Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Sekian Lama


__ADS_3

Hari hari berikutnya semuanya sudah berjalan seperti biasa, dengan kehamilan Sheila yang sudah semakin dekat dengan kelahiran meski pun masih belum sembilan bulan namun membuat Brian semakin menjaga Sheila dan juga mengawasi sang istri agar tidak terjadi apa-apa yang bisa membahayakan Sheila dan sang jabang bayi meski pun Brian sendiri sedang sibuk dengan pekerjaan nya, Mami Salma dan papi Boni juga sudah di suruh oleh Sheila untuk tinggal bersama saja dari pada harus bolak balik dan juga Sheila sering merasa sepi sekali karena Brian sering ke kantor akhir akhir ini karena ekspansi besar besaran ke Asia membuat Brian menjadi super sibuk bahkan dia kembali saat Sheila sudah tidur dan pergi saat Sheila masih tidur sehingga mereka jarang sekali bertemu.


Mereka memang memutuskan untuk tinggal di villa sampai baby El lahir karena menurut Sheila suasana di sana lebih asri dan juga pemandangan nya yang sangat indah, baru setelah baby El lahir dan sudah tumbuh beberapa bulan mereka akan kembali ke mansion keluarga Ardolph yang sebenarnya sudah selesai di perbaiki.


Mami Salma dan papi Boni memang tinggal di villa karena keinginan Sheila karena dia sangat kesepian dan juga mama Daniar juga kadang ke sana namun tidak setiap hari karena akhir akhir ini mereka sedang mempersiapkan pernikahan untuk kakaknya Sheila yaitu kak Leon yang sebentar lagi akan menikah dengan pujaan hatinya.


Sheila iku senang mendengarkan kabar tersebut, akhirnya kakaknya menikah juga karena Sheila mengira bahwa kakaknya itu akan jomblo karena terlalu fokus dengan pekerjaannya sehingga mengabaikan soal jodoh tetapi ternyata Sheila salah, kakaknya malah memberikan kabar gembira tersebut kepada Sheila.


Hari ini mama Daniar datang mengunjungi Sheila dan juga papa Bastian yang pastinya juga ikut membuat Sheila senang sekali karena sudah satu minggu mereka tak menjenguk Sheila padahal Sheila sudah sangat kangen dan rindu sekali dengan mereka berdua.


"Mama, papa!" panggil Sheila saat mama dan papanya baru saja masuk ke dalam villa nya, sedangkan Sheila sedang berada di dapur dengan sang mertua karena Sheila ingin membuat makanan khas Asia yang maminya sangat tahu bagaimana resepnya, awalnya mami Salma melarang tetapi Sheila kekeh ingin belajar agar dia bisa punya banyak kebiasaan nantinya.


"Sayang," sapa mama Daniar ke arah sang anak.


"Mama sama papa kok dateng gak kasih kabar sih kalau usah sampek kan Sheila bisa bukain!" sahut Sheila karena tidak tahu kalau orang tuanya sudah sampai karena terlalu asyik tadi untuk membuat masakannya dengan mami Salma.


"Gak papa kok sayang, mama tahu kalau kamu pasti sibuk dan benarkan apa kata mama kalau kamu sibuk lihat aja tuh dapur udah banyak banget bahan masakan dan meja makan udah banyak makanan juga," sahut mama Daniar sambil melihat ke arah dapur dan meja makan di sana yang sudah penuh dengan berbagai hidangan.


"Hehe, yuk makan ma ini udah Sheila bikin masakan di ajari mami Salma." sahut Sheila mengajak orang tuanya untuk mencoba masakannya yang di ajari oleh mami Salma.


"Iya, jeng. Ayo sarapan," ajak mami Salma kepada mama Daniar.


"Iya, jeng." jawab mama Daniar.

__ADS_1


Setelah itu mereka pun mencoba masakan Sheila di mana di sana ada mami Salma, papi Boni, mama Daniar dan juga papa Bastian tanpa Brian di sana karena Brian sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Brian mana sayang?" tanya mama Daniar karena tak melihat Brian sama sekali dari tadi.


"Brian di kantor ma," jawab Sheila.


"Pasti Brian sibuk sekali akhir akhir ini karena aku dapat kabar dari Leon kalau Brian sedang memperluas bisnis nya lebih banyak lagi ke Asia," sahut papa Bastian.


"Iya, bas. Kantor akhir akhir ini sangat sibuk bahkan Brian harus menangani semuanya berdua saja dengan yoga di sana," jawab papi Bastian.


"Sayang, gimana kalau kamu anterin aja makan siang buat Brian! Siapa tahu Brian belum makan kan kasihan sayang," ucap mami Salma mencari alasan agar menantunya mengantarkan makam siang untuk Brian.


