Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
BAB 66_Iri Hati


__ADS_3

Sheila dan yang lainnya sudah sampai di kantin kantor Ard Company, suasana cukup ramai karena memang sekarang ini adalah jam makan siang.


Banyak karyawan yang memilih untuk makan di kantin kantor karena memang makanan yang enak dan juga di masak langsung oleh koki kelas atas sehingga bisa di pastikan semua nutrisi di perhatikan dalam masakan.


Sheila dan yang lainnya pun mengantri mengambil makan siangnya di antrian karena memang sistem dalam mengambil makanan seperti kantor pada umumnya dan juga fasilitas makan siang ini di gratis kan oleh perusahaan hanya untuk karyawan dan untuk masuk ke dalam kantin ini saja harus memiliki kartu pegawai sehingga bisa masuk.


Saat sedang mengantri makan siangnya tiba tiba ada yang menabrak bagus Sheila cukup keras hingga menimbulkan suara yang cukup keras pula dan sakit di bagian bahu Sheila.


Brak


"Aww!" begitu lah pekik Sheila saat ada yang menabraknya.


"Ops, sorry. Gue gak ngelihatnya salah sendiri berdiri di situ," jawab seorang pegawai perempuan yang menabrak Sheila.


"Ehh, apa-apaan sih elo tif!" pekik Monica membuat suara kegaduhan di kantin.


Yap wanita yang baru saja menabrak Sheila itu adalah Tiffany karyawan Ard Company bagian pemasaran juga, saat Sheila tiba tadi Tiffany terus saja memandangi Sheila dengan tatapan tidak suka karena mungkin Sheila termasuk wanita cantik dan dari dia masuk ke ruangan tersebut banyak karyawan laki-laki yang memandangnya dan itu membuat Tiffany iri hati karena sebelum Sheila datang dia yang menjadi primadona di kantornya apa lagi di divisinya tetapi baru beberapa jam Sheila hadir sudah membuat banyak karyawan laki-laki berpaling ke arah Sheila.


"Apa! gue kan udah bilang sorry!" bentaknya dengan keras kemudian meninggalkan Sheila, Monica dan juga jovanka di sana.


Tiffany pun pergi di barisan paling depan di mana karyawan lainnya hanya menurut saja tanpa ada niatan untuk komplain karena tempat antrian mereka di serobot oleh Tiffany.


Sheila yang tidak siap dengan perlakuan Tiffany tadi cukup terkejut dan merasakan sakit di bahunya tapi dia mencoba untuk tepat tenang karena ini adalah hari pertamanya dia masuk kerja, tidak mungkin bukan dia harus bermasalah apa kata sang suami nanti.


Setelah menunggu cukup lama Sheila dan yang lainnya sudah membawa makanan masing masing dan mencari tempat kosong di sana, untung saja masih tersisa beberapa tempat kosong, mereka pun duduk di pojokan tempat yang cukup jauh dari keramaian.


"Udah Sheil, jangan di pikirin lagi tuh orang. Dari dulu emang selalu buat perkara kok dia," ucap jovanka menenangkan Sheila.


"Aku tadi cuma syok aja kok," ucap Sheila tidak menutupi keterkejutnya tadi.

__ADS_1


"Dia itu emang gitu Sheila, selalu saja iri hati kalau ada orang yang lebih baik darinya, bahkan ya pernah ada karyawan baru di divisi desain dan dia tidak terima terus di bully sama Tiffany, banyak karyawan yang merasa kasihan karena perempuan tersebut terus di bully, bahkan dia pernah dipermalukan oleh Tiffany di toilet cewek dulu." ucap Monica dengan serius membuat bulu kuduk Sheila merinding.


"Kamu beneran?" tanya Sheila lagi, dia juga tidak ingin di perlakukan seperti itu jadi sebisa mungkin dia ingin menghindari Tiffany saja lah.


"Iya, makanya banyak yang tidak suka dengannya, meski pun begitu banyak cowok yang ingin punya pacar seperti Tiffany karena memang dia cantik dan seksi bukan, lihat saja bagaimana dia memakai pakaian yang hampir saja mengeluarkan dua bukitnya itu," ucap Monica dengan sinis nya sambil melihat ke arah Tiffany yang duduk tak jauh dari mereka membuat Sheila dan jovanka juga ikut melihat ke arah yang di tuju oleh Monica karena memang Monica dari dulu memang tidak suka dengan Tiffany yang terlalu ful*ar itu.


"Iya, kamu bener banget mon. Aku selalu saja gak suka sama tuh dedemit satu," sambung jovanka.


