Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Berenang


__ADS_3

Setelah beberapa saat Sheila menunggu Monica dan juga jovanka selesai berenang akhirnya dua anak itu selsai berenang dan berjalan mendekati Sheila dan juga Laura.


"Gimana seger?" tanya Sheila melihat temannya itu tersenyum senang.


"Seger banget Sheil, sayang elo gak mau coba." balas Monica.


"Oh ya, kalau gitu gue ke kamar dulu ya ada yang perlu gue urus mumpung Bu Ella sedang sibuk ngurusi acara nanti malam," izin Sheila.


"Urusan apa emangnya?" tanya jovanka.


"Biasa wanita," jawab Sheila dan di angguki oleh jovanka dan juga Monica.


"Perlu gue temenin Sheil," lanjut jovanka lagi namun mendapat penolakan dari Sheila.


"Gak usah, kan udah ada Laura. Ya udah kalau gitu gue pergi dulu," pamit Sheila kemudian meninggalkan area kolam renang tersebut dan menuju ke lantai di mana kamarnya dan Brian berada.


Di lantai tersebut hanya di huni oleh Brian dan juga Sheila karena lantai tersebut adalah lantai dengan kamar mewah dari semua kamar dan kamar Brian lah paling mewah dengan harga permalam nya yang sangat fantastis tetapi dengan fasilitas serba limit maka tidak heran jika harganya sangat mahal mulai dari adanya ruang tamu pribadi, kamar tidur yang mewah, mini bar, dapur pribadi dan bahkan ada area kolam renang pribadi juga.


"Nona, kalau begitu silahkan masuk." sahut Laura berhenti di depan pintu kamar Sheila saat mereka berdua sudah sampai dia sana.


"Iya, kalau gitu lebih baik kamu istirahat sana deh pasti capek kan," ucap Sheila dan di angguki oleh Laura. Setelah itu Laura pun pamit pergi meninggalkan Sheila, saat Laura sudah hilang Sheila pun membuka pintu kamarnya dan melihat Brian yang sedang fokus dengan berkas di tangannya dengan memakai kaca mata yang bertengger indah di hidung mancung nya membuat aura maskulin, dingin dan juga tampannya terasa begitu sempurna, siapa pun pasti akan iri dengan semua yang di dapatkan oleh Brian karena begitu sempurnanya.


"Sayang," panggil Sheila membuat Brian mengalihkan pandangannya ke arah Sheila.


"Sudah selesai?" tanya Brian dan di angguki oleh Sheila yang berjalan ke arahnya, kemudian Brian pun menutup berkasnya dan menyimpannya kembali.


"Bagiamana, mau belajar renangnya?" tanya Brian mengingatkan bahwa Sheila ada janji mau belajar renang tadi.


"Ta... tapi aku takut!" sahut Sheila sudah merasa sangat takut bahkan badannya belum masuk ke dalam air.

__ADS_1


"Hey, kan ada aku. Kamu tenang aja ya," sahut Brian mencoba menenangkan sang istri.


Sheila pun mencoba untuk rileks dan tidak berfikir macam macam, dia hanya ingin bisa berenang tidak untuk yang lainnya, di pikirannya sekarang hilangkan semua ketakutan masa lalu.


Sheila memang punya kejadian yang tidak menyenangkan akan air seperti kolam renang apa lagi pantai, karena dia dulu pernah hampir tenggelam karena tercebur di kolam renang dan tidak ada yang membantunya dna kejadian kedua kalinya terjadi saat dia liburan di pantai dengan keluarganya, Sheila hampir tenggelam namun keluarganya malah cuek dan tak memperdulikan nya padahal Sheila dulu sudah bilang kalau dia tidak bisa berenang terpaut Ketty dan maria malah terus memaksanya sehingga membuat kejadian tersebut tidak bisa di hindari, akibat kejadian dua kali berturut itu kah Sheila tidak pernah lagi mau berenang karena ketakutannya kan air.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Briana sedikit khawatir karena Sheila malah melamun.


"Gak papa kok, ya udah kalau gitu aku ganti baju dulu ya." sahut Sheila kemudian berjalan menuju ke walk in closet yang juga ada di sana, memang ya kalau orang kaya bahkan booking hotel lun harus yang mewah padahal cuma di tempati dua orang saja.


Setelah beberapa saat Sheila keluar dengan pakaian renangnya, siapa yang tidak akan tergoda dengan pakaian yang Sheila kenakan sekarang yaitu bikini pendek yang memang di gunakan untuk berenang tetapi dapat membuat Brian gila di buatnya.


"Udah siap?" tanya Brian mencoba kembali fokus untuk melatih sang istri agar bisa berenang lagi.


"Iya," balas Sheila.


