Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Obat


__ADS_3

Sedangkan Sheila yang masuk terlebih dahulu dengan Laura di sampingnya mencari keberadaan Monica dan juga jovanka yang ternyata sedang berada di bar makanan, Sheila pun mendekati mereka berdua.


"Mon, jov." panggil Sheila saat dia sudah sampai di depan teman temannya itu.


"Wahhh, siapa ini cantik banget?!!" ucap Monica tak percaya ada orang secantik ini di depannya.


"Ih, apaan sih. ini aku Sheila!" sahut Sheila.


"Apa! ini beneran elo Sheil, cantik banget parah Sheila!" pekik jovanka.


"Kalian lebay ih," sahut Sheila kemudian mereka pun tertawa bersama.


Sheila rindu sekali rasanya berbincang bincang lama dengan teman temannya. Tak lama sahabat Sheila siapa lagi kalau bukan Maya pun datang, Sheila memang memohon kepada Brian untuk mengundang Maya karena jarang jarang sekali Maya bisa hadir di pesta sebagus ini bukan.


"Sheila," pekik Maya melihat Sheila di sana, sedangkan Sheila yang mendengarkan nama nya di panggil pun segera membalikkan badannya dan melihat sahabat nya sudah sampai di sana.


"Maya," pekik Sheila menghampiri Maya di sana.


"Aku ke sana dulu ya," pamit Sheila kemudian menghampiri Maya.


"Wah kamu cantik banget Sheila," ucap Maya.


"Kamu juga cantik may." balas Sheila rasanya sangat kangen sekali saat bisa melihat Maya lagi karena dia sudah lama sekali tidak melihat sahabatnya itu, Maya sendiri juga sudah tahu soal kehamilan Sheila rencananya dia ingin sekali mengunjungi Sheila namun karena pekerjaan yang membuatnya tidak bisa mengunjungi Sheila.


Tak lama dari arah pintu utama masuk lah Brian dan yoga di tambah ada mami Salma dan juga papi Boni di sana membuat semua orang bertepuk tangan meriah menyambut orang yang sangat mereka nanti nantikan dari tadi.


"Sheila, suami elo ganteng banget sumpah!" bisik Maya di telinga Sheila karena takut jika yang lainnya dengar karena sekarang ini ada Monica dan jovanka juga yang berada di sebelah Sheila.

__ADS_1


"Udah ih apaan sih!" bala Sheila merasa malu karena memang Sheila juga merasakan hal yang sama bahwa suaminya sekarang ini tambah tampan sekali dari biasanya dan juga dapat dilihat dari tatapan tamu dan juga karyawan wanita lainnya seperti sedang memuja ketampanan Brian, jangan tanya lagi bagaimana sekarang perasaan Sheila yang sudah sangat cemburu nun ia mencoba untuk menahannya.


Setelah masuk Brian sempat melihat kearah sang istri yang sedang bersama dengan teman-teman nya, di rasa Sheila sudah aman berada di sana Brian pun menghampiri kolega kolega bisnisnya sekedar untuk menyapa begitu pun mami Salma dan juga papi Boni yang sudah bersama dengan saudara saudara lainnya seperti uncle Steven, uncle Eric dan juga sahabat sahabat nya sesama mafia yang juga mereka undang, karena memang selain membangun resort di sana tak banyak orang yang tahu ternyata Brian juga mengembangkan klan elangnya dengan uncle Eric yang akan mengkoordinir di sana.


"Brian, Sheila kenapa si sana?" tanya uncle Eric.


"Dia itu gak mau hubungan kita ke ekspos uncle jadi dia pura pura gak kenal gitu," ucap Brian.


"Kenapa gak kalian ekspos aja hubungan kalian!"


"Sheila takut jadi pusat perhatian uncle, uncle juga tahu sendiri bagaimana keluarga ini di sorot banyak orang," jawab Brian dan di angguki oleh uncle Eric yang tahu apa maksud dari ponakannya itu.


"Ya sudah kalau begitu kamu juga harus tetap pantau Sheila loh ya, ingat dia sekarang juga sedang hamil," ucap uncle Eric dan di angguki oleh Brian.


"Iya, uncle."


Setelah itu tak lama acara pun di mulai, dengan tepukan yang gemuruh membuat suasana menjadi lebih meriah lagi. Sekarang ini Sheila sedang duduk santai dan tiba-tiba Clara dan juga Celine menghampiri nya.


