
Pagi ini cukup cerah, seperti suasana hati gadis yang sedang bersenandung di dalam kamar nya. Ia sedang menyisir rambut nya, entah mengapa suasana hati nya sangat baik saat ini. Ia terus menatap cermin memperhatikan setiap inci penampilan nya. Ia mengikat rambut nya menjadi satu, dengan pony style. Ia sangat puas dengan penampilan nya hari ini.
Meskipun di hati nya masih mengkhawatirkan kondisi Rega dan juga Alqan. Namun entah kenapa ia memiliki firasat baik untuk hari ini. Ia juga akan berusaha tetap berpikir positif apapun yang terjadi.
Setelah selesai ia langsung membawa tas nya menuju lantai bawah. Ia menuruni satu per satu anak tangga dengan senyum ceria menghiasi wajah nya.
"Pagi Zi!!" Sapa Vito.
"Pagi" Sahut Ziva tersenyum manis.
"Dah, Napa nih anak senyum senyum mulu!! Gak kesambet kan lu Zi??" Tanya Gio.
Plak
"Enak aja!!" Ziva menggeplak lengan Gio.
"Yah abis nya Lo kayak nya lagi seneng banget!!" Seru Gio.
"Iya Zi, cerah banget tuh senyum!!" Ujar Reno.
"Hehe gak papa sih!! Cuma gak tau kenapa gue kayak dapet firasat bagus gitu!!" Kekeh Ziva.
"Lah bagus donk kalo gitu!!" Seruan itu mengagetkan mereka.
Ternyata itu adalah Revan yang baru turun, ia langsung berjalan ke arah Ziva. Dengan lancang nya ia merangkul bahu Ziva dan membawa nya ke meja makan. Sampai di meja makan, ia segera menarik kursi untuk Ziva. Ziva yang di perlakukan bak putri raja pun hanya bisa tersenyum canggung. Pasal nya bukan hanya mereka yang ada di sana, namun ada beberapa anggota White Eagle lain nya.
Seperti nya ini bukan lah hal aneh menurut Revan. Dia dengan enjoy menuangkan nasi goreng ke piring, dan jangan lupa kan telur goreng juga kerupuk nya.
"Nih!!" Seru Revan menaruh piring itu di hadapan Ziva.
"Eheemmm"
"Uhuk eeheemm duh duh duh pagi pagi dah panas!!"
"Cieee so sweet nya!!"
"ehemmnz jangan lupa PJ, PJ...."
"Bener bener nih bang Revan bisa aja!!"
"Lanjutttt bang!!"
Yaah kira kira begitu lah sorak sorai Anggota White Eagle melihat leader nya bertingkah semanis itu pada seorang gadis. Ziva pun menjadi tersipu dan salah tingkah karena menjadi pusat perhatian. Ia langsung menarik tangan Revan untuk duduk di sebelah nya.
"Apaan sih Lo Van?? Gue kan bisa sendiri!!" Seru Ziva malu.
__ADS_1
"Hehe gak papa donk!! Ni nama nya perjuangan Zi!!" Seru Revan sembari mengedipkan sebelah mata nya.
"Udah udah yuk makan!!" Seru Vito menengahi karna ia tak tahan melihat ekspresi Ziva yang sudah merah padam.
Suasana makan pun menjadi sedikit lebih hangat.
"Lo emang spesial Zi!!" Batin Revan.
"Gue baru pertama ngerasain makan bareng sama anak anak yang lain kayak gini... Mungkin sering kita bareng, tapi gak sedekat ini, gak senyaman ini!!" Seru Revan dalam hati nya.
"Eh, tapi Zi, Lo serius mau sekolah??" Tanya Reno yang membuat Revan dan yang lain nya menoleh ke arah Ziva.
"Aiiisshhhh ya gitu!! Gue gak bisa tetep di sini, lagi pula kalo gue gak sekolah nyokap bokap gue pasti curiga!! Gue gak mau bikin mereka khawatir!!" Seru Ziva.
"Tapi Zi, apa gak bahaya kalo Lo keluar, gimana kalo mereka beneran ngincer Lo!!" Seru Revan khawatir.
"Kan ada Lo!!" Tandas Ziva melirik ke arah Revan.
