Menikahi Mafia

Menikahi Mafia
Curiga


__ADS_3

FOLLOW INSTAGRAM @LALA_SYALALA13


.


.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Brian saat dia sudah sampai di rumah sakit.


"Sekarang ini semuanya sudah stabil tuan, tadi reksa sempat drop tetapi sudah di tangani oleh dokter di sini jadi sekarang tinggal menunggu dia sadar saja maka masa kritis nya akan berlalu," jawab yoga yang memang mengatur urusan reksa karena Aldo harus kembali ke markas sehingga Brian memerintahkan yoga untuk menjaga reksa.


"Oke bagus Yog, terus kabari semuanya kepada saya. Sebentar lagi saja akan ke markas untuk menemui sisa penyerangnya jadi saya tugaskan kamu untuk terus menjaga reksa," ucap Brian dan di angguki oleh yoga.


"Baik, tuan." balasnya singkat kemudian Brian pun melanjutkan tujuannya ke markas elang di mana di sana ada beberapa tahanan lainnya yang juga ikut menyerang anak buah Brian kemarin.


Sampai di sana dia disambut oleh Aldo yang sudah menunggunya, bisa di pastikan bahwa pelaku sekarang ini tinggal menunggu ajalnya saja karena di lihat dari raut Brian saat baru saja masuk sudah menampakkan raut wajah membu*uh.


"Tuan," sapa Aldo, namun Brian tidak menjawab dan langsung menuju ke ruang tahanan di ruang bawah di mana di sana sudah ada tahanan yang pasti akan menjadi bahan amukan Brian sang tuan bos.


"Oh, jadi ini yang sudah menyerang anggota klan elang!" ucap Brian sinis dengan jongkok mensejajarkan tubuhnya dengan salah satu pelaku.


"Tuan, tolong lepaskan kami! kami hanya di perintahkan oleh tuan Jeffry, kami sama sekali tidak ingin menyerangnya sebenarnya tuan!" pekik pelaku tersebut meminta ampun, namun sudah telat karena bagi Brian mereka sudah melewati batas toleransi.


Sebagai mafia Brian tidak akan segan segan untuk menghabisi nyawa orang Yangs duha berani mengganggu nya dan juga orang sekitarnya, maka mereka berhak mati saja kalau begitu.


Brian pun berdiri dan tak menggubris orang orang yang terus meminta ampun kepada-nya karena baginya mereka hanya lah sampah yang tidak berguna lagi karena sudah berani berurusan dengan klan elang.


Brian segera mengambil pistol yang di bawa oleh Aldo, tanpa belas kasih pistol tersebut di arahkan ke arah pelaku membuat orang orang tersebut ketar ketir dan kalang kabut mengingat rekan nya kemarin yang di tem*ak mati oleh Brian.


Keberingasan Brian memang membaut semuanya ketar ketir, bagaimana jika mereka benar benar akan di tembak, segera mereka memohon ampun lagi supaya Brian mengasihani mereka.


"Tuan, tolong jangan tem*ak kami! kami hanya mengikuti perintah tuan!!" pekik salah satu pelaku.

__ADS_1


"Tuan tolong jangan!!" pekik yang lainnya.


Brian yang sudah sangat jengah pun akhirnya melepaskan peluru tersebut tepat mengenai kepala semua pelaku penyerangan anak buahnya, kejadian tersebut pun di lihat langsung oleh tahanan kasus lainnya dan juga Aldo yang juga masih di sana.


DOR DOR DOR


Hanya suara tembakan yang terdengar membuat tahanan lainnya bersembunyi atau menjauhkan dirinya dari tahanan yang di tem*ak mati tersebut.


"Asal kalian semuanya tahu, saya paling tidak suka kalau sampai ada orang yang model an nya seperti mereka!" peringatan Brian setelah selesai mengeksekusi orang orang tersebut dan berkata kepada tahanan lainnya yang langsung mendapat kan anggukan dari orang orang tersebut.


"Aldo segera bersihkan semuanya dan saya ingin untuk masalah ini kamu usut tuntas, saya sangat ingin segera bertemu dengan Jeffry!" ucap Brian penuh penekanan saat menyebutkan nama Jeffry tadi.


"Baik, tuan." balas Aldo.


Setelah itu Brian pun segera membersihkan dirinya dari noda darah yang ada di bajunya karena takut jika nanti Sheila akan curiga kalau dia pulang dengan kondisi banyak nya darah di bajunya.


Setelah selesai dia segera pergi dan menuju ke mansion karena hari sudah semakin sore, Brian takut jika Sheila akan mencarinya karena Brian sama sekali tidak mengabari Sheila dari tadi.


