
Ke esokan hari nya, Revan terbangun dari tidur nya karena mendengar suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Van, ayoo bangun udah mau siang lho!! " Ujar mama Revan yang sedari tadi mengetuk pintu kamar Revan.
"Iya ma... " Sahut Revan.
Revan pun bergegas menuju ke kamar mandi, ia berniat menjemput Ziva hari ini. Ia benar-benar merindukan sang pujaan hati nya itu. Meski hati nya masih bimbang namun tak bisa di pungkiri bahwa ia tetap tak bisa mengabaikan gadis itu. Ia tak peduli pada pilihan gadis itu, namun sekarang ia hanya bisa berusaha untuk berjuang mendapatkan lebih dari hati gadis nya itu.
Setelah selesai dengan ritual mandi nya ia langsung berganti pakaian, ia memakai seragam nya. Dengan sangat lengkap, yah setelah mengenal Ziva, ia begitu peduli dengan penampilan nya. Karna ia tau bahwa sang pujaan hati adalah seorang siswi teladan, jadi ia juga ingin bisa sepadan bersanding dengan nya. Setelah memakai seragam nya ia kemudian menata rambut nya tak lupa mengambil jaket kebanggaan nya.
"Perfect!! " Seru Revan sembari melihat pantulan diri nya di cermin.
Setelah semua nya selesai, ia langsung pergi ke dapur untuk melihat mama nya. Benar saja mama nya sudah menunggu nya di meja makan.
"Pagi ma..." Sapa Revan sembari mencium pipi mama nya.
"Pagi sayang,, ganteng banget sih anak mama"
"Iya donk, anak mama... Wahhh nasi goreng kesukaan Revan nih!! " Seru Revan antusias yang melihat menu sarapan di meja makan.
"Yuk, duduk!! " Ujar mama Revan yang membuat Revan langsung duduk dan mengambil nasi goreng nya.
"wahh ma.. Ini enak banget, Revan bawa ke sekolah yah!! " Seru Revan dengan mata berbinar.
"Boleh donk sayang... Nanti mama masukin ke kotak bekal, abisin dulu sarapan nya!!" Seru mama Revan.
Tak butuh waktu lama Revan sudah menghabiskan makanan nya, begitupun mama Revan yang baru saja menyiapkan bekal untuk putra kesayangan nya itu.
"Nih!! "
"Hehe, makasih ma... " Kekeh Revan menerima kotak bekal itu dan lngsung memasukan nya ke dalam tas.
"Ya udah Revan pergi dulu yah ma..." Ujar Revan.
__ADS_1
"Ya udah sana... "
Revan pun bergegas ke tempat parkir, namun saat ia ingin menyalakan motor nya ia teringat kalau kondisi Ziva sedang tidak fit. Kemudian ia beranjak dari motor nya, dan lebih memilih mengendarai mobil nya. Ia langsung tancap gass keluar dari pekarangan rumah nya. Ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, sembari terus tersenyum di sepanjang jalan karena terus saja mengingat sang pujaan hati.
Sesampai nya di basecamp Warrior dia sudah di sambut dengan sosok perempuan cantik yang baru saja keluar dari dalam basecamp. Dengan cepat ia membuka pintu mobil nya, dan berlari kecil menuju sang pujaan hati.
"hay, Zi.. " Sapa Revan.
"Hai... " Sahut Ziva sembari tersenyum.
"Berangkat bareng yuk!! " Seru Revan yang di balas dengan anggukan oleh Ziva, hal ini membuat Revan tersenyum antusias.
"Hati hati bawa adek gua!! Awas lecet!! " Teriak Mike dari dalam basecamp, yang mungkin sedang memperhatikan mereka berdua.
"Siap bang!! " Teriak Revan, yang membuat Ziva sedikit terkikik geli.
Revan pun langsung berjalan menuju mobil nya dan membukakan pintu di kursi penumpang terlebih dahulu.
