Menjerat Istri Lumpuh

Menjerat Istri Lumpuh
61. Memulai Pencarian


__ADS_3

Narendra berkacak pinggang sambil memijat pelipisnya. Malam semakin larut, dan ia belum mengetahui pasti ke mana Glacia dibawa pergi. Narendra sampai harus melibatkan kepolisian untuk melihat CCTV jalan, tapi sialnya mobil box itu menghilang dari radar karena ada beberapa wilayah yang CCTV-nya rusak.


Seketika Narendra ingin memaki. Belum lagi ia nanti harus menghadapi Yohanes yang sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota. Sebenarnya Narendra kecewa, baru tempo hari sang mertua berkata ia bisa menjaga Glacia, tapi nyatanya sekarang penjagaan mansion begitu longgar Narendra amati.


Julian pun tak lepas berkutat dengan pelacakannya sendiri. Rupanya Krisna cukup lihai hingga sedikit sulit ditelusuri. Hal tersebut membuat mereka lebih banyak menebak-nebak, rasanya tak berguna Narendra melibatkan kepolisian setempat.


Julian tiba-tiba berseru. "Aku menemukannya!"


Semua orang kontan menoleh ke arahnya. Julian mendekat pada Narendra, menunjukkan sebuah lokasi yang diduga tempat pemberhentian terakhir mobil box yang dikendarai Krisna.


Mereka segera bergegas menuju lokasi tersebut. Karena terlanjur meminta bantuan polisi, mau tak mau Narendra membiarkan mereka melakukan tugasnya sesuai prosedur, di mana itu sedikit bertentangan dengan Narendra yang selalu semaunya sendiri.


Bagi Narendra kerja mereka terlalu lambat, ia bisa saja meminta bantuan seseorang yang sudah pasti bisa menangani hal ini dengan cepat, tapi Narendra ragu karena sudah sangat lama mereka miskomunikasi.

__ADS_1


Sampai di lokasi yang Julian tunjukkan, ternyata Glacia sudah tak ada di sana. Hanya ada lahan kosong bekas kolam renang yang ditinggalkan, juga mobil box yang terparkir tanpa orang.


Krisna membodohi mereka. Narendra yakin saat ini pria itu tengah tertawa meremehkan.


"Sial," desis Narendra yang lagi-lagi mengumpat.


Para polisi menanyai seluruh warga yang tinggal tak jauh dari sana. Begitu pula Julian yang sesekali berkutat dengan ponsel entah menghubungi kenalannya yang mana.


Unknown number: Payah. Kenapa kau bisa menyukai wanita lemah dan penyakitan seperti dia?


Sebuah foto muncul membuat tubuh Narendra menegang. Glacia tergeletak tak berdaya dengan tubuh setengah menyandar di antara tumpukan kardus. Mata wanita itu terpejam dengan wajah pucat dan lemas. Hidungnya mengeluarkan darah disertai memar yang tercetak di beberapa bagian tungkai dan lengan.


Rahang Narendra mengetat rapat. Ia mencengkram ponselnya sendiri sebelum kemudian berlari memasuki mobil dan melajukannya cepat meninggalkan tempat tersebut.

__ADS_1


Narendra juga meninggalkan Julian bersama tim kepolisian yang masih menyisir di sana. Mereka yang melihat Narendra pergi sendiri dengan mobilnya kontan berlarian berusaha mencegah lelaki itu meski sia-sia.


"Tuan!" Seruan Julian hanya ditanggapi oleh angin karena mobil Narendra sudah terlalu jauh dan menghilang.


Entah tujuan Narendra ke mana, mereka pun berupaya mengejar pria itu dan segera meninggalkan tempat. Meski begitu, beberapa polisi ditugaskan untuk tetap menyelidiki lahan kosong tersebut, terutama mobil box yang Krisna tinggalkan untuk mengecoh mereka.


Sementara di tempat lain, Krisna tak berhenti terkekeh mengetahui Narendra mengalami kesulitan. Ia memandang Glacia yang tak sadarkan diri di antara kardus barang yang bertumpuk.


Tiba-tiba salah satu anak buahnya menyeletuk. "Meskipun cacat wanita itu masih terlihat cantik. Lihatlah wajahnya, dia seperti bidadari yang tertidur. Hahaha ..."


Satu temannya menimpali. "Tapi ngomong-ngomong kenapa dia mimisan? Kita bahkan tidak memukulnya?" ucapnya hendak mendekat.


Krisna yang melirik mereka pun langsung berseru. "Jangan sentuh dia! Fokus saja pada tugas kalian."

__ADS_1


__ADS_2