Most Wanted School

Most Wanted School
Rival


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Ziva mematikan telpon nya, lalu Revan dengan santai nya berjalan ke arah Ziva seolah ia tak melihat dan mendengar apa-apa.


"Zi, nih obat Lo!! Minum gih!! Abis itu kita jalan jalan!!" Seru Revan dengan segera Ziva menyambar obat itu dan langsung meminum nya.


"Hmmm, kemana??" Tanya Ziva penasaran.


"Pertunjukan nya Alexa"


Deg


"Alexa? Kayak pernah denger deh??"


"Hmm, pertunjukan apa??" Tanya Ziva semakin penasaran.


"Balet, dia dulu juga anggota White Eagle jadi gue sama anak anak yang lain rencana nya mau nonton pertunjukan nya." Jelas Revan.


"Alexa? Balet? White Eagle? Reno???" Batin Ziva yang mulai menyusun teka teki.


"Jangan jangan cewek yang di suka sama Reno" Batin Ziva miris.


"Zi, hello, Zi!!" Beberapa kali Revan memanggil Ziva namun tak di dengar nya.


"Zi..." Revan menepuk bahu Ziva.


"Eh, iya kenapa??" Tanya Ziva linglung.


"Lo mau ikut gak??" Tanya Revan..


"Hmm ikut deh, lagi pula gue gak ada kerjaan juga" Seru Ziva.


"Gue jadi penasaran gimana sih penampilan si Alexa itu.


"Ya udah Lo siap siap gih, gue juga mau ganti baju" Revan beranjak ke kamar untuk berganti pakaian.


"Duh, kenapa deg degan gini sih, ya kali gue kek gini ketemu sama rival gue!!" Lirih Ziva menilai penampilan nya sendiri.


Tapi apa boleh buat Ziva tak ingin rencana nya gagal jadi untuk sementara ia hanya bisa mengikuti arah angin takdir saja. Ia pun ke kamar nya dan segera berganti baju, ia menggunakan sweater pink di padukan dengan jeans pendek. Jangan lupa rambut kepang satu nya yang membuat cute penampilan nya. Namun itu sebelum ia memakai lotion dan make untuk mengubah penampilan nya. Dan di tambah lagi kacamata yang kebesaran yang membuat ia semakin aneh.


Padahal jika di lihat dari stylish nya itu sangat estetika namun sayang wajah nya tak memungkinkan, ya setidaknya bagi yang tidak tahu. Setelah selesai ia langsung keluar, dan sesuai dugaan nya Revan sudah menunggu nya di ruang tamu. Revan segera menarik tangan Ziva lalu keluar rumah. Tak lupa ia mengunci pintu nya, dan meletakkan kunci di tempat yang sudah di beritahukan oleh Tasya.

__ADS_1


Revan segera menarik Ziva ke arah motor kesayangan nya. Dan melaju dengan kecepatan sedang, ia sangat suka menghabiskan waktu dengan Ziva. Walaupun itu hanya sementara karena ia tau sudah ada pemilik hati nya. Aiisshh mengingat nya membuat Revan sangat sakit hati.


"Zi, andai gue yang lebih dulu hadir, apa Lo bakal Nerima gue??" Batin Revan.


"Duh, canggung banget sumpah!! Mau ngomong gak berani!! Dah baru kali ini gue grogi di hadapan orang!!" Batin Ziva merutuki diri nya sendiri.


Tak lama mereka sampai di tempat pertunjukan, namun karena kebelet Ziva permisi ke toilet sebentar. Sedangkan Revan langsung di sambut oleh teman teman anggota White Eagle.


"Duh,, pake acara kebelet segala!! Dah mulai belum ya??" Ziva berjalan menuju tempat pertunjukan.


Namun di tengah jalan ia mendengar suatu kebisingan yang membuat jiwa kepo nya meronta ronta. Ziva mengintip di balik dinding menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi.


Deg


Jantung nya seakan berhenti ketika melihat Reno sedang bersama seorang gadis cantik yang memakai gaun balerina.


"Dia Alexa??" Lirih Ziva.


