
Acara makan siang pun selesai dengan Sheila yang menghabiskan masakan mami Salma, Sheila sangat suka sekali dengan masakan mertuanya itu sehingga Sheila sangat lahap dalam memakan makanan tersebut.
Mami Salma tak langsung pulang, beliau membuatkan susu hamil untuk Sheila awalnya Sheila ingin menolaknya tetapi mami Salma yang memaksanya sehingga mau tidak mau Sheila pun menerima tawaran dari mami ya padahal dia bisa saja membuatnya sendiri.
Di kitchen room lantai Presdir sekarang memang lebih banyak barang-barang untuk Sheila apa lagi Sheila sedang hamil, banyak camilan untuk bumil, susu, makanan bergizi, buah buahan dan banyak lagi yang pasti sangat di butuhkan untuk ibu hamil.
"Ini, sayang." ucap mami Salma dengan membawa susu hamil dan memberikan kepada Sheila yang sedang duduk santai di sana.
"Terima kasih, mi." jawab Sheila dengan meminum susu tersebut.
Setelah beberapa waktu mami Salma pun pamit untuk pulang karena takut jika papi Boni mencarinya, Sheila pun merasa sedikit tidak rela karena jika mami Salma pergi maka dia akan sendirian karena Brian tak kunjung kembali setelah meeting.
"Sayang, mami pulang dulu ya, mami takut kalau papi cariin mami." ucap mami Salma.
"Yah, mami kok udah pulang aja sih." protes Sheila.
"Kan kasihan papi kamu sayang, gimana kalau kamu juga pulang." ajak mami Salma namun langsung mendapat gelengan dari Sheila.
"Gak, mi. Sheila ada di sini aja sama nungguin Brian balik," ucap Sheila dan di angguki oleh mami salma.
Setelah itu mami Salma pun pergi meninggalkan Sheila sendirian sehingga sekarang hanya ada Sheila di lantai tersebut, Sheila pun memilih untuk kembali mengerjakan pekerjaannya.
Sedangkan Brian setelah meeting penting dengan klien dia memilih untuk kembali ke kantor karena sang istri pasti sudah menunggunya apa lagi sebentar lagi adalah jam pulang kerja.
Brian sampai di kantor dengan yoga, segera ia naik ke atas menemui Sheila yang ternyata sedang mengemasi barang-barangnya karena akan pulang kerja.
"Sayang," panggil Brian membuat Sheila membalikkan tubuhnya dan melihat sang suami yang sudah berada di belakangnya.
"Sayang, kamu udah balik?" tanya Sheila sedikit terkejut karena adanya Brian yang tiba-tiba.
"Mau pulang?" tanya Brian menghampiri sang istri, dan Sheila pun hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya udah sekarang kita pulang ya," ajak Brian dan di angguki oleh Sheila.
Mereka berdua pun segera menuju ke parkiran khusus sedangkan yoga memilih untuk pulang sendiri karena dia harus ke markas untuk membahas masalah tuan Bastian yang sepertinya mengalami sedikit kendala yaitu menemukan orang yang merawat anak dari tuan Bastian karena dari kabar yang di dapat bahwa orang tersebut ternyata dulu menggunakan identitas palsu saat membawa anak dari tuan Bastian sehingga sangat susah untuk melacak keberadaannya sekarang apa lagi sudah beberapa tahun yang lalu.
Sedangkan Brian dan Sheila kembali ke mansion mereka dengan ribuan yang terus saja memegang tangan Sheila saat mereka sudah sampai di mansion tersebut, mereka segera masuk dan melihat mami Salma dan papi Boni yang sedang asyik menonton acara di televisi.
"Kami pulang," ucap Brian.
"Sayang," sahut mami Salma mendekati Sheila dan memeluknya sedangkan Brian malah di cuekin seperti tidak di anggap ,untung saja mami sendiri kalau bukan mungkin Brian sudah melayangkan beberapa tembakan ke sana.
"Ini ada Brian loh mi," ucap Brian.
"Iya, hai sayang," ucap mami Salma sekilas kemudian kembali ke Sheila.
"Gimana sayang kandungannya?" tanya mami Salma dengan mengelus perut Sheila yang masih rata tersebut, rasanya mami Salma tidak sabar akan kedatangan sang cucu yang sudah mereka nanti nantikan tersebut.
"Sehat kok mi, dia juga enggak nakal di sini." ucap Sheila sambil mengelus perutnya, Sheila memang sudah tidak mual lagi sehingga dia lebih bisa mengerjakan sesuatunya lebih santai lagi.
"Syukur kalau begitu," ucap mami Salma.
Mereka berdua pun naik ke atas dan menuju ke kamar mereka, sampai sana Brian segera menyuruh Sheila untuk mandi terlebih dahulu karena takut kalau kemalaman mandi tidak baik untuk tubuh.
Stelah selesai mandi sekarang giliran Brian yang juga mandi karena dia sendiri juga sangat gerah dengan kemeja yang ia pakai tersebut.
Saat Brian keluar dari kamar mandi, dia melihat Sheila yang sedang asyik berbaring di kasur dengan menonton televisi yang menyala di sana.
"Sayang," panggil Brian mendekati Sheila.
"Ada apa?"
"Aku pingin kari," ucap Brian membuat Sheila mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kari?!!!"
"Iya," sahur Brian lagi merengek seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"Bukannya kamu gak suka sama kari ya?!" ucap Sheila karena yang dia tahu bahwa suaminya ini sangat tidak suka dengan makanan yang sangat kental seperti kari.
"Gak tahu tapi aku pingin banget, sayang ayo kita pergi sekarang ya!" sahut Brian yang sudah siap dengan pakaian santainya.
Sheila pun mau tidak mau mengikuti saja keinginan sang suami, Sheila sedikit merasa aneh dengan Brian yang tidak seperti biasanya akan merengek seperti ini.
Setelah Sheila bersiap-siap, mereka berdua akun turun ke bawah di mana di sana sudah ada mami Salma dan juga papi Boni.
"Mau kemana sayang?" tanya mami Salma yang melihat anak menantunya itu sudah rapi.
"Mau beli kari mi," sahut Brian santai sambil terus mengandeng tangan Sheila.
"Kari!!" ucap mami Salma saat mendengar kan bahwa Brian meminta makanan tersebut.
"Iya," jawab Brian.
"Kamu bukannya gak suka kari ya bri," sahut papi Boni sekarang karena merasa aneh.
"Jangan jangan kamu ngidam ya bri," ucap mami Salma menebak bahwa anaknya ini sedang ngidam kari karena Brian sama sekali tidak pernah makan kari dan tidak suka tetapi tiba-tiba dia ingin makan kari hujan kah itu hal yang aneh.
"Iya, mi. kayaknya tuh anak ngidam deh," balas papi Boni.
"Ih apaan sih," ucap Brian tak terima kemudian membawa Sheila ke luar menuju ke mobil yang sudah di siapkan sebelumnya.
"Ayo, sayang." tita Brian, sedangkan Sheila hanya mampu mengikutinya saja tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
Mami Salma dan papi Boni yang melihat tingkah posesif sang anak pun hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya, seorang mafia akan sebucin itu dengan sang istri bahkan sekarang dia sedang ngidam.
__ADS_1
Masa ngidam yang bisanya di alami oleh seorang wanita tetapi ini malah laki-laki yang ngidam, tapi rasanya senang sekali akhirnya anak mereka mendapatkan pasangan yang mencintainya tapi masih ada sedikit rasa takut dari mami Salma dan papi Boni akan identitas keluarga mereka dan sampai sekarang Sheila masih belum mengetahui hal tersebut.
Bersambung.........