
Revan memantapkan hati nya dan berjalan ke arah Ziva, karena kewaspadaan Ziva ia langsung menoleh ketika mendengar suara langkah kaki. Namun sedetik kemudian Ziva langsung tersenyum melihat kehadiran Revan.
"Heiii..." Sapa Revan.
"Haiii..." Sahut Ziva.
"Gue bawain lo makanan!!" Seru Revan yang membuat Ziva tersenyum kemudian Ziva mengajak Revan untuk duduk di meja panjang di dekat nya.
Revan hanya menuruti semua yang di lakukan Ziva, ia segera menyerahkan makanan yang tadi di pesan oleh Randi.
"Wahh, semua makanan kesukaan gue!!" Seru Ziva antusias yang membuat Revan terkekeh.
"Iya lah, tapi bykan gue yang mesenin..." Ujar Revan sembari menyuapkan makanan ke mulut nya.
"Hah??" Ziva menatap Revan bingung.
"Randi yang mesenin buat lo!" Seru Revan jujur.
"Ohhh, ya gak papa tapi tetep aja makasih karna lo dah bawain gue makanan..." Seru Ziva sembari tersenyum.
Kedua nya pun larut dalam diam sembari menikmati makanan mereka. Sesekali Revan mengangkat pandangan nya hanya untuk melihat Ziva. Ia tersenyum melihat gadis cantik di hadapan nya makan dengan lahap, hanya ini yang bisa ia lakukan. Ya hanya ini cara yang Ia tau untuk mencuri sedikit perhatian dari gadis yang ia cintai. Meski hanya sedikit namun sudah cukup bagi nya karna ia tau di hati gadis itu sudah ada orang lain.
Tak lama makanan mereka pun ludes tak bersisa, kini Ziva sedang duduk di pinggir roof top sembari meminum susu strawberry yang di belikan Revan. Sebenar nya Revan sangat takut, bukan takut apa karna mengingat kejadian tempo hari membuat nya sedikit was was. Namun ia juga tak enak hati melarang Ziva karna ia melihat Ziva begitu menikmati berada di sana. Dengan terpaksa Revan hanya mampu bersandar di dekat Ziva sembari mengawasi setiap gerakan Ziva, ia tak ingin hal buruk terjadi.
"Lo suka banget ke sini!!" Seru Revan membuka suara.
"Hmmm...." Ziva bergumam.
"Karna setiap gue sedih atau ada masalah gue slalu ke tempat tinggi dan gak ada orang!! Karna di situ gue bisa ngelepasin semua beban di hati gue, yah contoh nya di roof top kayak gini!!" Seru Ziva sembari menutup mata menikmati hembusan angin yang menerbangkan rambut nya.
Revan hanya diam dan memperhatikan Ziva, ia tersenyum ketika melihat Ziva tersenyum.
"Kalo lo mau nangis, nangis aja Zi!! Jangan di tahan!!" Seru Revan yang membuat Ziva membuka mata nya.
"Gue dah capek nangis Van!! Lagian bener kata kak Mike, Rega pasti gak bakal suka kalo gue terus terusan sedih..." Ujar Ziva dengan tatapan sedikit sendu.
"Yah mama nya Run lah dari kesedihan lu!!" Seru Revan sembari terkekeh.
"Udah coba tapi kayak nya gua kagak bisa deh..." Seru Ziva yang membuat Revan mengernyitkan dahi.
"Kenapa??" Tanya Revan.
"Karna udah jadi DNA gua berada dalam kesedihan..." Ujar Ziva sembari menunjukkan deretan gigi nya.
"Ah elah Zi.. Denger yaahhh hidup terus jalan, jangan diem di satu tempat... Gue yakin moment indah itu pasti hadir di hidup lo!!" Ujar Revan.
"Yet to come yah..." Kekeh Ziva.
__ADS_1
"By the way, lo ntar di jemput sama bang Mike??" Tanya Revan.
"Emang kenapa??" Ziva justru balik bertanya.
"Gak papa sih, gue mau ngajakin lo jalan jalan!!" Seru Revan.
"Kemana??" Tanya Ziva lagi.
"Keliling naik motor..." Sahut Revan sembari menaik turunkan alis nya.
"Boleh!!" Seru Ziva antusias.
Ziva pun mengambil ponsel nya, dan ingin menghubungi Mike, namun tak di sangka justru Mike yang lebih dulu menghubungi nya.
In call
"Halo ..."
"Baru aja Ara mau nelpon kakak..." Ujar Ziva.
