Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Mimpi Aneh


__ADS_3

Malam harinya di kediaman keluarga Ardolph Sheila sedang berada di kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum ia tidur, sedangkan Brian malah fokus dengan laptopnya di ruang kerja karena memang beberapa hari ini banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan mulai dari perusahaan hingga markas yang sedang giat giatnya mencari bukti siapa anak dari uncle Bastian karena memang uncle yang sudah berada di new York ini untuk segera berjumpa dengan sang anak.


Drreettt drreett drreettt


Telepon Brian berdering menandakan ada panggilan masuk, tidak buang buang waktu Brian pun segera mengangkat telepon tersebut yang ternyata dari Aldo.


[Halo, ada apa?] tanya Brian to the point di sana.


"Tuan, tuan Bastian sekarang berada di markas,] sahut Aldo di sebrang sana.


"Apa! sekarang sudah malam kenapa tidak besok saja?!]


[Saya juga tidak tahu tuan, tapi dia sekarang ke sini sendirian tanpa nyonya Daniar.]


[Oke, sebentar lagi saya akan ke sana.]


Setelah itu Brian pun menutup teleponnya dan menunggu sang istri yang sedang di luar mandi, dia ahrus izin dulu kalau tidak Sheila akan sangat marah dengannya apa lagi hormon seorang ibu hamil sangat lah berubah ubah.


Tak lama Sheila pun keluar dari kamar mandi dengan piyama tidurnya yang tidak ketat namun dapat menunjukkan perutnya yang sudah sedikit buncit namun bisa di bilang tambah seksi.


"Kamu mau ke mana?" tanya Sheila saat melihat Brian sudah rapi dengan jaket bomber yang ia kenakan.


"Sayang, aku mau izin untuk keluar sebentar ya soalnya yoga menelepon ku dari tadi," sahut Brian meminta izin.


"Ini kamu udah malam kok keluar sih," sahutnya tidak terlalu senang karena kalau Brian pergi maka saat dia tidur tidak akan ada yang memeluknya.


"Aku ad arisan sebentar sayang, kamu tidur dulu ya aku janji saat kamu buka mata nanti yang pertama kamu lihat adalah aku," ucap Brian akhirnya Sheila pun mengizinkan sang suami untuk pergi mungkin saja itu memang hal yang mendesak sehingga Brian harus segera pergi, Sheila tidak boleh berfikir negatif dia harus percaya dengan Brian sepenuhnya karena Brian adalah suaminya.


Sedangkan Brian setelah mendapat izin dari sang istri segera menancapkan gasnya menuju ke arah markas di mana uncle Bastian sudah menunggunya, sampai di sana Briand segera masuk dan melihat keberadaan uncle Bastian yang sudah cukup alam aja tak melihat untuk Bastian yang jauh terpisah oleh benua.


"Apa kabar uncle," sapa Brian dengan sopan.

__ADS_1


"Iya, bri. Bagiamana dengan Marsha kami?" tanya uncle Bastian menanyakan anak mereka yang bernama Marsha Kiel anaknya yang hilang.


"Kami belum bisa mencari keberadaanya uncle, tapi uncle tenang saja kami akan segera menemukannya."sahut Brian optimis.


"Uncle pegang ucapan kamu Brian, kita sama sama dari dunia mafia jadi kamu pasti bagaimana konsekuensi nya kalau kamu berani berbohong kepada uncle," ucap uncle Bastian penuh penekanan.


"Iya, uncle tenang saja." balas Brian santai, dia sama sekali tidak takut dengan ancaman dari tuan Bastian karena dalam dunia mafia ancaman seperti ini sangat lah biasa saja karena mereka memang bekerja di dunia seperti ini jadi mau tidak mau mereka harus kebal dengan segala ancaman yang datang.


Setelah itu uncle Bastian pun pergi dan di susul oleh Brian yang juga harus pergi karena pasti sang Istri sudah menunggunya, sedangkan di sisi lain Sheila setelah di tinggal pergi oleh Brian dia pun langsung minum susu kehamilannya setelah itu mencoba untuk tidur namun tetap saja dia tidak bisa kalau tidak di peluk oleh sang suami, entah mengapa tetapi pelukan sang suami bisa membuat tidurnya semakin nyenyak buatnya.


Sheila pun mencoba tidur lagi dan kali ini berhasil namun tak lama kemudian dia memimpikan sebuah mimpi aneh di mana dia berada di Padang bunga yang luas di mana di sana ada sepasang suami istri yang Sheila sendiri tidak tahu siapa, mereka melihat Sheila dengan tatapan rindu yang mendalam dengan penasaran Sheila pun menghampiri pasangan tersebut.


