
Maria sekarang ada pemeriksaan ke dokter karena asam lambungnya naik sehingga dia memilih untuk periksa saja namun dia tak sengaja melihat Sheila yang baru saja keluar dari ruang dokter kandungan dengan laura membuat dia berfikir tidak akan melewatkan kesempatan bagus ini untuk melancarkan rencananya yang menurut nya hari ini sangat tepat karena Maria tidak melihat Sheila di temani oleh Brian.
Segera Maria bersembunyi karena Sheila berjalan ke arahnya, setelah itu dia pun segera menelepon Tiffany yang kebetulan sedang berada di bar dengan Liam yang juga kebetulan baru saja datang ke sana karena mereka bertiga sebenarnya membuat janji untuk bertemu di bar yang biasa mereka datangi.
[Ada apa?] tanya Tiffany dari sembarang sana saat melihat Maria meneleponnya.
[Gue ngelihat Sheila dari dokter kandungan tanpa Brian, dia cuma di temani oleh bodyguard yang biasa ia bawa sama dua bodyguard lainnya!] ucap Maria membuat Tiffany segera memberitahukan kepada Liam karena memikirkan bahwa itu adalah salah yang bagus.
[Bentar gue kasih tahu tuan Liam dulu!]
"Tuan, sekarang Maria kan berada di rumah sakit untuk periksa kesehatannya terus dia melihat Sheila yang seperti nya baru saja melakukan check up kandungan dan dia ke sana tanpa di temani oleh Brian, bukan kah ini adalah waktu yang tepat untuk menawarkan rencana kita!" sahut Tiffany dengan antusias.
Sedangkan Liam menimbang nimbang ucapan Tiffany yang menurutnya sangat tepat sekali karena yang mereka tunggu adalah Sheila sendirian tanpa adanya Brian karena Brian adalah penghalang rencananya untuk berhasil.
"Bagus juga, kalau begitu suruh Maria untuk mengawasi nya dan kita segera menjalankan rencana kita!" tita Liam kemudian beranjak dari duduknya.
"Baik, tuan."
[Elo denger kan apa yang di ucapan kan sama tuan Liam tadi?] tanya Tiffany karena saat Liam berbicara tadi dia sama sekali tidak menutup telepon nya agar Maria mendengarkannya.
[Iya, gue denger. Kalau gitu gue ikuti mereka dulu dan gue akan kabarin elo lagi,] sahut Maria kemudian menutup teleponnya dan mengikuti Sheila dari belakang tanpa ada yang tahu.
Sedangkan Tiffany ikut Liam dengan mengendarai mobil mewahnya menuju arah rumah sakit, atau lebih tepatnya ke sebuah jalanan yang menuju ke mansion kediaman keluarga Kiel.
Di mana Liam sendiri sudah mencari tahu keberadaan mansion keluarga tersebut, dia berencana untuk mencegat mobil Sheila di sebuah jalanan di sana dengan anak buahnya yang akan mencegat mobil anak buah dari Brian sehingga nantinya mobil Sheila akan melaju sendirian dan hanya ada Sheila, Laura dan juga supirnya yaitu Thomas.
Maria terus saja memberikan kabar tentang keberadaan Sheila yang terus saja ia ikuti dan berakhir di sebuah persimpangan jalan yang cukup sepi saat mobil Sheila membelokkan mobilnya di sana.
Sedangkan Sheila dan yang lainnya di mobil itu tidak tahu akan hal buruk yang sebentar lagi akan menimpah dirinya, saat tiba-tiba ada truk melaju kencang di persimpangan dan menabrak mobil bodyguard Brian di belakang membuat suara benturan sangat luar sekali membuat Sheila dan yang lainnya di alam mobil pun berhenti seketika dan melihat ke belakang di mana mobil sudah sangat hancur, entah bagaimana kondisi penumpangnya.
"Aaaaaaa!" pekik Sheila
Melihat hal itu Sheila pun menjadi histeris dan segera laura menenangkan nona mudanya dan menyuruh pak Thomas untuk mengecek kondisi di belakang di mana orang-orang sudah mengerubungi mobil tersebut.
