Most Wanted School

Most Wanted School
Masa Lalu David


__ADS_3

Setelah selesai menelpon Revan, Mike kembali mengirimkan pesan singkat pada anggota Warrior yang lain. Ya ia mengirimkan pesan tentang situasi saat ini, serta meminta Bastian untuk mengendalikan situasi markas untuk sementara waktu ini. Sementara di markas Warrior, semua orang sudah gempar mengenai pesan dari Mike. Semua orang terlihat kacau di sana, kabar ini membawa duka yang begitu besar untuk mereka semua. Terutama Bastian, ia sangat shock ketika melihat pesan dari Mike di grup chat Warrior. Ia mencoba meyakinkan diri nya bahwa Mike hanya bercanda. Namun kenyataannya tak memihak pada nya. Mike bukan lah seseorang yang akan bercanda mengenai hal semacam ini. Seluruh anggota Warrior kini sedang mengalami duka yang teramat, bahkan ada beberapa dari mereka yang tak kuasa menahan air mata nya.


"Bang, ini bohongkan??" Tanya salah seorang anggota Warrior kepada Bastian namun ia hanya terdiam.


"Ini pasti bercanda ya kan..." Ujar seorang lagi yang sudah tak kuasa menahan air mata nya.


"Rega... gak mungkin beneran..." Seru salah seorang anggota Warrior yang tak mampu menyelesaikan kalimat nya.


"Gak... Gak mungkin... Bego... Gak... Bang Rega gak mungkin pergi...." Teriak seorang pemuda bernama David.


"Vid tenang... Tenang!!" Ujar seseorang yang berada di samping nya.


"Bang Rega gak mungkin pergi.... Bang Rega gak mungkin ninggalin gue.... hiks hiks..." Tangis David pun pecah itu membuat batin Bastian terenyuh.


Bastian segera beranjak dari tempat nya, ia bergegas menghampiri David. Ia kemudian menepuk bahu David, ia menatap nya sendu. Ia sangat tau bagaimana perasaan David saat ini. Ia tahu betul, David tak mempunyai siapapun lagi selain Rega. Rega lah yang membawa nya kemari, merawat nya seperti adik nya sendiri. David sudah di tinggal kedua orang tua nya, bukan karna orang tua nya sudah meninggal. Namun orang tua nya berpisah dan malah tak ada yang menginginkan David lagi.


Saat itu David di tinggal sendirian di rumah kontrakan yang sebentar lagi habis masa kontrak nya. Setelah masa kontrak nya habis, David di usir keluar oleh pemilik kontrakan. David terluntang lantung kesana kemari tanpa tujuan. Ia mengamen di lampu merah hanya untuk mencari sesuap nasi. Bahkan ia pernah pingsan di jalan karena kelaparan namun tak ada yang sudi membantu nya.


Tiba suatu hari ia bertemu dengan Rega, awal nya ia di ganggu beberapa preman karna ia tak mau memberika uang nya pada preman itu. Bagaimana mau do berikan kalau ia saja belum makan apapun, dan ia hanya mempunyai sepuluh ribu. Saat preman itu ingin menghajarnya tuba tuba seseorang datang menghadang pukulan preman itu.


"Santai bro!! Jangan pake kekerasan!!" Ujar nya dengan nada santai, ya itu adalah Rega.


"Mau apa lo?? Gak usah ikut campur!!" Teriak preman itu.


"Sorry nih bang, bukan nya mau ikut campur!! Tapi yang lo ganggu adek gue!!" Seru Rega.


"Adek lo??" Preman itu melihat penampilan Rega dari atas sampai bawah.

__ADS_1


"Heh?? Lu pikir gua percaya!! Modelan kek gini adek lo!!" Ujar preman itu memandang David dengan tatapan meremehkan.


"Sorry nih yah bang!! Adek gua nih minggat dari rumah!! Yah biasa lah anak muda bang!!" Ujar Rega dengan nada seperti mereka sudah kenal lama atau akrab.


