Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Hinaan


__ADS_3

FOLLOW INSTAGRAM @LALA_SYALALA13


.


.


.


Mereka pun berjalan ke arah Sheila yang sedang sendirian duduk di kursi, Laura memang tidak ikut dengannya karena Sheila pikir dia dengan keluarganya akan tidak ada apa-apa bukan.


"Hai, adik ku sayang!" ucap Maria duduk di samping Sheila dengan mengelus rambut Sheila.


Sedangkan Sheila saat sengaja duduk di kaget kan dengan datangnya papa, mama dan juga kakak angkatnya yang entah Sheila tidak tahu kalau mereka ada di mall tersebut juga.


"Kakak, papa, mama!" pekik Sheila terkejut.


"Ada apa, kaget ya kita di sini?! Mentang-mentang sekarang udah punya suami kaya sok sokan gak kenal sama kita!" sindir Maria.


"Kak, bukan begitu! Tadi aku cuma gak ngelihat kalian aja," ucap Sheila.


"Terserah! btw adik ku sayang katanya udah ketemu sama orang tua kandungnya nih dan katanya lagi hamil ya, hahaha dasar murahan hamil sama om-om!!" ucap Maria sangat menyakitkan untuk Sheila.


"Kak tolong ya jangan bicara seperti itu, aku memang belum memberitahukan kepada kalian semuanya tapi bukan berarti aku tidak ingin memberitahukan kalian, aku hanya mencari waktu ya tepat!" sahut Sheila.


"Eh, asal kamu tahu ya kamu hanya lah anak buangan dan kebetulan aja orang tua kamu nemuin kamu karena kamu menikah dengan tuan Steven kalau tidak mungkin sekarang kamu udah jadi gelandangan karena akan segera kita usir!" bentak Ketty dengan keras hingga beberapa pengunjung melihat mereka.


Namun banyak yang malah melihat sehingga dengan tatapan kasihan dan juga ada beberapa yang merasa menjijikkan karena menganggap bahwa Sheila telah membuat masalah dengan Ketty dan lainnya karena memang pakaian dan juga tentengan bungkusan mewah di tangan mereka.

__ADS_1


"Ma! Tolong ya, aku bukan lagi Sheila yang dulu yang bisa kalian tindas kalau kalian ada masalah dengan Sheila lebih baik kalian bilang aja gak usah memberi informasi yang gak jelas!" pekik Sheila tak kalah keras juga.


"Oh ya, asal elo tahu ya..." jeda Maria kemudian mendekati telinga Sheila kemudian membisikkan sesuatu kepada Sheila.


"Gue gak akan biarin hidup elo tenang, tunggu aja pembalasan dari gue. Gue akan pastikan kalau elo akan hidup menderita, kecam kan itu!" tegas Maria kemudian mengusap tangannya setelah mengelus rambut Sheila tadi, mendengar hal itu Sheila pun diam tak berkutik lagi seperti membeku di tempat.


"Yuk, ma pa kita pergi dari sini gak penting banget lama kelamaan berada di sini!" sahut Maria pergi di ikuti oleh Ketty dan juga Aris.


Sedangkan Sheila mencoba menahan tangisannya, sangat sakit saat ia mendengarkan ancaman dan juga hinaan dari Maria dan juga papa dan mamanya tadi yang membuat hatinya sangat sakit, Sheila kurang apa sebenarnya? dia sudah menggantikan kakaknya menikah bahkan dengan orang yang tidak ia kenal tetapi Maria masih saja tidak puas dengan Sheila.


Sekuat tenang Sheila menahan tangisannya agar tidak turun dan mulai berhati-hati karena ancaman Maria kakaknya tidak akan main main, Sheila tahu akan hal itu karena Sheila sudah sering mendapatkan perlakuan kasar dari sang kakak dari dulu.


Dari dulu berbagai hinaan telah Sheila dapatkan, Sheila tidak membalas karena Sheila masih berfikir kalau mereka adalah saudara sehingga tidak pantas rasanya saudara saling bertengkar namun tidak bisa di pungkiri Sheila juga merasa sangat kesal saat mama, papa dan juga kakaknya yang terus aja menghinanya setiap hari dulu.


"Kamu tenang saja ya sayang, mami pasti akan jagain kamu." gumam Sheila sambil mengelus perutnya bermonolog sendiri mencoba menenangkan sang jabang bayi di kandungannya, berharap semoga bayi nya tidak mendengar apa yang baru saja Sheila.


