
Saat mengetahui lah tersebut Tiffany tak henti hentinya terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar, namun Tiffany membulatkan tekadnya untuk membalaskan dendam nya karena kejadian berturut turut ini terjadi sekarang ini semuanya adalah salah Sheila, kalau saja Sheila tidak menikah dengan Brian maka Tiffany tidak akan kehilangan pekerjaannya, orang tua dan adiknya dan juga dia tidak akan kehilangan rumahnya dan menjadi gelandangan seperti sekarang ini yang harus mencari uang dengan menjajakan tubuhnya.
"Iya, bagaimana kau bisa tahu?" tanya Liam dengan menyelidik.
"Aku adalah mantan pegawai di sana dan kebetulan juga aku ada di saat kejadian pesta peresmian beberapa waktu lalu," sahut Tiffany membaut Liam mengerenyitkan dahinya dan menganggap bahwa cewek di depannya ini juga termasuk dalam golongan klan elang atau tidak memihak Brian bukan.
"Mau apa kau mencari paman Jeffry?!" tanya Liam dengan sedikit bentakan.
"Santai tuan, kenalkan aku Tiffany salah satu ****** dari paman mu dan juga rekan balas dendam nya," sahut Tiffany.
"Apa maksud mu?!" tanya Liam yang memang Riska mengerti sama sekali dengan ucapan wanita yang baru ia ketahui namanya tadi yaitu Tiffany.
"Aku dan paman mu yaitu tuan Jeffry memiliki kesepakatan bisnis atau lebih tepatnya tuan Jeffry sudah berjanji untuk membantuku membalaskan dendam nya kepada orang yang aku benci dan ternyata orang yang dia benci tersebut memiliki hubungan dengan orang yang dia benci juga!" sahut Tiffany dengan nada kesal dan marahnya ketika membayangkan Sheila, karena hidupnya seperti ini adalah ulah Sheila.
"Siapa?!" tanya Liam dengan penasaran memang nya siapa lagi yang di benci paman nya itu karena setahu Liam pamannya itu hanya bermusuhan lama dengan klan elang tidak dengan klan klan lainnya, meski pun sering berdebat atau marah tapi Liam sangat yakin kalau pamannya itu tidak akan sampai se benci itu dengan yang lainnya selain klan elang, begitu lah setahu Liam jadian dia sangat penasaran siapa orang tersebut.
"Sheila, istri dari tuan Brian!" ucap Tiffany membuat Liam mengerenyitkan dahinya mencoba mencerna ucapan Tiffany tadi.
"Maksud mu?" tanya Liam.
"Aku sedang merencanakan balas dendam Dnegan Sheila istri dari tuan Brian dan ternyata tuan Jeffry baru tahu kalau Sheila adalah istri dari musuhnya jadi dia berencana memperalat Sheila untuk membuat Brian tunduk padanya tapi ternyata tuan Jeffry sudah tertangkap," sahut Tiffany dengan lemas nya.
"Jadi kau ingin membalas dendam Dnegan keluarga Ardolph?" tanya Liam dan di angguki oleh Tiffany.
"Iya, lebih tepatnya Sheila!" sahut Tiffany dengan meninggikan intonasi suara nya.
__ADS_1
"Oke, kalau begitu lebih baik kamu masuk dulu ke dalam!" ajak Liam menuntun Tiffany untuk masuk ke dalam.
Tiffany pun mengikuti langkah kaki Liam menuju ke dalam di mana saat Tiffany masuk aura gelap dan misterius langsung terasa di sana.
Setelah sampai di dalam Liam segera duduk di kursi yang bisa pamannya duduki dan menyuruh Tiffany duduk juga di sofa sampingnya.
"Sebelumnya perkenalkan saya Liam keponakan dari paman Jeffry," sahut Liam memperkenalkan dirinya lagi dan di angguki oleh Tiffany.
"Kebetulan sekali kamu datang ke sini karena saya jauh jauh dari Jerman sebenarnya ingin mengeluarkan paman saja dari markas klan elang namun saya masuk mencari cara yang tepat, tetapi saat kamu datang saya langsung memiliki ide cemerlang yang saya rasa dapat menghancurkan Brian!" sahut Liam dengan bangganya.
"Apa itu?!" tanya Tiffany penasaran karena dia juga merasa harus terlibat dalam rencana tersebut.
"Apa kah kau sangat penasaran?" tanya Liam dan mendapat anggukan dari Tiffany.
"Bagaimana kalau kita culik saja Sheila istri dari Brian, saya yakin bahwa Brian akan langsung bertekuk lutut dengan kita. Kamu bisa miliki Brian dan aku bisa mengeluarkan paman Jeffry," sahut Liam.
"Iya, setelah itu rencana penculikan berhasil kita langsung habisi saja dia bukan kah itu lebih baik dan bisa membuat Brian akan merasa sangat frustasi dan marah," sahut Liam dengan bangganya bahkan membayangkannya saja.
