Most Wanted School

Most Wanted School
Moment Ketika Bersama


__ADS_3

Waktu pun berlalu begitu saja, tepat ketika pulang sekolah Mike menelpon Revan.


Tringgg


Ponsel Revan berbunyi tepat setelah ia sampai di parkiran. Melihat nama Mike tertera di sana, Revan segera mengangkat nya.


"Halo bang!!" Ujar Revan.


"Lo di mana??" Tanya Mike tanpa basa basi.


"Gue di parkiran baru aja mau balik sama Ziva and anak anak yang lain!!" Seru Revan.


"Hmm Lo jangan bawa Zi ke base camp ntar!!" Seru Mike.


"Hah?? Kenapa bang??" Tanya Revan penasaran.


"Hmm panjang cerita nya... Pokok nya Lo bawa Ziva pergi, kalo bisa ke tempat yang orang gak tau!! Sejauh mungkin lebih baik!!" Jelas Mike yang membuat Revan terdiam sejenak.


"Gue sih gak masalah bang, tapi kenapa Lo tiba tiba nyuruh gue kayak gini??" Tanya Revan memastikan.


"Gue punya rencana buat nyelesain masalah ini!! Tapi gue gak bisa libatin Ziva karna ini terlalu beresiko buat dia!! Pokok nya Lo bawa dia, jangan balik sebelum ada kabar dari gue!!" Jelas Mike yang membuat Revan melirik ke arah Ziva.


Yang di lirik pun menatap Revan dengan raut wajah bingung. Ziva memberikan isyarat mata untuk menanyakan ada apa pada Revan. Revan yang mengerti pun menggeleng gelengkan kepala, sembari menggenggam tangan Ziva.


"Oke bang, kalo Lo butuh bantuan Lo bilang aja!!" Seru Revan.


"Ah iya!! Sebenernya gue butuh bantuan dari anak anak White Eagle!!" Seru Mike yang membuat Revan menaikan sebelah alis nya.


"Anak anak White Eagle??" Ulang Revan memastikan.


"Yaps, gue butuh beberapa orang yang kenal dan hafal daerah sekitar jalan XXX!!" Seru Mike yang membuat Revan mengalihkan pandangan nya pada anggota White Eagle lain nya.


"Oke bentar bang!!" Ujar Revan.


"Di antara kalian ada yang hafal sama daerah sekitar jalan XXX gak??" Tanya Revan.


"Hmm itu bukan nya wilayah nya Bang Zack ya!!" Ujar Gio sembari menoleh ke arah Vito.


"Bang Zack??" Ulang Revan.


"Iya Van, ada cabang White Eagle yang bergerak di otomotif di sana!! Bang Zack yang bertugas ngawasin daerah di sana!! Termasuk gue, Vano, Gibran sama beberapa anak anak yang lain!!" Jelas Vito.


"Oke kalo gitu, karna Vito gak bisa dia ada latih tanding sama FAG School jadi Bran, gue minta sama Lo balik ke base bilang ke Bang Zack suruh Dateng ke lokasi yang gue bilang!! Ntar gue sharelok, bawa anak anak yang lain yang tau persis kondisi dan situasi di jalan XXX!!" Perintah Revan yang langsung di angguki oleh Gibran.


"Oke bang!!" Seru Gibran.


"Halo bang!!"


"Ya" Sahut Mike.


"Lo tinggal sharelok aja tempat kumpul nya, bang!!" Seru Revan.


"Oke thanks Van!!" Ujar Mike.

__ADS_1


"No problem bang!! Pokok nya kalo Lo butuh apa apa bilang aja!! Gue sama anak anak White Eagle pasti bantu kok!!" Seru Revan.


"Oke, gue seneng adek gue di tangan orang yang tepat!!" Seru Mike yang membuat Revan tersenyum sembari melirik ke arah Ziva.


"Udah dulu, gue masih ada urusan!! Gue kirim alamat nya, ntar tinggal orang nya langsung Lo suruh ke sana!!" Seru Mike.


"Oke bang" Sahut Revan.


Mike pun memutuskan sambungan telpon itu, yang membuat Ziva menatap Revan dengan penuh arti.


"Kenapa??" Tanya Revan.


"Kak Mike kenapa??" Tanya Ziva balik.


"Dia gak papa Zi, cuma dia bilang dia ada rencana yang butuhin anak anak White Eagle!!" Jelas Revan.


"Rencana apa??" Tanya Ziva penasaran.


"Ya gue gak tau pasti sih!! Tapi Lo tenang aja, bang Mike kayak nya bisa ngatasin nya!!" Seru Revan berusaha menenangkan Ziva, karena terlihat sekali wajah Ziva yang terlihat cemas.


Ting


From : Bang Mike


To. : Me


share location


"Oke dah gue kirim ya, Lo tinggal ke sana aja ntar!!" Seru Revan pada Gibran.


"Oke bang!!"


