Most Wanted School

Most Wanted School
Fakta


__ADS_3

Di sebuah mansion yang cukup megah terlihat begitu banyak pria yang berjaga di sana, sementara di dalam mansion terdengar suara gaduh yang cukup keras. Yah itu adalah suara pertarungan, sudah banyak orang yang terkapar tak berdaya di lantai. Bahkan bau anyir yang begitu pekat di mana mana.


Bughhhh


Bughhhhh


Crassshhhh


"Habisi semua nya, jangan ada yang tersisa!!" Seru seorang pemuda.


Bughhhh


Sesuai perintah, orang orang itu menghajar habis habisan target mereka bahkan tak segan mereka memakai senjata yang mereka bawa.


"Bang, orang nya gak ada!!" Ujar Leo.


"Shhiittttt!" Maki pemuda itu.


"Kayak nya ada yang bocorin soal penyerangan ini deh!! Karna yang tersisa di sini cuma anak buah yang gak tau apa apa!!" Jelas Leo.


"Banggsaaaattt!! Gue gagal lagi!!" Kesal pemuda itu.


"Satu hal lagi!! Orang itu udah muncul!!" Seru Leo yang membuat pemuda itu menatap tajam Leo.


"Apa lo bilang??" Tanya pemuda itu memastikan.


"Fahri Alzheir!!" Ujar Leo.


Pemuda itu langsung mengeluarkan senjata api dari saku nya dan


Dorr dorr dorr


Semua musuh nya seketika terkapar berlumuran darah, semua anak buah nya mendadak terpaku. Mereka tak menyangka pimpinan mereka yang sekarang begitu kejam dan berdarah dingin. Bahkan tanpa aba aba langsung menembakkan peluru, bisa saja kan peluru itu nyasar karna melihat pimpinan mereka bahkan tak menoleh sedikit pun ketika menembak. Jantung mereka berpacu seperti pacuan kuda namun mereka berusaha untuk tetap tenang.


"Sam!!" Panggil pemuda itu.


"Gua gak mau tau, temuin tuh orang hari ini juga!!" Titah pemuda itu.


"Ba... Baik tuan muda!!" Sahut Samuel.sembari menunduk tak berani menatap wajah tuan muda nya itu.


"Le... Kita harus cepet selesaiin masalah ini, gue gak mau Ara kenapa kenapa!!" Seru pemuda itu.


"What? Maksud lo, lo dah siap!!" Kaget Leo.

__ADS_1


"Gue harus bertindak!!" Tandas pemuda itu.


"Itu berarti lo harus siap segala resiko nya bang!! Termasuk saat dia tau identitas lo yang sebener nya!! Mungkin dia bakal benci sama lo!" Ujar Leo.


"Gue tau!!" Seru pemuda itu kemudian beranjak pergi menuju pintu keluar mansion itu.


"Aissshhh...." Leo menghela nafas panjang.


"Jadi saya harus apa tuan muda??" Tanya Samuel memastikan.


"Lu urus aja tuh si Wilson, buru! Dari pada tuh orang ngamuk, buat yang lain biar Jo aja yang nyelesaiin semua nya!!" Seru Leo.


Glek


Samuel yang mendengar itu pun menelan ludah nya dengan susah payah, karena ia tau seberapa mengerikan nya ketika tuan muda nya itu mengamuk.


"Jo!! Beresin semua nya!!" Seru Leo kemudian beranjak pergi dari sana.


"Sabar Sam!!" Ujar Jo berusaha menghibur Samuel.


"Aissshhhh.... Mending gua di suruh tuan muda buat ngabisin satu batalion dah dari pada di suruh ngejer tuh psikopat!! Tapi kalo gak di turutin tuan muda pasti bakal ngamuk!! Buah simalakama gua!!" Ujar Samuel mengusap kasar wajah nya.


Sementara di sisi lain, Leo dan kakak nya itu sudah ada di dalam mobil mereka seperti biasa Leo lah yang menyetir. Mereka bukan nya tak mau menyewa orang untuk jadi sopir mereka, namun itu akan membuat percakapan mereka terbatas.


"Sekarang apa rencana lo bang??" Tanya Leo.


"Lo peduli amat dah sama tuh cewek!!" Sahut Leo yang mendapat hadiah tatapan tajam dari pemuda itu.


"Ah elah lu mah.. Gue adek lu gak usah kejem amet napa!!" Kesal Leo.


