Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 40_Cocok Jadi Ibu


__ADS_3

Karena tak bisa menahan kantuknya akhirnya Sheila pun tertidur tanpa tahu siapa tamu yang pagi-pagi sudah membangunkan mereka.


Saat bangun dia sudah tidak menemukan sang suami di ranjang sampingnya, Sheila mengira pasti Brian sedang berada di kamar mandi karena air di sana terdengar mengalir dan benar saja tak lama Brian pun keluar dari kamar mandi dengan bathrobe nya dan dengan wajah yang lebih segar.


"Good morning," sapa Brian saat melihat ke Sheila dengan tatapan lembut.


Sheila hanya menanggapi dengan senyum dan menyapa nya balik.


"Morning," balasnya.


"Udah mandi sana, tadi kamu di cariin Clara sama Celine dari tadi telepon aku terus minta kamu segera menemui mereka!" ujar Brian karena setelah mereka pergi Clara terus saja menelepon nya dan meminta Sheila untuk segera datang.


"Iya," jawabnya dengan menganggukkan kepalanya kemudian berusaha untuk bangun sedangkan Brian berjalan ke arah walk in closet untuk memakai pakaiannya.


Setelah selesai dengan setelan kasualnya dia melihat Sheila yang akan bangun dari tidurnya namun seperti kesusahan karena dia masih dalam posisi tubuh polos tanpa tertutup kain pun dan hanya di tutupi oleh selimut tebalnya.


Brian yang melihat hal itu pun di buat gemas saat Sheila dengan hati-hati berjalan tertatih tatih namun dengan selimut yang melingkar di tubuhnya.


Brian tak tinggal diam, dia pun segera menuju ke arah Sheila dan menggendong Sheila menuju ke kamar mandi.


"Aaaaa!" pekiknya.


"Brian, aku bisa jalan sendiri!" pekiknya lagi meronta ingin turun.


"Diam, kamu mau jalan sendiri? emang yakin gak bakalan sakit kalau jalan terus?" tanya Brian atau lebih tepatnya menggoda Sheila seperti mengingat kan kejadian tadi malam.


Seketika membuat wajah Sheila merah padam karena di buat malu oleh Brian.


"Udah diam aja, atau kamu mau aku lanjutin ronde nya di kamar mandi?" goda Brian melihat Sheila intens.

__ADS_1


"Ih, udah sana pergi!" usir Sheila saat mereka sudah berada di kamar mandi.


Dengan senyuman lucu Brian pun meninggalkan Sheila yang akan mulai ritual mandi paginya, sebenarnya Brian ingin saja menerkam sang istri lagi namun dia rasa akan sangat lama jika dia harus bercinta lagi dengan sang istri karena Brian ada janji dengan yoga sebentar lagi.


Brian pun memilih untuk menunggu Sheila habis mandi kemudian berjalan menuju ke food court yang berada di atas untuk menikmati suasana sarapan yang baru dan untuk membahas beberapa kerjaan dengan yoga.


Sedangkan Sheila sedang ritual mandi, sedikit lama memang dari biasanya sulit memang untuknya karena biasanya Sheila hanya memakan waktu lima belas menit namun sekarang hampir satu jam Sheila berada di dalam karena memang dia sangat berhati-hati dalam menggosok tubuhnya yang masih sakit di bagian bagian tertentu apa lagi bagian area bawahnya yang kemarin malam terus di gempur oleh Brian.


Mengingat hal itu Sheila merasa malu dan gugup dia sudah tidak perawan lagi sekarang dia sudah menjadi istri Brian Albern Ardolph seutuhnya, senyum pun mengembang indah di bibirnya.


"Astaga Sheila, kamu udah enggak perawan lagi. Kalau Maya tau mungkin dia akan heboh dan kepo banget!" gumam Sheila dengan membayangkan sahabatnya itu pasti akan mencerca beberapa pertanyaan tentang hubungan yang telah ia lakukan kemarin malam, maklum Maya memang sudah sering melakukan hal itu kepada pacarnya atau bahkan pria panggilan yang hanya ingin memuaskannya.


Sheila tidak pernah memandang status orang selagi Maya tidak pernah merugikannya Sheila dengan senang hati berteman dengannya karena Sheila sendiri juga seseorang yang susah untuk berbaur dengan orang karena kepribadian yang sudah di bentuk dari kecil banyaknya dia di bully oleh teman temannya dulu membuat Sheila merasa trauma dengan memilih teman.