"Nona tenang ya, sekarang pak Thomas sedang mengecek kondisi di sana," sahut Laura menenangkan nona mudanya.
Sebenarnya dia sedikit terkejut dengan kejadian tadi namun ia harus bisa tenang dan menjaga nona mudanya karena kondisi nona mudanya sekarang sedang hamil, jadi Laura sebisa mungkin membuat Sheila agar tidak terlalu syok karena bisa mempengaruhi janinnya.
Tak lama karena semua orang sedang fokus dengan kecelakaan tersebut memberi kesempatan untuk anak buah Liam untuk menculik Sheila di dalam mobil tersebut.
"Siapa kalian!" bentak Laura sat ada orang yang ingin menerobos masuk ke dalam dan akan membawa nona mudanya pergi.
Sheila juga terus memberontak tak mau karena dia tidak mengenal siapa orang tersebut Dnegan sekuat tenaga ia mempertahankan dirinya hingga dirinya dan Laura di seret menuju ke sebuah mobil misterius yang Sheila juga tak tahu mau di mana kemana.
Sheila dan laura di seret dan di bawa menjauh dari sana sedangkan pak Thomas sama sekali tidak menyadari hal tersebut karena dia sedang menunggu ambulans untuk membawa bodyguard nona mudanya itu sampai, untungnya sama dua bodyguard tersebut terselamatkan meski pun mengalami luka parah di bagian kaki dan juga tangannya.
__ADS_1
Setelah ambulans datang dan membawa korban pak Thomas sudah mengabari yoga yang kebetulan nomornya pertama kalian pak Thomas lihat setelah itu belum pun kembali ke mobil untuk melanjutkan jalannya namun saat baru saja masuk dia tidak melihat nona mudanya dan juga Laura di sana membuat pak Thomas seketika ketakutan.
Segera ia menelepon tuannya untuk memberitahukan bahwa nona mudanya tidak ada, pak Thomas curiga bahwa kejadian ini semuanya adalah jebakan untuk membawa nona mudanya karena tuannya selalu saja memerintahkannya untuk menjaga Sheila.
Seketika pak Thomas bergetar hebat takut jika karena masalah ini hidupnya akan berakhir apa lagi sekarang Sheila sedang hamil membaut pak Thomas sangat ketakutan dengan kemarahan tuannya namun dia juga harus mengabari hal buruk ini bukan.
Sedangkan Brian sekarang sudah tiba di mansion keluarga Kiel, karena menunggu sang istri yang belum datang Brian memilih untuk mengecek email nya terlebih dahulu saja karena dia masih ada beberapa kerjaan di kantor yang harus ia tangani.
Tak lama dia mendapat telepon dari Aldo membuat Brian menghentikan pekerjaannya dan mengangkat telepon dari Aldo tersebut.
[Ada apa?] tanya Brian to the point tanpa basa basi.
[Tuan, gawat! mobil yang di tumpangi oleh bodyguard nona muda tadi kecelakaan karena di tabrak oleh sebuah truk dan sekarang kedua korban sedang di bawa ke rumah sakit!]
[Apa! Bagaimana dengan keadaan Sheila?!] tanya Brian kahwatir dengan keadaan sang istri.
[Kami belum tahu lengkapnya tuan karena Thomas hanya memberitahu kami itu,] ucap Aldo karena dia tahu pun karena yoga memberitahukan nya.
[Segera cari tahu dan juga untuk bodyguard tersebut segera beri perawatan terbaik!] perintah Brian.
[Baik, tuan.]
Setelah mengucapkan hal itu Brian pun menutup teleponnya dan segera akan menelepon pak Thomas namun tiba-tiba telepon nya berdering dan menunjukkan nama yang akan dia hubungi yaitu pak Thomas di sana.
[Tuan!] sahut pak Thomas dengan sedikit bergetar.
