Menikahi Si Lumpuh

Menikahi Si Lumpuh
Bab 154


__ADS_3

Keesokan paginya.


Melinda mencoba untuk beristirahat sejenak karena ia cukup kelelahan mengurusi bayi kembarnya yang rewel semalaman.


Sebagai suami, Raka pun ikut membantu istrinya menjaga bayi kembar mereka semalaman. Alhasil, Raka mengalami ngantuk yang cukup berat. Hingga, Raka memutuskan untuk tidak berangkat ke kantor.


“Maaf ya sayang, gara-gara aku kamu jadinya tidak pergi ngantor,” ucap Melinda yang saat itu tengah berbaring di tempat tidur bersama Sang suami.


“Santai sayang, lagipula kantor itu milikku. Kakek pasti mengerti kenapa aku tidak ngantor hari ini,” balas Raka.


“Sayang, maaf ya mengenai semalam. Bayi kembar kita agak rewel.” Melinda merasa sedikit bersalah karena mengganggu tidur Raka.


“Kok kamu malah minta maaf, sayang? Mereka juga hasil jerih payah kita. Itu artinya kita harus dan juga wajib bertanggung jawab kepada bayi kembar kita,” pungkas Raka.


Melinda refleks menutup mulut suaminya dengan kedua tangannya.


“Ssuuttss, nanti ada yang dengar,” tutur Melinda dengan waspada.


Raka terkekeh geli mendengar ucapan istrinya da juga mimik wajah istrinya yang begitu polos.


Di saat yang bersamaan, notifikasi pesan dari ponsel Raka berbunyi.


“Siapa lagi yang mengirim pesan,” gumam Raka dan meraih ponselnya untuk melihat siapa yang mengirim pesan untuknya.


Raka begitu serius membaca pesan tersebut dan Melinda yang penasaran, perlahan mendekat untuk melihat isi pesan yang diterima oleh Sang suami.


“Sayang, sepertinya kita tidak bisa bersantai-santai. Para pekerja di perusahaan, rekan kerja dan kerabat dekat kita akan datang untuk menghadiri acara bayi kembar kita,” terang Raka.


Melinda tersenyum bahagia sembari memeluk punggung suaminya dengan penuh cinta.


“Sayang, justru semakin ramai akan semakin baik untuk kita. Mau bagaimanapun, Allah telah menganugerahi bayi kembar untuk kita.”


***


Beberapa hari kemudian.


Tibalah bagi Raka dan Melinda untuk memperkenalkan bayi kembar mereka yang menggemaskan tersebut. Di pagi hari yang cerah di hari Sabtu, para tamu datang berbondong-bondong untuk mengucapkan selamat atas lahirannya bayi kembar sekaligus ingin tahu secara langsung wajah dari sepasang bayi kembar.


“Selamat ya atas kelahiran bayi kembar kalian,” ujar rekan kerja dari Raka Arafat.

__ADS_1


Raka dan Melinda berulang kali mengucapkan terima kasih kepada tamu yang hadir untuk ikut memeriahkan acara aqiqah bayi kembar mereka.


Kakek Almer terlihat begitu antusias mengobrol dengan sahabatnya yang puluhan tahun tidak bertemu. Sekalinya bertemu, mereka sudah tua dan sudah menjadi Kakek.


“Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Terima kasih atas kehadiran kalian di rumah kami. Saya Raka Arafat, ingin bercerita sedikit mengenai sosok istri saya yang teramat luar biasa. Tidak perlu saya jelaskan lagi, bagaimana sikap saya dulu yang cukup meresahkan sekaligus menjengkelkan. Dengan adanya sosok seorang wanita cantik yang kini menjadi istri saya, perlahan tapi pasti saya banyak berubah,” ujar Raka dengan mata berkaca-kaca.


Para tamu yang berada di rumah mewah keluarga Arafat, begitu serius mendengarkan apa yang Raka ceritakan.


“Saya sangat beruntung dan sekali lagi saya ingin meminta maaf kepada istri saya tercinta, Melinda. Terima kasih untuk semuanya dan terima kasih telah memberikan sepasang bayi kembar untukku. Di depan kalian semua, saya dengan berani mengungkapkan bahwa saya Raka Arafat begitu mencintai Melinda Anandi,” tegas Raka sembari menatap sepasang mata Melinda dengan sangat tulus.


Prok! Prok! Prok! Suara tepuk tangan begitu ramai setelah mendengar pengakuan cinta dari seorang Raka Arafat.


Melinda menangis terharu dan mengambil microphone dari tangan suaminya.


“Sayang, aku juga mencintaimu,” balas Melinda.


