Most Wanted School

Most Wanted School
Kamu Duniaku


__ADS_3

Di tengah hamparan bunga purple itu terlihat dua orang remaja yang sedang berbaring di sana. Memejamkan mata, menikmati setiap harum bunga dan hembusan angin yang menerpa tubuh mereka. Revan tersenyum saat membuka mata nya, melihat gadis di samping nya tersenyum dengan mata tertutup.


"Cantik!!" Ujar Revan spontan yang membuat Ziva membuka matanya.


"Hah??" Ziva menoleh ke arah Revan.


"Ap... apa??" Gugup Revan karna di tatap begitu oleh Ziva.


"Lah?? elo yang kenapa?? Tiba tiba ngomongin cantik!!" Ujar Ziva menatap selidik pada Revan.


"Ya elah, tu tuh bunga bunga nya cantik!!" Seru Revan mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


"Ah masa!!" Goda Ziva.


"Iya lah!! Lu pikir gua muji lu gitu!!" Ketus Revan.


"Ya gua sih gak bilang gitu yah!! Emang gua segitu cantik nya yah!!" Kekeh Ziva yang sangat senang menggoda Revan.


"Dih kepedean lu!!" Sahut Revan.


"Ah masa! Perasaan tadi ada yang bilang sama gue soal bidadari." Seru Ziva mengedip ngedip kan mata nya.


Hal itu membuat Revan salah tingkah, ia bangkit dari tidur nya. Ia segera berdiri menyibukkan diri nya dengan bunga bunga di hadapan nya. Hal ini membuat Ziva semakin terkekeh dan gemas melihat tingkah Revan itu.


"Jadi gue gak cantik nih!!" Ujar Ziva sembari duduk.


Revan hanya melirik nya sekilas karna ia bingung harus bagaimana, ia benar benar belum terbiasa berhadapan dengan seorang gadis. Hobinya adu jotos mulu sih, kalo kagak adu jotos pasti track di lintasan.


"Oh gitu, iya iya gua emang kagak cantik!!" Ujar Ziva pura pura ngambek dengan menekuk wajah nya.


"eh?? Lah gak gitu lho maksud gue Zi!!" Jelas Revan.

__ADS_1


"Dah lah gak usah di jelasin aku tau kok!!" Ziva memalingkan wajah nya ke arah lain.


"Hei, hei look at me!!" Seru Revan sembari duduk di hadapan Ziva.


"Gak usah sok sok an pake bahasa inggris, nyebut nya aja masih salaah!!" UjarZiva sembari menahan tawa nya.


"Ya elah lu, nama nya juga belajar.." Revan menggaruk tengkuk nya.


"Zi, dengerin gue!! Lu itu perempuan tercantik kedua di hidup gue!!" Seru Revan sembari menggenggam tangan Ziva namun pernyataan Revan justru membuat Ziva mengernyitkan dahi.


yah iya lah bingung kan, biasa nya tuh cowok bilang ke cewek nya kalo dia itu perempuan paling cantik di hidup nya lah ini malah yang kedua.....


"Kedua??" Ulang Ziva dengan wajah yang sulit di artikan.


"Iya yang kedua!!" Sahut Revan mantap.


"Hah? Yang pertama??" Tanya Ziva penasaran.


"Nyokap gue lah." Seru Revan dengan santai.


"Kenapa?? Lu pikir siapa??" Tanya Revan sembari terkekeh ia senang sekali mempermainkan gadis nya ini.


"Ishhh Revan....." Rengek Ziva sembari memukul lengan Revan.


"Dah yok pulang!!" Ajak Revan sembari berdiri dan mengulurkan tangan nya pada Ziva.


"lah kok pulang??" Cemberut Ziva.


"Ya pulang lah, nih dah siang Zi!! Perut lu perlu di isi!!" Seru Revan yang membuat Ziva menghela nafas panjang.


"Ayoo buru!!" Seru Revan.

__ADS_1


"Haaiissshhh iya iya." Ujar Ziva sembari menyambut uluran tangan Revan.


