
Saat sampai kantin Ziva langsung memesan beberapa makanan minta untuk di bungkus pada petugas kantin. Tak lupa ia membeli beberapa susu srrawberry kesukaan nya, sembari menunggu Ziva dan Sisil duduk di bangku kantin.
"Ziv, lo kenapa sih??" Tanya Sisil.
"Gak papa!!" Sahut Ziva.
"Gak usah boong, gue liat lo jauhin Revan tadi!! Lo marahan sama Revan??" Tanya Sisil.
"Haisshhh gue lagi gak mau bahas Revan Sil!!" Seru Ziva menghela nafas panjang.
"Lo kalo mau ke kelas, ke kelas aja!!" Ujar Ziva.
"Lah elo??" Tanya Sisil.
"Gue males masuk kelas!!" Ujar Ziva.
"Hah?? Lo mau bolos??" Bisik Sisil agar tak ada yang mendengar nya.
"Hmmm...." Gumam Ziva.
"Wah yakin lo Ziv, ntar pelajaran guru kiler lho??" Tanya Sisil.
"Iya... Udah sono, bentar lagi masuk lagian lu kagak pesen makanan kan!!" Ujar Ziva.
"Tapi lo beneran gak papa??" Tanya Sisil.
"Gak papa!!" Sahut Ziva.
"Eh by the way ntar suruh kak Randi buat bawain tas gue... " Pinta Ziva.
"Hah?? Maksud lo, lo mau ka..." Ziva langsung menutup mulut Sisil.
"Jangan kenceng kenceng!!" Ujar Ziva.
"Astaga Ziv, lo nekat banget!!" Bisik Sisil.
"Biarin lah sesekali!!" Sahut Ziva.
"Terus buat apa lo pesen makan??" Tanya Sisil.
"Yah gue mau makan dulu bentar di halaman belakang!! Abis itu baru cabut!!" Bisik Ziva.
"Aisshhh lo bener bener deh!!" Sahut Sisil.
Ziva pun mengambil pesanan makanan yang ia pesan, ia berjalan beriringan dengan Sisik namun mereka berdua berpisah di jalan. Ziva berjalan menuju halaman belakang, ia lagsung berjalan menuju pohon besar di sana. Ia duduk bersandar di pohon itu agar tak di lihat oleh siapapun. Ia membuka makanan nya dans segera memakan nya, yah begini lah dia kalau sedang marah atau sedih pasti makan adalah jalan pintas untuk menenangkan hati nya. Sementara di sisi lain, Sisil memasuki kelas sendirian yang menbuat Revan, Reno dan juga Randi mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"Eh Sil!!" Panggil Randi saat Sisil duduk di kursi nya.
"Apa??" Tanya Sisil.
"Ziva mana??" Tanya Randi yang membuat Sisil menghela nafas.
"Gak tau, dia bilang tadi ntar balik suruh lo buat bawain tas nya!!" Seru Sisil yang membuat Randi membulatkan mata nya tak terkecuali Revan dan Reno.
"Maksud lo??" Kini Revan angkat bicara.
"Dia bolos??" Tanya Reno yang di balas anggukkan oleh Sisil.
Saat ingin bertanya lebih lagi, bell berdering membuat semua siswa dan siswi berbondong bondong memasuki kelas. Randi pun dengan segera mengambil tas Ziva dan memasukan nya ke dalam loker nya.
"Ra, lo kenapa??" Batin Randi cemas.
"Zii...." Batin Revan yang masih bingung ada apa sebenarnya dengan Ziva.
Tak lama seorang guru masuk ke dalam kelas, ia langsung mengabsen sebelum memulai pelajaran.
"Zivara!!" Panggil guru tersebut tapi tak mendapat jawaban.
Ia pun segera mengedarkan pandangan nya namun tak dapat menemukan gadis yang slalu aktif dalam pelajaran nya itu.
"Ziva kemana??" Tanya guru itu., semua diam, Randi un tak bisa menjawab karena ia tak mempunyai surat izin untuk Ziva.