Kembali ke topik, Sheila sudah selesai mandi dan berganti pakaian juga karena memang dia memilih untuk membawa pakaian ganti di kamar mandi.


Saat ia keluar kamar mandi dia melihat Brian yang sedang asyik dengan iPad nya seperti sedang melihat berkas-berkas penting,


"Sini aku keringkan," ucap Brian menarik Sheila untuk duduk di meja rias dan Brian sudah membawa hairdryer di tangannya, Brian mengeringkan rambut Sheila dengan lembut membuat sang empunya terasa sangat nyaman di buatnya.


"Sudah kering, yuk ke luar." ajak Brian, Sheila dengan senang hati menerima uluran tangan Brian saat semuanya sudah rapi.


šŸ„•šŸ„•šŸ„•


Mereka sudah berada di food court atas, di mana semua keluarga sudah berada di sana untuk sarapan pagi.


"Duh pasangan pengantin baru ini, udah jam berapa coba tapi baru aja dateng." sindir uncle Steven yang memang ingin menggoda Sheila dan Brian namun Brian sangat cuek sekali tidak menanggapi sindiran uncle Steven sedangkan Sheila sudah di buat merah padam dengan sindiran tersebut karena malu bukan main.


"Udah dong kak jangan di goda terus menantu aku, sini sayang." ucap mami Salma dan menyuruh Sheila untuk duduk di sampingnya yang kebetulan berada di tengah-tengah antara Brian dan juga mami Salma.

__ADS_1


"Iya, kakak minta maaf sal, tapi memang pasangan ini buat gemas deh." jawabnya membuat semua orang di sana pun tertawa di buatnya.


Brian pun sarapan sekilas, memang di sana sudah ada banyak sekali makanan namun Brian hanya sarapan sedikit saja..


"Aku mau ke yoga dulu," pamit Brian kemudian bangkit ke arah yoga yang memang sudah menunggunya dan sedang berbincang-bincang dengan bodyguard yang lainnya.


"Dasar tuh anak ya, bisa sih gak usah jutek banget." gerutu mami Salma melihat tingkah anaknya, Sheila hanya bisa tersenyum menanggapi ucapan maminya karena dia sudah tahu bagaimana sikap sang suami yang memang kadang-kadang membuatnya kesal karena kecuekannya dan dingin aura sang suami namun tetapi mempesona bagi Sheila. (kayaknya ada yang bucin balik nih).


"Kak Sheila," panggil Clara yang ternyata sudah berada di sampingnya dengan Celine yang juga berada di gendongannya.


"Hai Clara, hai Celine." balas Sheila membalas sapaan dari keponakannya.


Umur Clara cukup muda sekitar belasan tahu yang sudah merasakan puber sehingga dia sangat aktif sekali apa lagi Clara sudah sangat akrab dengan Sheila karena Sheila bisa mengajarinya berbagai make up dan juga lifestyle anak muda jaman sekarang padahal mereka baru saja bertemu kemarin waktu acara kejutan ulang tahun namun sekarang sudah sangat akrab, padahal Sheila termasuk orang yang sangat susah untuk akrab dengan orang lainnya.


"Kak, Celine dari tadi pagi pingin banget sama kakak," ucap Clara kemudian memberikan Clara kepada Sheila.


Semua keluarga pun hanya melihat interaksi antara anak-anak nya yang menurutnya sangat gemas apa lagi Celine yang terus tertawa karena berada di pangkuan Sheila.


"Astaga, Sheila lihat kamu udah cocok banget jadi ibu!" ucap uncle Eric melihat anaknya Celine sangat dekat dengan Sheila.


Sedangkan Sheila hanya diam tak menggubris namun hanya tersenyum tipis, sebenarnya dia juga ingin segera memiliki anak namun apalah daya orang dia saja baru kebobolan cuma sekali masa ya langsung jadi kan aneh apa lagi kebobolannya baru kemarin malam.


.


.


TBC


šŸ„•šŸ„•šŸ„•

__ADS_1


Jangan lupa tambah ke favorit, komen, hadiah dan vote-nya ya biar author bisa lebih semangat lagi buat selalu update cerita Brian dan Sheila.


__ADS_2