Menikahi Si Lumpuh

Menikahi Si Lumpuh
Bab 87


__ADS_3

Usai berbuka puasa, Raka dan Melinda melaksanakan sholat Maghrib di kamar tidur mereka. Sementara yang lainnya, sholat berjama'ah bersama Almer di ruang sholat.


“Mas Raka hari ini tidak mengalami hal yang aneh atau semacamnya?” tanya Melinda untuk memastikan bahwa firasatnya salah mengenai firasat buruk yang ia alami tadi pagi.


Raka terkejut dengan pertanyaan Melinda. Bagaimana bisa Melinda bertanya hal seperti itu.


Apakah Melinda tahu masalah tadi pagi? Akan tetapi, Melinda dari tadi bersamaku dan tidak berbincang-bincang dengan Reza. (Batin Raka)


Raka terheran-heran dan bingung harus menjawab pertanyaan istrinya yang bagaimana.


“Mas Raka, apakah semuanya baik-baik saja?” tanya Melinda memastikan kembali.


“Tentu saja, semuanya baik-baik saja,” jawab Raka.


“Syukurlah,” ucap Melinda yang akhirnya bisa bernapas lega dan menganggap firasat buruk yang ia alami tadi pagi hanyalah halusinasinya saja.


Beberapa jam kemudian.


Raka mendapat telepon dari asisten pribadinya dan memberitahukan bahwa ada beberapa artikel membahas mengenai hubungan Raka Arafat dan juga Luna. Raka terkejut dan mulai melihat berita di internet mengenai dirinya dan juga Luna.


“Sial.” Raka mengumpat kesal dan didengar langsung oleh Melinda yang kebetulan sedang berbaring tepat disamping Raka.


Melinda seketika itu menoleh ke arah suaminya dan mengira suaminya tengah marah padanya.


“Mas Raka kenapa? Apa saya berbuat salah?” tanya Melinda yang terlihat sangat terkejut karena umpatan kesal suaminya.


“Maaf, aku tiba-tiba mengatakan begitu saja. Kamu tidak perlu takut ataupun merasa bersalah, aku kesal karena masalah kantor yang tak kunjung selesai,” ucap Raka berbohong kepada Melinda.


Raka hanya tidak ingin bila Melinda melihat artikel tersebut dan berprasangka buruk terhadapnya. Raka tidak ingin di cap sebagai suami yang suka selingkuh, terlebih lagi selingkuh dengan mantan kekasih.


“Mas Raka mau saya buatkan kopi? Atau Mas Raka ingin saya pijat agar bisa lebih rileks?” tanya Melinda yang berusaha untuk mengurangi beban pikiran suaminya.


“Tidak perlu. Kamu sebaiknya tidur,” tutur Raka agar istrinya segera tidur.

__ADS_1


“Masih jam 9 dan saya juga belum mengantuk, Mas Raka,” ucap Melinda yang sama sekali belum mengantuk, ditambah suaminya saat itu sedang memiliki masalah dan tidak mungkin baginya untuk tidur begitu saja.


Melinda beranjak dari dari tempat tidur dan saat ingin meraih ponselnya, tiba-tiba dering ponselnya berbunyi.


“Siapa?” tanya Raka ketika tahu ada seseorang yang mencoba menghubungi istrinya.


“Sahabat saya, Mas Raka,” jawab Melinda dan memperlihatkan layar ponselnya ke arah Raka.


Raka mengangguk kecil dan saat itu juga Melinda bergegas keluar dari kamar untuk menerima telepon suaminya agar tidak mengganggu suaminya yang tengah berada di dalam kamar.


“Assalamu'alaikum, Melinda!”


“Wa’alaikumsalam, ada apa Ratna menghubungi di waktu malam seperti ini?” tanya Melinda berpikir bahwa Ratna butuh sesuatu sehingga menghubungi dirinya di jam malam seperti itu.


“Melinda, apakah kamu sudah melihat berita di internet?” tanya Ratna memastikan.


“Tidak. Memangnya ada berita apa di internet?” tanya Melinda terheran-heran karena ternyata Ratna hanya menghubungi dirinya untuk menanyakan hal tersebut.