"Gak usah sok akrab lu!!" Ketus preman itu.


"Dah jangan galak galak donk bang!! Gimana kalo abang ikut ngopi ngopi di tempat gua!!" Seru Rega sembari menunjukkan sebuah kalung pada preman itu.


Preman itu langsung membulatkan mata nya, yah siapa orang bodoh di kota ini yang tidak tau dengan kalung berlambang yang sedang di pegang pemuda di hadapan nya ini. Itu adalah pengenal khusus anggota inti genk Warrior, salah satu genk motor ternama di kota ini. Dan menurut rumor beredar, mereka tak pernah mau terlibat masalah apapun. Tapi sekali nya di ganggu, atau di senggol maka orang yang mengganggu nya akan hancur dengan berbagai macam cara.


"Sial!!" Maki preman itu dalam hatinya.


"Gue salah mangsa!!" batin preman tersebut.


"Hahaha gak perlu!! Gak perlu kok, lo bawa aja nih bocah... Eh maksud nya adek lo ini, gua ada urusan lain!!" Tawa preman itu hambar, lalu langsung meninggalkan Rega dan David.


"Lo gak papa??" Tanya Rega pada David.


"i.. iya bang, thanks ya!!" Seru David yang sedikit gugup.


"Udah!! Gak usah gugup!! Ikut gue yuk!!" Rega pun dengan segera menarik David menuju motor kesayangan nya.


David hanya mampu diam dan mengikuti Rega, bahkan saat Rega melajukan motor nya David hanya terdiam tanpa sepatah kata pun. Rega sesekali melihat ke belakang, mata nya terlihat sendu melirik kondisi David yang begitu kucal. Padahal David masih muda, masa depan nya masih panjang. Namun mungkin kehidupan nya tak beruntung sehingga ia harus berakhir di jalanan seperti ini. Tak lama mereka pun sampai di Flow Cafe, ya kafe yang di kelola oleh Bang Zidan.


Rega mengajak David untuk masuk namun David menolak nya karena penampilan nya tak cocok untuk orang seperti nya. Dengan terpaksa Rega menarik tangan David untuk masuk ke dalam kafe. Mereka duduk di pojok dekat jendela, Rega memanggil pelayan kafe untuk memesan makanan.


"Lo mau pesen apa??" Tanya Rega.

__ADS_1


"A.. apa aja bang, samain aja sama abang!!" Seru David.


"Nasi goreng seafood dua, es teh dua sama......" Rega pun memesan beberapa makanan untuk mereka.


Setelah pelayan kafe itu pergi, pandangan nya teralihkan pada sosok gadis yang berada di atas panggung. Rega tersenyum lebar melihat gadis cantik itu bernyanyi sembari bermain gitar. Hal ini tak luput dari pandangan David.


"Cantik banget!!" Batin David


"Apa dia pacar nya yah??" Tanya David dalam hati.


"Oh iya kita belum kenalan!!" Rega menepuk dahi nya.


"Oh... Gue David bang!!" Ujar David sembari mengulurkan tangan nya.


"Gue Rega!!" Sahut Rega menyambut uluran tangan David.


"Hmm itu pacar nya ya bang??" David memberanikan diri menanyakan hal itu pada Rega.


"Uhuk uhuk..." Rega tersedak ludah nya sendiri karena pertanyaan dari David itu.


"Lo gak papa bang??" Panik David.


"ehenmmm, it's oke... Dan dia bukan pacar gue!!" Sahut Rega.


"Hah?? Gue pikir dia pacar lo bang!! Soal nya lo dari tadi senyam senyum mulu ngeliatain nya..." Ujar David yang mulai terbiasa mengobrol dengan Rega.


"Itu karna dia adek gue'..." Kekeh Rega.

__ADS_1


"Ah gue pikir pacar lo tadi..." Kekeh David sembari menggaruk belakang tengkuk nya.


__ADS_2