
"Sayang, Bagun yuk itu sarapannya mau dateng." ucap Brian menghampiri sang istri yang sangat pucat itu.
"Iya, sayang." jawab parau Sheila.
"Kamu beneran gak mau ke rumah sakit? kondisi kamu kayaknya kurang sehat deh," ucap Brian mengkhawatirkan kondisi sang istri, andai saja pada anggota klan Elang tahu maka bisa di pastikan Brian akan malu karena sosok Brian Albern Ardolph bisa sebegitu lembutnya dengan wanita padahal di luaran sana dia di kenal sebagai serigala yang menerkam mangsanya kapan pun.
Tak lama bi Nana pun datang membawa sarapan untuk Sheila, Brian memang menyuruh ni nana untuk membuat bubur saja untuk sarapan Sheila sehingga yang datang pun bubur sesuai pesanan dari Brian.
"Makan yuk," ajak Brian.
Sheila hanya makan beberapa suap sendirian karena ia merasakan tidak enak di mulutnya, tetapi Brian mencoba untuk membujuk sang istri agar makan lebih banyak lagi karena nanti malah sakitnya akan arah sehingga mau tidak mau Sheila pun memaksakan makan beberapa suap hingga akhirnya ia memuntahkan lagi makanannya di kamar mandi.
"Udah aku gak mau makan," ucap Sheila dengan tertatih kembali ke ranjang dan berbaring di sana.
"Ya udah, kalau gitu minum obatnya dulu ya." ucap Brian.
Sheila pun meminum obatnya kemudian kembali berbaring lemah di ranjang, Brian bingung harus meninggalkan sang istri atau tidak karena dia ada urusan di markas membahas mengenai temuan dari Aldo soal kasus uncle Bastian, tetapi Brian juga tidak tega membuatkan Sheila sendirian di sini.
Ide pintarnya tiba-tiba muncul saat ia melihat sang istri, bagiamana kalau mami salma saja yang di suruh untuk menemani Sheila pasti mami mau bukan.
"Sayang, aku sekarang harus pergi sebentar karena ada urusan mendesak, kamu gak papa kan sama mami dulu?" tanya Brian meminta persetujuan.
"Iya, gak papa kok. kamu selesaikan aja dulu urusan kamu sayang," balas Sheila dengan santainya dan juga senyumannya, Sheila juga merasakan tidak enak jika Brian sang suami hanya terus merawatnya sehingga Sheila pun memperbolehkan Brian untuk mengurusi urusan nya.
Brian pun segera keluar dari kamar setelah ia rapi dengan pakaiannya ,saat di bawah dia meminta sang mami untuk me jaga Sheila dan kalau ada apa-apa langsung mengabarinya.
"Mi tolong jaga Sheila bentar ya, aku mau ke markas Elang sebentar. Kalau ada apa-apa langsung kabari ya," sahut Brian kemudian pergi tanpa menunggu sang mami menjawab, mungkin karena memang sudah sangat terburu-buru hingga Brian seperti itu.
"Anak itu emang ya," sahut mami Salma, sedangkan papi boni sedang keluar sebentar bertemu dengan temannya yang entah siapa mami Salma juga tidak tahu.
Brian pun keluar rumah menuju ke markas di mana Aldo dan yoga sudah menunggunya, untuk kantor sendiri memang Brian meliburkan sehari, jadi mulai besok karyawan baru masuk kerja, hari ini biar istirahat terlebih dahulu saja.
__ADS_1
Sampai di markas Aldo ternyata sudah menunggu Brian, segera Brian masuk ke dalam di mana Aldo berada dan menanyakan perkembangan tentang informasi yang di berikan oleh Martin kemarin.
"Bagaimana?' tanya Brian to the point.
"Dari yang kami cari orang tersebut memang yang memberikan anak tersebut kepada salah satu keluarga sederhana dan katanya sampai sekarang anak tuan Bastian masih hidup tetapi memang tidak ada yang tahu keberadaannya karena setelah di serahkan keluarga tersebut pindah rumah dan mereka juga ternyata memalsukan identitas nya dulu sehingga sulit untuk di lacak, tetapi pria tersebut memberikan ini tuan." sahut Aldo dengan memberikan sebuah kotak barang di mana di sana lah ada beberapa petunjuk tentang anak dari uncle Bastian.
Brian pun membuka kotak tersebut dan melihat beberapa foto saat anak uncle Bastian ada yang masih bayi dan ada juga yang sekitaran umur 7 tahunan dengan memakai kalung, gelang yang bisa menjadi petunjuk bagus.
"Ini?" tanya Brian.
"Itu adalah foto dari anak tuan Bastian, pria tersebut pernah bertemu dengan anak tersebut karena melihat kalung yang ia pakai namun setelah hari itu pria itu tak pernah nampak lagi anak kecil tersebut." sahut Aldo.