"Kenapa gak di laporin aja ke HRD atau ke pejabat yang lainnya?" sahut Sheila mencoba memberikan solusi.


"Haha, gak ada yang berani Sheil karena memang kerjanya cukup bagus dan gak ada bukti juga," sahut jovanka.


"Kan ada cctv," ucap Sheila dengan polosnya.


"Kalau itu sih ada aja, tapi asal kamu tahu aja Tiffany bahkan mendekati scurity dan asal kamu tahu Tiffany bahkan rela jual dirinya hanya agar tidak diketahui oleh pejabat atas apa lagi oleh Presdir Brian," sambung Monica lagi.


"Iya, itu hanya demi dia tidak di keluarkan dari sini. Kan kamu tahu sendiri kalau kamu udah di keluarkan dari sini maka siap-siap tidak akan ada perusahaan yang akan mau menerimamu dan nama kamu sudah langsung otomatis terdaftar di list hitam di negara ini," lanjut Monica.


Sedangkan Sheila hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah teman teman barunya itu saat menggosipkan rekan kerjanya yang lain dan dia juga sedikit tidak percaya ternyata pengaruh dari Ard Company sangat kuat untuk negara ini.


Sedangkan Tiffany sedang duduk di kursi dengan makan siangnya, dia duduk dengan dua rekan kerjanya yang juga kebetulan dari divisi yang sama dengannya dan juga Sheila, ada Naumi dan juga Nara, mereka salah satu anak buah dari Tiffany.


"Udah elo kenapa sih tif?" tanya Naumi melihat Tiffany yang terus saja marah marah enggak jelas.


"Gue gak suka sama tuh karyawan baru!" ucapnya tegas.


"Kita juga sama kali gak suka, sok cantik banget." ucap Nara dengan terapan mengejek.


"Iya sok cantik banget, gak ada yang bisa nandingin kecantikan dari Tiffany audri." ucap Tiffany dengan percaya dirinya.

__ADS_1


"Hai bebeb Tiffany," ucap salah seorang karyawan cowok yang mendekati Tiffany.


"Ada apa?" tanyanya dengan sedikit kesal.


"Kok kesal sih sayang," sahut karyawan tersebut.


"Ada apa Mario?" ucap Tiffany, dia masih kesal dengan Sheila tapi Mario malah terus menggodanya.


"Jangan marah marah dong sayang, jangan lupa loh nanti kita ketemuan di grand Ard loh ya," ucap Mario.


"Iya, gue inget." sahut Tiffany.


"Awas aja kalau elo gak datang, gue pastiin gue akan laporin kelakuan elo selama ini!" ancam Mario.


Memang Mario lah yang tau semua kelakuan dari Tiffany mulai dari membully hingga dia pernah membu*uh salah satu karyawan perusahan lain karena pernah ingin mendekati Presdir Brian dan juga menjadi rival beratnya dulu, padahal Tiffany sudah lama mengincar bosnya itu tapi malah ada saja rival yang menurutnya sangat tidak sebanding.


Namun sayang bosnya itu sama sekali tidak pernah melihat ke arahnya sama sekali, ada yang bilang kalau bosnya itu sudah memiliki pacar dan menutupi identitasnya namun ada juga yang bilang kalau bosnya itu tidak ingin menikah dan akan terus sendiri.


Kejam memang orang ini, namun dia akan melakukan segala cara agar semua keinginannya tercapai, bahkan untuk membu*uh pun akan dia lakukan selama dia bisa mencapai tujuannya.


Bersambung..........


HAI READERS SEMUANYA πŸ‘‹πŸ‘‹


PERTAMA-TAMA AUTHOR MAU MINTA MAAF KARENA UNTUK KEMARIN AUTHOR TIDAK SEMPAT UPDATE DAN MEMBUAT READERS SEMUANYA MENUNGGU KARENA MEMANG ADA KESIBUKAN YANG LAINNYA. DAN UNTUK READERS YANG SUDAH KOMEN, MAAF JUGA AUTHOR TIDAK BISA BALAS SATU PERSATU KARENA MEMANG BANYAK KOMENTAR YANG MASUK NAMUN JANGAN KHAWATIR AUTHOR TETAP BACA SEMUA KOMENTAR YANG MASUK DAN TERUS MENCOBA MEMPERBAIKI SEMUA SARAN YANG SUDAH MASUK.


YUK BERIKAN DUKUNGAN KALIAN KEPADA AUTHOR AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM MELANJUTKAN CERITA INIπŸ™


SALAM HANGAT AUTHOR πŸ™πŸ™πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2