Most Wanted School

Most Wanted School
Momen Indah Kita


__ADS_3

Setelah Stela selesai makan, Revan memesan taksi online untuk mengantar pulang Stela. Sebenernya ia tak tega melihat Stela pulang sendiri, namun ia juga masih ingin melihat gadis yang di cintai nya itu.


Revan berulang kali memesan makanan dan minuman untuk menemani nya menunggu sang pujaan hati. Hal ini tak luput dari pengawasan Ziva, ia sesekali tersenyum melihat tingkah Revan. Revan seperti nya sudah lama bosan menunggu, tapi ia tetap bertahan di sana. Hingga akhir nya Ziva menyelesaikan permainan musik nya tepat pukul 21:00.


Ziva berjalan ke arah ruang khusus nya, ia beristirahat sejenak di sana. Setelah cukup, Ziva bergegas ke kamar mandi yang di sediakan khusus untuk karyawan. Ia menyegarkan diri sejenak dengan air panas.


Tak ingin berlama-lama, Ziva segera keluar dan berganti baju. Ia memakai kaos over size yang di padukan dengan celana jeans serta kemeja kotak kotak yang sengaja ia ikat di pinggang nya. Tak lupa ia menguncir satu rambut nya, dan menyisakan sedikit poni yang menutupi dahi nya.


Setelah selesai, ia berjalan keluar cafe melalui pintu depan. Sebenernya lebih dekat lewat pintu samping cafe, namun ia punya alasan untuk berjalan memutar. Dan alasan nya adalah Revan yang sedari tadi menunggu nya. Benar saja ketika ia lewat, Revan buru buru membayar makanan nya dan langsung menyusul nya ke keluar cafe.


Revan setengah berlari, namun raut wajah nya terlihat kecewa ketika ia tak melihat sosok Ziva. Ia melangkah menuju tempat ia memarkirkan motor nya, parkiran yang berada di samping cafe. Dan betapa terkejut nya ia ketika melihat Ziva yang sedang bersandar di motor nya. Senyum nya seketika mengembang sempurna.


"Lo di sini??" Tanya Revan kaku.


"Hmmm gue butuh tumpangan!!" Seru Ziva.


"Hah?? Oh oke!!"


Tanpa pikir panjang Revan segera mengambil alih motor nya. Ia langsung menyalakan mesin nya dan menyuruh Ziva untuk naik.


"Mau kemana??" Tanya Revan sebelum melajukan motornya.


"Persimpangan jalan deket base camp White Eagle!!" Seru Ziva.


"Base camp?? Ngapain kesana??" Tanya Revan penasaran.


"CK, mau nganterin gak?? Kalo gak ya udah gue turun nih!!" Celetuk Ziva kesal karena Revan terlalu banyak bertanya.


"Hah?? Eh, oke oke!!"


Revan segera melajukan motor nya dengan kecepatan sedang. Ia sangat senang bsa menghabiskan waktu bersama Ziva. Tak butuh waktu lama, mereka sampai di tujuan. Ziva meminta Revan untuk berhenti di depan ruko kecil.


"Yuk, masuk!!" Ajak Ziva ketika turun dari motor.


"Kita ngapain di sini??" Tanya Revan.


"Baca deh!!" Seru Ziva menunjuk ke arah banner yang terpampang di depan ruko.


"Martabak Spesial Bang Ali" Ujar Revan.


"Ahhhh?? Lo mau beli martabak??" Tanya Revan yang mulai mengerti tujuan Ziva.


"Iya, yuk!!" Ziva dan Revan pun segera masuk ke dalam.


"Bang Al, Martabak Kentang satu yang spesial yahhh pake telor!!" Seru Ziva.


"Lah kamu Zi!! Makan sini??" Tanya Bang Ali.

__ADS_1


"Yappss! Satu makan sini, 3 porsi bungkus!! Terus martabak manis nya yang rasa coklat keju 1, coklat kacang 2 bungkus!!" Seru Ziva yang di balas acungan jempol oleh Bang Ali.


Ziva pun mengajak Revan duduk di meja yang agak ke dalam. Karna Ziva tak suka di ganggu saat makan.


"Lo gak pesen??" Tanya Ziva pada Revan.


"Hmm gak deh!! Gue tadi dah makan banyak" Tolak Revan secara halus.


"Yah gue liat tadi!!"


Mereka berdua terdiam untuk beberapa saat sampai akhir nya pesanan Ziva datang. Ziva terlihat antusias melihat nya, ia langsung menuangkan bumbu kari dan juga sambal kecap nya.


"Mau coba?? Ini enak banget loh??" Tanya Ziva yang mengulurkan suapan pertama untuk Revan.