"Silahkan tuan putri...." Ziva hnya bisa tersenyum melihat perlakuan Revan.
"Lo dah sarapan?? " Tanya Revan yang berusaha memecah keheningan.
"Hmm belum ntar di sekolah aja... " Sahut Ziva.
"Buka tas gue, ada bekal dari nyokap gue, enak lho... " Ujar Revan yng membuat Ziva mencari bekal yang di sebut oleh Revan tadi.
"Makan gih!! " Seru Revan saat Ziva menemukan kotak bekal nya.
"Tapi ini kan bekel punya lo..." Jawab Ziva ragu.
"Gue dah makan tadi di rumah, gue justru inget sama lo maka nya minta bawain bekal..." Ucapan Revan membuat Ziva tersenyum dan langsung membuka kotak bekal tersebut.
"Gak papa nih gue makan?? " Tanya Ziva memastikan.
"Dih lo kayak sama siapa aja sih... " Gemas Revan yang tetap fokus menyetir.
__ADS_1
Ziva pun mulai memakan bekal itu, karna kebetulan dia memang sudah lapar. Ziva bangun kesiangan jadi ia tak sempat sarapan tadi, baru satu suapan tapi membuat Ziva begitu bersemangat.
"Wahh Van, ini enak banget sumpah!! " Seru Ziva antusias yang makan dengan lahap nya.
"Lo suka?? " Tanya Revan.
"Hmm, suka banget... " Sahut Ziva sembari mengunyah makanan nya.
"Kunyah dulu Zi, baru ngomong... " Ujar Revan.
"Abisin gih... " Ucap Revan yang di balas anggukan saja oleh Ziva karena ia asyik makan.
Revan tersenyum sambil terus fokus menyetir, tak lama Ziva telah menyelesaikan makan nya. Ziva segera mengambil air mineral yang ada d samping kursi penumpang dan langsung meminum nya.
"Thanks ya Van!! " Seru Ziva.
"Kamu kayak sama siapa aja sih.... "
Revan menginjak pedal rem, saat sudah sampai di parkiran sekolah nya. Ia bergegas turun dari mobil dan langsung membukakan pintu untuk Ziva.
"Silahkan, tuan putri!! " Ziva turun dari mobil sambil tersipu malu atas perlakuan Revan.
Ziva dan Revan kembali berjalan beriringan menuju kelas mereka, mereka menjadi pusat perhatian di seluruh sekolah.
"Wah wah udah baikan nih!! " Ujar Reno.
"Yoi, liat aja tuh dah nempel banget kayak perangko!! " Ledek Randi yang membuat ia terkena tatapan super tajam dari Revan, namun bukan nya takut Randi dan Reno malah terkikik geli.
Sesampai nya di kelas, Revan langsung menuju ke bangku nya karena jam pelajaran sudah akan di mulai. Ia bertekad akan terus mengejar Ziva apapun cara nya. Sedangkan Ziva sudah duduk santai di bangku nya sembari sesekali membaca buku tugas nya. Tak lama pelajaran di mulai dengan cukup santai. Hanya ada beberapa penjelasan dari sang guru, dan tidak ada tugas yang membuat para siswa sedikit lebih rileks.
Ziva sesekali melirik ke arah Revan, ia tersenyum melihat perubahan Revan yang sekarang. Revan jadi lebih rajin belajar bahkan di lihat dari gerak gerik nya ia rasa Revan tak melewatkan satu hal penting pun untuk di catat. Hati nya kembali berdesir saat tatapan nya tanpa sengaja bertemu dengan Revan. Senyum manis Revan membuat Ziva tersipu dan menundukkan kepala nya. Ziva merutuki dirinya sendiri karena hal bodoh yang baru saja ia lakukan. Namun ia tersenyum saat mengingat kembali tatapan lembut dan senyuman manis itu.
"Thanks Van, udah hadir di hidup gue.. " Batin Ziva.
"Gue baru sadar seorang Revano bisa se sweet ini..."
__ADS_1