
Revan memberhentikan mobil nya di depan sebuah vila yang terbilang minimalis tapi sangat nyaman. Ia melirik ke arah sebelah nya, terlihat Ziva masih nyaman dalam tidur nya. Revan menyunggingkan senyum nya sembari menumpu dagu dengan tangan menghadap ke arah Ziva.
"Lo cantik banget sih Zi!!" Gumam Revan.
Revan berniat untuk membangunkan Ziva namun ketika melihat wajah damai nya, Revan pun menjadi tak tega. Sehingga ia memutuskan untuk keluar dari mobil dan berjalan ke sisi mobil yang satu nya. Ia membuka perlahan pintu mobil itu agar tak membangunkan sang pujaan hati. Dengan perlahan ia menggendong Ziva ala bridal style.
Ia segera melangkah memasuki vila, di depan vila sudah ada seorang pria paruh baya yang menunggu. Pria paruh baya itu segera membukakan pintu untuk majikan nya. Ya pria itu adalah penjaga vila yang bernama Pak Kasno. Pak Kasno mengikuti langkah majikan nya itu sampai ke salah satu kamar di lantai dua. Ia pun dengan segera membantu membukakan pintu untuk majikan nya itu.
Revan dengan segera masuk ke dalam kamar dan membaringkan Ziva di kasur dengan perlahan. Revan tersenyum melihat wajah Ziva yang begitu damai dalam tidur nya. Ia segera menarik selimut menutupi tubuh Ziva tak lupa ia mengatur suhu ruangan untuk Ziva.
Setelah selesai ia beranjak keluar kamar, di ikuti oleh Pak Kasno. Revan menutup pintu kamar Ziva dengan perlahan.
"Ada yang bisa saya bantu lagi den??" Tanya Pak Kasno.
"Ada barang sama beberapa makanan di dalem mobil, bapak bawa masuk ke dalem... Terus panasin, ntar Revan turun ke bawah!!" Ujar Revan sembari membuka pintu kamar di sebelah kamar Ziva tadi.
"baik den, kalo gitu bapak permisi!!" Seru Pak Kasno sembari berjalan menuju ke lantai satu.
Revan pun memasuki kamar nya tak lupa ia menutup pintu nya. Ia segera melepas almamater nya dan menaruh nya di sofa. Kemudian ia bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Jujur saja tubuh nya begitu lengket karna sudah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Namun belum sampai satu menit, ia kembali keluar dari kamar mandi. Ia berjalan keluar kamar dan kembali ke kamar Ziva.
Sampai di sana, ia segera menghampiri Ziva dan perlahan menyibakkan selimut nya. Dengan perlahan ia melepaskan sepatu dan juga kaos kaki Ziva. Ya ia tak jadi mandi ketika mengingat ia tadi meletakan Ziva di kasur tanpa melepaskan sepatu Ziva. Ia pikir itu akan membuat Ziva tak nyaman tidur dengan menggunakan sepatu. Ulu ulu lluuuhh meleleh nih author nya 🤣🤣
__ADS_1
Sweet banget dah😅🤣🤣
Setelah selesai, ia kembali menyelimuti Ziva kemudian berjalan ke luar kamar. Ia kembali lagi ke kamar nya dan bergegas menuju kamar mandi. Skip yahhh gitu 😅😅
Oke lanjut, setelah selesai mandi Revan segera mengganti pakaian nya. Ia memakai kaos oblong lengan pendek berwarna putih dan juga celana pendek berwana hitam. Ia mengambil hair dryer di meja dan mulai mengeringkan rambut nya. Setelah selesai ia keluar kamar menuju ke kamar Ziva. Ia hanya mengintip ke dalam dari pintu hanya untuk memastikan bahwa pujaan hati nya itu masih tidur.
Revan menutup kembali pintu kaaamar itu dan bergegas berjalan menuju dapur. Sesampai nya di dapur terlihat Pak Kasno sedang menata makanan di atas meja.
