
Skip
bell pulang sekolah
Kringggggg
Semua siswa pun beranjak keluar dari kelas mereka, begitu pun Ziva dan Revan. Mereka bersama anggota White Eagle yang lain sedang berjalan menuju area parkir sesuai janji, Ziva pulang bersama Revan. Sampai di parkiran Revan melepas jaket nya dan memberikan nya pada Ziva, dengan senang hati Ziva langsung memakai nya. Mereka pun bergegas menyalakan motor masing masing, Revan melajukan motor nya terlebih dulu. Di ikuti Randi, Reno dan Gio, sedangkan anggota White Eagle yang lain berpencar untuk menjaga dari sisi lain nya. Yah seperti yang di perintahkan Mike pada Revan, Revan mengatur penjagaan ketat tanpa sepengetahuan Ziva. Yang Ziva tau mereka akan jalan jalan, dan sudah biasa kalau Randi, Reno dan Gio ikut.
Revan melajukan motor membelah jalanan yang cukup padat karena sekarang jam pulang sekolah dan waktu nya makan siang. Karena sudah waktu nya makan siang, Revan mengajak Ziva untuk makan di salah satu resto langganan Revan dan kawan kawan. Sampai di area parkir resto, Ziva langsung turun dari motor menunggu Revan dan yang lain nya memarkirkan motor mereka. Setelah itu mereka langsung masuk ke resto itu, karena sufah sering ke sini pelayan di sini pun hafal dengan pesanan mereka. Hanya Ziva yang sedang memilih menu apa yang mau ia pesan. Setelah memesan Ziva izin ke toilet sebentar, sebenarnya Revan takut Ziva kenapa kenpa namun Randi menghalau Revan. Karena tingkah Revan yang berlebihan akan membuat Ziva curiga.
"Gue cuma khawatir Ran!!" Seru Revan sembari menatap kepergian Ziva.
"Iya, tapi sikap berlebihan lo bakal bikin dia curiga!! Lu lupa dia itu queen Warrior dia punya insting yang kuat, kalo lo udah di introgasi nya gak ada yang bisa bohong dari dia!! Jadi jangan sampe dia curiga!!" Jelas Randi yang membuat Revan menghela nafas.
"Biar gue aja yang liat bang, gue juga mau ke toilet!!" Seru Gio.
"Tolong yah Gi!!" Pinta Revan.
"Tenang bang, Zi udah gua anggep saudara sendiri jadi keselamatan dia juga prioritas gue!!" Seru Gio sembari bangkit dari duduk nya kemudian berjalan menuju toilet.
Karena melihat seperti nya di toilet perempuan baik baik saja Gio pun memutuskan untuk ke toilet sebentar. Namun saat keluar dari toilet betapa terkejut nya Gio melihat Ziva sedang menampar seorang perempuan.
Plak
Plak
Plak
Beberapa kali Ziva menampar perempuan itu dengan mata memerah, saat ingin menampar nya lagi tiba tiba sebuah tangan menghentikan nya.
"Zi, udah... Lo kenapa??" Tanya Gio bingung, ya Gio lah yang menghentikan nya.
"Minggir!!" Kesal Ziva berusaha melepaskan diri dari genggaman Gio.
"Zi, tenang... Lu kenapa??" Tanya Gio dengan nada selembut mungkin.
__ADS_1
"Dah gila dia, psikolat, pembunuh..." Uhar gadis di hadapan mereka sembari menunjukkan senyum smirk nya.
"Diem!! Bangsat!!" Teriak Ziva sampai memicu kerumunan.
"Ziv, udah tenang!!" Seru Gio sembari memegang bahu Ziva.
"Apa lu hah??" Tantang gadis itu.
Dengan sigap Ziva menyikut pinggang Gio sehingga menjauh dari nya, ia langsung menjambak rambut gadis di hadapan nya. Mereka pun langsung bertengkar, mulai dari menjambak mencakar satu sama lain. Gio yang tak bisa mengatasi Ziva langsung menelpon Revan.
In call
"Ngapain lu nelpon??" Tanya Revan bingung jarena Gio menelpon nya padahal cuma ke toilet.
"Ke sini bang, duhh tolongin, piaahin ini, si Ziva berantem...." Seru Gio sembari berusaha memisahkan Ziva dan gadis itu.
"What??" Teriak Revan tak percaya.
Tanpa pikir panjang Revan segera mematikan telpon nya.
