
Saat sampai di kelas, Ziva langsung di sambut oleh senyum cerah dari Revan. Ziva sedikit salting karena mengingat kejadian semalam. Ia benar benar tak habis pikir, bagaiman ia bisa tertidur. Dan bahkan tak bangun walaupun kakak nya menggendong nya menuju rumah bahkan kamar.
"Duh, apa gue tidur kek mayat yah!!" Batin Ziva mengingat kejadian semalam.
"Hai!!" Sapa Revan yang di balas senyum kaku oleh Ziva.
"Hai!!"
Revan menarik kursi Ziva ke belakang dan mempersilahkan Ziva untuk duduk. Dan hal ini membuat seisi kelas heboh dengan tingkah sweet dari Revan. Mereka tak menyangka sosok Revan yang di kenal urakan dan tegas, bisa luluh. Bahkan bertingkah begitu manis pada seorang gadis.
Belum sempat duduk Ziva sedikit oleng dari posisi nya karena di tabrak dari belakang. Untung saja Reno berada di dekat nya, Reno memegang tangan Ziva agar tak hilang keseimbangan.
"Duh, sorry gak liat!!" Seru Bianca sang pelaku.
"Hai, Van!!" Sapa Syila.
Semua orang di kelas menjadi bising, karena mereka tau trek rekor Revan. Revan selama ini berusaha mendapat perhatian dari Syila, dan sekarang Syila sendiri yang menghampiri Revan.
"Wahh, gue pikir Revan bakal sama Ziva!! Tapi kalo di pikir pikir, Revan kan suka nya sama Syila." Ujar salah seorang siswa.
"Eh, Lo gak denger!! Revan ngunciin Syila sama temen temen nya karna udah gangguin Ziva!!" Seru siswi di sebelah nya.
"Ah, masa!! Berarti Ziva lebih penting donk dari pada Syila!!" Seru siswa yang lain.
"Ya jelas lah, Ziva tuh lebih segala gala nya tau gak!!" Seru siswi itu lagi.
Mendengar percakapan siswa dan siswi di kelas ini membuat Syila kesal. Namun ia tahan, ia berusaha terlihat baik di depan Revan. Syila maju mendekati Revan, sembari membawa kotak makanan yang baru saja ia beli.
Ziva yang melihat itu, entah kenapa hati nya menjadi kesal. Ziva mencoba mengalihkan perhatian nya kearah lain.
"Van, nih tadi gue beli buat Lo... Lo pasti belum sarapan kan!!" Seru Syila sembari menyerahkan kotak makanan yang ia beli pada Revan.
"Sorry Syil gue dah sarapan!!" Tolak Revan dengan tegas yang membuat Ziva tertawa tertahan.
Puufffhhh
Syila menatap tajam Ziva yang sedang menahan tawa dengan menutup mulut nya.
__ADS_1
"Apa Lo?? Revan nolak Syila karna dia udah sarapan!! Kalo belom pasti di terima!!" Seru Bianca yang tak terima.
"Iya, Lo pikir Lo cantik hahh!! Cuma modal selebgram doank, Lo pikir Revan bakal tertarik sama Lo!!" Tambah Stefanie.
Revan yang mendengar ini hendak marah namun di hentikan oleh Randi.
"Hah?? Lo yakin?? Gue rasa dia cuma alesan aja, sebenernya dia gak mau Nerima makanan dari Lo!!" Seru Ziva dengan pandangan meremehkan.
"Yak?!!! Emang kalo Lo yang ngasih bakal di terima gitu maksud Lo!!" Seru Bianca.
"Dah lah Bi, kita pergi aja!!" Seru Syila yang sudah kesal.
"Gak bisa gitu Syil, nih anak songong amat!!" Seru Stefanie.
Ziva menaruh tas nya di meja, ia mengeluarkan kotak bekal dari tas nya. Ya Ziva sengaja memasak nasi goreng spesial untuk ia berikan pada Revan. Sebagai ucapan terima kasih untuk kemarin malam. Ziva berjalan ke arah Revan, dan ini menjadi tontonan yang mendebarkan bagi seisi kelas.
"Van, gue tadi masak buat Lo!! Yahh tapi kalo Lo udah sarapan dan gak mau terima juga gak papa sih!! Gue cuma mau bilang makasih buat semalem!!" Seru Ziva menyerahkan kotak bekal nya pada Revan.
Tanpa berpikir panjang, Revan segera menerima bekal itu dari Ziva. Hal itu membuat seisi kelas tercengang tanpa terkecuali Syila dan teman teman nya.
