
"So, udah baikan??" Tanya Mike pada Ziva.
"Udah jauh lebih baik kak, cuma masih agak syok aja!!" Seru Ziva tersenyum.
"Zi, gue masih bingung deh... Ngapain Lo di roof top sendirian??" Tanya Revan yang membuat Mike dan Randi menjadi serius mendengarkan.
"Haiissshhh, sebenernya perasaan gue dari tadi tuh gak enak!! Jadi gue ke roof top buat nenangin diri sambil makan!!" Seru Ziva menghela nafas panjang.
"Jadi gue nelpon mama, gue awal nya lega banget karna mama sama papa gak kenapa kenapa!! Gue lebih lega lagi pas lo ngirim chat, jadi gue yakin kalo Lo gak kenapa kenapa!!" Jelas Ziva menatap Mike.
"Terus, gimana Lo bisa gelantungan kek layang layang nyangkut gitu!!" Seru Randi tiba tiba yang membuat Ziva, Revan dan Mike melongo di buat nya.
Plukkk
Ziva melemparkan bantal nya tepat di wajah Randi karena kesal dengan kata kata Randi itu. Sedangkan Randi hanya cengengesan, dan menunjukkan dua jari nya pertanda damai.
"Canda Ra!!" Seru Randi.
"Sialan Lo!!" Rajuk Ziva.
"Ih, ngambek!! Dah dah, Monggo di lanjut cerita nya!!" Ujar Randi sembari cekikikan.
"Yah, udah itu gue kan duduk di pembatas tuh... Gak tau tiba tiba aja ada yang dorong gue dari belakang!!" Seru Ziva.
"What!??!!" Seru Revan, Randi dan Mike serempak.
"Jadi maksud Lo, ada yang sengaja mau nyelakain Lo??" Tanya Randi memastikan.
"Ya mungkin.." Sahut Ziva.
"Bangsattttt siapa yang berani nyentuh cewek gue!!" Maki Revan.
"Eheemmmzz cewek siapa?? Siapa yang cewek Lo??" Tanya Ziva dengan wajah yang sulit di artikan.
"Hehehe maaf, maksud nya calon!!" Kekeh Revan sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Cih, siapa juga yang mau jadi cewek Lo!!" Seru Ziva memalingkan wajah nya.
"Dah, dah... Kok malah gelut sih!!" Ujar Mike.
"Terus gimana, Lo liat orang nya??" Tanya Randi yang membuat Ziva menggeleng.
"Gue cuma liat dia pake jaket item sama pake masker!! Tapi dari postur tubuh nya sih kayak nya cewek!!" Ujar Ziva yang berusaha mengingat penampilan orang yang mendorong nya.
"Itu pun gue liat nya cuma sekilas, soal nya pas gue liat ke atas dia langsung lari!!" Tambah Ziva.
"Cewek??" Mike, Randi dan Revan saling pandang.
"Lo yakin Zi??" Tanya Revan memastikan.
"Gue gak yakin, tapi dari postur nya kayak cewek" Jelas Ziva.
"Kak, gue gak tenang banget!! Ni aja gue masih merinding bayangin kalo gue sampe jatoh tadi!!" Ziva memeluk lengan nya sendiri.
Melihat hal itu, Mike langsung membawa Ziva ke dalam pelukan nya. Ia mengusap kepala Ziva dengan sayang, berharap bisa menenangkan Ziva.
__ADS_1
"It's oke, gue di sini!!" Seru Mike.
"Iya Zi, Lo tenang aja!! Gue sama anak anak White Eagle bakal nyari pelaku nya.
"Iya Ra!!" Sahut Randi.
"Tap.. tapi..."
"Udah Lo tenang aja, gue pastiin gak bakal ada yang tau masalah hal ini!!" Seru Revan memotong ucapan Ziva.
Ziva menatap nya ragu, namun Mike menggenggam tangan nya erat. Hal itu membuat Ziva mendongak menatap Mike.
"Tenang aja, semua nya pasti baik baik aja!" Ujar Mike meyakinkan Ziva.
"Hmm oke, kak Ara mau pulang!!" Rengek Ziva manja.
"Oke oke!" Sahut Mike.
"Van, Gue sama Ziva balik dulu!!" Seru Mike sembari membantu Ziva turun dari ranjang.
"Oke, bareng aja ke depan!!" Seru Revan.
Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju tempat parkir. Mereka berpisah untuk menuju tujuan masing masing.
Di jalan, Ziva meminta Mike untuk kembali ke base camp saja. Ia tak ingin nanti orang tua nya melihat kondisi nya yang kacau. Karna jujur ia sedikit trauma, dan ia belum bisa mengontrol emosi nya sendiri.