"Ha??" Revan mengernyitkan dahi nya.
"Ya kan ada Lo yang jagain gue, lagi pula tempat yang paling aman adalah tempat yang paling bahaya!! Ya kan??" Ziva mengedipkan sebelah mata nya.
"Ah elah bang, biarin aja si Ziva sekolah!! Lagian kan lu satu kelas jadi Lo bisa ngawasin dia terus!!" Ujar Gio.
"Uhukk uhukk" Ziva tersedak saat minum.
"Zi, are you oke??" Tanya Revan khawatir sembari menyodorkan air minum.
"ehemmnz, gak gak papa kok!!" Seru Ziva.
"Tapi gue rasa gak usah kasih tau Sisil deh!!" Seru Ziva.
"Lah kenapa?? Bukan nya dia sahabat Lo??" Tanya Vito.
"Lo semua pada tau kan, masalah ini bahkan kalian sendiri pun bakal susah buat ngadepin nya apalagi orang biasa kayak Sisil!! Gue cuma gak mau malah dia yang jadi sasaran!!" Jelas Ziva.
"Ah bener yang Lo bilang!!" Seru Vito, mereka tiba tiba tersadar bahwa yang mereka hadapi sekarang adalah anggota mafia.
"Sorry kita gak kepikiran ke sana!!" Seru Reno.
"bukan salah kalian kok, dah yuk berangkat!!" Seru Ziva setelah menyelesaikan makan nya.
"Yuk!!" Sahut Revan.
"Bang Jo, tugas nyuci piring kan??" Tanya Gio.
__ADS_1
"Iya, siap!! Lu pada pergi aja ntar telat sekolah nya!!" Sahut Bang Jo.
Mereka pun bergegas keluar base camp, Revan sengaja menggunakan mobil untuk hari ini.
"Lah gak biasa nya Lo pake mobil!!" Ujar Ziva ketika memasuki mobil Revan.
"Hehe kan Lo lagi sakit, lagi pula lebih aman naik mobil kan!!" Seru Revan.
"Hmm iya juga sih!!" Sahut Ziva
"Tapi kalo Lo mau naik motor biar bisa peluk gue, ayoo!!" Revan mengedipkan sebelah mata nya.
"Dihh, gr!!" Sahut Ziva.
"Hahaha canda by!!" Tawa Revan.
"By??" Bingung Ziva.
"Iya my hubby!!" Goda Revan.
"Dih dih, sumpah alay lu!!" Ziva geli sendiri mendengar kata kata dari Revan
"Hahaha ulu ulu gemes nya!!" Tawa Revan sembari mencubit pipi Ziva.
"Ihhh Van, apaan sih Lo!!" Seru Ziva sembari menyingkirkan tangan Revan dari pipi nya.
"Abis nya Lo lucu banget sih!!" Kekeh Revan.
"Ah udah lah yok jalan!!" Seru Ziva mengalihkan pandangan nya.
"Cieee ada yang malu malu!!" Ledek Revan.
"CK, issshh Van!!" Rengek Ziva karena tak suka di permainkan.
"Hahahaha oke oke oke, kita jalan!!" Revan tertawa senang melihat ekspresi Ziva.
"Ya udah jalan!!" sahut Ziva karna Revan tak kunjung menjalankan mobil nya.
"Iya sayang!!" Goda Revan.
"Sekali lagi Lo bilang gitu, gue penggal tuh lidah!!" Ancam Ziva.
Namun bukan nya takut Revan malah semakin tertawa mendengarnya. Ia benar benar senang menggoda Ziva. Apalagi saat melihat wajah cemberut nya yang menggemaskan itu. ini benar benar menjadi mood booster untuk menjalani hari nya. Dulu setiap hari nya ia isi dengan kekacauan dan pemberontakan. Hidup nya bila di ibaratkan adalah abu abu.
Tapi setelah Ziva datang hidup nya semakin kacau, semakin kacau karena tingkat ke bucinan nya. Semakin kacau karena Ziva slalu menghadirkan suasana dan kondisi tak terduga untuk nya. Ziva membawa cahaya baru di hidup nya dan kembali menghadirkan warna pelangi di hidup nya.
__ADS_1