
"Gue bakal urus semua nya!!" Tandas Randi yang membuat Mike mengeluarkan tatapan tajam.
Mike sudah bersiap untuk marah namun suara lirih dari sana membuat nya mengurungkan niatnya. Ia berjalan mendekat ke arah Ziva.
"Kak???" Panggil Ziva.
"Ra??? Kenapa ada yang sakit??" Tanya Mike dengan begitu cemas.
"Jangan marahin Kak Randi" Pinta Ziva dengan suara yang parau.
Mike terdiam sejenak melirik Randi yang ada di belakang Rega, lalu menghembuskan nafas berat.
"Oke..." Senyum Mike sembari mengusap puncak kepala Ziva.
"Tadi Kak Randi keren pas hajar tuh nenek lampir" Ziva terkikik geli ketika mengingat kejadian di sekolah tadi.
"Hmmmm.... Ini yahhhh keliatan nya ada yang udah sembuh yahhhh.... " Seru Mike sembari menoel dagu Ziva.
"Issshhhh masih sakit lah, gak liat nih jarum infus masih nancep.." sahut Ziva sembari menampilkan puppy eyes nya.
Puufffftttt
Rega berusaha menahan tawa nya ketika melihat ekspresi wajah Ziva yang begitu menggemaskan.
"Lo kira bisa lepas dari hukuman hahhh!!!" Seru Mike sembari tersenyum devil.
Ziva dengan susah payahnya meneguk air liur nya.
"Dih kejem amet lu kak!!" Ziva mengerucut bibir nya.
"Dah ngambek dia!!" Seru Mike.
"Kak...... Pulang yukkk!!" Rengek Ziva dengan suara nya yang manja.
"Gak ada!! Lo harus di rawat!!" Tandas Mike.
Ziva melirik ke arah Rega dan juga Randi untuk meminta bantuan.
"Mike, tadi kata dokter David, Lo di suruh urus administrasi buat Ziva biar bisa rawat di rumah. Nanti Dokter David yang nyiapin semua alat yang di perlukan." Seru Randi.
__ADS_1
"Serius??" Tanya Mike yang sedikit khawatir sama kondisi adik nya itu.
"Ya, ni juga kan buat kebaikan Ziva juga" Tandas Randi.
"Haiissshhh oke lah gue urus semua nya dulu!! Lo bantuin Ara siap siap aja!!" Titah Mike.
Randi mengangguk dan langsung berjalan ke arah Ziva.
"You okey???" Tanya Randi melihat ekspresi wajah Ziva yang sedikit berubah.
"Bantuin gue!!" Ziva menatap dingin pada Randi tapi ekspresi itu bukan di tujukan untuk nya.
"Sebenernya apa yang terjadi??" Tanya Randi dengan serius karna ia tau maksud dari ucapan Ziva adalah insiden tadi.
Flashback on
Ziva sedang berada di toilet, ia memegang erat wastafel di depan nya. Nafas nya sudah sangat sesak dan benar saja cairan kental merembes keluar dari hidung nya. Bau anyir seketika menyeruak, air mata pun mulai mengalir.
Buru buru ia mengelap darah yang mengalir dari hidung nya itu menyumbatnya dengan tisu. Lalu ia mengeluarkan beberapa obat dari saku nya, dan langsung meminum nya. Ia tadi sengaja membawa botol minum kesini.
"Wah wah wah.... gak nyangka ternyata Lo sakit!!" Seru sekarang gadis yang tiba tiba muncul di belakang Ziva.
"Cihhh cewek penyakitan kayak gini berani berani nya deketin Most Wanted di sekolah ini!!" Ujar Maurin menatap jijik pada Ziva.
Sedangkan Ziva hanya bisa diam karena keadaan nya benar benar lemah saat ini. Kepala nya begitu pusing hanya untuk mendengarkan celotehan tak berguna dari Jessy. Ia mencoba kuat dan berjalan ke arah pintu meski sedikit sempoyongan. Namun baru beberapa langkah, tubuh nya merasa melayang setelah dorongan kuat dari Angle.
"Arrrgghhhhh" Ringis Ziva ketika kepala nya membentur tembok.
"Arrrgghhhhh" Belum juga sembuh sakit di dahi nya, kepalanya sudah berdenyut karna Jessy menarik kasar rambut nya.
