Most Wanted School

Most Wanted School
Indah


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka pun langsung meninggalkan dapur menuju ruang tengah. Mereka duduk lesehan di depan tv namun sedang tidak menonton tv.


"Sumpah Van, masakan lo enak banget ampe nagih gua!! " Ujar Alqan yang membuat Revan tersenyum bangga.


"Lah lu kan emang hobi makan, jadi apapun yah lu bilang enak!! " Kekeh Ziva.


"Oh jadi maksud nya yang di bilang Alqan itu salah gitu!! Masakan gua kagak enak gitu!! " Seru Revan memasang wajah cemberut.


"Lah eh bukan gitu juga maksud nya!! " Kekeh Ziva.


"Tapi kok gue sependapat yah sama Revan, kek nya lu emang ngomong gitu deh!! " Seru Alqan.


"Iya kan!! " Sambung Revan yang di angguki oleh Alqan.


"Wah kalian berdua yah sekongkol nih mojokin gua... " Kesal Ziva mengerucutkan bibir nya yang membuat Revan dan Alqan salaing lirik, mereka berdua duduk mengapit Ziva yang berada di tengah.


Dengan hitungan ke tiga dalam hati, Revan dan Alqan pun mulai menggelitiki Ziva.


"Hiyaaaa hahhh ahhhhaaaa. Hhaaaaaaa weee weee wee udah kyaaaa.... " Ziva berusaha meloloskan diri dari mereka berdua namun ia sudah lebih dulu di cegat oleh Revan yang memegangi tangan nya begitu pula Alqan.


"Nahhh hayooo cemberut lagi coba ahahahaha.... " Ujar Alqan sembari tertawa karena tertular tawa Ziva.


"Udah hahhahahhhaa ampun hahhhahhhhaa ampun sumpah...... " Ujar Ziva di sela tawa nya.


Revan dan Alqan pun akhir nya melepaskan kembali Ziva. Mereka berguling sambil tertawa lepas, tak terasa seperti semua beban pikiran mereka terangkat begitu saja. Sejenak mereka beristirahat di sana tanpa mengatakan apa apa, hal itu tak luput dari penglihatan Pak Kasno. Pak Kasno hanya teesenyum melihat tingkah ke tiga anak muda itu. Ia begitu bahagia bisa melihat tuan muda nya begitu ceria. Sudah lama sekali sejak kepergian Devan, Revan tak pernah tertawa selepas itu lagi. Pak Kasno hanya berharap hal ini akan membawa dampak positif pada kehidupan tuan muda nya itu. Walaupun ia tau kalau tuan muda nya itu hidup di lingkungan yang penuh pertikaian dan perselisihan. Ia hanya berharap tuan muda nya itu mampu melewati semua nya. Memang naas di umur nya yang masih remaja harus menanggung beban seberat itu.


Pak Kasno pun segera meninggalkan tempat itu, untuk mengurus pekerjaan nya yang lain. sedangkan Ziva ia mulai bangkit dan duduk setelah menenangkan perut nya yang sehabis senam perut tadi. Begitu puj Alqan dan juga Revan, mereka pun ikut duduk di samping Ziva.


"Jalan jalab yuk!! " Seru Ziva pada kedua nya.


"Ayukkk, lagian masih ada tempat yang mau aku tunjukin sama kamu!! " Seru Revan.


"Jjinja?? " Ujar Ziva.


"Jjinja apaan queen?? " Tanya Alqan yang tak mengerti.


"Jjinja itu benarkah, seriuskah, dalam bahasa korea gitu!! " Jelas Ziva.


"Ah elah gua pikir apaan!! Dasar k-popers!! " Kekeh Alqan.


"Biarlah, yang penting gua happy!! "


130.

__ADS_1


Revan dan Alqan terkekeh melihat tingkah menggemaskan Ziva.


"Jadi gak nih jalan nya??" Tanya Ziva.


"Jadi donk!! Dah, mau jalan sekarang??" Tanya Revan.


"Boleh tuh!!" Sahut Ziva dan Alqan serempak.


"Ya udah yuk berangkat!!" Seru Revan sembari bangkit dari duduk nya.


Ziva yang melihat itu pun langsung mengulurkan tangan nya dengan sigap Revan membantu Ziva berdiri. Alqan pun ikut berdiri namun ia teringat cilok dan siomay yang ia beli tadi. Ia pun bergegas mengambil nya, Ziva dan Revan yang melihat Alqan langsung pergi pun menjadi bingung dan saling pandang. Namun beberapa saat kemudian Alqan kembali dengan sebuah plastik di tangan nya.


"Nih!!" Ujar Alqan memberikan plastik itu pada Ziva.


"Apaan nih??" Tanya Ziva sembari mengernyitkan dahi nya.


"Buka dulu!!" Seru Alqan dan Ziva pun membuka nya.


"Wahhhh.... Ini siomay sama cilok!!" Seru Ziva dengan mata berbinar.


"Hah?? Mana? Mana?" Revan pun ikut melihat isi plastik itu.


"Euhhh buat kita nih??" Tanya Revan pada Alqan.