"Lo yakin gak mau pulang aja Ra??" Tanya Mike yang masih mengendarai motor nya.
"Iya kak, nanti bilang aja aku nginep di base sama anak anak yang lain!!" Seru Ziva.
"Iya kak, Lo fokus aja sama belajar Lo!!" Seru Ziva mengeratkan pelukan nya pada Mike.
Tak lama mereka sampai di pelataran base camp Warrior. Mereka langsung masuk ke dalam dan sudah di sambut oleh Alqan dan juga Rega.
"Queen Lo gak papa??" Tanya Alqan yang terlihat khawatir.
"Gue gak papa kok!!" Sahut Ziva tersenyum.
"Sumpah jantung gue kek mau lepas denger Lo ampir jatoh dari roof top Zi!!" Seru Rega.
"Yah gue juga ampir gila karna denger nya!!" Seru Mike sembari memijit pelipisnya.
"Tenang aja bang, gue bakal selidiki semua nya!!" Seru Alqan..
"Emang belom Lo selidikin??" Tanya Mike bingung, karna biasa nya Alqan kalau menyangkut Ziva tanpa di suruh ia akan bergerak dulu.
"Udah bang, gue udah retas cctv sekolah tapi gila kayak nya ini dah di rencanain bang!!" Seru Alqan yang membuat semua orang mengernyitkan dahi.
"Maksud Lo??" Tanya Rega yang ikut penasaran.
"Lo liat aja nih!!" Seru Alqan yang menunjukkan laptop nya dengan layar hitam.
"Ini???" Bingung Mike.
"Semua kamera cctv di sekolah nya Queen hari ini mati tanpa satu pun yang nyala!!" Seru Alqan serius yang membuat Ziva tertegun.
__ADS_1
"Tunggu apa jangan jangan gue udah ketauan!!" Seru Ziva khawatir.
"Gak, gue udah konfirmasi sama Nathan... Gerakan mereka masih terpantau..." Seru Rega.
"Lo ngasih tau Nathan??" Tanya Ziva.
"Sorry Queen pas denger itu, gue juga berpikir kalo Lo ketauan... Jadi gue langsung ngasih tau Nathan.
"Haiissshhh, kena ceramah gue nih!!!" Dengus Ziva frustasi.
"Sorry Zi!!" Seru Rega.
"Dah lah gak papa, Lo juga kan karna mikirin gue!!" Sahut Ziva.
"Ga, Qan, gue titip Ziva ya!! Gue harus pulang, banyak banget tugas gue mana bentar lagi UN!" Seru Mike.
"Oke bang, tenang aja!! Kita gak bakal biarin Queen lecet sedikit pun!!" Seru Alqan.
Mike pun pamit pergi, sedangkan Ziva merebahkan diri di sofa. Ia masih enggan untuk pergi ke kamar nya, Rega dan Alqan pun setia mendampingi Ziva.
"Ga, gue curiga sama seseorang!!" Seru Ziva yang membuat Rega yang sedang minum pun tersedak.
uhukk uhukk uhukk
"Maksud Lo??" Tanya Rega.
"Iya Queen maksud Lo, orang yang dorong Lo??" tanya Alqan memastikan.
"Ya gitu!!" Sahut Ziva.
"Siapa??" Tanya Rega dan Alqan.
Ziva pun menceritakan semua yang ia tau, dan juga mengenai orang yang ia curigai.
"Nah, inget aja kan waktu Syila dan temen temen nya di kurung di gudang semaleman!! Gue yang di tuduh abis abisan!!" Seru Ziva.
"Ya gue inget!!" Seru Rega.
"Gue ampir di keluarin dari sekolah kalo Revan gak ngaku dia yang ngunciin Syila sama temen temen nya!!" Jelas Ziva.
"Maksud Lo, Revan yang..."
Pletak
Alqan mendapat jitakan keras yang dihadiahi oleh Rega karna ucapan nya yang tak di filter lagi.
"Kalo Revan yang lakuin, apa mungkin bang Mike bakal sebaik itu sama dia!!" Seru Rega.
"Eh iya juga ya!!" Sahut Alqan.
"Bukan Revan yang ngunciin mereka, tapi orang lain... Revan cuma ngelindungin gue, supaya gue gak di keluarin, karna dia tau orang tua Syila gak bakal berani nyentuh Baskara Grup!!" Seru Ziva.
"Jadi, maksud lo, orang yang ngunciin mereka dan yang dorong Lo itu orang yang sama??" Tanya Rega.
"Gue pikir gitu!!" Sahut Ziva.
__ADS_1
"Tapi Siapa??"