
Baru beberapa langkah kaki Sheila melangkah sudah banyak karyawan dan juga pegawai lainnya yang melihat kedatangan istri dari orang nomor satu di kantor ini sekarang, banyak yang memuja dan merasa iri dan juga ada juga yang merasa bahwa Sheila dan juga bos mereka sangat cocok sebaliknya.
Sheila sudah berada di dalam setelah melewati scurity yang tadi juga menyapanya dengan hangatnya seperti sedang memberikan rasa hormatnya kepada presiden saja, namun Sheila hanya bisa tersenyum dan menunduk karena dia tahu kalau dia datang ke kantor maka Sheila harus menanggung resiko yaitu seperti ini sekarang banyak yang melihat ke arahnya.
Saat akan ke meja resepsionis untuk meminta bertemu dengan Brian, terdengar suara perempuan yang sangat tak asing bagi Sheila karena dia sudah sangat dekat dengan orang yang memiliki suara tersebut.
"Sheila!" pekik dua orang yang sudah heboh saat tahu kalau Sheila datang ke kantor.
Sheila pun membalikkan tubuhnya dan melihat Monica dan juga jovanka sedang berlari kecil ke arahnya membuat beberapa orang yang melihat mereka berdua pun merasa iri karena bisa berkenalan dan juga berteman dengan istri bos mereka.
"Monica, Jovanka!" panggil Sheila senang melihat teman temannya di sana karena Sheila sudah lama tak bertemu dengan mereka berdua.
"Kita kangen banget sama kamu Sheil," sahut Monica sambil memeluk Sheila dan juga jovanka yang juga memeluk Sheila juga.
Sheila pun senang karena bisa bertemu dengan teman temannya itu padahal Sheila tidak memberitahukan bahwa dia akan ke kantor hari ini.
"Iya, aku juga kangen sama kalian berdua. Kalian gimana setelah kejadian kemarin itu?" tanya Sheila karena dia tahu bahwa teman temannya ini juga menjadi korban dalam kejadian pesta tersebut.
"Kami gak apa-apa kok, seharusnya yang tanya seperti itu itu kita berdua dan harus kita khawatirin itu kamu Sheila!" sahut jovanka dan mendapatkan persetujuan dari Monica.
"Bener banget apa yang di bilang jovanka Sheila," lanjut Monica.
"Aku gak papa kok, kalian lihat sendiri aku baik baik saja kan!" sahut Sheila mengungkapkan keadaanya sekarang ini.
"Syukur kalau kamu gak apa-apa Sheil," balas jovanka.
"Sheil, kita ke ruangan dulu ya karena kita masih ada kerjaan dan gak bisa lama lama," pamit Jovanka dan di angguki oleh Sheila.
"Iya, kalian kerja sana deh." Sheila pun menyuruh mereka berdua untuk pergi karena Sheila tahu bahwa mereka pasti sedang sibuk, karena Sheila bisa melihat karyawan lainnya yang juga sedang sibuk jadi Sheila tidak ingin menganggu mereka.
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Sheila sendirian yang hanya di temani oleh Laura sana, Sheila pun menuju ke arah resepsionis meminta izin untuk bertemu dengan Brian karena bagaimana pun dia ke sini tanpa janji sehingga Sheila merasa tak sopan kalau dia langsung masuk bukan.
"Selamat siang, nona muda. Ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis tersebut dengan sangat sopan karena dia sekarang sedang berhadapan dengan istri bos besar mereka.
"Permisi mbk, saya mau bertemu dengan pak Brian apakah beliau ada di ruangannya?" tanya Sheila yang tak kalah sopan nya juga.
"Maaf nona muda, pak Brian sekarang sedang mengadakan rapat di luar kantor. Lebih baik nona muda menunggu saja di ruangan pak Brian," sahut resepsionis tersebut.
"Tidak usah, kalau begitu saya tunggu di ruang tunggu saja," shut Sheila kemudian pergi meninggalkan tepat resepsionis tersebut.
Sheila menunggu dengan Laura yang pastinya selalu ada di dekat sang nona muda karena bagi nya keselamatan nona mudanya sangat penting apa lagi setelah kejadian penculikan waktu itu membuat Laura ekstra hati hati lagi.
