
Di sisi lain Ziva, Revan dan kawan kawan sudah sampai di sekolah mereka namun Ziva berpisah dengan Revan karena ingin menemui Bu Sarah di kantor. Revan pun dengan segera melangkahkan kaki nya di menuju kelas. Namun di tengah jalan di berpapasan dengan Syila, ia ingin cepat menghindar namun Syila dengan sigap menghalangi langkah Revan.
"Mau lo apaan sih??" Tanya Revan dengan nada dingin nya.
"Gu.. Gue ada yang... Ada yang mau gue omongin sama lo..." Gugup Syila melihat wajah datar Revan, yang slama ini ia lihat adalah sosok Revan yang lembut pada nya.
"Gak ada waktu.." Ujar Revan yang berniat pergi.
"Please!! Bentar aja... Gue janji abis ini gak bakalan ganggu lo lagi!!" Mohon Syila.
"Udah, sana Van!! Lagian kan emang lo yang mulai!!" Bisik Randi yang meminta agar Revan menyelesaikan tentang diri nya dan Syila.
Randi?? Ya tadi mereka berpapasan saat di parkiran jadi mereka langsung berjalan bersama. Yah walaupun mereka tak pernah pacaran namun Revan memang sedari dulu mendekati Syila dan sudah saat nya Revan mengklarifikasi semua nya. Agar semua nya clear, dan tak menjadi kesalahpahaman lagi.
"Oke!!" Seru Revan.
"Yuk!!" Ujar Syila antusias sembari menarik tangan Revan namun langsung di hempaskan oleh Revan.
"Gue bisa jalan sendiri" Seru Revan kemudian berjalan mendahului Syila.
Syila dengan cepat mengikuti Revan, sekarang ia berjalan mendahului Revan untuk membawa nya ke suatu tempat. Syila membawa Revan menuju ke halaman belakang sekolah, di sana tempat yang jarang di datangi seseorang.
"Mau ngomong apa??" Tanya Revan to the point.
"Apa lo bener bener udah gak ada perasaan lagi sama gue??" Tanya Syila dengan tatapan sendu.
"Haissshh..." Revan menghela nafas panjang, yah ini memang juga salah nya yang bersikap seolah mengejar Syila tanpa memastikan terlebih dahulu hati nya.
"Sorry Syil... Sebenernya gue itu suka sama lo karna kagum bukan perasaan suka antara lawan jenis... Sorry, gue emang salah udah kasih lo harapan tanpa mastiin dulu perasaan gue..." Jelas Revan.
"Lo bener bener tega Van... Lo mainin perasaan gue..." Ujar Syila yang sudah berlinang air mata yang membuat Revan serba salah.
"Yah gue tau, tapi bukan nya lo juga kan masih ada perasaan sama Bagas..." Ujar Revan.
"Iya itu dulu, sebelum gue sadar kalo lo yang ada buat gue... Giliran gue udah nyaman sana lo,o pergi gitu aja sama si Ziva itu!!" Teriak Syila melampiaskan amarah nya.
"Lo terang terangan jalan sama dia, bahkan lo permaluin gue di depan anak anak yang lain!! Lo gak mikirin perasaan gue Van" Ujar Syila.
"Yah itu karna salah lo sendiri!! Lo udah tau perasaan gue sama Zii... Seharus nya lo sadar!#" Seru Revan tak mau kalah.
"Dia udah rebut lo dari gue...." Lirih Syila.
"Dia gak pernah rebut gue dari siapa pun, karna cinta pertama gue itu dia..." Ujar Revan yang membuat Syila membelalakan mata nya.
"Jadi gue apa??" Tanya Syila.
__ADS_1
"Udah gue bilang gue tuh cuma kagum sama lo..." Tandas Revan.
"Gue harap lo ngerti, dan tolong jangan bikin masalah lagi sama Zii.... Setidak nya gue gak bakal benci sama lo" Seru Revan.
"Hiksss oke... Fine... Kalo emang gitu keadaan nya... Gue bakal coba terima..." Ujar Syila sembari menangis.
"Syil..." Panggil Revan.
"Lo jahat Van hiks..." Syila menangkup wajah nya.
Revan pun menjadi bingung harus apa, namun tiba tiba Syila langsung memeluk Revan sehingga mebuat Revan terkejut bukan kepalang. Revan tak menyangka kalau ada sepasang mata yang memandang nya penuh arti dari kejauhan. Itu adalah Ziva yang tak sengaja lewat saat mau ke arah gudang karena tadi ada siswi yang meminta bantuan nya.
Flashback on
Saat Ziva selesai dari bertemu Bu Sarah, ia tiba tiba melihat seorang siswi yang sedang duduk sembari memegang kaki nya. Ia pun langsung menghampiri siswi tersebut.
"Lo gak papa??" Tanya Ziva.
"Eh, gak papa kok... Cuma tadi gue ke sandung kayak nya ke kilir deh!!" Seru siswi itu.
"Ya ampun, ya udah yuk gue bantuin ke uks!#" tawar Ziva.