Tak lama mama Daniar kembali dari toilet, dengan buru-buru mama Daniar menghampiri Sheila karena dia sangat tidak tenang saat meninggalkan Sheila sendirian.


"Mama, Sheila gak papa kok.' ucap Sheila.


"Papa kamu mana sih lama banget sih!" sahut mama Daniar.


Tak lama papa Bastian pun kembali dengan membawa beberapa minuman dan juga cemilan, entah mengapa beliau ingin sekali membeli cemilan karena tadi saat dia melewati tempat tersebut papa Bastian langsung teringat dengan sang anak Sheila yang sering sekali lapar karena kehamilan nya.


"Papa dari mana aja sih lama banget!" kesal mama Daniar karena menunggu sang suami lama sekali padahal dari tadi yang menunggu adalah Sheila sedangkan mama Daniar juga sibuk dengan urusan toiletnya.


Sheila yang melihat pertengkaran kecil antara mama dan juga papa nya hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lucu, sudah berumur tetapi selalu saja mudah berdebat dan juga akan langsung baikkan waktu itu juga.

__ADS_1


"Maafin papa yang ma, Sheila. Tadi papa gak sengaja lihat ada cemilan ini jadi papa mampir deh," ucap papa Bastian sambil memberikan camilan yang ia beli kepada sang istri dan juga anaknya.


"Wah banyak banget pa?!" ucap mama Daniar melihat kantong plastik yang di bawa oleh sang suami.


"Iya dong, ini papa beliin buat Sheila. Kamu kan gampang banget laper kan sayang jadi ini papa beliin!" ucap papa Bastian.


Sheila pun seketika matanya berbinar melihat camilan yang banyak sekali di depannya, segera ia membuat camilan tersebut dengan emang hati.


"Ini beneran buat Sheila?!" tanya Sheila antusias dan di angguki oleh papa Bastian.


Sheila segera memakan camilan tersebut dengan lahap karena memang ia merasa sangat lapar sekali padahal dia baru saja makan tadi, harap di maklumi namanya juga bumil ya kan.


"Ma, pa. Lebih baik kita pulang aja ya, Sheila udah ngerasa capek banget nih!" ujar Sheila meminta untuk pulang karena dia sudah merasa sangat kelelahan.


"Iya, sayang. sekarang kita balik ya, ayo pa!" ajak mama Daniar.


Mereka bertiga pun segera menuju parkiran di mana mobil terparkir setelah itu mobil pun menuju ke mansion keluarga Ardolph, mama Daniar dan papa Bastian memang meminta untuk mengantarkan sang anak sampai mansionnya untuk memastikan bahwa anaknya tiba sampai selamat.


Setelah sampai mereka pun masuk ke dalam mansion dengan mama yang terus memegang tangan Sheila dengan erat.


"Astaga, sayang udah balik!" sahut mama Salma saat melihat sang menantu sudah balik dari bertemu dengan orang tuanya dan sedang duduk di ruang tamu dengan mama dan juga papanya yang masih di sana, di mana papa bastian malah ngobrol dengan papi Boni entah masalah apa Sheila sendiri juga tidak tahu.


"Iya, mi." balasnya singkat.


Sedangkan di sisi lain sejak pagi hari Brian berangkat ke rumah sakit untuk melihat anak buahnya yang di serang oleh musuh bebuyutan klan elang yaitu klan Rajawali, rasanya amarah Brian sudah sampai di puncak jika saja dia melihat keberadaan bos mereka sudah bisa di pastikan maka Brian akan langsung menghabisinya sekarang juga.


Karena hal ini Brian harus menolak ajakan Sheila untuk menemui orang tuanya, namun Brian sudah memberitahukan kepada papa Bastian kalau di tidak bisa ikut karena ada masalah dengan markasnya dan papa Bastian juga sudah mengerti sehingga tidak menjadi masalah besar kalau Brian tidak ikut.

__ADS_1


Brian juga sudah memberitahukan kepada papa Bastian dan juga mama Daniar bahwa Sheila belum tahu akan identitas aslinya dan juga identitas asli dari papa Bastian membuat papa Bastian sedikit lega setidaknya papa Bastian tidak harus menjelaskan untuk saat ini karena memang mereka belum siap untuk memberitahu kan kepada Sheila namun itu hanya sementara karena bagaimana pun Sheila harus tahu yang sebenarnya karena bagiamana pun selama apa pun bangkai di simpan baunya pasti akan tercium.


Bersambung..........


__ADS_2