Mereka tersenyum lebar dan saling berpelukan satu sama lain.


Sontak saja, pemandangan itu membuat mereka iri tak terkecuali, mereka yang sudah menikah.


Kakek Almer berulang kali mengucapkan syukur, karena pada akhirnya tujuannya telah selesai untuk mempersatukan keduanya.


Beberapa saat kemudian.


Para tamu tentu saja tak sabar untuk mengetahui nama dari sepasang bayi kembar tersebut.


“Baiklah, sekarang saatnya kami memberitahu nama bayi kembar kami,” ujar Raka.


Raka tersenyum lebar dan bertatap mata dengan istrinya. Mereka berdua saling memegang mikropon untuk mengumumkan nama bayi kembar mereka.


“Putra kecil kami bernama Yusuf Arafat dan Putri kami bernama Yumna Arafat,” ungkap Raka dan Melinda kompak.


“Masha'Allah.” Banyak ucapan do'a sekaligus pujian dari para tamu undangan setelah mengetahui nama dari sepasang bayi kembar mereka.


Kakek Almer perlahan mendekati bayi kembar yang tengah terlelap dan dengan hati-hati mengecup pipi kedua cicitnya.


“Assalamu'alaikum, Yusuf dan Yumna. Kakek buyut sangat sayang dengan kalian. berdua,” pungkas Kakek Almer.


“Wa'alaikumsalam, Kakek buyut,” balas Raka dan Melinda dengan menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Kakek Almer meneteskan air mata, beliau terharu karena Allah masih memberikannya umur panjang untuk melihat wajah kedua cucunya.


Do'a bersama berlangsung dan para tamu menikmati makanan yang dihidangkan.


Raka dan Melinda tak henti-hentinya membuat para tamu berdecak kagum dengan kemesraan mereka berdua. Keduanya nampak begitu bahagia karena telah menjadi keluarga Arafat sebagai keluarga yang harmonis.


“Sayang, kamu semakin cantik dan aku semakin mencintaimu,” bisik Raka.


Melinda malu-malu kucing mendengar bisikan syaitan, eh maksudnya bisikan cinta dari suaminya itu. 🤣


Melihat keduanya yang semakin mesra, Reza justru bergidik ngeri. Reza pun berinisiatif mendekati Tuan Mudanya itu.


“Tuan Muda, saya harap Anda dalam waktu dekat ini tidak memberikan adik untuk Yusuf dan juga Yumna,” ucap Reza dengan setengah berbisik dan masih bisa di dengar oleh Melinda.


Raka dan Melinda tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Reza.


Reza hanya tersenyum lebar dan dengan santainya pergi menjauh.


“Sayang, sebaiknya kamu pikirkan baik-baik apa yang dikatakan Mas Reza,” tutur Melinda dengan kata lain, Melinda setuju dengan apa yang dilontarkan Reza.


Raka terdiam sejenak memikirkan apa yang dikatakan Reza maupun istrinya.


“Sayang, kok diam saja?” tanya Melinda.


“Kalau masalah itu, aku coba pikirkan lain kali ya sayang. Aku mau mengobrol dengan yang lain,” balas Raka dan bergegas pergi menjauh dari istrinya.


Melinda menghela napas sembari menggelengkan kepalanya ketika melihat Sang suami sengaja menghindar dari dirinya.


“Cucu menantu, terima kasih berkat kamu Raka sekarang menjadi lelaki sejati,” ucap Kakek Almer memuji Melinda.


Kakek Almer tentu saja harus berterima kasih kepada cucu menantunya itu. Karena buah kesabaran dari seorang Melinda, hingga Raka bisa berubah menjadi pria yang bertanggung jawab terhadap arti kehidupan.


“Kakek, terima kasih untuk semua kebaikan kakek terhadap Melinda.”


“Kakek juga, Cucu menantu. Sekarang, kehidupan kita sudah sangat sempurna. Allah benar-benar menunjukkan kasih sayang-Nya untuk kita semua,” pungkas Kakek Almer.


Gomawo❤


Berkat kalian akhirnya novel “Menikahi Si Lumpuh“ selesai (Tamat)

__ADS_1


Maaf bila banyak kesalahan dalam penulisan dan banyak nya typo yang bertebaran. Maaf karena masih banyak kekurangan dalam menulis novel ini.


Karena novel ini sudah tamat, mari beralih ke novel terbaru author “Dipaksa Menikah Dengan Pria Miskin” kisah yang akan membuat kalian penasaran mengenai hubungan Alexander dan juga Elizabeth. 🥰❤


__ADS_2