[Pak Thomas ada apa?!] tanya Brian lagi dengan pekikan keras karena pak Thomas tak kunjung berbicara.
[Tuan, nona Sheila tidak ada di dalam mobil.] sahut pak Thomas di sebrang sana membuat Brian belum seketika mendengarkan hal tersebut.
[Apa maksud pak Thomas!] bentak Brian.
[Tadi saat kecelakaan terjadi saya langsung di suruh nona muda untuk menolong korban dan Laura langsung menenangkan nona muda yang terkejut, namun saat saya kembali saya tidak bisa menemukan nona muda dan lupa Laura di dalam mobil, setelah saya bertanya dengan orang di sekitar sini tadi mereka bilang kalau nona muda dan laura di bawa ke sebuah mobil.] ucap pak Thomas dengan ketar ketir menjelaskan semuanya kepada tuan mudanya.
Setelah pak Thomas menjelaskan hal tersebut Brian pun segera menutup teleponnya dan pergi dari mansion menuju ke markas klan elang dengan marah, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan sang istri sekarang.
Dia mengumpulkan semua anak buahnya untuk melakukan penyerangan karena Brian menebak bahwa ini semuanya pasti ulah dari keponakan Jeffry yang ingin balas dendam dengan cara memperalat Sheila karena tahu kelemahan dari Brian.
Brian juga sudah memberitahukan semua keluarganya mulai dari papi Boni, papa Bastian, uncle Steven dan juga uncle Eric karena kebetulan sekali uncle Eric berada di kota ini untuk liburan bersama keluarganya.
Untuk para wanita juga sudah tahu karena Tante Melinda yang mulutnya tidak bisa di jaga padahal Brian ingin agar mami dan mamanya tidak tahu terlebih dahulu karena takut jika menjadi histeris mendengarkan hal tersebut, namun tante Melinda malah menyebarkannya jadi mereka semuanya tahu dan berkumpul di rumah dekan markas karena menurutnya lebih muda untuk berkomunikasi dengan sang suami masing masing.
"Brian, bagaimana?!" tanya papa Bastian saat baru saja masuk dan sudah melihat yang lainnya sudah berkumpul di sana.
"Kita masih cari tau siapa orangnya pa, tapi firasat Brian sebenarnya bahwa orang tersebut adalah Liam keponakan dari Jeffry yang beberapa minggu ini terus aja mengawasi Brian, dan juga ini berkaitan dengan salah satu mantan karyawan Ard Company yang Brian pecat karena pernah melukai sang istri dan juga Maria kakak dari Sheila dulu." ucap Brian mencurigai beberapa orang.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain mobil tersebut terus melaju menuju ke pinggiran kota yang sedikit gelap, suram dan kotor tersebut, Sheila dan Laura di tutup matanya dan di ingat tangannya ke belakang membuat mereka tidak bisa bergerak rasanya semuanya gelar karena penutup mata tersebut dan juga mulut yang tertutup lakban semakin menambah kesengsaraan mereka.
Sampai di sebuah bangunan tingkat yang terbengkalai, Sheila dan Laura di keluarkan dari mobil dan di bawa ke sebuah ruangan yang tidak mereka berdua ketahui.
Saat sampai di sana mereka langsung di suruh untuk duduk di lantai yang sangat dingin bahkan tidak ada alas seperti tikar di sana.
"Duduk!" pekik orang tersebut, mereka berdua pun mengikuti perintah karena dalam kondisi-kondisi seperti ini lebih baik tidak membantah atau kondisi akan semakin buruk.
Setelah itu setelah duduk penutup mata mereka di buka dan lakban yang ada pada mulut mereka di buka juga menunjukkan orang orang di sekitarnya yang berbadan tegak dan tidak pernah Sheila ketahui sebelumnya, bahkan Laura juga tidak pernah melihat mereka.
"Nona tidak apa-apa? Ada darah di kaki nona!" tanya Laura yang khawatir dengan kondisi sang nona muda karena baginya tidak apa-apa jika dia yang terluka tetapi tidak untuk nona mudanya karena ini melibatkan harga diri dan juga kesetiaannya kepada tuan nya.