"Ya udah kalau gitu kamu keluar aja dulu ke kolam renang, aku mau ganti batu sebentar." sahut Brian kemudian meninggalkan Sheila.


Tak lama Brian juga keluar dengan pakaian renangnya, menampakkan otot perutnya yang terbuka dan tidak tertutup kain sama sekali karena Brian hanya menggunakan celana renang saja tanpa dengan bajunya.


"Ya udah yuk kita turun ke kolam renang," ajak Brian turun terlebih dahulu kemudian di susul oleh Sheila meski penuh dengan keraguan tetapi Sheila tetap berusaha melawan takutnya dengan Brian yang terus saja menggengam tangan sang istri.


"Ayo, kamu pasti bisa!" ujar Brian menyemangati Sheila yang badannya sudah hampir terendam semuanya namun Sheila dengan tetap menutup matanya tak berani untuk membuka matanya.


"Ayo, sayang. kamu pasti bisa." ucap Brian menyemangati sang istri.


Sampai seluruh badan Sheila sudah masuk ke dalam air Sheila tak kunjung membuka matanya, membuat Brian harus menghilangkan ketakutan dari diri sang istri. Brian sudah tahu ketakutan sang istri soal berenang sehingga Brian harus bisa sabar dalam membimbing sang istri.


"Sayang, sekarang kamu buka mata ya." ucap Brian.

__ADS_1


"Tapi aku takut!" balas Sheila dengan rasa takutnya.


"Hey, kan ada aku." ucap Brian membuat Sheila sedikit tenang dan memberanikan diri untuk membuka katanya. Setelah itu Brian pun mulai mengajari Sheila dasar-dasar dalam berenang agar Sheila mengerti terlebih dahulu.


Hampir dua jam an Brian mengajari Sheila, meski pun tidak begitu lancar tetapi untuk ketakutan Sheila sendiri bisa di atasi ya walau pun butuh latihan lagi karena ketakutan akan suatu hal tidak bisa langsung instan bisa di sembuhkan.


"Oke, sekarang kamu mending bersih bersih dulu ya." ucap Brian dan di angguki oleh Sheila.


Sheila pun membersihkan tubuhnya, sedangkan Brian malah asyik kembali berenang dengan santainya menunggu sang istri selesai dengan mandinya. Sheila keluar dengan tubuh yang lebih segar dan bersih kemudian mendekati Brian untuk menyuruh bergantian mandi.


"Sayang," panggil Sheila tetapi tidak ada jawaban.


"Sayang!" pekiknya lagi baru lah Brian merespon dengan berenang mendekati sang istri.


"Ada apa?" tanya nya dengan memunculkan wajahnya dari dalam air.


"Buruan mandi, aku mau keluar bentar ya ketemu sama Monica dan juga jovanka." sahut Sheila dan di angguki oleh Brian, kemudian Brian juga keluar dari kolam renang dan menuju ke kamar mandi, dasar Brian tidak tahu apa kalau dia hanya menggunakan celana renang saja membuat bagian atas tubuhnya terekspos jelas, meski pun Sheila sudah sering melihatnya tetapi tetap saja masih sedikit aneh buat Sheila sedangkan Brian malah merasa biasa saja padahal Sheila sudah seperti kepiting rebus.


"Iya, tapi tetap sama Laura ya." balas Brian dan di angguki pula oleh Sheila.


Setelah itu Brian masuk ke dalam kamar mandi Sheila pun tersadar dari lamunannya kemudian segera menuju ke kamar Monica dan jovanka karena tadi Monica mengirim pesan memberitahukan untuk ke kamarnya dan Laura pastinya karena sekarang mereka tahu kalau Laura adalah sahabat Sheila, padahal yang sebenarnya dia adalah bodyguard Sheila.


Cukup lama Sheila dan Laura di kamar Monica dan jovanka hanya sekedar bermain tetapi sangat seru karena ada beberapa rekan kerja yang lainnya juga membuat suasana semakin seru dengan saling cerita satu sama lainnya.


"Sekarang giliran Sheila, ayo dong Sheila cerita soal kehidupan kamu!" ucap salah satu rekan kerjanya yang sangat ingin tahu tentang kehidupan Sheila selain kerja, karena memang Sheila adalah orang yang sangat tertutup akan kehidupan pribadinya.


"Iya, Sheila. ayo dong," timpa yang lainnya.


Bersambung..........

__ADS_1


HAI READERS SEMUANYA πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


GIMANA NIH CERITANYA TAMBAH SERU APA ENGGAK YA?? SEMOGA SAJA READERS SELALU SEHAT TERUS KARENA SEKARANG SEDANG MUSIM HUJAN, JADI JAGA DIRI YA BUAT READERS SEKALIANπŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2