Most Wanted School

Most Wanted School
Because I Can't....


__ADS_3

Ke esokan pagi nya, Revan, Mike, dan Ziva berangkat dengan menggunakan mobil Revan. Revan yang menyetir sementara Ziva duduk di belakang bersama dengan Mike. Mike sedang berusaha menenangkan Ziva, Revan sengaja menyuruh Ziva duduk di belakang dengan Mike agar Mike bisa menenangkan Ziva. Ia tak peduli walau harus sepertj seorang supir. Sementara Alqan ia berangkat menggunakan motor Mike, sebenarnya Alqan kaget melihat body motor Mike yang lecet di mana mana. Namun ia tak brani bertanya, ia tak ingin memperkeruh suasana.


Tak lama mereka pun sampai di tempat pemakaman, Ziva terus berpelukan dengan Mike. Ia berusaha untuk tetap tegar namun ia tak bisa, air mata nya meluncur tanpa persetujuan nya. Di sana sudah ada anggota Warrior dan juga anggota White Eagle, ya hanya mereka karna setau mereka Rega sudah tak punya siapa siapa lagi. Di sana juga sudah ada orang tua Ziva, melihat nama nya Ziva langsung berlari ke pelukan mama nya.


"Hikss ma, hiks Rega ninggalin Ara ma hikss..." Ucap Ziva di sela tangis nya.


"Yang sabar sayang, semua sudah ada yang mengatur!!" Mama Ziva berusaha menenangkan putri kesayangan nya itu.


Sedangkan Mike ia berdiri di dekat papa nya, papa nya pun menepuk punggung Mike. Ia tahu putra nya itu sedang menahan rasa sakit nya. Ia hanya berusaha tegar agar adik nya tak berlarut larut dalam ke sedihan. Revan pun ikut bergabung dalam prosesi pemakaman itu namun pandangan nya tak pernah luput dari gadis pujaan hati nya itu.


Setelah pemakaman selesai semua orang pulang ke rumah masing masing, kini tinggal Ziva, Mike, Alqan dan juga Revan. Ziva mencium pusara Rega, dan mulai beranjak pergi dari sana tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Mungkin karna ia sudah tak sanggup untuk sekadar berucap. Revan pun beranjak dari sana membukakan pintu mobil untuk Ziva, sedangkan Alqan dan Mike masih dalam posisi nya.


"Ga, yang tenang yah..." Hanya itu yang terucap dari bibir Alqan kemudian ia segera beranjak dari sana.


"Gua gak percaya ini ga!!" Seru Mike.


"Yang tenang di sana ga, dia gue slalu ada buat lo!!" Ujar Mike sembari mengusap air mata nya yang luruh.


"Gue janji bakal ngelindungin Ara!!" Ujar Mike sembari menghembus kan nafas panjang.


"Gue tau, mungkin orang lain liat di antara lo dan Ara cuma sebatas kasih sayang saudara dan mungkin Ara juga ngerasa gitu!! Tapi gue tau, lo sayang sama Ara lebih dari itu bahkan mungkin rasa sayang lo melebihi yang Revan rasain saat ini ke Ara..." Tutur Mike sembari memejamkan kedua mata nya.


"Lo gak ungkapin perasaan lo karna lo gak mau hubungan lo dan Ara jadi canggung karna lo tau Ara gak pernah nganggep lo lebih... Dan lagi lo juga tau tujuan Ara selama ini, makasih karna slalu jagain Ara ga.... Makasih karna cinta lo yang tulus buat Ara... Gua tau segala nya ga... Gua tau perasaan lo, gua hanya menghargai keputusan lo..."


"Satu hal yang gua sesali, kalo aja gua tau lo bakal pergi secepat ini gua pazti nyuruh lo buat ungkapin perasaan lo, setidak nya Ara tau perasaan lo yang sebenarnya sebelum lo pergi..." Air mata Mike tak bisa lagi tertahan.


Ia begitu larut dengan pikiran dan perasaan nya sampai ia tak merasakan bahwa ada dua pasang mata yang sedari tadi mengawasi nya.


"Bang kita harus pergi sekarang!!" Seru pemuda itu.


"Tunggu bentar lagi"

__ADS_1


Pemuda bernama Leo itu hanya bisa menghela nafas kasar dengan sifat keras kepala kakak laki laki nya yang satu ini. Sedangkan kakak nya itu hanya menatap lurus ke arah Mike, ia memakai kacamata hitam dan juga masker sehingga tak ada yang mengenali nya. Setelah Mike beranjak pergi ia pun meminta Leo untuk pergi juga dari sana. Leo menghela nafas lega ketika kakak nya itu akhir nya mau beranjak dari tempat itu.