Mereka pun mulai bubar ke tujuan masing masing. Begitu pula dengan Revan dan Ziva. Revan sedang mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Sampai di persimpangan jalan ia memilih jalur sebelah kiri, yang seharusnya ia mengambil jalur kanan untuk kembali ke base camp.


"Lho kok jalan ini?? Kita mau kemana??" Tanya Ziva menatap ke arah Revan.


"Lo tenang aja Zi, gue gak bakal nyulik Lo kok!!" Kekeh Revan.


plak


"dih!! Di tanyain serius juga!!" Ziva menggeplak tangan Revan karena sebal.


"Iya ini juga aku serius sayang!!" Sahut Revan dengan nada menggoda.


"Isshhh, apaan sih Lo!!" Ziva memalingkan wajah nya karna salah tingkah.


"hahahaha ummm lucu banget sih kesayangan nya Revan!!" Tawa Revan.


"AU ah!!" Ziva mengerucut kan bibir nya.


"Ulu ulu Lulu... Ngambek nih ye!!" Revan semakin gencar menggodai Ziva.


"ihhhh Van, gue serius!!" Rengek Ziva yang tahan karena wajah nya sudah sangat panas di goda oleh Revan.

__ADS_1


"Hehe iya iya, gue mau bawa Lo ke suatu tempat!! Kan tadi gue dah bilang!!" Seru Revan sembari tetap fokus menyetir.


"Ya tapi kemana??" Tanya Ziva.


"Ntar juga Lo tau" Sahut Revan.


"Dih, sok misterius deh!! Awas aja kalo tempat nya jelek!!" Seru Ziva.


Revan sedikit melirik ke arah Ziva, ia terkikik melihat ekspresi wajah Ziva. Namun detik kemudian ia kembali fokus pada jalan di depan nya. Sekitar dua puluh menitan mereka sudah berkendara. Namun belum ada tanda tanda sampai ke tujuan, malah ini sudah hampir di pinggir kota. Ziva mengernyitkan dahi nya, berpikir kemana Revan akan membawa nya.


"Kita mau kemana sih??" Tanya Ziva yang benar benar sudah sangat penasaran.


"ada deh!!" Seru Revan yang membuat Ziva kembali mendengus kesal.


"Bisa gak sih jawab yang bener!!" Ketus Ziva.


"Lah dari tadi kan dah bener jawab nya sayang!!" Goda Revan, entah mengapa Revan sangat senang menggoda gadis nya yang satu ini.


"Tau ah!!" Ziva mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.


Revan terus saja mengendarai mobil nya, namun ia tiba tiba berhenti di sebuah tempat makan.


"Kita berenti di sini??" Tanya Ziva.


"Makan dulu!! Soal nya kita bakal jalan jauh!! Di depan mungkin gak ada tempat singgah!!" Seru Revan.


"Hah?? Emang kita mau kemana sih??" Tanya Ziva yang semakin penasaran.


"Pokok nya rahasia!! Tapi Lo pasti suka kok!!" Seru Revan.


"Yuk masuk!!" Ajak Revan untuk memasuki restoran itu.


Ziva pun hanya mengikuti langkah Revan, namun sampai di tempat duduk mereka Ziva izin ke toilet. Revan pun memesankan beberapa menu untuk Ziva, ia juga memesan beberapa untuk di bungkus. Sedangkan Ziva sedang berada di toilet, setelah buang air kecil ia mencuci tangan nya di wastafel. Tak lupa pula ia membersihkan wajah nya dengan tisu basah yang slalu ia bawa.


Ia mengeluarkan make up kecil dari tas nya, ia sedikit merapikan riasan nya. Bukan make up yang tebal, hanya sedikit memberikan polesan natural di wajah nya. Ia memang slalu merawat kulit wajah nya, tapi ia tak pernah berlebihan dalam make up. Karna ia tau sebatas mana usia nya sekarang. Lagi pula ia lebih suka make up natural karna itu justru akan menjadikan wajah nya lebih fresh.


Setelah selesai ia pergi menghampiri Revan, terlihat di sana Revan sedang menghubungi seseorang. Namun saat Ziva sampai di sana, Revan sudah mematikan sambungan telpon nya.


"Telpon dari siapa??" Tanya Ziva yang duduk di hadapan Revan.


"Dari anak anak, biasa lah!!" Ujar Revan dengan santai.


"Ohhh" Sahut Ziva.


"Gue kira Lo kenapa kenapa tadi! Lama amat di toilet nya!!" Seru Revan.


"Ya kali, ke toilet aja bisa kenapa kenapa Van!! Ngadi Ngadi Lo!!" Seru Ziva.


"Ya kan kali, Zi!!" Seru Revan sembari mengacak rambut Ziva karena gemas.


"Ihhh rambut gue!!" Gerutu Ziva.


Revan tertawa kecil melihat tingkah menggemaskan dari Ziva. Dalam hati nya ia takkan melupakan moment ink, moment ketika mereka bersama.

__ADS_1


__ADS_2