamat ulang tahun sayang," sahut mami yang sudah berada di depannya.


"Terima kasih, mi." ucap Sheila kemudian memeluk erat sang mami begitulah papi Boni yang berpelukan setelah mami Salma.


Acara memang di adakan secaa tertutup karena banyak yang belum tahu tentang pernikahan ini bahkan keluarga dari Sheila pun tidak ada, yang ada hanya keluarga dari Brian yang hanya uncle Steven dan uncle Eric yang baru saja Sheila tahu hari ini, uncle Eric juga termasuk dalam anggota klan Elang namun uncle Eric mengendalikan markas elang di negara Y.


"Hanya beberapa orang tapi kok sampek mewah gini bri?" tanya Sheila yang sekarang berada di meja makan bersama yang lainnya.


"Ini sekalian buat perkenalan keluarga sayang," ucap Brian.


Mereka pun makan dengan lahap dan sesekali Brian memberikan suapan romantis kepada sang istri, sedangkan keluarga yang lainnya seperti uncle Steven dan uncle Eric hanya bisa terkejut dengan perlakuan Brian.


Seorang mafia kejam tak segan segan untuk membunuh musuh ternyata jika sudah mendapat kan wanita yang tepat maka tingkat ke bucinan nya sangat parah.


"Astaga Brian ternyata kau sangat bucin sekali ya!" sahut uncle Eric saat melihat Brian menyuapi Sheila.


Brian hanya melihat sekilas kemudian mengangkat bahunya dan lanjut untuk makan malam.


Rasanya Sheila sangat bahagia karena sudah hadir dalam keluarga yang harmonis ini, ingin rasanya Sheila menangis namun Brian sudah mencegahnya agar tidak membuat semua orang khawatir padahal dia ingin menangis bahagia.


"Brian bagaimana kamu bisa merencanakan ini semuanya, jadi ucapan mami Salma yang katanya mau dinner sama papi bohong?" ucap Sheila.


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal ini?" tanya Sheila.


Flashback On


*Saat berada di kamarnya Brian tak sengaja melihat dompet Sheila yang tertinggal karena sang empunya sedang asyik memasak sarapan untuk pagi ini.


Dengan penasaran Brian pun melihat ke arah dompet dan melihat kartu tanda pengenal ya dan ternyata besok adalah hari ulang tahun Sheila yang sialnya Brian sampai lupa, masih dengan melihat kartu tersebut tiba-tiba terdengar suara langkah kaki membuat Brian langsung mengemasi kembali kartu tersebut dan benar saja ternyata Sheila masuk dan menyuruh Brian untuk segera turun untuk sarapan.


*Selama di kantor pun Brian terus memikirkan bagaimana dia akan memberikan kejutan kepada sang istri hingga yoga memberikan saran yang tidak masuk akal yaitu dengan mencueki nya saja namun malamnya dia harus memberikan surprise di hotelnya siapa tahu Sheila akan senang.


Akhirnya dengan gunda gulana Brian pun menyetujui rencana yoga yang gila itu dan berencana menyusun rencana dengan bantuan mami dan papi nya.


"Mi, Pi. Brian mau bicara sama mami dan papi," ucap Brian saat baru sampai dari kantornya.


"Ada apa bri?" tanya tapi Boni karena melihat gelagat aneh dari Brian.

__ADS_1


Akhirnya Brian pun menceritakan rencananya kepada mami dan papi, mereka pun menyetujuinya karena memang Sheila sesekali harus mendapat surprise yang mewah karena dia adalah menantu dari keluarga Ardolph dan pasti tidak pernah merayakan ulang tahunnya sendiri.


Begitu lah awal mulanya Brian yang terus bersikap cuek mulai dari pagi harinya, padahal bisa di bilang Brian sangat frustasi dan tidak tega melihat raut wajah Sheila yang seperti menyiratkan kesedihan.


Flashback Off


Selesai dengan acara makan malam, mereka berbincang di taman luar yang ternyata digunakan sebagai area barbeque, di sana sudah tersedia banyak daging.


Namun sebelum itu brian mengajak Sheila agar berganti pakaian yang lebih nyaman apa lagi di luar dingin dia tidak ingin nantinya Sheila malah masuk angin.


Setelah selesai berganti pakaian Brian pun mengajak Sheila untuk ke arah garden karena di sana akan ada garden party lagi seperti barbeque an satu keluarga.


Brian memang di kenal kejam namun jika dengan keluarganya dia akan terlihat lebih cuek dan dingin sih tetapi tidak separah di luaran sana dan dia juga sangat perduli dan sayang dengan keluarganya, suatu sikap yang sangat langkah bukan.


"Wah Sheila kamu cantik banget nak," ucap Tante Melinda istri dari uncle Steven.


Sheila memang sekarang menggunakan pakaian yang lebih tertutup karena hawa yang cukup dingin dan atas perintah dari Brian agar tidak menggunakan pakaian yang minim bahan membuat Brian ketar ketir karena tubuh Sheila yang sangat menggugah nya.


Mereka melakukan garden party yang sangat mewah meski di hadiri hanya keluarga inti saja, uncle Steven adalah kakak dari papi Boni sedangkan uncle Eric adalah adik dari papi Boni sehingga hanya beberapa keluarga saja yang hadir.


"Iya dong, mantu siapa." ucap mami Salma dengan bangganya sedangkan Sheila hanya bisa tersenyum menanggapi para ibu-ibu rempong di depannya ini.


Sedangkan Brian entah sudah pergi kemana tadi dia izin ke Sheila untuk menemui papi nya dan para laki-laki di sana.


"Kak Sheila!" panggil Clara datang ke arah Sheila.


"Iya, Clara ada apa?" tanya Sheila.


"Kak temenin Clara ke kamar yuk," ajak Clara membuat Sheila pun mengangguk kan kepalanya setuju.


"Bentar ya," sahut Sheila dan mendapat anggukan dari Clara.


"Mi, Tante. Sheila mau nganterin Clara sebentar ya ke kamarnya," izin Sheila dan mendapat persetujuan dari yang lainnya.


Segera Sheila mengantar Clara ke kamarnya tapi entah aneh jalan yang dilalui malah seperti menuju ke kamarnya dengan Brian.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2