"Lo mau apa sih hahhh??" Tanya Ziva lemah.
"Mau apa?? Hebat Lo ya!! Kemaren Lo dah bikin kita pingsan dan Lo masih tanya!!" Geram Jessy sembari menarik rambut Ziva dengan kuat sehingga beberapa helai rambut nya pun ikut tercabut.
Srekkk
Jessy membuka kasar almamater nya Ziva, yang membuat lengan Ziva sedikit tergores karena kuku panjang nya.
Ziva mencoba untuk melawan namun tenaga nya begitu lemah. Melihat Ziva berusaha melawan Maurin segera menampar wajah Ziva. Bukan satu kali tapi berkali kali dan membuat wajah Ziva sedikit merah dan bengkak bahkan sudut bibir nya berdarah.
__ADS_1
Angle tak tinggal diam, ia merobek sedikit seragam Ziva dan segera memfoto nya. Ziva meraung dan menangis, baru kali ini dia di perlakukan seperti ini dan ia tak bisa melawan sama sekali.
"Lepas!!!"
"Ngelepasin Lo!! Jangan mimpi!!"
Semakin Ziva memberontak semakin mereka melukai Ziva. Banyak sekali bekas luka cakaran di lengan nya bahkan terlihat begitu jelas.
Setelah itu mereka menyeret Ziva ke tengah lapangan dan menjadi tontonan satu sekolah. Dan terjadi lah moment di eps 38, bisa i baca ulang kalau lupa.
Mereka bertiga benar benar terkejut saat itu, karena Revan dan Randi sama sama menghajar mereka hanya karna gadis cupu seperti Ziva. Dan yang paling mengejutkan adalah saat Randi mengatakan bahwa Ziva adalah orang yang penting untuk nya.
Cetarrrr
Seakan petir tiba tiba menyambar ke seluruh sekolah. Banyak siswi yang berteriak histeris tak percaya apa yang mereka dengar. Dan ada satu orang siswi yang masih mematung di tengah lapangan. Dia adalah Sisil, jangkung nya sudah berhenti berdetak mendengar pernyataan dari Randi.
Air mata nya merembes dan seketika dia suruh ke bawah saat melihat Randi pergi ke parkiran. Tak di sangka orang yang diam diam ia sukai ternyata memiliki orang yang berharga untuk nya. Dan naas nya lagi orang itu adalah sahabat nya sendiri. Orang yang belakangan ini membuat hari nya menjadi sedikit berwarna. Orang yang menghapus rasa kesepian nya, dan membuat nya merasa di butuhkan.
"Kenapa??" Batin Sisil.
Jika itu orang lain, mungkin ia bisa tegas ia takkan membiarkan orang itu merebut perhatian Randi. Namun Ziva berbeda, ia benar benar tulus bersahabat dengan nya. Bahkan meski belum lama, mereka terlihat seperti saudara.
Hati nya begitu hancur, benar benar hancur dan apa yang harus ia pilih. Sahabat atau orang yang dia sukai. Jika sahabat, maka ia tau kalau hati nya takkan sanggup melupakan orang itu. Namun jika rasa suka nya maka persahabatan yang sulit ia dapat kan akan hancur tak tersisa.
"Tuhan, ujian apa ini??" Batin Sisil kemudian berlari menuju kelas nya.
Sedangkan Jessy dan teman teman nya di panggil oleh pihak sekolah karena ada siswa yang melaporkan kejadian itu. Orang itu adalah salah satu anggota White Eagle, ia di perintahkan oleh Reno sebelum nya.
Namun karena Pak Ridwan sedang dinas keluar kota, menyebabkan para guru tak bisa bertindak tegas pada mereka. Karena bagaimanapun Jessy adalah anak dari salah satu donatur di sekolah itu.
What!!! Apa ini hukum!! Ya begitulah di negara ini, uang adalah kekuasaan sebenar nya....
Flashback off
Ziva menceritakan semua nya pada Randi, Rega yang mendengar itu meninju dinding di hadapan nya.
"Biadap!!!" Maki Rega, mata nya sudah sangat merah karena emosi.
"Lo tenang, baik baik pulihin keadaan Lo!! Gue pastiin gak akan ada kedua kali nya!!" Tandas Randi dengan aura yang begitu kejam.
__ADS_1
"Tunggu tanggal mainnya!!"