
Sedangkan Brian sudah sampai terlebih dahulu ke mansion karena jet pribadinya langsung mendarat tepat di area mansionnya, biasa orang kaya semuanya di tempat di si satu area mansionnya.
Namun saat ia sampai ia tak melihat Sheila di sana, Brian berfikir Sheila mungkin masih berada di bandara sehingga Brian pun memilih untuk bersih-bersih terlebih dahulu, namun saat akan naik mami Salma melihat anaknya sudah pulang.
"Sudah pulang?" tanya mami salam yang baru keluar dari kamarnya di lantai satu.
"Iya, mi." jawab Brian singkat.
"Sheila nya mana?" tanya mami Salma menanyakan kemana menantunya kok tidak ada.
"Dia mungkin sedang di bandara mi, waktu mau pulang Brian tawari agar ikut dengan Brian tapi dia nya ngeyel mau tetep naik pesawat sama rekan rekan kerjanya yang lain." ucap Brian.
"Oh, ya udah, buruan saja ke atas bersih-bersih terus istirahat deh." ucap mami Salma dan di angguki oleh Brian.
Brian segera naik dan melakukan ritual mandinya, setelah selesai dia pun memutuskan untuk berbaring sebentar di ranjangnya sambil menunggu sang istri sampai di mansion, tapi bagaimana lagi Brian juga capek sehingga ia pun ketiduran di sana tanpa tahu istri sudah datang atau belum.
Setelah mengantar Monica dan jovanka ke rumah mereka, Sheila pun menuju ke mansionnya di mana Brian pasti sudah menunggunya dari tadi karena penerbangan Brian yang lebih cepat dan juga karena Sheila harus mengantar teman temannya dulu sehingga memerlukan waktu yang cukup lama sedikit.
Sampai di mansionnya Sheila segera masuk ke dalam karena dia sudah yakin bahwa Brian pasti sudah datang.
Saat Sheila masuk di sana sudah ada mami Salma dan juga papi Boni yang sedang asyik mengobrol di ruang keluarga hingga Sheila masuk ke dalam sana dan membuat keduanya melihat ke arah Sheila.
"Sheila pulang," ucapnya membuat mami Salma langsung berdiri dan menghampiri menantunya tersebut.
"Astaga sayang, mami kangen banget sama kamu." ucap mami Salma dengan memeluk sang menantu ini.
"Ini mami kamu terus terusan mimpin kamu sayang, katanya kangen terus sama kamu." ucap papi Boni.
"Hehe padahal kan kita terus video call an mi, masa masih kangen sih." sahut Sheila.
"Ya gak puas lah sayang, mami kan maunya ketemu langsung." sambung mami Salma.
__ADS_1
"Udah mi, biar Sheila istirahat dulu di kamar kasih dia kan baru saja sampai!" ucap papi Boni.
"Ya udah deh, sayang kamu ke atas aja dulu ya, jangan lupa istirahat nanti sama mami lagi." ucap mami Salma yang sebenarnya sedikit tidak rela.
"Iya mi, oh ya brian sudah pulang atau belum ya?" tanya Sheila menanyakan tentang sang suami.
"Brian sudah sampai sekitar satu setengah jam yang lalu terus mami suruh buat bersih bersih dan juga istirahat, kamu juga buruan mandi terus istirahat, pasti kamu capek juga kan." sahut mami Salma dan di angguki oleh Sheila, dia juga sangat capek karena penerbangan yang memakan waktu cukup panjang tadi.
Segera setelah itu Sheila pun naik ke atas menuju ke kamarnya, saat dia membuka kamarnya dia sudah melihat Brian yang tertidur pulas di kasur. Sheila pun memilih untuk bergegas mandi dengan berendam air hangat untuk melepaskan letih nya.
Setelah selesai dia pun ikut berbaring di samping sang suami sambil memeluk erat Brian di sampingnya yang tidak terganggu sekali akibat gerakan Sheila di ranjang padahal Brian adalah salah satu orang yang kalau ada gangguan sedikit pun dia pasti akan bangun meskipun kadang susah bangun atau bergerak dari kasur padahal dia sudah bangun dari tidurnya. Tak butuh waktu lama Sheila pun sudah masuk ke alam mimpi dengan tenangnya.