Dan jujur aja ini adalah momen yang paling mendebarkan untuk Revan. Jantung nya seperti di pompa keluar, dan ia seperti kucing yang menuruti kata majikan nya. Padahal ia sudah makan banyak namun ia masih menerima suapan dari Ziva.


"Hmm gimana ?? enak??" Tanya Ziva.


"Hmmm ya enak" Seru Revan sembari mengunyah makanan nya.


"Nah kan!!"


Ziva pun dengan antusias memakan makanan nya. Hal ini terus menjadi objek yang paling menarik bagi Revan, bahkan ponsel nya berdering pun ia tak sadar.


"Van!! Woyy Van!!" Panggil Ziva sembari melambai lambai kan tangan ke arah Revan.


"Hah?? Apa??" Revan terkejut karena sedari tadi ia melamun.


"Halo" Revan mengangkat panggilan itu.


"Van, Lo di mana??" Tanya Randi.


"Masih di luar kenapa??" Sahut Revan.


"Sama Ziva?" Tanya Randi.


"Iya, dia di sini sama gue!! Lagi makan!!" Mendengar penuturan Revan, Ziva yang sedang asyik makan mendongakan kepala nya.


"Randi" Seru Revan yang membuat Ziva mengangguk.


"Kenapa kak??" Tanya Ziva yang membuat Revan me-loadspeaker hp nya.


"Gak papa!! Jangan pulang terlalu malem!! Mike dari tadi nyariin Lo Mulu!!" Seru Randi.


"Ohh iya kak maaf, hp ak abis batre tadi jadi gak sempet ngabarin kak Mike!!" Sahut Ziva.


"Ya udah, Van, anterin Ziva sampe rumah!! Awas aja kalo sampe lecet!!" Ancam Randi.

__ADS_1


"Iya iya bawel lu!!" Ketus Revan langsung menutup sambungan telpon nya.


"Dah selesai makan nya??" Tanya Revan yang melihat piring Ziva yang sudah bersih.


"Hehe udah" Kekeh Ziva.


"Bang, Pesenan Zi tadi mana??" Tanya Ziva, Bang Ali pun segera menghampiri Ziva.


"Nih, total nya 155ribu" Bang Ali menyerahkan bungkusan berisi pesanan Ziva.


"Nih bang!!" Revan menyerahkan dua lembar seratus ribu pada Bang Ali.


"Eh? Kok Lo yang bayar??" Tanya Ziva.


"Udah gue traktir!!" Seru Revan.


"Ya tapi kan gue yang makan!!" Seru Ziva merasa tak enak hati.


"Dih, Lo kayak sama siapa aja!! Jangan kan segitu, sama toko toko nya kalo Lo mau gue beliin!!" Seru Revan mengedipkan sebelah mata nya.


"Dah, jadi obat nyamuk nih!!" Bang Ali menyadarkan kedua sejoli ini.


"Hehe maaf bang!!" Seru Revan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Ya udah nih..."


"Gak usah bang, kembalian nya ambil aja!!" Potong Revan ketika Bang Ali hendak memberinya kembalian.


"Tap..."


"Udah bang terima aja, anggep aja rezeki... Gak baik nolak rezeki!!" Lagi lagi ucapan Bang Ali di potong, kali ini pelaku nya adalah Ziva.


Setelah berbincang sebentar, Ziva dan Revan kembali menuju motor Revan.


"Mau langsung pulang??" Tanya Revan.


"Iya"


Revan segera menaiki motor nya di susul oleh Ziva, namun belum sempat naik Revan menghentikan nya. Revan turun kembali dari motor nya, ia membuka jaket nya dan memakai kan nya pada Ziva. Ziva tertegun sejenak melihat perlakuan manis yang dilakukan oleh Revan.


"Ehemm yuk!!" Revan memberi isyarat pada Ziva untuk naik ke motor nya.


Dengan jantung yang masih belum stabil, Ziva menaiki motor Revan.


"Gak di peluk nih??" Goda Revan yang mendapat pukulan kecil di bahu nya oleh Ziva.


"Ahhhh, oke oke" Revan terkekeh melihat tingkah Ziva yang menurut nya lucu ketika sedang malu.

__ADS_1


Revan pun melaju kan motor nya membelah jalanan. Di tengah perjalanan, entah sadar atau tidak Ziva melingkar kan tangan nya di pinggang Revan. Yang membuat sang empu, menjadi tegang sendiri. Antara senang dan gugup, jantung nya?? Jangan di tanya, rasa nya sudah mau keluar dari tempat nya.


"Gue bakal selalu inget ini!! Momen indah kita, Zi!!" Batin Revan.


__ADS_2