Hampir setengah jam Sheila menunggu kedatangan Brian namun orang yang di tunggu tunggu tak jga menampakkan batang hidungnya membuat Sheila sedikit capek pada kakinya karena duduk terus, dia juga sesekali berdiri untuk merilekskan badannya yang capek.
"Nona muda bagaimana kalau kita ke ruangan tuan brain saja, karena sekarang sudah waktunya untuk makan siang nona dan pasti akan banyak karyawan yang akan keluar untuk istirahat," sahut Laura memperingatkan kepada nona mudanya.
__ADS_1
"Iya, kamu bener Laura. Ya sudah kalau begitu bagaimana kalau kita ke ruangan Brian aja," ajak Sheila dan di angguki oleh Laura.
Barus aja akan berdiri dari tempat duduknya di lobi ruang tunggu, ternyata di depan sana mobil Brian sudah terparkir menandakan bahwa dia baru saja kembali dari meeting nya di luar kantor.
Saat Brian memasuki lobi matanya tak sengaja menangkap sesosok yang sangat ia kenali, seorang wanita yang ia cintai siapa lagi kalau bukan Sheila yang ternyata datang ke kantor.
Segera Brian pun menuju ke arah Sheila yang baru saja berdiri dari duduknya dengan kotak bekal di tangannya, Brian tersenyum manis di depan sang istri sambil merentangkan tangannya membawa Sheila kedalam pelukannya.
"Kamu kapan dateng?" tanya Brian sambil memeluk erat tubuh sang istri dan banyak juga karyawan yang melihat kemesraan bos mereka itu membuat semua orang iri dengan pasangan yang sangat cocok ini.
"Sayang, gak usah peluk peluk ih malu tahu!" tutur Sheila rasanya mati di lihatin banyak orang.
Brian pun menarik lembut tangan Sheila membawanya ke ruangannya di mana tidak ada orang di sana bukan dengan Aldo dan Laura yang mengikuti mereka di belakang.
Sampai di ruangannya, hanya ada Brian dan juga Sheila saja. Brian segera kembali memeluk erat tubuh sang istri mereka senang karena Sheila berada di dekatnya sekarang ini karena dia sekarang sekarang ini jarang sekali berduaan bersama sang istri karena kesibukannya.
"Sayang, kamu udah sampek dari kapan?" tanya Brian lagi sambil terus memeluk erat sang istri.
"Aduh sayang, kamu lepasin dulu dong ini." sahut Sheila mencoba untuk agar Brian mau melepaskan pelukannya.
Brian pun melepaskan pelukannya sambil terus menatap intens mata sang istri membuat Sheila hanya bisa menggelengkan kepalanya saja tak habis fikir dengan sang suami.
"Aku udah dari tadi dateng nya, ya mungkin setengah jam an sih nunggunya!" sahut Sheila.
"Emang papi belum telepon kamu, katanya beliau akan menghubungi kamu." sahut Sheila.
"Oh, aku belum cek telepon sih dari tadi." sahut Brian.
"Kamu ke sini kenapa sayang kok gak nungguin aku pulang aja kan kasihan baby El nya," sahut Brian sambil mengelus perut sang istri lembut.
"Nunggu kamu! Emangnya kamu bakalan pulang cepet?!" tanya Sheila atau lebih tepatnya menyindir tipis sang suami.
"Maaf ya sayang, aku jarang sekali pulang sore karena kamu juga tahu kalau kantor sekarang sedang di sibuk," sahut Brian.
Sheila juga memaklumi bahwa sekarang ini sang suami sangat lah sibuk sehingga dia tidak akan mengeluh akan hal tersebut tetap dia juga terkadang masih sedikit kesal karena saat baby El sedang aktif aktif nya di dalam perut Brian malah tidak ada.
"Baby, maafin deddy ya. Deddy janji kalau semuanya sudah selesai deddy pasti akan bersama dengan mami dan juga baby El," gumam Brian mensejajarkan kepalanya dengan perut buncit sang istri.
Mungkin karena ada ikatan batin baby El pun merespon dengan menendang perut mami nya cukup kencang bahkan membuat Sheila tersentak kaget dan juga langsung kesakitan karena tendangan kencang sang baby.
"Awww!" pekik Sheila saat baby El menendang perutnya.