"Tapi mi, Sheila harus minta izin sama Brian!" ucap Sheila karena dia takut kalau harus sembarangan ke sana takutnya sang suami akan marah dengannya karena sudah lancang datang ke kantor tanpa di minta Brian.


"Udah gak papa sayang, biar papi mu saja yang bilang ke Brian! Lebih baik kamu sekarang siap-siap biar mami juga siapin untuk mengemas kotak makan nya," sahut mami Salma.


"Ya sudah kalau begitu Sheila ke atas dulu ya," ucap Sheila dan di angguki oleh yang lainnya.


Setelah itu Sheila pun berjalan menuju ke kamarnya berada dan segera mengganti pakaiannya dan memoles wajah cantiknya dengan make up tipis di mana tetap memancarkan kecantikan dai Sheila apa lagi pakaiannya yang ia pakai sekarang sangat casual namun tetap cantik dengan perut yang sudah menonjol membuat Sheila tampak tambah cantik sekali pokoknya.


Setelah siap dia pun segera turun dan menghampiri mami Salma dan mama Daniar yang sudah selesai menyiapkan bekal makan siang untuk Brian yang nantinya akan Sheila bawa ke kantor, sedangkan papi Boni dan papa Bastian sedang asyik main catur membuat mereka sangat fokus.


"Mana mi, ma bekalnya?" tanya Sheila.

__ADS_1


"Iya, sayang. Kamu hati-hati ya di sana nanti kalau ada apa-apa kali tinggal telepon kita ya," sahut mami Salma dan di angguki oleh Sheila.


"Iya, mi. Kalau begitu Sheila pergi dulu," pamitnya kemudian meninggalkan tempat tersebut.


"Hati hati sayang!" pekik mami Salma dan mama Daniar bersamaan.


Baru saja keluar dari villa Sheila sudah membuat mobilnya dengan pak Thomas yang mengemudi dan juga Laura yang menjaganya dengan berada di samping mobil dan mempersilahkan untuk Sheila masuk ke mobil.


"Terima kasih," sahut Sheila saat Laura menghampiri nya dan membawakan bekal makanan yang Sheila bawa karena kotak tersebut sangat berat karena banyak makanan ya di bawa.


Setelah Sheila masuk mobil pun segera melaju ke arah kantor berada, rasanya Sheila sangat kangen dengan kantor tempat di mana dia sudah lama sekali tidak ke sana apa lagi setelah dia tidak bekerja lagi dna hamil membuat Sheila malah jarang sekali bergerak, dia rasanya sangat kangen dengan Monica dan juga jovanka sahabat kantornya yang sekali saja mendukung Sheila, bahkan mereka sering sekali mengirimkan pesan dan menanyakan kondisi dan keadaan Sheila karena mereka sangat khawatir.


Mobil terus melaju ke arah kantor, Sheila rasanya semakin gugup takut jika pandangan orang kepadanya akan aneh karena setelah kabar pernikahannya Sheila sudah seperti menghilang tanpa jejak lagi membuat semua orang penasaran.


Setelah beberapa saat Sheila pun sudah sampai di kantor, saat mobil sudah berada di depan lobi Laura pun turun dan membukakan pintu untuk nona mudanya keluar membuat Sheila pun keluar dengan bekal makan siang di tangannya, awalnya Laura ingin membantu membawakannya tetapi Sheila menolaknya karena dia ingin membawakan bekal ini sendiri dan juga takut jika Laura kecapekan dari tadi membawa makanan tersebut.


Setelah sekian lama dia tidak pernah ke kantor lagi, hari ini dia datang ke sana membuat Sheila merasa sedikit gugup dan malu karena saat dia abru saja keluar dari mobil banyak mata orang yang tertuju padanya entah mengapa mereka semuanya melihat Sheila seperti itu, dari tatapannya bisa di pastikan ada orang yang iri atau pun bahkan ada yang bertanya tanya siapa Sheila bukan.


Dengan tekat kuat Sheila pun berjalan masuk ke dalam, dia memang ke kantor tanpa memberitahukan kepada Brian dan papi Boni juga sudah memberitahukan Brian kalau Sheila datang namun tak juga di baca atau pun di terima telepon papi Boni karena Brian sekarang ini sedang rapat dengan klien di luar kantor dan juga karena nilai bisnis yang sangat tinggi membuat Brian harus fokus maka dari itu dia tidak menghidupkan telepon nya sama sekali di tempat pertemuan membuat Brian tidak tahu kalau sang istri membawakan makam siang untuk nya.


.


.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2