
Tak lama Mike dan kawan kawan sampai di rumah sakit, mereka segera menuju ke ruang rawat Ziva. Hati Mike sudah sangat kacau, batas nya adalah adik kesayangannya itu.
"Ra...." Seru Mike ketika masuk ke ruang rawat Ziva.
Terlihat di sana ada Bastian yang terus menggenggam tangan Ziva, ia menoleh dan terkejut melihat Mike. Namun ia segera beranjak dari posisi nya ketika Mike mendekat.
"Ra..." Seru Mike lagi sembari duduk dan menggenggam tangan Ziva.
"Kita keluar sekarang, kata dokter David gak boleh lebih dari dua orang! Kita beri Bang Mike waktu dulu!" Ujar Alqan.
"Oke." Seru Bastian, Reynan, Zico, Zein dan juga Vino.
Di luar ruangan sudah ada Rega dan anak anak Warrior yang lain. Rega terlihat sedikit lebih baik dari yang tadi, ia sudah tak terlihat kacau lagi tapi mata nya sudah begitu merah.
"Ga, sebenernya ada apa sih? Kenapa Queen bisa sampe kayak gitu?" Tanya Zico.
"Gue juga gak ngerti, gue jemput Queen biar kita semua bisa kumpul dan bahas solusi buat kalian. Tapi gak tau kenapa tiba tiba aja WBT dateng dan ngajak kita figth...."
Rega terus menceritakan apa yang terjadi sampai akhirnya mereka harus membawa Ziva ke rumah sakit.
"Sial!! Ternyata ini semua ulah mereka!!" Zein meninju dinding karena kesal.
"Berani berani nya mereka berpikir yang gak gak soal Queen, liat aja gue bakal bikin hidup mereka kayak mereka!" Tandas Zico.
"Tenang, prioritas kita sekarang adalah Queen. Yang lain nya kita urus nanti." Ujar Bastian.
"Oke Bas."
"Oh ya gimana kalian bisa bebas?" Tanya Alqan.
"Itu karna Queen, di sempet ngirim video cctv soal nenek nenek yang gue bantu nyebrang tapi malah diem diem masukin barang haram itu ke jaket gue." Jelas Zico.
"Eh tapi kapan Queen ngirim bukti itu??" Tanya salah satu anggota Warrior.
"Mungkin pas kita keluar dan dia ganti baju tadi!" Tandas Rega.
"By the way, Lo gak papa Ga?" Tanya Zico yang melihat lengan kiri Rega di balut perban.
"Gue bakal kenapa kenapa kalo luka ini tergores di tubuh nya Z!!" Seru Rega.
Glekkk
Semua anggota Warrior mendadak tegang, karena mereka melakukan kesalahan yang tak termaafkan yaitu membuat Ziva hampir terluka. Mereka semua sangat tahu tempramen dari King mereka yaitu Mike.
__ADS_1
Batas kesabaran Mike terletak pada Ziva, ia tidak akan mengampuni musuh nya yang berani menyentuh Ziva. Dan bagi anggota Warrior yang lalai menjaga Ziva akan ada hukuman berat.
"Bang, jadi kita semua bakal jadi rempeyek ni?" Ujar salah satu anggota Warrior.
"Belom juga sembuh nih luka bang masa dah tambah lagi"
"Rusak sudah ke gantengan ku."
"Mampus kita"
"Jadi samsak gratis kita"
Begitu lah keluh kesah anak anak Warrior, tapi di balik itu mereka tak pernah menyalahkan Queen mereka. Karna bukan cuma Mike yang sayang pada Ziva tapi semua anggota Warrior sangat menyayangi Ziva. Ziva adalah yang termuda di antara mereka selain itu dia satu satu nya perempuan dari Warrior.
"Tenang aja, paling cuma jadi gak bentuk nih muka!" Cengir Alqan yang di sambut gelak tawa anak anak Warrior yang lain.
"Sssttt... Jangan berisik, nih rumah sakit!" Peringat Bastian.
Mereka langsung menutup mulut mereka, tiba tiba pintu terbuka dan Mike keluar.