"Iya, aku gak papa kok. Kamu bagaimana?" tanya Sheila yang juga khawatir akan kondisi Laura.
"Saya tidak apa-apa nona." sahut Laura.
Kemudian tak lama pintu terbuka menampakkan tiga orang masuk ke dalam membuat Sheila mengerutkan dahinya karena dia melihat pemandangan yang sangat mengejutkan.
"Kak Maria!" gumam Sheila pelan namun masih di dengar oleh semua orang di sana.
"Hai adik ku sayang," sapa Maria dengan bahagianya melihat keadaan Sheila dengan tangan di belakang dan juga kaki yang sudah sedikit berdarah karena benturan di mobil tadi.
"Kak Maria kenapa ada di sini dan bukan kah kamu Tiffany?!" ucap Sheila melihat juga ke arah Tiffany.
"Hai mantan rekan kerja, bagaimana rasanya berada di sini," ledek Tiffany Dnegan senangnya karena akhirnya keinginannya sudah tercapai.
"Mau apa kalian?!" pekik Sheila saat menyadari akan satu hal tenyata kakaknya berani melakukan hal keji seperti ini, meski pun Sheila tahu kakaknya tidak suka dengannya namun Sheila tetap menghargainya karena bagaimana pun Maria adalah kakaknya seburuk apapun perlakuannya dulu padanya.
"Asal elo tahu ya, gue udah nunggu hal seperti ini lama sekali namun tidak pernah bisa dan karena elo sudah menerima pernikahan tersebut, seharusnya itu adalah pernikahan gue bukan elo, kalau elo gak Nerima mungkin sekarang gue udah seneng jadi istri dari Brian karena itu akhirnya gue bisa balas dendam sama elo!" pekik Maria dengan senangnya.
"Kak, bukannya kakak yang memilih kabur dari pernikahan kakak dan membatalkannya sehingga mama sama papa menyuruh Sheila untuk menggantikannya, Sheila sama sekali gak mau menikah waktu itu karena Sheila belum siap namun dengan enaknya kakak kabur dan menumbalkan Sheila untuk menikah dengan orang yang bahkan Sheila tidak tahu siapa! Sheila tahunya itu adalah uncle Steven yang katanya sudah tua dan Sheila pun mengiyakan saja untuk membalaskan kebaikan dari mama dan papa!" pekik Sheila tak terima jika dia di bilang merebut Alon suami kakaknya tersebut karena jelas jelas dia yang di suruh untuk menggantikan kakaknya yang kabur.
"Ahh, terserah! yang penting sekarang ini hanya balas dendam yang gue inginkan!' pekik Maria.
"Gue juga senang sekali, jika gue sampai berbuat semua ini itu semuanya karena adanya elo di dunia ini dan membuat Brian tak pernah melihat gue sebagai wanita padahal gue udah menaruh hati lama dengannya!" lanjut Tiffany dengan pekikan nya yang sangat lantang sedangkan Sheila sudah tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Liam hanya diam saja karena dia ingin balas dendam ke Brian bukan sang istri yang jika di lihat sangat cantik sekali karena bagaimana pun Liam adalah seorang pria normal yang akan tergoda dengan wanita cantik.
"Tiffany, ini semuanya karena sikap kamu yang keterlaluan!" ucap Sheila membela dirinya.
"Udah gak usah di ladeni mending pergi aja," ajak Tiffany, kemudian mereka bertiga pun pergi dari sana.
"Nona tidak apa-apa?" tanya Laura yang khawatir karena nona mudanya itu terus saja berteriak.
"Iya, aku gak papa kok. Aku cuma gak habis fikir ternyata mereka membenarkan segala cara untuk balas dendamnya dan salah satunya adalah dengan menculik kita seperti ini," ucap Sheila dengan air mata yang sudah menetes.
.
__ADS_1
.
Bersambung..........