"Hahaha pantes pantes gak di lirik gue, orang nya aja secantik dan se imut itu" Batin Ziva miris.


"Apa bener kita gak bisa Al?? Tanya Reno.


"Kenapa?? Apa kurang nya gue An?? Gue sayang sama Lo, Gue cinta sama Lo Al!" Pernyataan Reno membuat Ziva tersenyum miring namun ia masih belum ingin beranjak dari sana.


"Maaf, Ren" Lirih Alexa.


"Oke fine!! Kayak nya percuma gue nunggu Lo, percuma gue sayang sama Lo, gue nyerah Al" Seru Reno menitikan air mata.


Deg


Jantung Alex berhenti berdetak, sungguh bukan ini yang ia mau. Jujur dalam hati nya juga menyimpan rasa yang sama untuk Reno. Namun ia juga tak bisa melepaskan mimpi nya ini hanya karena perasaan nya. Ia benar benar dilema dan tak tahu harus memilih apa. Dan tanpa pikir panjang lagi, Alexa berjinjit menarik tengkuk Reno.


Cup


Reno membulat kan mata mendapat ciuman mendadak dari Alexa. Namun hati nya berbunga bunga, ia pun menyambut ciuman itu. Ia menarik pinggang Alexa untuk lebih dekat dengan nya.


Sementara Ziva, dada nya begitu sesak melihat apa yang terjadi di hadapan nya. Namun tiba tiba mata nya di tutup dari belakang. Segera ia di tarik ke dalam pelukan seseorang, air mata nya pun luruh.


"Cengeng Lo!!"

__ADS_1


Deg


"Suara ini??" Batin Ziva lalu mendongak.


"Re... Revan??" Ziva tercengang melihat Revan yang memeluk nya.


"Sssttt, gue di sini" Revan memeluk Ziva dengan lembut kemudian mengusap rambut Ziva.


Entah mengapa hal itu membuat Ziva jauh lebih tenang, dan rasa sesak di dada nya pun berangsur membaik. Setelah merasa Ziva membaik Revan menarik tangan nya menjauh dari sana. Ia membawa Ziva ke kolam ikan yang ada di belakang halaman Gedung pertunjukan itu.


"Wahhh" Ziva berdecak kagum melihat pemandangan yang di suguhkan di sana.


"Gimana??" Tanya Revan..


"Indah banget!!" Seru Ziva.


"Yuk duduk di sana!!" Ajak Revan menuju pinggiran kolam itu.


"Mau coba kasih??" Tanya Revan menyerahkan sekantung kecil makanan ikan.


Ziva menyambut nya dengan riang, warna warni ikan yang berenang itu benar benar memikat hati nya. Segera ia melempar segenggam makanan ikan, dalam sekejap ikan ikan itu berkumpul. Membuat tampilan yang sangat estetika menurut nya.


"Waahhhh cantik nya!!" Ziva sangat antusias namun di mata Revan ia melihat gadis yang begitu menggemaskan.


"Van, liat deh ada yang warna corak nya biru!" Tunjuk Ziva.


"Suka??" Tanya Revan.


"I like it" Seru Ziva dengan mata berbinar.


Revan benar benar bahagia hanya karena melihat senyuman itu. Namun hati nya masih miris ketika mengingat ekspresi wajah Ziva ketika melihat Reno dan Alexa.


"Apa Ziva suka sama Reno?? Tapi Nathan??" Banyak pertanyaan yang tak bisa ia utarakan.


Ziva terus saja bermain dengan melempar ikan ikan itu makanan nya. Ia sangat suka melihat ikan ikan itu berenang ke sana kemari. Ziva adalah salah satu pengagum keindahan ya bisa di bilang salah satu impian nya adalah desainer. Ia sangat ingin masuk ke dunia seni lewat Desain. Meskipun kemampuan nya saat ini sungguh masih jauh dari standar.


Sedangkan Revan masih sibuk sendiri dengan hal hal yang berkecamuk di dalam hatinya.


"Sebenernya rival gue itu siapa??"

__ADS_1


__ADS_2