"Hai cantik," sahut Sheila.


"Ini bukannya anak dari pak Steven dan juga pak Eric ya?!" ucap Jovanka dan di angguki oleh Clara dan juga Celine berbarengan.


"Kenapa ke sini?" tanyanya lagi.


"Udah gak usah di bahas, mau duduk di sini?" tanya Sheila mencoba mengalihkan perhatian teman temannya itu, lah Maya enak udah tahu sedangkan Monica dan jovanka kan sama sekali tidak tahu apa-apa. Tawaran Sheila pun di angguki oleh Clara dan juga Celine.


Mereka Clara duduk di sebelah Sheila sedangkan Celine duduk di pangkuan Sheila, mereka berdua memang sangat lengket Dnegan Sheila sehingga tadi saat melihat Sheila mereka langsung menuju ke arahnya, meski pun Clara sudah cukup dewasa namun dengan Sheila Clara akan menjadi anak yang lebih kecil lagi.

__ADS_1


Di sana juga ada mama Daniar dan juga papa Bastian yang memang sengaja di undang oleh Brian karena bagaimanapun beliau adalah mertua sekaligus sahabat dari papinya dan juga rekan bisnis dalam dunia mafianya.


Di sisi lain Maria dan juga Tiffany sedang berada di dapur di mana mereka telah menyamar menjadi seorang koki untuk menjalankan aksinya, gila memang hanya karena tidak suka maka mereka berencana untuk menghancurkan Sheila sekarang ini juga.


Mereka menyamar sebagai pelayan di acara tersebut Dnegan bantuan Naumi teman Tiffany saat masih bekerja di Ard Company dulu karena sekarang ini Naumi juga masih bekerja di sana sehingga lebih memudahkan untuk Tiffany mengetahui rencana Ard Company kedepannya.


Saat akan masuk ke dalam ballroom yang besar itu mereka sempat di cegat oleh anak buah klan elang karena merasa curiga namun setelah di cek semua tidak ad agak yang mencurigakan seperti senjata api atau yang lainnya sehingga mereka pun di perbolehkan untuk masuk ke sana.


Saat masuk mereka segera melancarkan aksinya, pertama Tiffany harus mencari Naumi terlebih dahulu karena barang yang ia bawa ternyata ia titipkan kepada Naumi yang pasti akan lolos masuk bukan sepertinya tapi yang harus ada pos pemeriksaan lebih ketat lagi.


"Tif, ini barangnya." bisik Naumi saat bertemu dengan Tiffany di toilet dan tidak ad ayang Thai akan hal itu kecuali Maria.


"Oke, thanks ya." sahutnya.


Kemudian Naumi pun pergi dari sana, Tiffany berjalan mendekat ke arah bar minuman di mana di sana juga ada Maria yang sudah menunggu dengan minumannya.


"Ini, buruan masukin dan jangan sampek ada yah tahu," ucap Tiffany.


Tiffany ternyata mencampurkan obat perangsang disisi tinggi kepada Sheila sehingga bisa membuat siapapun yang meminumnya di buat tak karuan karena kepanasan di dalam tubuhnya dan saat itu lah Tiffany dan maria akan membawa Sheila ke salah satu kamar hotel di mana dia telah menyiapkan seseorang yang siap untuk memuaskan Sheila di sana, gila memang namun itu lah mereka dua orang yang sangat kejam, padahal itu salah mereka sendiri kenapa harus iri kepada orang lain.


Maria pun berjalan mendekati Sheila yang kebetulan sedang duduk sendirian karena tadi Sheila merasa haus dan airnya habis dia pun meminta tolong kepada Laura untuk mengambilkan minum dan tepat sekarang ini Maria dandanan yang tidak akan pernah Sheila kenal menghampiri nya dengan segelas oranje jus di nampannya ia pun menawarkan minuman tersebut kepada Sheila.


"Non, minumnya!" ucap Maria dengan nada lebih lembut lagi agar Sheila tidak curiga.


"Boleh!" sahut Sheila dengan mengambil minuman tersebut, kemudian Maria pun pergi menghilang dari sana dan memantau dari jauh Sheila yang belum juga meminum minuman tersebut.


.

__ADS_1


.


Bersambung..........


__ADS_2