Revan membantu Ziva berdiri, kemudian berjalan dengan menggandeng tangan Ziva. Ia tersenyum senang karena berhasil mengalihkan kesedihan gadis nya ini. Begitu pun Ziva, ia tak pernah menyangka akan sedekat ini dengan seorang pria selain kakak nya dan Nathan. Ah Ziva jadi teringat dengan Nathan, ia jadi merindukan sosok pemuda itu. Karena Nathan adalah orang yang slalu ada untuknya. Tapi sekarang di saat ia butuh sandaran Nathan tak ada bersama nya. Hal ini membuat nya merasa seperti ada yang kurang mungkin karena sudah terbiasa ada Nathan di sisi nya.


Sepanjang jalan Revan terus bercerita tentang tempat ini dan ternyata masih ada tempat indah lain nya. Revan berjanji pada Ziva sore ini ia akan memebawa nya ke sana. Ziva yang mendengar itu pun menjadi sangat antusias. Apalagi Revan mengatakan bahwa Alqan akan ke sini, ia sudah di jemput oleh Pak Kasno dan mungkin sudah dalam perjalanan. Saking bahagia nya Ziva sampai memeluk Revan dan itu membuat Revan tersenyum senang. Ziva yang sadar karena tiba tiba memeluk Revan pun langsung melepaskan pelukan nya dan berdehem.


"Hemm, ah itu gue reflek." Jelas Ziva salah tingkah.


"Hehe biasa nya juga main peluk peluk!!" Goda Revan yang membuat nya mendapat hadiah geplakan.


"Awwww sakit Zi." Seru Revan sembari memegangi tangan nya.


"Rasain!!" Ujar Ziva kemudian berlari memasuki villa.


"Zi, ati ati ntar jatohhh!! Duh nih anak!!" Teriak Revan yang melihat Ziva berlarian.


Mereka pun langsung masuk ke dalam villa, Revan menyuruh Ziva kembali ke kamar untuk membersihkan diri. Ia pun begitu, ia sudah ingin berlama lama di kamar mandi. Setelah sampai di kamar nya, Ziva segera menghempaskan tubuh nya di kasur. Ia berguling ke sana ke mari mengingat setiap moment yang ia lalui hari ini.


"Ahhhhh Ra, please deh!! Inget tujuan lo!!" Ujar nya sembari menepuk nepuk pipi nya sembari duduk.


"Yaelah, tapi kenapa si Revan sweeet banget sih!!" Ujar Ziva salah tingkah dan segera menutup wajah nya dengan bantal.


"Ahhhh dilema gua sumpah!!" Ziva kembali berbaring dan merentangkan tangan nya.


Ziva menatap langit langit kamar nya, ia berpikir sejenak. Namun seketika bayangan Nathan melintas di pikiran nya. Hal itu membuat nya dengan segera mengambil hp nya, ia langsung menekan nomer Nathan. Panggilan pertama tak di angkat, hal ini tak membuat Ziva putus asa ia terus menelpon nya. Sampai sudah puluhan kali namun tak ada satu pun panggilan nya yang di angkat, hal ini membuat Ziva kalap dan melempar hp nya ke kasur.


Sedangkan di sisi lain, Revan sedang tersenyum sendiri sembari berbaring di kasur nya. Ia terus mengingat setiap moment yang ia lewati bersama Ziva hari ini. Ia yang tadi nya ingin mandi jadi malas, karna bau parfume Ziva yang masih menempel di tubuh nya. Ini seperti candu buat nya, dengan hanya mencium wangi nya saja sudah berasa di peluk oleh gadis kesayangan nya itu.


"Aaisshhh gua dah gila kayak nya..." Monolog Revan sembari tertawa kecil.


"Lo emang sesuatu Zi, lo udah ngalihin seluruh dunia gua...." Ujar Revan sembari menatap walpaper hp nya yang merupakan foto dirinya dan Ziva yang baru saja ia dapatkan tadi di ladang bunga.

__ADS_1


"Kamu duniaku, Zi!!" Seru Revan sembari mengusap foto Ziva di sana.


Setelah menimbang nimbang akhirnya ia tetap memutuskan untuk mandi, karena keringat sudah membuat nya risih. Dengan berat hati Revan segera melangkahkan kaki nya ke kamar mandi. Ia pun segera memulai ritual mandi nya, karena ia harus menyiapkan makanan untuk sang pujaan hati.


__ADS_2