"Hah?? Kenapa?? Ada masalah?? Lo kenapa?? Lo gak papa kan??" Seketika berbagai pertanyaan di lontarkan oleh Mike yang membuat Ziva memutar bola mata nya malas.
"Ara gak papa kak, nanya tuh satu satu jangan kayak gerbong kereta, bingung jawab nya!!" Kesal Ziva.
"Eh. Hehehe sorry sorry!! By the way lu mau apa nelpon gue??" Tanya Mike.
"Gue gak bisa jemput lo Ra, sorry yah ntar gua suruh Alqan buat jemput lo!!" Seru Mike.
"Eh... Ara juga mau bilang gak usah jemput!!" Ujar Ziva.
"Hah?? Kenapa??" Tanya Mike bingung.
"Gak papa, Ara mau jalan sama Revan!! Boleh??" Tanya Ziva.
"Oh ya udah, mana Revan nya?? Dia lagi sama lo kan??" Tanya Mike.
"Iya bentar!!" Seru Ziva kemudian menoleh ke arah Revan.
"Udah??" Tanya Revan bingung karna Ziva menatap nya.
"Nih, kak Mike mau ngomong!!" Seru Ziva sembari menyerahkan telpon nya dan langsung si terima oleh Revan.
"Ya bang!!" Ujar Revan.
"Jagain Ara baik baik!! Gue ada urusan soal pengkhianat itu!!" Seru Mike serius yang membuat Revan sedikit tertegun namun detik kemudian ia berlagak tak ada yang terjadi karna ia tahu Mike pasti tak ingin Ziva mengetahui nya.
"Iya bang tenang aja, Zi pasti aman kok sama gua!!" Seru Revan sembari melirik Ziva dengan senyuman nya.
__ADS_1
"Gue percayain keselamatan Ara!! Bokap sama nyokap gue lagi keluar kota, mereka ada urusan mendadak!! Dan di base camp Warrior lagi sibuk ngurusin masalah ini, gue bisa titip Ara kan?? Tadi nya gue bingung mau kasih alasan apa ke Ara gue harap lo bisa jaga Ara!!" Jelas Mike panjang lebar.
"Oke bang tenang, tapi gue izin yah!! Gue mau ajakin Zi liat sirkuit malem ini, kalo kemaleman gue mau ajak Zi nginep di base camp White Eagle!!" Seru Revan seakan meminta izin pada Mike namun Mike tau itu cara Revan untuk tak menbuat Ziva curiga jadi Mike pun tak perlu repot mencari alasan lagi.
"Oke, thanks Van!!" Ujar Mike.
"Iya bang..." Revan pun menyerahkan ponsel itu pada Ziva kembali.
"Kak!!" Panggil Ziva.
"Iya sayang??" Sahut Mike.
"Emang kakak mau kemana sih??" Tanya Ziva penasaran.
"Gue ada tugas Ra, lu tau kan tahun ini gue lulus jadi banyak banget tugas yang perlu gue selesaiin..."Jelas Mike.
"Ohhh..." Sahut Ziva mengerti.
"Lu baik baik sama Revan, jangan jauh jauh dari dia!! Gue gak mau lu kenapa kenapa" Peringat Mike.
"Iya iya emang nya gue anak kecil apa!!" Sebal Ziva.
"Ra..."
"Iya iya kak, Ara janji!!" Ujar Ziva.
"Oh ya papa sama mama juga lagi ke luar kota, ada urusan mendadak!!" Seru Mike.
"Hah?? Kapan??" Tanya Ziva.
"Tadi.." Sahut Mike.
"Kok gak kasih tau Ara sih.."
"Kan udah kasih tau gue Ra, ih udah bentar lagi lu masuk kelas kan!! Bye..." Ujar Mike langsung mematikan sambungan telpon nya.
End call
"Ishhh gak sopan banget!!" Kesal Ziva yang membuat Revan terkekeh.
Terdengar suara bel pertanda masuk kelas bergema di penjuru sekolah. Ziva dan Revan pun berjalan beriringan menuruni anak tangga. Mereka bergegas kembali ke kelas, di sana sudah ada Randi dan Reno yang sedari tadi menunggu kedatangan Revan. Begitu pun Sisil, ia langsung menghampiri Ziva.
"Zi, lo kemana gue cariin dari tadi!!" Seru Sisil.
"Hehe sorry sorry!!" Kekeh Ziva kemudian berjalan menuju kursi nya di ikuti oleh Sisil dan juga Revan.
"Ampe lupa waktu nih!!" Ledek Randi ketika Revan melewati kursi nya.
__ADS_1
"Sialaann lu!!" Revan menggeplak lengan Randi namun sang empu malah terkekeh.