
Hari pun menjadi gelap, namun suasana di base camp White Eagle sangat lah ramai. Mereka sedang berada di ruang tengah, mereka mengadakan party atas kemenangan Farel dan bang Jo di sirkuit kemarin. Revan memesan banyak makanan dan cemilan untuk merayakan ini. Ziva pun ikut berpartisipasi dalam acara malam ini.
"Wahhh thanks, ni malah repot repot bikin acara padahal kita cuma juuara dua sama tiga lho!!" Seru Bang Jo.
"Apaan sih Lo bang, juara ya tetep juara lah gak papa gak jadi yang pertama!!" Sahut Revan.
"Iya lagi pula wajar kok, gue aja gak bisa menang lawan dia!!" Seru Vito.
"Really??"
Ziva yang mendengar pernyataan dari Vito pun tercengang. Sejauh yang ia tau, Vito adalah salah satu andalan White Eagle di area lintasan. Sangat sangat mengejutkan bahwa ia mengakui kehebatan lawan bahkan sampe bilang dia gak bisa ngalahin nya.
"Iya, gue dah coba tapi gue kalah telak!!" Seru Vito.
"Siapa??" Tanya Ziva penasaran.
"Kita juga gak tau pasti sih!! Kan Lo tau sendiri di lintasan gak akan ada yang pake identitas asli!!" Sahut Revan.
"Ah iya juga sih!! Tapi kan ada nama yang terdaftar kan??" Tanya Ziva karna ia sangat penasaran dengan orang yang bisa mengalahkan Vito.
"Ah!! Apa ya?? Gio, siapa sih name tag nya??" Tanya Revan pada Gio karna ia benar benar tak ingat.
Beberapa waktu ini pikiran nya terus terpecah dan ini mengacaukan segalo di otak nya.
"Hmmm siapa ya?? Lu pada inget kagak?" Tanya Gio pada Anggota White Eagle yang lain.
Mereka semua saling pandang, dan seperti nya tidak ada yang mengingat nya.
"Hadeeeuhh masa kita sebanyak ini gak ada yang inget sih!!" Ujar Revan menepuk dahinya.
"Yah gimana lagi Van, lupa!!" Seru Reno.
"Hai Hai.... Guysss!!!" Teriak Randi yang baru memasuki base camp.
__ADS_1
"Wihhh Dateng juga Lo!!" Seru Bang Jo.
"Ya elah gak mungkin lah gue absen dari acara buat Lo bang!!" Seru Randi.
"By the way lagi bahas apa??" Tanya Randi penasaran melihat wajah mereka yang sedikit bingung.
"Yah kita lagi bahas soal the winner kemaren bang, lupa siapa nama nya!!" Seru Gio.
"oh sihh Black Rider itu!!" Seru Randi.
"Nah itu dia, Black Rider!!" Sahut Revan.
Sementara Ziva membeku mendengar sebutan yang sangat tak asing untuk nya. Hal ini langsung di sadari oleh Revan, ia yang awal nya memang duduk di samping Ziva langsung menggenggam tangan nya.
"Are you okey??" Tanya Revan yang membuat semua orang mengalihkan pandangan nya pada Ziva.
"Ha?? Gue?? Apaan sih Lo, ya jelas gue baik baik aja lha!!" Seru Ziva tersenyum canggung.
Revan yang melihat itu langsung mengubah arah pembicaraan.
Ya ia hanya bisa menyimpan nya dalam hati, ia tak mau membuat Ziva risih dengan nya hanya karna ia terlalu ingin tahu. Tapi rasa penasaran ini seakan menyiksa nya, ia benar benar sangat ingin tahu. Tahu lebih jelas bagaimana kehidupan gadis yang ia cintai ini. Bagaimana perasaan yang sebenarnya dari gadis nya ini. Dan apa rahasia yang slalu ia tutupi itu, ya Revan tau jika Ziva banyak menyembunyikan sesuatu.