Melinda menoleh ke arah kiri dan kanan untuk memastikan bahwa tidak ada pelayan maupun bodyguard disekitarnya yang akan mendengar berbicara dengan Ratna lewat telepon.


“Ratna, apa maksudmu? Bicara yang jelas,” ucap Melinda yang belum mengerti apa yang sahabatnya katakan.


“Sepertinya kamu belum tahu mengenai hubungan suamimu dan model cantik itu. Sebaiknya kamu lihat di internet saja, aku harap kamu bisa tenang setelah melihat artikel itu,” pungkas Ratna.


Ratna pun memutuskan sambungan telepon dan saat itu juga Melinda mulai mencari berita mengenai suaminya serta model cantik yang dimaksud oleh sahabatnya, Ratna.


Ponsel Melinda terlepas dari tangannya ketika melihat sebuah foto yang menampilkan bagaimana suami dan juga model cantik itu berpelukan.


Melinda mengambil ponselnya yang sudah jatuh di lantai dengan berlinang air mata.


Sepertinya wanita cantik yang ada di foto itu adalah mantan kekasih Mas Raka. Kalau begitu, aku tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita bernama Luna. (Batin Melinda)


Perasaan Melinda terasa sangat hancur, belum sempat menyatakan cintanya. Ternyata, Sang suami masih memiliki hubungan dengan wanita bernama Luna.

__ADS_1


Raka terus saja memandangi pintu yang masih tertutup rapat. Pria itu ternyata sedang menunggu Melinda masuk, akan tetapi setengah jam lebih Melinda belum juga masuk ke dalam kamar.


Kemana Melinda? Apakah dia masih menerima telepon dari sahabatnya itu? (Batin Raka)


Melinda masuk ke dalam kamar dengan kepala yang tertunduk. Ia naik ke tempat tidur dan merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi suaminya.


“Kamu ingin tidur?” tanya Raka ketika melihat Melinda yang sudah menyelimuti seluruh tubuh dengan selimut.


Melinda tak menjawab dan hanya mengangguk dari balik selimut yang ia kenakan.


Melinda menangis di balik selimut, dadanya sangat sesak dan rasa cemburu yang sedang ia rasakan sangatlah besar.


Belum lagi ketika melihat membaca artikel beberapa tahun yang lalu yang isinya adalah hubungan spesial suami dan juga Sang model cantik nan seksi, Luna.


Raka tak curiga sama sekali, karena Raka saat itu sedang sibuk mengirim pesan kepada bawahannya untuk segera menghapus artikel yang tidak penting itu.


Aku harus segera menangani hal ini. Wanita itu benar-benar membuatku jengkel. (Batin Raka)


Sekitar 1 jam kemudian, Raka akhirnya terlelap dan disaat yang bersamaan Melinda turun dari tempat tidur untuk membasuh wajahnya yang terasa lengket karena banyaknya air mata yang terus mengalir karena artikel yang dibaca oleh Melinda.


Cukup lama Melinda di dalam kamar mandi, tentu saja Melinda sengaja berlama-lama di dalam kamar karena mencoba menata hatinya. Wanita muda itu ingin sekali menyerah dengan perasaannya. Akan tetapi, ia tidak bisa karena sudah sangat mencintai suaminya.


Setelah cukup menata hatinya, Melinda kembali keluar dari kamar mandi dan bergegas naik ke tempat tidur.


Ya Allah, berikan hamba kekuatan untuk menghadapi semuanya ini. (Batin Melinda)


“Melinda, apa kamu ingin kembali tidur?” tanya Raka ketika tak sengaja terbangun dari tidurnya dan melihat Melinda yang sudah merebahkan tubuhnya dengan posisi membelakangi dirinya.


“Iya, Mas Raka. Saya ingin kembali tidur. Beberapa jam lagi kita akan sahut,” jawab Melinda tanpa ingin menoleh ke arah suaminya.


Melinda tidak ingin suaminya tahu bahwa dirinya telah menangis dan membuat kedua matanya menjadi sembab karena terlalu banyak air mata yang keluar.


“Aku juga ingin kembali tidur,” sahut Raka yang merasa sedikit aneh dengan sikap Melinda yang tidak seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2