
Beberapa bulan kemudian.
Pemandangan indah di kota Bandung membuat Raka maupun Melinda ingin berlama-lama di kota tersebut. Udaranya yang sejuk dan orang-orangnya yang ramah membuat keduanya ingin menetap disana. Akan tetapi, mereka harus segera kembali ke Jakarta setelah 2 Minggu honeymoon.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Reza bergegas mengemudikan mobil untuk segera kembali ke kota Jakarta.
“Sayang, mau tidur lagi,” ucap Melinda yang akhir-akhir ini sangat manja pada suaminya.
Raka merangkul pinggang istrinya dan menyandarkan kepala Sang istri di dadanya.
“Iya sayang, tidurlah di dekapanku,” tutur Raka.
Disaat yang bersamaan, Almer tak sabar menunggu kedatangan suami istri yang telah berbulan madu di Bandung selama 2 Minggu. Kakek tua itu berharap ada kabar baik datang dari Cucu kandung serta Cucu menantu kesayangannya.
“Kalian harus masak makanan yang sehat. Masak makanan kesukaan cucuku dan cucu menantuku!” perintah Almer.
“Baik, Tuan Besar!” seru mereka dengan semangat.
🌷
Beberapa saat kemudian.
Raka turun dari mobil dan menggendong tubuh Melinda ala bridal style. Apa yang Raka lakukan disaksikan langsung oleh Kakek serta yang lain. Sementara Melinda, terus memeluk erat leher suaminya dengan mata terpejam.
Saat itu Melinda merasa tidak enak badan, maka dari itu Raka menggendong Sang istri tercinta untuk segera masuk ke dalam kamar.
“Reza, ada apa dengan cucu menantuku?” tanya Almer kepada asisten pribadi Cucu kandungnya.
“Nona Muda tiba-tiba merasa pusing dan akhirnya seperti yang tadi Tuan Besar lihat,” jawab Reza.
“Mungkinkah?” Almer tersenyum lebar dan meminta salah satu pelayan untuk segera memanggil dokter, lebih tepatnya dokter kandungan.
Almer yakin bahwa cucu kandungnya tengah mengandung.
“Reza, kamu sebaiknya bermalam disini. Cucuku pasti akan sangat kerepotan,” ucap Almer meminta Reza untuk tetap berada di kediaman keluarga Arafat.
Reza mengiyakan apa yang Almer katakan. Reza pun bergegas berisitirahat di kamar yang biasa menjadi tempat tidurnya manakala menginap di rumah mewah tersebut.
Melinda memeluk suaminya dan meminta suaminya untuk tidak meninggalkannya.
__ADS_1
“Sayang, jangan kemana-mana. Tetaplah disini menemaniku!” pinta Melinda.
“Sayang, suamimu ini tidak kemana-mana. Hanya ingin ganti baju,” balas Raka.
Melinda menggelengkan kepalanya, ia tetap tidak ingin bila suaminya beranjak dari tempat tidur.
Menghadapi istrinya yang cukup rewel, Raka sama sekali tak risih. Raka pun mengiyakan dan akhirnya menemani Sang istri berbaring di tempat tidur.
Setelah Melinda cukup tenang, wanita itu meminta suaminya untuk mengganti pakaian. Sebelum Raka beranjak dari tempat tidur, Raka terlebih dulu mengecup lembut kening Sang istri.
Tak sampai 10 menit, Raka telah selesai mengganti pakaiannya dan sebelum kembali ke tempat tidur, Raka memutuskan untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
Kepala Melinda lagi-lagi mengalami pusing, ia bahkan mengalami mual-mual.
“Sayang!” Melinda berusaha keras memanggil suaminya yang berada di kamar mandi.
Raka sama sekali tak mendengar panggilan tersebut, dikarenakan ia sedang menghidupkan kran air.
“Sayang!” Sekali lagi Melinda memanggil suaminya dan Sang suami tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Raka keluar dari kamar mandi dan melihat wajah Melinda yang nampak sangat pucat.
“Apakah Mas Raka tidak dengar aku dari tadi memanggil?” tanya Melinda lirih.
