Most Wanted School

Most Wanted School
Romantic Scene


__ADS_3

Sementara di sisi lain, Mike sedang berkumpul dengan Alex, Fajar dan puluhan anggota Tiger Moon yang sudah siap menerima perintah. Alex sedang menyusun rencana untuk penyergapan markas Winter Blezz. Namun mereka harus memperhitungkan semua nya dengan sangat hati hati. Karna Alex tak bisa membiarkan anggota Winter Blezz mengetahui hubungan Warrior dan Tiger Moon.


"Kita harus bergerak cepat!! Tapi semua nya harus hati hati, dan inget sebelum nya seluruh hal atau benda yang berkaitan dengan Tiger Moon harus di ilangin!!" Seru Alex.


"Ya lawan kita kali ini bukan main main, mereka emang gak sebesar kita!! Tapi mereka itu terkenal sadis dan tanpa ampun!!" Seru Fajar.


"Dan yang paling bahaya itu ketua nya yang licik itu!! Kita gak bisa nebak apa yang ada di otak nya itu!!" Tambah Fajar.


"Terus kita harus gimana??" Tanya salah seorang anggota Tiger Moon.


"Gue punya rencana, tapi ini harus melibatkan kerja sama yang solid!! Kalo gak kita bakal gagal!!" Seru Alex.


"Dan satu lagi, harus berani nanggung resiko!! Karna kemungkinan bahaya nya lebih dari 65%!!" Tambah Alex yang membuat semua anggota Tiger Moon terdiam.


"Segitu beresiko nya bang??" Tanya Mike cemas.


"Ya kalo Lo mau nyelametin temen Lo itu tanpa melibatkan Ziva!! Tapi kalo Lo mau ngelibatin Ziva, kemungkinan berhasil nya bakal makin besar!!" Seru Fajar.


"Gak lah bang!! Gue gak bakal bertaruh buat keselamatan nya Ziva!!" Tukas Mike.


"Haaaiissshh ya gue tau, maka dari itu gue nyuruh elo manggil anggota White Eagle!! Mana tuh anak??" Tanya Fajar.


Mike pun mengernyitkan dahi, benar juga kata Fajar. Kemana anak anak White Eagle yang di suruh Revan. Kenapa sampai sekarang mereka belum juga datang?? Atau ada masalah, tapi gak mungkin kan.


"Gue coba hubungin Revan dulu!!" Seru Mike sembari menelpon Revan.


Tut Tut Tut


Panggilan pertama tak di angkat, Mike pun kembali menghubungi Revan dan kali ini di angkat.


"Iya bang, sorry gue lagi makan sama Zi!! Hp gue silent mode!!" Seru Revan.


"Ya gak papa!! Ziva gak papa kan??" Tanya Mike.


"Gak papa kok bang, dia lagi makan nih!! Mau ngomong??" Tanya Revan.


"Hmm gak deh!! Gue cuma mau nanya, anak anak White Eagle belum kesini??" Tanya Mike.


"hah?? belum nyampe??" Revan bertanya balik pada Mike.


"Iya" Sahut Mike.

__ADS_1


"Oh oke, ntar gue coba hubungin lagi mereka ya!! Mungkin juga mereka lagi di jalan!!" Seru Revan.


"Oh oke kalo gitu gue tunggu!!" Seru Mike.


"Ya udah gue tutup dulu!!" Ujar Mike sembari mematikan sambungan telpon itu.


Mike pun kembali menaruh hp nya di kantong jaket nya.


"Gimana??" Tanya Fajar.


"Mungkin lagi di jalan!! Revan dah hubungin mereka kok!!" Seru Mike.


"Heh gak nyangka gue, beneran leader nya White Eagle pun bisa Lo perintah gitu aja!!" Seru Fajar.


"Ya mau gimana lagi, dia suka sama adek gue jadi dia gak bisa nolak omongan gue!!" Sahut Mike.


"Segitu nya?? Bahkan dia gak ragu nyuruh anggota nya buat ada di bawah perintah Lo??" Tanya Fajar penasaran.


"Yaps, dia bahkan rela ngelakuin apa aja buat Ziva!!" Seru Mike.


"Apa sih lebih nya tuh cewek sampe Lo pada segitu nya sama dia??" Tanya Alex dengan nada tak suka.


"Bang please deh!! Gak usah bikin ribut!!" Jengah Mike dengan ucapan Alex.


