
Sinar matahari mulai menelusup ke kamar seorang gadis yang masih terlelap dalam alam mimpi nya. Ia mulai menggeliat ketika cahaya menyilaukan mata nya, perlahan ia membuka mata nya dan ia langsung melirik ke arah jam di sebelah nya. Sudah menunjukkan pukul 6:15 ia segera duduk sembari mengusap kedua mata nya. Ia bergegas beranjak menuju kamar mandi, tak butuh waktu lama ia segera menyelesaikan acara mandi nya. Ziva langsung mengambil seragam yang sudah di letakan di atas nakas, seperti nya Mike yang mengantarkan seragam nya karena tak ada yang berani memasuki kamar nya saat ia sedang tidur kecuali kakak nya. Dengan segera ia memakai seragam nya, tak lupa ia menata sedikit rambut nya ia memberikan bando pita untuk mempermanis penampilan nya. Tak lupa ia pun sedikit mengoleskan make up pada wajah nya, hanya make up natural. Setelah selesai ia langsung mengambil tas nya dan turun ke lantai bawah. Terlihat disana anggota Warrior yang sekolah sudah siap dengan seragam masing masing, semua mata kini teralihkan oleh Ziva. Bahkan Alqan, Reynan, David dan juga Bastian tak bisa berkedip melihat penampilan Ziva.
"Wahhh cantik banget sih kesayangan nya Mike!!" Seru Mike saat Ziva ada di hadapan nya.
"Iya donks, queen Zi!!" Sahut Ziva yang membuat Mike dan yang lain nya terkekeh.
"Yuk berangkat!!" Ujar Mike sembari mengulurkan tangan nya.
Ziva langsung menyambut uluran tangan Mike, sedangkan Alqan dan yang lain nya mengikuti mereka dari belakang.
"Lu serius gak mau pake jaket??" Tanya Mike pada Ziva.
"Gak deh kak!!" Sahut Ziva.
Mike pun segera melajukan motor nya menuju ke sekolah Ziva, sedangkan yang lain menuju sekolah masing masing. Saat sampai di sekolah Ziva, banyak pasang mata yang menyorot kehadiran Kong dan Queen Warrior itu. Decak kagum pun banyak terdengar dari penjuru sekolah, melihat keindahan ciptaan Tuhan, apalagi para gadis yang melihat ketampanan Mike. Mike melepaskan helm nya kemudian turun dari motor.
"Baik baik sekolah nya oke!! Mau gua jemput entar??" Tanya Mike pada Ziva.
"Gak deh.." Ziva pun langsung menggelengkan kepala nya.
"Ara kan masih harus ngajar less Revan sama yang lain, kasian dah berapa laa tertunda!!" Jelas Ziva.
"Lo serius langsung mau..." Belum sempat Mike menyelesaikan kalimat nya sudah di potong oleh Ziva.
"Iya kak, tenang aja!!" Ujar Ziva.
"Oke lah, asal lu seneng!!" Ujar Mike sembari mengusap puncak kepala Ziva dengan lembut.
Hal itu membuat teriakan dari para siswi yang melihat sweet nya Mike pada adik kesayangan nya padahal selama ini ia di kenal dengan sikap dingin nya bak es kutub utara. Mike pun segera pamit karna kalau berlama lama ia bisa telat karna jarak sekolah nya lumayan dari sini. Ziva pun kembali melangkahkan kaki nya ke kelas nya namun di tengah perjalanan ia di kaget kan dengan temukan di punggung nya. Ia langsung menoleh ke belakang ia pun tersenyum melihat orang yang berada di belakang nya.
"Ah Zi... Gue kangen banget sama lu!!" Ujar gadis yang sudah merangkul bahu Ziva.
__ADS_1
"Baru juga berapa hari Sil!!" Sahut Ziva sembari terkekeh melihat tingkah sahabat nya ini.
"Yehhh gak seru kagak ada lo di sini!!" Seru Sisil.
"Iya kah??" Tanya Ziva sembari tersenyum.
"Iya lah, gak ada yang nagsih gua contekan!!" Seru Sisil menampilkan deretan gigi nya.
"Huh dasar!!" Sahut Ziva sembari menggepla lengan Sisil.
Mereka berdua pun berjalan menyusuri koridor sembari mengobrol, tak terasa mereka sudah sampai di depan kelas. Mereka langsung masuk dan duduk di kursi mereka, tak lama Randi dan Reno datang. Randi dengan senang langsung merangkul Ziva yang sedang duduk manis di kursi nya.
"Dihh apaan sih kak!!" