Most Wanted School

Most Wanted School
Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

Setelah selesai makan, Zaki, Reno dan Vito bertugas untuk membersihkan semuah nya. Sedangkan yang lain nya memilih untuk menonton televisi, Ziva yang merasa bosan terus saja merengek meminta untuk keluar pada Randi. Gio dan Gibran yang melihat nya hanya bisa geleng geleng kepala ternyata seorang queen Zii hanya lah gadis biasa. Yang bisa bertingkah ikut dan semenggemaskan ini. Sedangkan Revan hanya terkekeh melihat tingkah manis gadis pujaan hati nya itu. Ia pun beranjak mendekati Ziva yang sedang menopang dagu nya karena dari tadi tak di gubris oleh Randi.


"Emang mau kemana sih??" Tanya Revan yang membuat Ziva menoleh ke arah nya.


"Jalan!!" Seru Ziva antusias.


"Dah malem Zii!!" Ujar Randi yang membuat Ziva kembali mengerucutkan bibir nya.


"Gila nih anak!! Inut nya gak ke tulungan!!" Batin Gibran.


"Duh iman gue, dia udah punya bang Revan!!" Seru Gio dalam hati nya.


"Udah lah Ran!! Lagian baru jan delapan lewat belum malem banget!!" Seru Revan.


"Haisshhhh...." Randi hanya menghela nafas panjang.


"Boleh??" Tanya Ziva dengan puppy eyes nya.


Melihat itu Revan langsung mengusap puncak kepala gadis pujaan hati nya itu, sedangkan Gio dan Gibran mengalihkan pandangan nya ke arah lain karena tak tahan melihat tingkah Ziva.


"Ya Tuhan ujian mu begitu berat!!" Batin Gibran dan Gio.


"Iya...Sana siap siap. Gak mungkin kan lo mau kek gini keluar!!" Seru Revan sembari melihat Ziva dari atas sampai bawah.


"Hehe iya..." Kekeh Ziva.


Ziva pun bergegas berlari ke kamar nya, namun baru di pertengahan tangga ia kembali turun ke bawah.


"Kenapa?? Tanya Revan.


"Gue pake baju apa?? Nih aja kan baju lo!!" Tanya Ziva karena ia memang tak bawa baju ganti.


"Owh iya gue lupa!!" Ujar Randi menepuk dahi nya.


Randi segera beranjak mengambil sebuah tas yang ada di sofa, setelah itu memberikan nya pada Ziva.


"Nih, kiriman bang Mike, baju ganti, seragam plus buku lu!!" Seru Randi.


"Makasih kak!!" Ujar Ziva kemudian kembali berlari menaiki anak tangga.


"Hati hati Zii..." Seru Revan.


Ziva tak memperdulikan perkataan Revan, ia tetap berlari menuju kamar nya untuk berganti pakaian. Setelah kepergian Ziva, Randi menatap Revan dengan tajam.


"Apa??" Tanya Revan.


"Ngapain lu izinin keluar??" Tanya Randi.

__ADS_1


"Lah emang kenapa??" Revan malah balik bertanya.


"Lo gak ngeh apa sana yang gue ceritain tadi!!" Seru Randi geram.


"Wah wah... Kenapa nih?" Tanya Reno yang baru datang dari dapur.


"Gelud!!" Ujar Gio dan Gibran bersamaan .


"Hah??" Bingung Reno, Zaki dan Vito.


"Iya gue tau, tapi lu sendiri kan yang bilang mau ngerubah tujuan Zi..." Seru Revan.


"Ya terus apa hubungan nya sama biarin dia keluar malem kayak gini??" Tanya Randi geram.


"Haiissshh yah buat alihin perhatian nya Ran.... Kalo lo mau ubah tujuan nya ubah dulu cara pikir nya... Tunjukin dunia baru ke dia, dunia yang lebih baik dari nales dendam!!" Jelas Revan yang membuat Randi tertegun.


"Ran, gue tau lu khawatir sama kondisi Zi... Apalagi setelah kejadian tadi, tapi kan ada gue, ada lo, dan yang lain... Ada anak anak White Eagle juga yang bakal kawal dari jauh... Sekarang yang harus kita lakuin itu, bikin suasana hati nya Zi stabil dulu..." Jelas Revan.


"Lo bener... Haisshhh gue yang terlalu parno!!" Seru Randi menghela nafas nya.


"Lo gak salah kok!! Sebagai kakak lo pasti khawatir banget sama keselamatan Zi..." Ujar Revan yang membuat Randi tersenyum.


"Emang mau kemana??" Tanya Vito.


"Hmm gak tau sih?? Ada saran??" Tanya Revan.


"Gimana kalo ke cafe nya Farel aja??" Usul Gibran.


"Eh iya!! Dah lama kita gak kumpul di sana!!" Ujar Vito.


"Okelah... Gih siap siap!!" Seru Revan.


"Lah lo gak siap siap??" Tanya Reno.


"Gue mah gampang, entar nunggu Zi kelar!!" Ujar Revan.


Baru di bilang Ziva sudah siap dan berada di hadapan mereka yang membuat semua orang terpana.


"Wih wih, bidadari dari mana nih!!" Goda Randi.


"Dari kayangan turun untuk menyapa..." Ujar Zaki.


"Apaan sih!!" Seru Ziva memalingkan wajah nya.


"Cantik nya kesayangan nya Revan!!" Ujar Revan mengedipkan sebelah mata nya yang membuat ia mendapatkan toyoran dari Randi.


"Bisa nya lu..." Kekeh Randi.

__ADS_1


"Udah ah yuk siap siap!" Seru Revan.


"Tunggu bentar yah Zii.." Seru Revan sembari mengusap kepala Ziva.


"Iya, gak papa, gue juga mau ke dapur dulu!" Ujar Ziva.


"Ke dapur??" Bingung yang lain.


"Ngapain??" Tanya Revan.


"Salad buah nya kan belum di makan!!" Seru Ziva menunjukkan deretan gigi nya.


"Ohhhh.... Di kulkas Zi..." Seru Reno.


"Oke!!" Ujar Ziva kemudian beranjak menuju dapur.


Sedangkan Revan dan yang lain nya menuju kamar masing masing suntuk bersiap, Revan memilih untuk mandi terlebih dahulu. Ia tak berlama lama hanya butuh lima belas menit untuk nya membersihkan diti, ia langsung memakai pakaian nya, tak lupa dengan jaket nya. Lalu ia kembali berjalan ke lemari nya, mengeluarkan sebuah jaket lagi. Tentu saja untuk gadis pujaan hati nya, ia tak ingin gadis nya itu keluar tanpa jaket apalagi waktu malam seperti ini. Setelah siap ia langsung menuruni tangga, di sana sudah ada Ziva dan yang lain nya. Terlihat Ziva masih sibuk dengan salad buah nya, di lihat dari bungkus nya ini adalah bungkus yg ketiga. Ziva memang sangat suka salad buah, apalagi di temani susu strawberry kesukaan nya.


"Heran gua, lu cewek gak sayang badan apa yak... Perasan porsi makan lu banyak amat!!" Ledek Gio.


"Dih, mau gue makan gimana pun berat badan gue slalu teratur yah, anugerah ilahi!!" Seru Ziva dengan santai nya yang membuat yang lain nya terkekeh.


"Lama amat bang??" Tanya Zaki pada Revan.


"Mandi dulu getah!!" Seru Revan.


"Ya udah yukk!!" Ujar Gibran.


"Bentar yang mau jalan masuh makan!!" Sahut Revan.


"Lah iyah!!" Seru Gibran menggaruk tengkuk nya.


"Hmmm bentar..." Ujar Ziva di sela makan nya.


"Makan dulu Zii...." Ujar Randi yang membuat Ziva tersenyum.


Setelah selesai Ziva makan mereka pun beranjak ke luar base camp, tak lupa Gibran mengunci pintu karna tak ada orang di base camp. Dengan segera mereka melajukan motor nya dengan kecepatan sedang, Revan memimpin jalan yang di kawal olah yang lain nya.


"Mau kemana??" Tanya Ziva sembari mengeratkan pelukan nya karena dingin yang menerpa tubub nya.


"Cafe Farel!! Dingin??" Tanya Revan.


"Hmmm... " Gumam Ziva.


Revan pun mengamit tangan Ziva dan memasukan nya ke dalam saku jaket nya.


"Biar gak dingin..." Seru Revan sembari tersenyum.

__ADS_1


"Kesempatan dalam kesempitan!!" Ketus Ziva tapi tak menolak perlakuan Revan.


__ADS_2