"Tapi kenapa aku tidak asing dengan kalung ini ya!" sahut Brian mencoba mengingat dia pernah lihat di mana karena Brian seperti pernah melihat.
"Apakah tuan pernah melihat kalung tersebut?" tanya yoga yang dari tadi hanya menyimak.
"Entah, aku juga tidak tahu tetapi aku merasa bahwa aku pernah melihatnya atau mungkin hanya khayalan ku saja." sahut Brian.
Brian pun tetap berada di markas dengan membahas beberapa musuh yang terus aja menyerang markas elang, untung saja yang mereka serang bukan lah markas utama namun tetap saja klan elang harus tetap waspada dengan semua musuh yang ada. Beberapa musuh juga sudah mereka amankan, dan yang menyuruh mereka adalah Jeffry siapa lagi kalau bukan dia, orang yang terobsesi kepada klan elang.
Sedangkan mami Salma setelah Brian pergi pun menemui sang menantu yang sedang sakit itu, dengan pelan mami Salma pun masuk ke dalam kamar Sheila setelah di persilahkan tadi.
"Sayang, kamu kenapa hm?" tanya mami Salma menghampiri sang menantu yang berbaring di ranjangnya.
"Aku cuma gak enak badan aja kok mi, mungkin gara-gara habis terbang jauh kemarin," ucap Sheila menenangkan sang mami.
"Beneran, atau kalau enggak kita ke rumah sakit aja ya." sahut mami Salma.
"Gak usah mi, aku gak kenapa-kenapa kok," ucap Sheila.
Namun belum beberapa lama ia diam, tiba-tiba Sheila merasakan mual lagi yang hebat, ia pun segera tidur dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi, melihat hal itu mami Salma pun mengikuti Sheila ke kamar mandi dan memijat tengkuk dari Sheila mencoba membantunya meredakan rasa mulanya.
__ADS_1
"Kamu gak papa sayang?" tanya mami Salma setalah Sheila berhenti mual.
"Aku gak papa kok mi," jawabnya.
"Mami mau tanya, kamu udah telat datang bulan berapa lama sayang?" tanya mami Salma mencurigai hal aneh dari mantunya. mendengar ucapan maminya Sheila pun mulai mengingat kembali jadwal datang bulannya.
"Kayaknya udah tiga mingguan deh mi, astaga aku kok sampek lupa ya kalau aku telat!" ucap Sheila yang masih belum tahu kemana arah perbincangan mereka.
Sedangkan mami Salma sudah tersenyum senyum sendiri mendengar jawaban sang menantu, apakah ini bertanda bahwa Brian junior ada segera hadir meramaikan keluarga mereka, entah lah siapa yang tahu bisa saja Sheila hanya telat seperti wanita pada umumnya yang sering telat datang bulan.
"Kayaknya tanda-tanda aku bakalan punya cucu nih!" gumam mami Salma dalam hatinya memikirkan akan ada yang mulai memanggilnya Oma nih.
"Enggak! Kamu harus ke rumah sakit titik!" tegas mami kemudian menyuruh pak Thomas agar segera menyiapkan mobilnya.
Mau tidak mau akhirnya Sheila pun menuruti saja keinginan sang mami karena dia tahu pasti akan kalah kalau berbicara dengan mami Salma.
Setelah berganti pakaian mami Salma pun menuntun Sheila menuju ke mobil agar Sheila tidak jatuh karena dia merasa sedikit pusing saat di buat jalan.
"Kamu gak gak papa beneran jalan, lebih baik kamu naik ke kursi roda aja sayang." ucap mami Salma tidak tega melihat Sheila harus jalan dengan berpegangan tangan dengan mami Salma.
"Aku gak papa kok mi, lagian juga ini sebentar lagi udah sampek mobil." jawabnya.
Setelah sampai di depan mobil, mereka pun masuk ke dalam dan segera menuju ke rumah sakit di mana biasanya mami Salma berobat.
Entah mengapa mami Salma merasa ada yang aneh dengan sang menantu ini, tidak bisanya Sheila mulai apa lagi Sheila mual saja dengan mengeluarkan cairan tidak seperti muntahnya orang sakit.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun tiba di rumah sakit dengan Sheila yang sudah merasa sedikit baikan sehingga tidak perlu kursi roda, karena mami Salma tadi menyuruh pak Thomas mengambil kursi roda tetapi Sheila langsung menolak nya dan mereka pun langsung masuk ke dalam rumah sakit.
Bersambung..........
ADA YANG PENASARAN DENGAN KELANJUTANNYA, DAN APAKAH TEBAKAN MAMI SALMA BENAR ATAU SHEILA HANYA SAKIT BIASA, YUK PANTENGIN TERUS YA.
__ADS_1
KALAU RAME AKU BAKALAN UPDATE KELANJUTANNYA NANTI SORE TAPI KALAU SEPI YA TERPAKSA AKU UPDATE BUAT BESOK PAGI šššš