Beberapa waktu lamanya hingga pagi harinya, Brian pun merasa ada yang berat di tangannya membuat dia pun membuka matanya dan melihat sang istri yang sudah tidur di sampingnya dengan tenangnya. Brian pun menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri, sambil dia terus memandangi wajah imut sang istri saat tanpa make up sama sekali.
Tak lama Sheila juga merasa terganggu karena ada sapuan halus di wajahnya membuat dia pun bangun dari tidurnya dan membuka matanya, samar samar melihat mata Brian yang terus melihatnya.
"Pagi!" sapanya Sheila kepada sang suami.
"Pagi juga," balas Brian kemudian mengecup singkat bibir tipis sang istri.
Hoek Hoek hoek
Brian yang melihat sang istri berlari ke kamar mandi pun menyusul sang istri, dia takut terjadi hal yang tidak tidak karena Sheila tidak pernah seperti itu.
"Sayang, kamu kenapa?!!" tanya Brian dengan paniknya melihat sang istri yang sudah muntah muntah di kamar mandi.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Brian lagi Kemudian memijat tengkuk sang istri mencoba meredakan muntah muntah sang istri.
Hoek hoek hoek
Sheila tak membalas sang suami dan hanya muntah muntah terus membuat Brian semakin khawatir di buatnya.
__ADS_1
"Sayang kita ke rumah sakit sekarang ya," ajak Brian saat Sheila sudah selesai memuntahkan semuanya yang sebenarnya tidak ada apa-apanya.
"Gak usah sayang, aku cuma telat makan deh kayaknya. Kemarin kan gak makan malam karena terlalu lelah aja sayang, kamu gak usah khawatir ya," sahut Sheila menenangkan sang suami.
"Kamu beneran gak papa?" tanya Brian lagi dan mendapat anggukan dari Sheila.
"Ya sudah lebih baik kita makan di kamar aja, aku akan suruh ni nana untuk menyiapkan sarapan di kamar saja." ucap Brian dan di angguki oleh Sheila.
Brian yang melihat sang istri akan berdiri tetapi karena tidak ada tenang membuat Sheila oleng pun langsung Brian bertindak dengan menangkap sang istri ke pelukannya dan menggendong nya ala bridal style.
Setelah menurunkan Sheila di kasur Brian pun berjalan keluar untuk memberitahukan mami Salma dan juga papi Boni untuk tidak menunggu mereka sarapan karena Brian akan menemani Sheila makan di kamar dan juga menyuruh bi Nana untuk membawakan sarapan.
"Mi, Pi." sapa Brian melihat mami Salma dan papi Boni yang berjalan menuju ke meja makan.
"Pagi, son." balas papi.
"Loh Sheila nya mana sayang?" tanya mami Salma yang di cari pasti Sheila.
"Dia kayaknya lagi sakit deh mi," balas Brian.
"Apa! sakit!" pekik mami Salma terkejut akan berita kalau Sheila sakit.
"Iya, jadi mami sama papi lebih baik sarapan aja dulu, Brian mau kasih tahu bi Nana buat ngantar sarapan ke kamar." ucap Brian dan di angguki oleh keduanya.
Setelah memberitahukan kepada bi Nana Brian pun kembali ke kamarnya dan melihat way Sheila yang sedikit pucat dari biasanya membuat Brian tidak tega melihatnya.
Bersambung..........
HALO READERS SEMUANYA πππ
GIMANA NIH SAMPAI SINI CERITANYA SERU GAK YA, KIRA KIRA ADA YANG TAHU GAK YA SHEILA KENAPA KOK SAMPAI MUNTAH SEPERTI ITUπ€π€ AYO PARA DETEKTIF KELUARKAN KOMENTAR KALIAN, KALAU MAU TAHU KELANJUTANNYA PANTENGIN TERUS YA CERITA SHEILA DAN BRIAN YAππ
__ADS_1
DAN JANGAN LUPA YA TERUS SUPPORT AUTHOR DENGAN MEMBERIKAN LIKE, VOTE, FAVORIT, DAN JUGA HADIAHNYA YA BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM MENULIS KELANJUTAN CERITA INI π
SALAM HANGAT DARI AUTHOR πππππ₯°π₯°