Revan langsung berlari menuju toilet di ikuti oleh Randi dan juga Reno, saat di tempat Revan di bjat terkejut dengan Ziva yang sedang menjambak rambut seorang gadis. Revan segera memeluk Ziva dari belakang, menarik nya menjauh dari gadis it. Lengan gadis itu pun langsung di tarik oleh Randi dan juga Reno. Dan betapa terkejut nya Randi saat melihat wajah gadis itu, wajah yang sangat tak asing untuk nya.
"Wajar Ara ngamuk" Batin Randi langsung menyeret keluar gadis itu secara paksa.
Reno hanya terdiam karena melihat Randi yang begitu, tak biasa nya ia kasar dengan perempuan. Ia pun melirik Ziva yang seperti nya sedang meredam amarah.
"Ini sebenernya kenapa?? Siapa tuh cewek??" Batin Reno.
"Zi tenang... Tenang..." Ujar Revan yang senantiasa memeluk Ziva dari belakang.
Pihak resto pun datang ke sana, dengan terpaksa Reno yang menjelaskan semua kesalahpahaman ini. Karena Revan dan Gio sedang sibuk menangani amarah Ziva, Ziva sedang manangis di pelukan Revan. Yah pertahanan nya goyah, dinding yang biasa nya kokoh kini runtuh seketika. Gio pun sangat kaget ketika melihat seorang queen Zi menangis seperti itu. Dulu ia hanya mengenal sosok queen Zi, queen Warrior yang tak kenal takut yang slalu dingin dan cuek akan apalun yang tak berhubungan dengan nya. Yang di takuti oleh beberapa genk motor karna kecerdikan dan kemampuan nya yang tak bisa di remehkan meski ia seorang perempuan. Namun kini di hadapan nya hanya seorang gadis yang begitu rapuh, saking rapuh nya seakan bisa pecah bila tersentuh sedikit saja.
Kini Gio tahu jelas mengapa Revan begitu khawatir dengan Ziva, karna Ziva adalah gadis biasa yang mempunyai sisi rapuh nya. Namun mungkin sangat jarang orang yang mengetahui sisi Ziva yang satu ini. Revan membawa Ziva kembali ke kursi mereka dengan Ziva yang masih setia dalam pelukan Revan. Sedangkan Gio dan Reno hanya mengikuti dari belakang, masalah nya sudah terselesai kan dengan pemilik resto. Ziva duduk di kursi nya sembari menutup wajah nya yang sembab karna air mata. Revan terus saja mengusap punggung Ziva serta surai nya untuk menenangkan Ziva.
"Sssttttss udah Zi...." Ujar Revan.
__ADS_1
"Maaf..." Lirih Ziva sembari mengusap air mata nya dan Gio dengan sigap memberikan tisu pada Ziva.
"Thanks.." Ujar Ziva sembari menerima tisu itu.
"Udah tenang??" Tanya Revan yang membuat Ziva mengangguk.
"Lo kenapa tadi??" Tanya Revan dengan hati hati.
"Bukan gue tang mulai..." Celetuk Ziva dengan nada manja yang membuat Reno dan Gio tercengang.
Yah siapa yang gak tercengang seorang queen Zi yang biasa nya cool dan nyeremin di kata orang, sekarang malah bertingkah manja pada Revan.
"Hehe iya gue tau... Tapi apa harus sampe berantem depan umum??" Kekeh Revan yang membuat Ziva mengerucutkan bibir nya.
"Gak mau jawab nih??" Tanya Revan lagi karena Ziva hanya diam tanpa niat menyauti pertanyaan Revan.
"Ya udah gue gak maksa... Sekarang makan yukk!!" Ujar Revan yang membuat Ziva menatap makanan di hadapan nya.
"Oke!!" Ujar Ziva antusias yang membuat ketiga pria itu tersenyum melihat tingkah Ziva.
"Eh by the way Randi mana??" Tanya Revan.
"Tadi sih nyeret tuh nenek lampir!!" Ujar Gio yang mulai menyendokkan makanan nya ke mulut.
"Haiiisshhh..." Ziva menaruh lagi sendok di tangan nya dan hendak menyusul Randi.
Namun langkah nya langsung di cegah oleh Revan, Ziva menatap Revan tajam karena menghalangi langkah nya. Namun detik berikut nya tiba tiba Randi mengagetkan Ziva dari belakang.
"Wahhhh...." Ziva terlonjak kaget karna ulang Randi.
"Cieee... Nyariin yeee!!" Goda Randi.
"Ish kakak..." Rengek Ziva yang membuat Gio kembali tercengang.
"Astogehhh... Seperti nya gue harus mulai terbiasa liat sisi lain si queen Zi yang satu ini...." Batin Gio.
__ADS_1