"Sayang, akhirnya kamu kembali!" ucap wanita paruh baya yang tetap cantik seperti masih muda saja.


"Maaf, kalian siapa ya?" tanya Sheila dengan penasaran.


"Sayang, ini mama sama papa nak!" ucap wanita itu lagi dengan memeluk Sheila, Sheila yang merasakan sebuah kehangatan dari pelukan tersebut pun entah mengapa tiba-tiba saja menangis dan membalas pelukan wanita tersebut.


Setelah itu mereka berdua pun menghilang entah kemana di padang bunga yang luas ini, Sheila mencoba untuk mencari cari pasangan tersebut namun ia tak menemukan sama sekali keberadaan.


"Ma, pa!" teriaknya berkali kali.


Brian yang baru saja tiba terkejut akan teriakkan Sheila dari dalam kamar, segera ia masuk saat dia sudah berada di depan kamar.


Dia melihat sang istri yang sedang tertidur namun dengan teriak teriak Brian mengira bahwa Sheila sedang mengalami mimpi buruk atau semacamnya.


"Sayang, bangun. Hey Sheila bangun!" sahut Brian membangun kan Sheila.


Sheila tersadar dari mimpi anehnya dengan nafas membara dan juga air mata yang sudah membasahi pipinya, Sheila yang melihat Brian di sampingnya pun segera memeluknya tak mau Brian pergi.


"Hey, kenapa?!" tanya Brian sedikit penasaran sedangkan Sheila hanya diam saja karena pasalnya Sheila tidak pernah bermimpi seperti itu.

__ADS_1


"Mimpi buruk ya?" ucap Brian.


"Aku mimpiin sepasang suami istri yang sedang berada di padang bunga, mereka sedang melihat ke arah ku dan mereka mengatakan kalau itu adalah orang tua ku," ucap Sheila memberitahukan mimpi anehnya kepada Brian.


"Mungkin itu hanya mimpi biasa sayang, udah jangan di pikirin ya." sahut Brian memenangkan Sheila di pelukannya.


Setelan Brian memberitahukan hal itu Sheila pun cukup tenang dan mencoba berfikir positif saja, mungkin yang di katakan oleh sang suami memang benar, Namun saat mereka mengatakan bahwa Sheila adalah anak mereka bagaimana bisa tapi Sheilla merasa sangat lega atas pernyataan mereka dan siapa sebenarnya pasangan tersebut karena Sheila merasa sangat dekat dengan mereka.


Setelah Sheila sedikit tenang Brian pun mengajak Sheila untuk tidur lagi karena Brian menebak bahwa Sheila masih tertidur sebentar karena dia mimpi aneh itu.


"Ya udah yuk tidur!" ajak Brian.


Sheila dan Brian pun mulai berbaring dengan Brian memeluk erat sang istri seperti tidak akan pernah membiarkan Sheila pergi darinya, Sheila pun juga membalas pelukan tersebut entah mengapa kalau dengan sang suami Sheila tidak pernah bisa jauh apakah ini karena hormon ibu hamil atau bagaimana ya.


"Bagiamana dengan kandungan kamu sayang?" tanya Brian sambil memeluk sang istri.


"Baik kok sayang," ucap Sheila.


Brian pun melepaskan pelukannya dari Sheila dan mulai mensejajarkan tubuhnya dengan perut sang istri yang sudah sedikit menonjol namun tidak terlalu kentara karena memang masih sangat awal.


"Hai anak papi," panggil Brian dengan mengelus perut sang istri dengan lembut dan sesekali ia menciumi perut tersebut.


Bersambung..........


HAI READERS SEMUANYA πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


SEBELUMNYA AUTHOR INGIN MEMINTA MAAF KALAU AUTHOR SERING LAMA UPDATE KARENA MEMANG AUTHOR YANG SOK SIBUK INI SEHINGGA AUTHOR SERINGKALI TIDAK BISA UPDATE BANYAK BAB DI SETIAP HARINYA, AUTHOR JUGA MERASA BERSALAH KARENA TIDAK BISA UPDATE BANYAK BAB BEBERAPA HARI INI DAN JUGA BANYAK NYA PERMINTAAN HANG MASUK UNTUK UPDATE LEBIH SERING DAN BANYAK LAGI, SEKALI LAGI AUTHOR MINTA MAAF SEBANYAK BANYAKNYA YA, AKAN AUTHOR USAHAKAN UNTUK TETAP UPDATE DI SETIAP HARINYAπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


YANG PASTI JANGAN LUPA KLIK TOMBOL FAVORIT, LIKE, VOTE DNA JUGA JANGAN LUPA BERHADIAH UNTUK AUTHOR YA BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM MENULISNYAπŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š


SALAM HANGAT DARI AUTHOR πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2