"Dia adek gua juga!!" Tandas pemuda itu.


"Iya iya gue tau... Tapi beda ibu..." Ceplos Leo.


"Tetep aja sedarah pe'a!!" Ujar pemuda itu menggeplak tangan Leo.


"Aiissshhh kalo aja lo gak cerita ke gue soal dia sebenernya.... Gue masih mikir lo cinta mati ama tuh cewek...." Ujar Leo.


"Hehe emang keliatan banget yah!" Kekeh pemuda itu.


"Hah?? Serius?? Lo beneran cinta sama dia??" Tanya Leo membelalakan mata nya.


"Hmm awal nya, sebelum gue tau kalo dia itu haaisssshhh..." pemuda itu menghela nafas kasar.

__ADS_1


"Eah wah gila lu bang!! Dia sedarah wee sama kita!!" Ujar Leo menggeleng geleng kan kepala nya.


"Gue tau maka nya gue bilang gue sama dia itu gak mungkin!!" Sahut pemuda itu.


"Udah fokus aja!! Yang penting sekarang adalah nge lindungin dia!!" Seru pemuda itu.


"Haisshhh lo bener!! Gimana pun dia saudara kita!! Meskipun cuma beda beberapa bulan dari gue tapi tetep aja dia yang paling muda berarti dia adek gue!!" Ujar Leo yang membuat pemuda itu tersenyum.


"Wihhh gue pikir lo gak bakal terima tentang ini!! Tapi lo malah yang paling antusias" Ujar Pemuda itu.


"Iya lah, gue dari dulu pengen banget punya adek!! Tapi apa dia bakal nerima kita, secara dia kan benci banget sama bokap??" Tanya Leo.


"Gue juga gak tau!! Dan yang pasti setelah dia tau semua nya tentang identitas gue, gue harap dia gak benci karna kebohongan gue selama ini...." Ujar pemuda itu.


"Iya semoga aja!!" Sahut Leo.


Tak terasa mereka sudah sampai di mansion mereka, mereka langsung di sambut oleh beberapa orang berbadan kekar. Leo dan pemuda itu langsung keluar dari mobil dan Leo melemparkan kunci mobil ke salah seorang di sana.


"Parkirin!!" Titah Leo kemudian berjalan mengiringi langkah pemuda itu.


"Kita mau kemana??" Tanya Leo.


"Lo istirahat aja!!" Seru pemuda itu.


"Hah?? Serius?? Lah lu bang??" Tanya Leo.


"Gue juga mau istirahat!!" Ujar pemuda itu.


"Ah ya udah gue ke kamar kalo gitu!! Kalo butuh apa apa lo bisa panggil gue atau yang lain!!" Seru Leo kemudian berjalan menuju kamar nya. Sementara pemuda itu berjalan ke arah kamar nya, setelah sampai ia langsung menutup dan mengunci pintu kamar nya. Ia berjalan ke ranjang dan menghempaskan tubuh nya di atas kasur.


"Aisshhh..." Pemuda itu menghela nafas panjang.


"Gue cinta sama lo, tapi gue tau rasa gue sama lo itu salah!! Hahhh tapi gue gak bisa ilangin perasaan gue buat lo..." Lirih pemuda itu menatap langit langit kamar nya.


"Gue tau gak mungkin untuk kita tapi gue harap bisa terus berada di deket lo dan ngelindungin lo, meski hanya sebatas saudara!!" Pemuda itu menutup mata nya menggunakan lengan nya.


"Gue harap lo gak benci sama gue!! Gue harap setelah nanti lo tau fakta nya, lo gak menjauh dari gue!! Gue sayang sama lo Ra!!" Seru pemuda itu.


Tak lama dari itu pemuda itu tertidur, mengarungi alam mimpi nya namun hanya sekejap saja. Ia terbangun karena mimpi buruk itu kembali menghantui nya, ia dengan segera mengusap peluh di dahi nya.


"Ssiiaalll!!" Gerutu pemuda itu.


"Gue harus abisin semua keluarga Alzheir!! Kalo gak mereka bakal jadi bom waktu!!" Ujar pemuda itu kemudian kembali berbaring.

__ADS_1


"Aissshhhh kadang gue berpikir lebih baik jadi gelandangan yang gak punya apa apa tapi tenang hidup nya.." ujar pemuda itu.


"


__ADS_2