"Eh, gak usah... Tapi kalo lo mau banyuin gue, tolong donk bawain ini ke gudang deket halaman belakang!!" Seru Siswi itu sembari menunjuk kardus di samping nya.
"Ah... Ya udah tapi... Eh bentar!! Sini dulu!!" Panggil Ziva pada seorang siswi yang kebetulan lewat.
"Ohhh, oke..." ujar siswi itu.
"Thanks yah..." siswi itu langsung berenjak dari sana di bantu oleh siswi yang baru datang tadi.
"Haissshhhh kerjaan lagi deh... Mana jauh lagi tuh gudang..." Ujar Ziva menghela nafas panjang.
Ziva pun segera membawa kardus itu ke arah gudang yang di minta oleh siswi tadi namun siapa sangka saat melewati halaman belakang justru pemandangan di depan nya sungguh membuat nya terkejut. Ia melihat Revan sedang berpelukan dengan Syila, bahkan Revan hanya diam saja, mendadak dada Ziva menjadi sesak. Ada sesuatu yang ia rasakan, rasa sakit yang begitu menusuk.
"Heh?? Lo bilang sayang sama gue tapi sekarang apa?? Lo sama Syila!!" Ujar Ziva.
"Kenapa sakit banget sih??" Monolog Ziva sembari menahan sesak di dada nya.
Ziva langsung beranjak pergi dari sana, hal itu di tangkap oleh Syila, ia langsung memasang smirk nya. beberapa saat Revan terdiam, namun dengan segera ia melepaskan diri dari Syila.
"Apaan sih lo Syil!!" Seru Revan mulai menjauh dari Syila.
"So... Sorry Van... Gue reflek...." Ujar Syila.
"Serah lah, tapi mulai sekarang semua nya udah clear... Gue harap lo gak ganggu gue atau pun Zii lagi!!" Seru Revan.
__ADS_1
"Iya gue tau, gue gak bakal ganggu lo lagi..." Ujar Syila menunduk.
Revan pun segera pergi dari sana sedangkan Syila tersenyum dengan penuh kemenangan, kalo gue gak bisa milikin lo jangan harap orang lain bisa. Tak lama datang lah dua orang siswi tadi menghampiri Syila.
"Nih..." Seru Syila mebari menyerahkan beberapa lembar uang pada siswi tersebut.
"Thanks.." Ujar siswi tersebut.
"Udah sana jangan sampe ada orang yang liat kita!!" Titah Syila.
Yah Ini semua hanya lah akal akalan Syila, yang ingin menjauh kan Ziva dari Revan.
"Sekarang lo pasti mikir Revan masih ada perasaan kan sama gue!!" Ujar Syila menarik senyum licik nya.
Ia pun segera beranjak dari sana untuk pergi ke kelas nya, ke adaan sekolah nya masih cukup sepi karena memang masih cukup lama waktu jam pelajaran di mulai. Sementara di sisi lain terlihat Revan dengan langkah pasti berjalan memasuki kelas. Ia langsung menghampiri sang pujaan hati, ia menarik kursi dan duduk di samping Ziva. Namun Ziva hanya diam sembari membaca buku nya, hal ini membuat Revan mengernyitkan dahi nya.
"Heii" sapa Revan namun Ziva hanya diam.
"Zi, lo kenapa??" Tanya Revan yang bingung dengan tingkah Ziva padahal tadi masih baik vaik saja.
"Gak papa!!" Seru Ziva.
"Sil, kantin yuk!!" Ajak Ziva pada Sisil.
"Hah?? Oh oke!!" Ujar Sisil yang sebenarnya bingung sedari masuk kas tadi Ziva kelihatan murung dan sekarang dia seperti nya sedang menjauhi Revan.
"Zii.... Tunggu!!" Seru Revan sembari menggenggam tangan Ziva namun seketika di hempaskan oleh Ziva.
"Zii... Lo kenapa??" Tanya Revan bingung dengan sikap Ziva.
"Gak, gue cuma mau ke kantin!! Yuk Sil!!" Ziva langsung menarik tangan Sisil.
"Eh... Eh...." Sisil yang langsung di tarik pun terkejut
Setelah kepergian Ziva dan Sisil, Reno dan Randi mendekat ke arah Revan.
",Lo berantem sama Ziva??" Tanya Reno.
"Gue juga kagak ngerti, kenapa dia tiba tiba gutu padahal tadi masih baik baik aja kan!! Lo tadi juga liat kan pas di parkiran!" Seru Revan menatap Randi.
"Iya sih!! Tapi kenapa kayak nya Ara marah banget sama lo??" Tanya Randi.
"Gue juga gak ngerti Ran!! Perasaan gue gak bikin salah!!" Bingung Revan.
"Yakin??" Selidik Randi.
__ADS_1
"Beneran sumpah!!" Tandas Revan.
"Terus napa tuh anak gitu?? Ara gak mungkin marah tanpa ada alasan Van!! Gue tau banget sifat nya Ara!!" Ujar Randi.