"Lah kok Lo terima sih Van, bukan nya Lo bilang dah sarapan!!" Seru Bianca tak percaya.
Wajah Syila pun berubah menjadi merah padam karena menahan emosi. Ziva tersenyum meremehkan pada ketiga orang itu.
"Wait... Wait... Tadi Lo bilang apa?? Semalem??" Tanya Stefanie yang baru sadar ucapan Ziva, yang membuat seisi kelas pun penasaran dan menatap Ziva penuh harap.
"Iya semalem gue ngajak Ziva jalan!!" Bukan Ziva yang menjawab tapi Revan.
Jedaarrr
Bagai di sambar petir, itu lah yang di rasakan oleh Syila saat ini.
"Gak, gak mungkin, Revan itu suka nya sama gue!!" Batin Syila tak terima.
Sorak sorai mulai memenuhi ruang kelas yang membuat siswa siswi kelas lain pun penasaran dengan apa yang terjadi. Ada yang berdiri di depan pintu, ada juga yang menonton lewat jendela.
"Dasar Lo, perusak hubungan orang!!" Seru Syila.
__ADS_1
"Hah?? Hubungan?? Emang Lo sama dia ada hubungan apa??" Bukan bertanya pada Syila, justru Ziva sengaja bertanya pada Revan.
"Mau main main sama gue!! Liat sampe mana lo bisa nahan malu!!" Batin Ziva tersenyum miring.
"Gak Zi... Gue gak ada hubungan apa apa sama dia!! Dia tuh Ngadi Ngadi!! Lo percaya kan sama gue!!" Revan segera menggenggam tangan Ziva.
"Hemmzzz kalo gitu suruh dia pergi gih, ganggu pemandangan!!" Seru Ziva.
"Lo!!!" Teriak Syila.
Namun belum sempat menyelesaikan kalimat nya, Revan sudah menyeret nya pergi ke luar kelas. Dan langsung meninggalkan nya masuk ke dalam kelas tanpa sepatah kata pun. Siswa dan siswi yang melihat kejadian itu pun menjadi bising.
Tringgg....
Bel masuk berbunyi, dengan terpaksa mereka semua bubar ke kelas masing masing. Revan segera kembali ke tempat duduk nya, ia terus menatap kotak bekal di laci nya. Kebetulan sekali mereka di kabarkan kalau guru yang mengajar sedang terjebak macet. Revan bersorak dalam hati, ia segera mengeluarkan kotak bekal itu.
"Cieee gak sabar banget pengen makan makanan dari ayank!!" Ledek Randi.
"Ya iya lah, dih pasti enak banget tuh!!" Seru Reno.
"Bagi dikit donk!!" Seru Randi.
"Enak aja!! Zi bikin nya spesial buat gue!!" Seru Revan sembari membuka bekal nya.
Ia menatap nasi goreng acar dengan toping telur mata sapi di atas nya. Revan tersenyum melihat nya dan langsung memakan nya. Ia terlihat begitu lahap memakan nya, karna rasa masakan yang begitu pas di lidah nya. Dan lagi ia tadi hanya sarapan sandwich sehingga belum cukup kenyang.
Ziva yang melihat Revan makan dengan lahap tersenyum senang. Ia menghampiri Revan, dan memberikan nya air mineral. Revan tersenyum dan menerima nya, tak butuh waktu lama Revan sudah memakan habis nasi goreng nya.
"Enak??" Tanya Randi.
"The best pokok nya!!" Seru Revan mengedipkan sebelah mata nya pada Ziva.
Ziva terkekeh melihat tingkah Revan yang menurut nya menggemaskan itu.
Tak lama guru yang mengajar pun sampai, mereka memulai pelajaran. Dan tanpa sadar Revan membuat semua orang tercengang. Bahkan sang guru pun ikut heran, karena Revan sangat aktif dalam pelajaran nya.
Ini adalah pelajaran matematika, sedari tadi Revan menanyakan banyak hal tentang rumus yang baru saja di terangkan oleh sang guru. Ia begitu antusias mengikuti pelajaran, sang guru pun sampai heran. Dan lebih lagi saat di berikan soal latihan, Revan adalah salah satu murid yang mendapat nilai sempurna.
__ADS_1
Ziva pun sedikit kaget melihat nya, ia tau kalau Revan cepat tanggap. Karena sebenarnya saat ia menjadi mentor Revan, tak begitu sulit untuk mengajari Revan. Tapi ia tak menyangka kalau Revan sepintar ini.
"Gue bakal lakuin apa aja, buat curi perhatian Lo Zi!!" Batin Revan.