"Tapi, apakah ini rencana itu akan berhasil?" tanya Tiffany sedikit ragu karena dengan kekuasaan Brian semuanya pasti akan gagal bukan.
"Kamu tenang saja, saya akan menyiapkan semuanya kamu tinggal melihat bagiamana saya beraksi nantinya," sahut Liam dan mendapat anggukan dari Tiffany.
Sedangkan di luaran sana kabar tentang anak papa Bastian sudah mulai bermunculan dan banyak foto Sheila yang terpampang di sana karena memang papa Bastian dan mama Daniar memutuskan untuk mengumumkan siapa anak mereka yang telah hilang bertahun tahun tersebut.
Media di hebohkan dengan nama Sheila yang di sebut oleh papa Bastian dan juga foto yang apa Bastian berikan kepada media, baru saja berita tentang Sheila adalah istri dari pebisnis terkenal New York yaitu Brian Albern Ardolph sekarang berita mengejutkan lainnya adalah bahwa Sheila adalah anak kandung dari Bastian Kiel salah satu pebisnis sukses lainnya.
__ADS_1
Jadi bisa di pastikan Sheila sekarang sedang menjadi perbincangan hangat banyak yang iri dengan kehidupan Sheila karena memiliki suami yang tampan dan juga kaya tak hanya itu dia juga anak dari orang kayak pula membuat hidupnya pasti aman dan sejahtera tanpa mereka tahu kehidupan Sheila sebelumnya yang Barus banting tulang agar tercapai semua keinginannya.
"Sayang, makan yuk." ajak mama Daniar.
Sekarang Sheila memang berada di mansion keluarga Kiel di New York, papa Bastian memutuskan untuk membeli mansion di sana karena ada Sheila yang berada di kota tersebut membuat mereka tidak bisa berjauhan, meski pun begitu papa Bastian dan mama Daniar masih sering bolak balik New York Austria karena pekerjaan yang memaksa sedangkan Leon sang kakak sesekali berkunjung ke New York karena pekerjaannya yang sangat padat karena papa nya memberikan perusahaan untuk di teruskan oleh Leon karena usianya yang sudah mulai tua.
"Sheila gak lapar ma," sahut Sheila yang sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga.
Mansion ini memang tak sebesar punya keluarga Ardolph tapi nyamannya sama saja menurut Sheila karena terdapat orang yang ia sayangi di dalam nya.
Pagi tadi Brian mengantarkan Sheila terlebih dahulu ke mansion keluarga Kiel sebelum berangkat ke kantor, dia sekarang sebisa mungkin mengantarkan Sheila ke mana-mana sendiri karena kekhawatiran Brian kepada sang istri yang bisa saja terjadi sesuatu yang Brian tidak inginkan.
"Sayang, ini udah waktunya kamu makan siang loh. Ayo makan nanti malah mama telepon in Brian terus kamu di marahin baru tahu rasa loh!" tutur mama Daniar menakut nakuti sang anak.
Akhirnya dengan terpaksa Sheila pun mulai melahap makanan yang sebelumnya sudah di siapkan oleh mama Daniar, sebenarnya dia tidak enak makan tapi Sheila lebih takut lagi kalau harus Brian yang memarahinya karena hubungannya dengan Brian baru saja membaik setelah kemarin Sheila mengungkapkan semua keluh kesahnya kepada sang suami, jadi Sheila tidak ingin memperburuk keadaan lagi karena dia tidak bisa marah marahan lagi dengan sang suami.
Mama Daniar merasa puasa dengan ancaman yang ia berikan, mama Daniar dan yang lainnya sudah tahu soal Sheila yang marah kepada Brian waktu itu karena Brian sendiri yang memberitahukan nya namun semua orang hanya diam saja karena mereka tahu kenapa Brian melakukan hal itu dan percaya bahwa Brian bisa mengatasi kemarahan sang suami nya.
"Habisin ya sayang," sahut mama Daniar kemudian meninggalkan sang anak ke dapur sedangkan Sheila sedang makan siang di ruang keluarga.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA 👋👋👋
AUTHOR HARAP KABARNYA SELALU BAIK BAIK SAJA YA😊
__ADS_1
AUTHOR MOHON AGAR TERUS DUKUNG AUTHOR AGAR AUTHOR BISA LEBIH SEMANGAT LAGI BUAT UPDATE BAB SELANJUTNYA KARENA BAGAIMANA PUN CERITA INI TIDAK AKAN BISA SEBESAR INI TANPA DUKUNGAN DARI READERS SEKALIAN JADI AUTHOR MINTA UNTUK TERUS DUKUNG AUTHOR DAN TERUS NANTIKAN KARYA AUTHOR SELANJUTNYA YA 🙏🙏😊😊🥰🥰♥️♥️