"Wah, kamu seneng ya ada deddy?!" tanya Sheila antusias saat merasakan tendangan sang baby.
Brian yang mendapat tendangan tersebut pun senang bahkan dia terus saja mengelus perut sang istri sambil menciumi nya, bahkan baju Sheila pun sudah di sibakkan ke atas sehingga sekarang perut buncit Sheila terlihat jelas.
__ADS_1
Bagi Brian hak seperti ini bisa membuat dia bisa lebih nyaman untuk berinteraksi dengan sang anak karena tidak ada penghalang apapun antara dirinya dan juga baby-nya karena hanya ada kulit sang mommy saja sebagai pembatas.
Setelah puas dengan perut sang istri Brian pun beralih duduk di samping sang istri sambil merangkul mesra Sheila, dia pun mendekat kan wajahnya dan mencium kening sang istri cukup lama kemudian beralih ke mata sang istri, hidung dan yang terakhir bibir tipis sang istri, rasanya Brian sangat rindu sekali bersen*uhan seperti ini dengan sang istri.
Saat Brian akan menjalankan aksi selanjutnya Sheila malah menahannya membuat Brian menghentikan aksi nya terbaru dan melihat kearah Sheila dengan bingung.
"Ada apa?" tanya Brian.
"Kamu belum makan siang kan? Lebih baik kamu makan dulu," sahut Sheila kemudian beralih ke kotak bekal makan siang yang ia bawa tadi.
Mau tidak mau Brian pun pasrah karena sang istri sudah menyuruhnya untuk makan siang karena jujur Brian memang sangat lapar sekali apa lagi sekarang dia menjadi tidak teratur dalam soal makan karena terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.
"Wah banyak banget sayang makanannya!" sahut Brian karena melihat kotak makan yang cukup banyak di meja.
"Iya, ini tadi aku masak bareng mami terus mami suruh aku buat nganterin ini ke kamu," sahut Sheila dengan antusias karena dia sekarang ini sangat senang sekali dengan memasak.
"kalau gitu aku coba ya," sahut Brian dan di angguki oleh Sheila.
"Iya." balas Sheila dengan senyum sumringahnya.
Brian pun mencoba makan siang bikinan Sheila yang menurut nya bisa membuat auto nyaman karena dia merasakan bahwa Sheila membuatnya makan siang ini dengan penuh cinta dan kasih sayang.
"Bagaimana?" tanya Sheila karena dia melihat wajah Brian yang tidak ada ekspresi dan juga cuek membuat Sheila berfikir kalau makan yang dia buat tidak lah enak.
"Enak!" tutur Brian dengan sumringah di wajahnya yang tergambar jelas membuat Sheila lega mendengar nya.
"Berarti masakan makan siang aku sukses hari ini?" tanya Sheila butuh pengakuan.
Mendengar ucapan sang istri Brian pun langsung memberikan anggukan dan juga dua jempolnya memberikan penilaian yang sejujur jujurnya dengan masakan sang istri.
"Iya, sukses besar!" balas Brian membuat Sheila sangat senang bahkan baby El juga ikut menendang nendang karena pujian yang di berikan oleh deddy nya tersebut.
Brian pun melanjutkan makan siang nya dengan gembira bahkan Brian nambah dua kali karena dia merasa bahwa makan siangnya ini sangat lah enak sekali atau mungkin karena ada sang istri di dekatnya sehingga membuat nafsu makan Brian menjadi tinggi dari ada sebelumnya yang hanya makan sedikit saja.
.
.
Bersambung..........
HAI READERS SEMUANYA ššš
AUTHOR BALIK LAGI NIH MAU MENGINGATKAN AJA JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW AKUN AUTHOR YA KARENA CERITA SHEILA DAN BRIAN YANG AKAN SEGERA BERAKHIR DAN JUGA AUTHOR AKAN UPLOAD CERITA BARU MULAI BESOK JADI JANGAN SAMPAI READERS SEMUANYA KETINGGALAN YA DNA NANTIKAN TERUS CERITA AUTHOR YANG LAINNYA š
SALAM HANGAT DARI AUTHOR UNTUK READERS SEMUANYA ššššš„°š„°ā„ļøā„ļø
__ADS_1