"Bang lo bener bener nekat!!" Seru Leo saat berada dalam mobil.


"Gimana kalo ada yang ngeliat lo di sana?? Bisa bisa semua rencana lo berantakan!!" Kesal Leo menatap tajam ke arah kakak nya yang seakan tak peduli dengan ucapan nya.


"Rencana pak tua bukan gua!!" Ketua pemuda itu.


"Aiisshh tapi ini juga kan demi kebaikan lo!!" Seru Leo sembari menjalankan mobil nya.


"Serah lu lah!!" Kesal pemuda itu sembari manatap keluar jendela.


"Ah elah, ambekan lu kayak cewek!!" Seru Leo yang tiba tiba memutar arah setir nya.


Hal itu pun di sadari oleh pemuda itu, ia seketika menoleh pada adik nya yang sedang fokus menyetir.


"Kita mau kemana??" Tanya pemuda itu penasaran.


"Hah??" Pemuda itu hanya mampu melongo memdengar penuturan dari adik nya yang terdengar ambigu itu.


Sekitar dua puluh menit mereka menyusuri jalanan. Pemuda itu pun mulai menyadari ke arah mana mereka akan pergi.


"Kita mau..." Belum sempat melanjutkan kata kata nya, Leo sudah menghentikan mobil nya.


"Turun!!" Titah Leo dan pemuda itu pun langsung turun.


Di sini lah mereka, di sebuah taman bermain terbengkalai yang hanya terlihat sisa sisa saja. Bahkan sebagian sudah di tumbuhi rumput belukar yang sudah sampai lutut. Leo beranjak menuju salah satu ayunan yang terlihat masih kokoh berdiri di sana. Tak ada rumput di sana hanya pasir di sekitaran ayunan itu. Leo segera menaiki ayunan tersebut tanpa takut ayunan itu akan roboh.


"Kalo roboh gimana pe'a" Kesal pemuda itu sambil menghampiri adik nya itu.


"Gak bakal baru sebulan yang lalu gua suruh orang perbaiki nih ayunan!!" Seru Leo sembari bermain ayunan selayak nya anak kecil.

__ADS_1


"Hah??" Pemuda itu menatap Leo dengan heran.


"Ya sebulan yang lalu gue ke sini, gue kangen masa masa kita dulu!! Gua baru tau kalo ini dah terbengkalai kayak gini!!" Seru Leo menatap sekeliling dengan sendu.


"Lo inget gak, dulu waktu gua kecil kalo gua sedih lo slalu bawa gua ke sini!! Main ayunan, bkin istana pasir...." Seru Leo mengingat masa lalu nya.


"Hmmm..." Pemuda itu berdehem dan berjalan ke arah Leo, ia duduk di ayunan sebelah nya Leo.


"Gua hampir lupa sama tempat ini!!" Ujar pemuda itu menatap sekeliling.


"Iya lah karna lo dag sibuk sama dunia yang lu bikin sendiri, sedangkan gua harus mati matian bertahan ngadepin sifat iblis nya bokap sendirian!!" Pernyataan Leo bukan nya membuat pemuda itu sedih justru ia terkekeh.


"Lah malah ketawa!!" Cetus Leo.


"Hehe sorry abis nya kok malah kedengaran kayak cewek yang ngambek sama cowok nya yah hahahha...." Seketika tawa pemuda itu meledak.


"Ya orang lagi serius malah di becandain!!" Kesal Leo.


"Ah elah lu serius amat sih!!" Seru pemuda itu menatap langit, ia masih mengingat prosesi pemakaman tadi.


Lebih tepat nya ia mengingat wajah gadis cantik yang terus bersembunyi di pelukan mama nya. Ia memejamkan mata nya tak sanggup melihat duka di wajah gadis itu.


"Masih kepikiran??" Tanya Leo dan pemuda itu hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Haaiissshhh gua bingung sama lo dah!! Kalo emang cinta kenapa kagak di perjuangin!!" SeruLeo.


"Lo gak ngerti Le'' Ujar pemuda itu.


"Ya iya lah kagak ngerti!! Lu aja kagak cerita alasan nya!!" Ketus Leo yang lagi lagi membuat pemuda itu terkekeh.


"Because i can't....." Pemuda itu tak menyelesaikan kalimat nya, ia langsung beranjak menuju mobil dan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Eitt dah malah di tinggal gua..." Leo berlari mengejar kakak nya itu.


__ADS_2