Namun semakin ia mencari tahu, yang ada hanyalah jalan buntu. Jalan tak berujung yang membuat nya kembali terjatuh ke dalam kebingungan yang tak berujung. Semua teka teki itu sama sekali tak bisa ia sambungkan. Revan sebenarnya ingin tahu karena ingin menjadi bagian dari itu. Ia ingin Ziva lebih terbuka pada nya. Ia ingin Ziva mengandalkan nya walau hanya sekali, ia ingin melihat senyum Ziva yang benar benar tulus tanpa beban.
Karna setiap kali Ziva tersenyum, setulus apapun senyum itu terlihat sekali ada goresan di sana. Ada detik detik di mana senyuman itu terasa sangat menyakitkan untuk di lihat. Ada masa saat senyum tulus itu justru membawa kekosongan. Orang lain mungkin tak sadar, namun Revan sangat peka dalam hal ini. Karna ia sendiri sudah pernah mengalami hal yang sama.
Senyuman Ziva terkadang sangat manis namun mata nya berkata lain. Ada kekosongan yang tak terbatas di sana. Ini membuat Revan selalu cemas dengan keadaan Ziva. Namun ia tak berani untuk bertanya terlalu lancang, ia takut itu melukai gadis yang ia cintai itu. Dan yang lebih parah ia sangat tak ingin gadis nya itu menjauh dari nya.
Acara itu pun berlangsung dengan cukup meriah, ada beberapa dari anggota White Eagle yang menyumbangkan lagu. Mereka bernyanyi, menari dan tertawa bersama. Suasana yang begitu indah bila di pandang mata.
"Zi, Lo mau minum??" Tanya Revan.
"Gue mau cola donk!!" Sahut Ziva.
__ADS_1
Revan segera mengambil cola yang tak jauh dari nya. Tak lupa ia membuka nya dan menambahkan sedotan di botol cola itu.
"Wahhh thanks!" Seru Ziva tersenyum manis.
"Uhhuuuuyyyy sweet banget sih!!"
"Iyahhh fuhhh gk inget banyak yang jomblo di sini!!"
"Ahhhh gerah gue gerahhhh!!!"
"Aiiisshhhh Bang Revan bisa aja!!"
Kira kira begitu lah tanggapan dari member White Eagle. Mereka tertawa bahagia melihat leader mereka itu salting akibat ulah mereka.
"Ciieeee... Kapan jadian nih bang!!" Tanya salah satu member White Eagle.
"Proses!!" Satu kata itu membuat tawa Anggota yang lain pecah.
Ziva yang mendengarnya pun terkikik geli, ia sangat senang di sini. Awal nya Ziva takut ia tak bisa bergaul dengan Anggota White Eagle yang lain karna mereka di kenal cuek, dan gak terima orang luar. Ziva benar benar tak menyangka bahwa itu semua hanyalah sebuah isu (fake). Asli nya mereka semua adalah orang orang yang hamble dan bersahabat.
"Eh denger denger Queen Zi tuh jago nyanyi kan!!" Seru seorang anggota White Eagle.
"Ah iya bener, kita udah nyumbangin beberapa lagu nih!! Giliran donk!!" Seru Gio.
"Iya Zi, nyanyi lah!!" Sahut Randi.
"oh iya, gue sampe lupa suara Lo kan bagus banget!! Bisa lah nyanyiin satu lagu buat kita!!" Seru Revan.
"Isshh apaan sih Lo!! Suara gue biasa aja kali!!" Ziva menepuk pelan lengan Revan.
"Lah gue serius, suara Lo tu emang bagus!!" Seru Revan.
Dan semua orang di sana pun mulai meneriaki Ziva agar bernyanyi. Dengan rasa gugup Ziva pun mengambil gitar dari Randi. Ia mulai menyanyikan sebuah lagu yang membuat beberapa anggota White Eagle terpana dengan suara merdu Ziva.
__ADS_1
Mereka seakan terhipnotis oleh suara Ziva, ikut bergumam bernyanyi bersama. Susana di sangat pun terasa sangat hangat, Revan terus saja memandangi Ziva.
"Teka teki hidup Lo jauh lebih rumit dari yang gue kira Zi!!" Batin Revan.