Ziva dan Revan pun ikut mengambil bagian mereka, dan mereka duduk kembali. Mereka memutuskan untuk memakan siomay dan cilok mereka dulu baru habis itu pergi jalan jalan. Selesai makan mereka langsungpergi meninggalkan villa.


"Mau kemana nih??" Tanya Alqan penasaran.


"Yang jelas tempat nya bagus banget!!" Seru Revan.


"Dih, jadi penasaran! Jauh ya??" Tanya Ziva sembari melihat ke sepanjang jalan.


"Gak kok, bentar lagi sampe!!" Sahut Revan yang memimpin jalan.


"Haaahhhh.... Wihhh gila seger banget!!" Seru Alqan sembari menghirup udara segar di sana.


"Gua gak nyangka ada tempat yang kayak gini!!" Lanjut Alqan.


"Lo boleh sering sering ke sini kalo lo mau!!" Seru Revan yang membuat Ziva langsung menoleh ke arah Revan.


"Lho, bukan nya ini tempat pribadi lu, Van??" Tanya Ziva bingung.


"Iya sih!! Tapi setelah kalian dateng kesini, gue rasa lebih seru kalo gue ke sini ada temen nya!!" Seru Revan menampilkan deretan gigi nya.

__ADS_1


"Hmm iya juga sih, kalo di sini sendirian tetep aja boring!!" ,Sahut Alqan.


"Iya kan? Nah bentar lagi nyampe!!" Seru Revan sembari mempercepat langkah nya.


"Wooooaahhhhh..." Takjub Alqan dan Ziva yang melihat pemandangan di hadapan nya.


Di depan sana tetdapat aliran sungai yang begitu jernih, sungai yang di kelilingi bebatuan yang menambah keindahan nya tersendiri. Ziva yang takjub langsung melepaskan sepatu nya dan menggulung celana nya. Ia langsung berlari memasuki air sungai itu.


"Hati hati...." Teriak Revan dan juga Alqan yang khawatir melihat Ziva berlari ke sana padahal bebatuan di sana cukup licin.


Ziva tak menghiraukan teriakan dari kedua pemuda itu, ia langsung bermain air di sana. A begitu takjub melihat aliran sungai yang begitu jernih dan bersih bahkan ia bisa melihat ikan ikan yang berenang ke sana kemari dengan begitu jelas. Arus nya yang tak begitu deras membuat nya mudah untuk menjelajah di sana, ia sangat senang mengganggu ikan ikan di sana.


"Woaaahhhh gila!! Keren banget!!" Teriak Ziva yang membuat Revan dan juga Alqan tak mampu menahan senyum nya.


"Lu adalah ciptaan Tuhan yang paling indah!!" Batin Alqan dan juga Revan.


"Woiii sini!!" Panggil Ziva yang membuat Alqan bergegas menyusul nya.


Sedangkan Revan memilih untuk duduk di salah satu batu besar di pinggir sungai itu, ia hanya memperhatikan kedua sahabat yang sedang asyik bermain air itu. Terkadang ia di buat tertawa melihat kelakuan jahil Alqan yang berhasil membuat Ziva sangat kesal.


"Alqan...." Teriak Ziva saat Alqan mengerjai nya dengan melempar anak katak ke arah nya.


Hal itu membuat Revan dan juga Alqan tertawa lepas melihat Ziva yang bergidik ngeri menatap anak katak itu. Tak menyangka seorang queen Zi, queen nya Warrior takut pada katak kecil. Revan yang tak tahan melihat Alqan dan Ziva bermain, ia pun ikut menyusul masuk ke dalam sungai. Dan jadilah mereka bertiga bermain bersama. Sampai mereka lupa waktu, hari pun semakin senja terlihat dari cahaya matahari yang menjadi orange.


"Eh, dah mau malem nih balik yuk!" Ujar Revan yang sudah duduk di tepian.


"Yuk!" Seru Ziva sembari berjalan mendahului Revan dan Alqan.


"Eh eh tunggu Zi!!" Seru Alqan langsung mengikuti langkah Ziva di ikuti oleh Revan.


Ziva mempercepat langkah nya, hal ini membuat Revan menatap nya heran ia dengan segera mengejar langkah Ziva.


"Are you oke Zi??" Tanya Revan cemas, mendengar pertanyaan Revan, Alqan pun langsung mendekat ke arah Ziva.


"Dingin...." Seru Ziva sembari menunjukkan deretan gigi nya.


Revan pun langsung berjongkok di hadapan Ziva, hal ini membuat Alqan dan Ziva saling berpandangan.


"Naik!!" Seru Revan sembari menepuk punggung nya.


"Hah??" Ziva menatap Revan bingung.


Alqan yang menyadari maksud Revan segera mendorong pelan Ziva ke arah Revan, Revan pun langsung menarik tangan Ziva supaya berpengangan pada bahu nya. Dengan segera Revan menggendong Ziva, yang membuat Ziva tercengang dengan apa yang terjadi. Namun ia tak menolak ia justru menyandarkan kepala nya di punggung Revan, bukan karna apa karena kepala nya kembali sakit. Ya Ziva inging cepat kembali karena kepala nya yang mendadak dakit, ia takut langsung drop dan tak butuh waktu lama mereka pun sampai di villa.

__ADS_1


__ADS_2