
Sedangkan Brian yang mengajak yoga ke kantin kantor pun menuju ke sana tanpa ia tahu bahwa sekarang Sheila sedang di benci oleh rekan kerjanya, Brian berjalan dengan gagahnya melewati para karyawan yang sedang berlaku lalang.
"Tuan," panggil yoga saat Brian dan yoga sudah berada di lift dan akan sampai di lantai 3 di mana kantin kantor berada.
"Ada apa?" tanya Brian saat yoga memanggilnya.
"Tuan beneran akan ke kantin kantor? Di sana nanti pasti akan banyak karyawan yang heran melihat tuan di sana karena kan tuan jarang sekali ke kantin kantor." ucap yoga panjang lebar mengkhawatirkan sang bosnya jika ke kantin.
"Sudah, diam!" tita nya dan yoga pun diam tak berani membantah dan menuruti saja keinginan sang bos nya ini.
'Astaga, nona muda. apa yang anda lakukan hingga tuan Brian mau makan di kantin kantor hanya untuk mengawasi anda, ini baru satu hari tuhan!'gumam dalam yoga tak percaya dengan yang ia lihat sekarang.
Tak lama lift pun terbuka dan menampakkan beberapa karyawan yang berada di kantin kantor sedang makan siang dan beberapa yang mulai beranjak meninggalkan kantin kantor karena sudah selsai dengan makan siangnya.
Saat Brian keluar dari lift, banyak sekali karyawan kantor yang tidak percaya dengan adanya Presdir mempesona mereka, Presdir yang bahkan tidak pernah ke kantin sekarang berada di kantin.
Banyak karyawan yang sangat segan dengan Brian mungkin karena wajah Brian yang sangat tampan dan juga berwibawa, pokoknya sangat tampan sekali di mata semua karyawan bukan hanya perempuan bahkan pria pun berfikir begitu.
"Lihat itu ada pak Brian," bisik beberapa karyawan tatkala melihat Brian dan asistennya yoga keluar dari lift, dan tiba-tiba suasana menjadi sedikit tegang.
Brian pun memindai semua area kantin hingga ia melihat di sudut kantin ada sesosok perempuan yang sedang ia cari-cari yang sedang tertawa bahagia dengan rekan barunya dan sepertinya tidak menyadari akan kehadiran Brian di sana, Brian pun berjalan mencari tempat duduk yang pas atau lebih tepatnya tempat duduk yang dekat dengan Sheila sang istri.
"Tiff, lihat tuh ada pak Brian!" ucap Naumi membuat Tiffany melihat ke arah lift dan segera ia membenarkan penampilannya dengan menambahkan lipstik tebal berencana untuk sedikit menggoda Presdirnya itu, setelah di rasa sempurna dia pun beranjak dari duduknya dan menghampiri Brian.
__ADS_1
"Selamat siang, pak." ucap Tiffany namun Brian tak menggubrisnya.
Sedangkan Sheila, Monica dan jovanka sedang asyik bercerita banyak hal mulai dari senangnya bekerja di Ard Company hingga keluh kesah mereka, semuanya yang ingin mereka ceritakan di ceritakan di sana dan begitu pun sebaliknya Sheila yang menceritakan soal pekerjaan nya sebelumnya tetapi Sheila tidak membahas soal suaminya apa lah Brian pasti nanti bisa berabe kalau semuanya tahu.
Namun saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba mereka mendengar bisik karyawan lainnya tentang Presdir mereka yang datang ke kantin kantor.
"Eh ada apaan sih kok rame di sana?" tanya Monica kepada salah satu karyawan yang kebetulan lewat di samping meja Sheila.
"Ada pak Brian di kantin," ucapnya antusias kemudian meninggalkan Sheila dan temannya.
Sedangkan Sheila yang mendengarkan nama Brian pun diam membisu dan memikirkan Brian yang mana karena yang dia tahu hanyalah Brian sang suami yaitu Presdir Ard Company.