"Makanan nya udah di panasin den!!" Ujar Pak Kasno.
Revan pun segera duduk di meja makan.
"Yuk, makan bareng pak!!" Ajak Revan.
"duduk pak, makan!!" Seru Revan memotong ucapan Pak Kasno.
Pak Kasno pun dengan ragu duduk di hadapan majikan nya itu.
"Yuk makan!!" Ujar Revan.
Dan akhir nya Revan makan bersama Pak Kasno dengan tenang. Setelah selesai makan, Revan melirik jam rupa nya sudah senja. Revan menyiapkan nasi dan lauk dan ia taruh di atas nampan. Pak Kasno yang melihat itu pun berusaha membantu. Namun di tolak oleh Revan, ia ingin melakukan nya sendiri.
__ADS_1
Pak Kasno tersenyum melihat tingkah majikan nya itu. Sudah lama sekali majikan nya itu tak datang kemari. Ini adalah tempat favorit Revan dan saudara kembarnya Devan. Tak ada yang tau mengenai vila ini kecuali Revan, Devan dan kakek mereka. Bahkan Papa dan mama Revan pun tak mengetahui soal vila ini.
Pak Kasno adalah pelayan sekaligus penjaga vila ini yang di percaya oleh kakek nya Revan. Selama ini belum ada yang pernah ke sini kecuali Revan, Devan dan kakek nya. Awal nya Pak Kasno kaget melihat mobil majikan nya terparkir di depan vila. Namun yang lebih mengagetkan lagi ketika majikan nya itu menggendong seorang gadis memasuki vila.
Dan lagi kamar yang di tempati Ziva adalah kamar dari Devan. Setelah kepergian Devan, kamar itu tertutup rapat tak ada yang boleh memasuki nya selain Revan sendiri. Bahkan kakek nya pun tak di izinkan, yang lebih lagi Revan sengaja datang seminggu sekali hanya untuk membersihkan kamar itu. Pak Kasno sama sekali tak di izinkan masuk ke kamar itu meski pun untuk membersihkan nya sekalipun. Tapi ini, bahkan Revan menidurkan gadis itu di kamar yang tak boleh di masuki orang lain.
"Siapa gadis itu?? Seperti nya dia sangat spesial di hati den Revan!!" Batin Pak Kasno.
"Tapi saya bersyukur masih bisa melihat senyuman itu" Ucap Pak Kasno dalam hati.
Ya semenjak insiden Devan, Pak Kasno tak pernah lagi melihat senyuman Revan. Ia lebih banyak diam bahkan sangat kelihatan aura dingin nya. Saat di vila ini pun Revan lebih banyak diam, dan baru kali ini setelah sekian lama Revan menegur nya dan mengajak nya untuk makan bersama. Sebenarnya ini bukan kali pertama Pak Kasno makan bersama Revan, namun terakhir kali adalah saat Devan masih hidup.
"Sisa nya di simpen aja pak, ntar tinggal di panasin!!" Seru Revan sembari membawa makanan itu.
"Mau di buatin jus den??" Tanya Pak Kasno.
"Ah iya pak, boleh tuh!! Nanti bawa ke atas ya!!" Seru Revan kemudian beranjak dari sana.
Pak Kasno menatap Revan dengan penuh perasaan. Ia sangat senang kini majikan nya itu mempunyai semangat lagi. Ia segera membereskan meja makan, kemudian langsung membuatkan jus mangga. Ia membuat jus seteko karna setau nya dulu Revan sangat menyukai jus mangga. Bahkan ia sampai bisa menghabiskan beberapa gelas.
"Seperti nya gadis itu membawa pengaruh positif buat den Revan!!" Ujar Pak Kasno.
__ADS_1
"Semoga gusti!! Saya gak mau liat den Revan terus terpuruk karna kehilangan den Devan!! Semoga gadis itu bisa membawa kebahagiaan buat den Revan!!" Gumam Pak Kasno.