Sedangkan Ziva tengah asyik meminum susu strawberry nya di baik pohon tadi, ia bersandar sembari menatap langit. Setelah menghabiskan semua nya Ziva beranjak dari sana dan menbuat sampah nya di tempat sampah yang tak jauh dari nya. Dengan segera ia memanjat pagar di sana dan langsung melompat keluar. Ia langsung berjalan menyusuri jalanan di belakang sekolah nya, sampai ia menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat.
"Mau kemana neng??" Tanya sopir taksi itu.
"Jalan aja dulu pak!!" Seru Ziva.
Sopir taksi itu pun hanya menuruti perintah Ziva, sampai dua puluh menit taksi nya berjalan Ziva mulai buka suara.
"Depan belok kiri pak, lurus aja rumah paling pojok." Ujar Ziva dan sopir itu menuruti perintah Ziva.
Sampai di rumah yang di maksud Ziva langsung turun setelah membayar ongks taksi nya.
Tok tok tok....
Ziva menggedor pintu rumah tersebut, namun beberapa saat menunggu tak ada jawaban. Saat ia ingin mengetk lagi tiba tiba sebuah motor berhenti di pekarangan rumah itu.
"Lho Zii..." Ucap seorang pemuda yang baru saja melepaskan helm nya.
"Bang..." Ziva langsung memeluk pemuda itu saat pemuda itu berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
"Lah lo kenapa Zii... Lo gak sekolah?? Tanya pemuda itu.
"Hmmm..." Ziva hanya bergumam dan menggeleng kan kepala nya.
"Haissshhh yuk masuk!!" Ajak pemuda itu.
Siapa?? Dia adalah Zidan pemilik flow cafe tempat Ziva biasa nya berkerja paruh waktu. Ia begitu terkejut melihat kehandiran Ziva di depan rumah nya apalagi saat Ziva tiba tiba memeluk nya. Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah itu, Ziva langsung duduk di salah satu sofa di ruang tengah. Sedangkan Zidan ke dapur untuk meletakkan barang belanjaan nya, ya dia tadi habis belanja bahan bahan masakan. Detelah selesai mengurus dapur ia segera kembali ke ruang tengah.
"Zii lo...."
Ucapan Zidan berhenti ketika melihat qajah damai Ziva yang sedang tertidur lelap, ia menghela nafas panjang. Ia berjalaan ke arah Ziva dan dengan hati hati menggendong tubuh Ziva. Ia membawa nya ke kamar tamu yang berada tak jauh dari sana. Setelah memastikan Ziva nyaman dalam tidur nya, ia kembali ke ruang tengah kemudian merogoh ponsel nya.
From : me
To. : Mike
Adek lo di rumah gue abis pulang sekolah jemput gih!!
Setelah mengirim pesan itu, Zidan membali ke dapur ia ingin memasak sesuatu, ia tau Ziva sedang dalam keadaan hati yang tak baik saja.Jadi ia akan membuat kan makanan kesukaan Ziva, jadi saat Ziva bangun ia bisa langsung bisa makan. Karna biasa nya Ziva jika sedang sedih ia akan makan untuk menenangkan hati nya.
Sementara di sisi lain, Mike yang menerima pesan dari Zidan pun mengernyitkan dahi nya bingung.
"Ara?? Di rumah bang Zidan?? Kok bisa??" Monog Mike.
Ia pun segera mengirim pesan pada Randi...
From : Me
To. : Randi
Ara gak sekolah??
Ting
From : Randi
To. : Me
Iya gue juga gak tau kayak nya dia ada masalah deh, oh ya gue lupa ada hal yang harus gue diskusiin sama lo!! Pulang sekolah gue ke rumah lo...
From : Me
To : Randi
Oke
__ADS_1
Mike langsung menyimpan ponsel nya kembali, dan mendengarkan penjelasan dari guru nya, yah dia sekarang sedang dalam kelas. Untung guru nya tak terlalu memperhatikan jadi ia bisa bebas menggunakan ponsel nya, namun ia juga tak ingin ketinggalan pelajaran. Sebenarnya ia khawatir dengan keadaan adik kesayangan nya itu, karena tak biasa nya Ziva bolos sekolah seperti ini. Namun ia cukup tenang karena Ziva berada di rumah bang Zidan, setidaknya Ziva aman di sana dan bang Zidan pasti nya akan menjaga Ziva dengan baik.
"Lo sebener nya kenapa Ra??" Batin Mike.