Suasana yang tadi nya mulai mencair kembali di buat tegang.
"Siapa?" Tanya Mike dan semua anggota Warrior tahu maksud dari pertanyaan Mike itu.
"Gue ceroboh! Gue yang salah Lo bisa hukum gue!" Seru Rega yang membuat semua anggota Warrior terkejut.
"Gak bang, gue juga salah... Gue juga ada di Deket Queen waktu itu tapi malah kecolongan." Ujar salah satu anggota Warrior.
"Iya bang Mike, kita semua juga salah karna lalai menjaga Queen." Ujar Alqan dan yang lain nya.
Mike tersenyum dan menepuk bahu Rega.
"Makasih udah jagain Ara!!" Semua orang di buat terkejut dengan pernyataan Mike.
Namun detik kemudian wajah Mike berubah, yang membuat mereka saling pandang.
"Siapin semua nya! kita bergerak sekarang!" Seru Mike.
Seluruh anggota Warrior saling pandang karena bingung mereka mau kemana? Dan apa yang mau di siapkan.
"Batas gue adalah Ara!!"
Glek
__ADS_1
Mike melangkah meninggalkan mereka terlebih dahulu.
"Abis dah! Bakal perang nih kita!" seru salah satu anggota Warrior.
"Maksud nya?" tanya teman di sebelah nya.
"Luluh lantakan WBT!!" Ujar Rega yang membuat semua anggota Warrior tercengang.
"Bang, Lo sama Alqan di sini aja jaga Queen. Biar gue sama yang lain ngabisin tuh anak WBT!" seru Bastian.
"Haiishh oke lah, kalo gue ikut pun cuma jadi beban!" ujar Rega yang melirik ke arah lengan nya yang di perban.
"Tenang aja, Bang! Kita pasti balas dendam sama tuh anak WBT yang udah berani bikin Queen jadi kayak gini!" Seru Zein.
"Good luck!!" seru Alqan yang di balas anggukan kepala oleh anggota Warrior lain nya.
Di base camp WBT,
"Sial!!" umpat Ando.
"Kenapa Lo gagal lagi?" ujar Jordy yang baru memasuki base camp dengan beberapa anggota WBT lain nya.
"Diem lu! Gak liat nih muka dah kayak apa?" Kesal Ando yang sedang mengoleskan salep pada wajah nya.
"hahahaha lagian lo sok sok an mau ngelawan mereka cuma sama beberapa anak WBT! Lo kan tau kemampuan mereka kek gimana?" Seru Jordy.
"Ya mana gue tau kalo mereka seganas itu, lagi pula gue tau kalo si Mike dan beberapa anggota inti Warrior lagi di kantor polisi! gue pikir mereka bakal melemah!!" Jelas Ando.
"Gue sempet ngeremehin Queen Zi tadi, ternyata dia lebih bengis dari Anggota Warrior lain nya!!" Ando kesal sekali mengingat kejadian tadi.
"Hahahaha lagian lo sih gegabah amat. Dia dapet gelar Queen bukan cuma nama tapi emang punya kemampuan!" Seru Jordy.
"Tapi aneh deh, tadi pas terakhir dia kayak nya jadi diem aja gitu. Pas gue serang dia, malah Rega yang nyelametin dia!"
"Dia diem aja gak bergerak sedikit pun! Aneh kan!?" Seru Ando.
"eh?!"
"Emang ada yang kayak gitu? Masa sih?! Apa dia ada masalah?!" Jordy mulai penasaran.
"Gue juga gak bisa berjalan sih, soal nya gue sama anak anak yang lain udah pingsan di tempat!"
"Harus di selidiki nih!! Queen mereka adalah salah satu kelemahan mereka! Jadi kalo bisa jatuhin Queen nya maka semua anggota Warrior bakal jatuh mental nya!" Seru Jordy sembari menyeringai.
__ADS_1
Sementara Ando dan juga Jordy sedang berdiskusi di dalam base camp, Mike dan juga anak anak Warrior lain nya sudah berada di depan base camp WBT.