Saat sampai di mansion Brian segera masuk dan mencari keberadaan sang istri yang tidak ia lihat dari tadi.


"Di kamar deh kayaknya," ucap mami, Brian pun segera pergi dan menuju ke kamar di mana Sheila berada.


Sedangkan Sheila setelah mama Daniar dan juga papa Bastian pulang dia segera naik ke atas untuk bersih-bersih diri.


Setelah itu karena merasa bosan Brian sangat penasaran dengan ruang kerja sang suami yang jarang sekali Sheila masuki karena Brian sendiri yang meminta agar Sheila tidak masuk ke sana dengan alasan banyak berkas penting di sana.


Entah mengapa Sheila merasa curiga dengan tingkah sang suami, awalnya Sheila mengerti ucapan sang suami namun jika di telisik lebih lagi berkas apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh sang suami hingga Sheila tidak di perbolehkan masuk ke ruang kerjanya.


Apakah ada yang di sembunyikan Brian darinya hingga Sheila tidak boleh masuk? begitulah pikiran Sheila merasa curiga sekali dengan sang suami.


Sedangkan yang tidak Sheila ketahui mengapa dia tidak boleh masuk adalah karena di dalam ruang kerjanya itu terdapat ruang rahasia di mana terdapat berbagai senjata atau pun barang barang yang berhubungan dengan klan elang dan juga mafia nya maka dari itu lah mengapa Brian sangat sering berdiam diri di ruang kerja salah satunya adalah karena dia sedang berada di mode mafia kejamnya.

__ADS_1


Saat Sheila mencoba untuk masuk ke dalam ruang kerja sang suami ternyata Brian sudah akan masuk ke kamarnya membuat Sheila memundurkan tubuhnya dan berpura-pura duduk di sofa dan juga menonton televisi yang memang sedang menyala.


"Sayang, udah pulang?" tanya Sheila menghilangkan kegugupan nya takut jika sampai tadi ketahuan.


"Iya, kamu kenapa kok kayak ngos-ngosan gitu?!" ucap Brian duduk si samping sang istri.


"Enggak kok, tadi cuma habis ngangkat baju-baju kotor aja jadi ngos-ngosan!" ucap Sheila dan Brian pun hanya mengangguk paham.


"Kalau gitu aku mandi dulu ya," sahut Brian dan di angguki oleh Sheila.


"Iya, biar aku siapin pakaian kamu." balas Sheila.


Brian segera menuju ke kamar mandi dan membersihkan badannya, sebenarnya tadi di markas dia sudah mandi tetapi bagaimana pun dia habis dari luar sehingga dia harus tetap bersih saat di rumah, siapa tahu kan ternyata saat di perjalanan tadi dia membawa virus yang tidak Brian ketahui maka dari itu untuk berjaga jaga dia mandi kembali.


Setelah selesai dia dan Sheila pun turun ke bawah untuk makan malam di mana di sana sudah ada mami Salma dan juga papi Boni di sana menunggu kedatangan anak dan menantunya untuk makan malam.


.


Pagi harinya seperti biasa hari kerja pun di mulai, Sheila dan Brian sudah berada di kantor. Rencana hari ini adalah meeting untuk pembukaan resort di Bali yang sudah selesai dalam pembangunan dan akan segera di adakan nya grand opening besar besaran dan akan berencana untuk mengadakan pesta pembukaan.


.


.


Bersambung..........


HAI READERS SEMUANYA πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


GIMANA NIH KABARNYA? SEMOGA SELALU SEHAT SELALU DAN DILANCARKAN SEMUA KEINGINANNYA YA😊


GAK KERASA SUDAH DUA BULAN AJA NIH SHEILA DAN JUGA BRIAN MENEMANI WAKTU READERS SEKALIAN, SEMOGA READERS SEKALIAN TERHIBUR DENGAN CERITA AUTHOR INI YA KARENA BAGIAMANA PUN CERITA "MENIKAHI MAFIA" TIDAK AKAN BISA SE BERKEMBANG INI KALAU BUKAN KARENA DUKUNGAN DARI READERS SEKALIANπŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


TERUS DUKUNG AUTHOR TERUS YA BIAR AUTHOR SEMANGAT LAGI MENULIS CERITA INI DAN BISA UPDATE LEBIH BANYAK BAB LAGI YA READERS SEMUANYAπŸ™πŸ˜ŠπŸ˜Š


SALAM HANGAT DARI AUTHOR UNTUK READERS SEMUANYA πŸ™πŸ™πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ₯°πŸ₯°β™₯️β™₯️


__ADS_2