Benar saja saat Sheila dan yang lainnya melihat ke arah lift di sana ada Brian dan juga yoga yang sudah berjalan semakin mendekati meja Sheila.
"Astaga, astaga.... pak Brian jalan ke arah kita!" ucap Monica dengan antusiasnya sedangkan Sheila malah merasa khawatir.
'Astaga ngapain sih duduk di sebelahku?' gumam Sheila dalam hatinya karena sedikit tak nyaman jika ada sang suami di sampingnya, meski pun Brian tampak biasa saja tapi pesonanya tetap kuat untuk Sheila.
Tak butuh waktu lama, sebuah makanan pun datang yang di antar langsung oleh koki kantor, bisa di lihat dari wajah koki tersebut sedikit takut jika masakannya tidak sesuai dengan selera dari presdirnya tersebut, namun Brian hanya diam saat mencoba mencicipi makanan tersebut, dan itu bisa di bilang sukses.
Tiffany yang melihat Presdir nya itu tak menggubris nya dan malah melewatinya saja merasa sangat kesal apa lagi saat melihat Brian malah duduk di samping Sheila, yang notabennya adalah saingannya untuk sekarang ini karena sudah mengambil perhatian dari banyak karyawan, ternyata malah bisa duduk bersebelahan di samping Brian, dengan menghentakkan kakinya Tiffany pun pergi meninggalkan kantin dengan amarah yang besar dan tidak terima.
Sedangkan Sheila, Monica dan jovanka malah diam membisu tidak berani berbicara satu kata pun, mereka bertiga sangat gugup karena pertama kali mereka bisa melihat Brian di waktu senggang apa lagi di kantin kantor bukan di waktu kerja karena bisanya Brian sangat jarang ada di kantin sehingga hal itu pasti membuat heboh kantor.
__ADS_1
"Makan!" perintah suara yang sangat Sheila kenali, itu adalah Brian yang melihat istrinya malah melamun saja dari tadi.
"Eh.... i.. iya pak," ucapnya kemudian kembali memakan makanannya, begitu pun Monica dan juga jovanka yang sangat tidak bisa berkata-kata lagi saat Brian berbicara seperti itu kepada mereka.
Makan siang pun berjalan dengan hening, setelah makan Brian juga langsung pergi di ikuti oleh yoga, dan setelah itu baru lah suasana di meja makan sedikit hidup tidak mati.
"Astaga, gue kayak gak bisa nafas anjir tadi bisa bisanya pak Brian bicara sama kita tadi, bahkan gue gak pernah bisa bayangin atau pun mimpi in hal itu, eh tapi malah kenyataan! Gimana coba kalau gue jadi istrinya pasti bahagia banget," sahut Monica tak pernah lepas dari antusiasnya.
"Iya, gue juga gak nyangka banget loh!" balas jovanka.
"Kamu gimana Sheil?" tanya jovanka lagi saat melihat Sheila malah termenung seperti sedang memikirkan banyak hal.
"A... apanya?" tanya Sheila dengan sedikit gugup.
"Ya soal pak Brian lah," sahut Monica.
"Ya gak gimana gimana sih, dia kan cuma bos kita saja." sahut Sheila.
"Ih, kamu mah gak seru." sahut Monica dengan sedikit cemberut.
"Hehehe, sorry. udah ah yuk masuk bentar lagi udah habis waktu jam makan siang.
"Iya, ya udah yuk lanjutin." sambung jovanka.
__ADS_1
mereka bertiga pun melanjutkan makannya hingga waktu jam makan siang akan habis dan mereka juga menghabiskan makan siangnya, setelah itu mereka pun kembali ke ruangannya dengan saling mengobrol banyak hal, rasanya Sheila sangat di terima bekerja di sini, ya walah pun masih ada orang yang tidak suka dengannya.
Bersambung..........