"Yang jelas dia punya sesuatu yang gak di miliki orang lain!!" Seru Mike.


"Apa??" Tanya Alex mengernyitkan dahi.


"Ntar juga Lo tau sendiri!! Asal Lo mau buka hati dan pikiran Lo!!" Tandas Mike.


"Maksud Lo??" Kesal Alex.


"Lah lah lah, udah udah kok malah jadi mau gelud sih!!" Fajar berusaha menengahi kedua kakak beradik ini.


Mike diam dan bersandar di dinding sembari melirik ke arah Fajar.


"Terus kita sekarang harus apa??" Tanya Mike.


"Tunggu anggota White Eagle Dateng dulu!! Baru kita bahas masalah rencana nya!!" Seru Fajar.


Sementara di sebuah restoran terlihat dua orang remaja berseragam sekolah sedang menikmati makanan nya. Ya mereka adalah Revan dan juga Ziva.

__ADS_1


"Tadi kak Mike yang nelpon??" Tanya Ziva.


"Iya" Sahut Revan.


"Lho kok gak ngomong sama gue sih??" Gerutu Ziva.


"Mungkin dia lagi sibuk Zi!! Lagian tadi dia nanya soal anak White Eagle kok belum nyampe di sana!!" Seru Revan


"Lha emang buat apa anak White Eagle di suruh kesana??" Tanya Ziva penasaran.


"Ya mana gue tau Zi!! Yang jelas dia bilang dia butuh bantuan dari anak White Eagle yang hafal daerah jalan XXX!!" Seru Revan.


"Jalan XXX??" Ulang Ziva bingung.


"Ya, mungkin dia mau ngerencanain buat bebasin Rega sama Alqan!!" Ujar Revan melirik ke arah Ziva.


Ziva yang mendengar nama Rega dan juga Alqan, menjadi terdiam. Ia meletakan sendok nya dan berhenti makan. Ntah mengapa nafsu makan nya seketika hilang mendengar nama teman teman nya itu. Revan yang melihat itu langsung merasa bersalah, ia menggenggam tangan Ziva.


"Zi are you okey??" Tanya Revan khawatir namun tak mendapatkan respon.


"Zi..." Panggil Revan.


"Gimana keadaan mereka sekarang??" Tanya Ziva sembari menundukkan kepala nya.


"Heyy, it's oke Zi!! It's gonna be oke!! Lo percaya kan sama bang Mike!!" Seru Revan yang membuat Ziva mengangkat kepala nya.


"Gue takut Van!!" Seru Ziva.


"Heyy, liat gue Zi!!" Seru Revan sembari menarik dagu Ziva agar menghadap ke arah nya.


"Dengerin gue, semua nya bakal baik baik aja oke!! Bang Mike pasti punya solusi buat ini semua!!" Seru Revan.


"Tapi Winter Blezz tuh...." Belum sempat melanjutkan ucapan nya Revan sudah memotong nya.


"Positif thinking Zi!! Gue tau track record Winter Blezz tuh gimana!! Tapi kita jangan berburuk sangka dulu!! Lo tenang aja, mereka gak mungkin macem macem sebelum tujuan mereka tercapai!!" Seru Revan berusaha menenangkan Ziva.


"Tapi gimana kalo..."


"Gak ada tapi tapian Zi!! Semua nya bakal baik baik aja, Rega sama Alqan pasti balik!!" Ujar Revan sembari mengelus punggung tangan Ziva.


Sedangkan Ziva, ia hanya bisa menatap Revan sendu. Sungguh pikiran nya mulai tak karuan, namun ia berusaha untuk tetap tenang. Benar kata Revan, ia tak boleh terlalu negatif thinking.

__ADS_1


"Revan bener Zi!! Lo harus semangat!! Lo gak boleh negatif thinking Mulu!! Paercaya sama Kak Mike!!" Batin Ziva.


Revan yang melihat , Ziva sudah mulai tenang pun melepaskan genggaman tangan nya. Ia beralih ke sendok yang tadi di taruh oleh Ziva. Ia menyendokan makanan yang ada di piring Ziva. Kemudian ia menyodorkan nya pada Ziva, ia juga berkata makan lah. Awal nya Ziva menolak namun akhir nya ia pun menerima suapan itu karna Revan yang tetap kekeh dengan tindakan nya itu. Banyak pengunjung di sana yang bilang remaja sekarang suka nya romantic scene!!


__ADS_2