“Maaf ya sayang, aku tidak dengar. Apakah pusingnya belum hilang?” tanya Raka panik.
“Sekarang tidak hanya pusing, sayang. Perut juga mual-mual ingin muntah,” terang Melinda.
Disaat yang bersamaan, suara pintu diketuk dari luar kamar. Saat itu juga Raka beranjak dari tempat tidur untuk segera membuka pintu kamar.
“Tuan Muda, ini ada dokter yang akan memeriksa kondisi Nona Muda,” tutur pelayan.
Melihat dokter dihadapannya, Raka tahu bahwa Kakeknya lah yang telah meminta dokter wanita itu untuk datang memeriksa kondisi Melinda.
“Silakan dokter,” ucap Raka mempersilakan dokter wanita itu untuk masuk ke dalam kamar agar segera memeriksakan kondisi Melinda.
Dokter wanita itu bergegas masuk ke dalam dan mengeluarkan alat medis yang biasanya ia bawa. Kemudian, mulai memeriksa kondisi kesehatan Melinda. Mulai dari denyut jantung lalu ke bagian perut.
Dokter wanita itu tiba-tiba tersenyum ke arah Melinda dan Raka secara bergantian.
__ADS_1
“Ada apa, Dok?” tanya Raka terheran-heran.
Dokter itu tersenyum lebar dan memberikan selamat kepada mereka berdua karena sebentar lagi akan menjadi orang tua.
Melinda serta Raka sangat terkejut sekaligus senang mendengar kabar bahagia tersebut.
“Tuan Raka dan Nona Muda untuk pemeriksaan lebih lanjut silakan datang ke rumah sakit!” pinta dokter wanita itu.
Raka seketika itu naik ke tempat tidur dan memeluk tubuh istrinya dengan air mata bahagia.
“Ya Allah, akhirnya istriku hamil,” ucap Raka yang tak henti-hentinya menangis terharu.
Melinda pun ikut menangis terharu, di dalam perutnya kini ada nyawa baru yang harus ia jaga.
Almer datang bersama dengan dua pelayan wanita dan saat itu juga Raka memberitahu berita bahagia itu kepada Sang Kakek.
Almer tersenyum lega karena akhirnya ia akan segera melihat cicitnya yang menggemaskan. Kakek tua itu menangis terharu, begitu juga dengan dua pelayan yang datang bersama dengan Kakek tua itu.
Dokter wanita itu memutuskan untuk pergi dan akan menunggu kedatangan sepasang suami istri tersebut di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Selamat ya kepada kalian berdua,” ucap Almer memberi selamat atas kabar bahagia tersebut.
Melinda tersenyum bahagia begitu juga dengan Raka.
“Sayang, bagaimana kalau nanti malam kita ke rumah sakit?” tanya Raka pada istrinya.
“Iya sayang, nanti malam kita akan ke rumah sakit,” balas Melinda kepada suaminya itu.
Almer memutuskan untuk meninggalkan sepasang suami istri yang tengah berbahagia tersebut.
“Sayang, mau makan sesuatu? Aku pernah dengar kalau ibu hamil itu suka sekali ngidam makanan atau minuman yang aneh-aneh,” ujar Raka pada istri tercintanya itu.
Melinda menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tidak menginginkan apapun. Yang Melinda inginkan adalah suaminya seorang. Melinda ingin suaminya tetap berada disampingnya dan tidak boleh kemana-mana.
Raka tersenyum kecil, Raka tahu bahwa keinginan istrinya termasuk ngidam.
Almer berjalan menuju dapur dan ke ruang tamu. Kemudian, memanggil para pelayan dan juga para bodyguard untuk memberitahukan kabar bahagia tersebut.
“Sore ini aku membawa kabar gembira untuk kita semua. Cucu kandungku dan Cucu menantuku sebentar lagi akan menjadi orang tua,” ungkap Almer.
__ADS_1
Para pelayan serta para bodyguard seketika itu bertepuk tangan dan mengucapkan selamat atas kabar gembira tersebut. Almer tertawa lepas dan merasakan kebahagian yang luar biasa. Kakek tua itu begitu semangat menantikan kehadiran bayi mungil di rumah mewah keluarga Arafat.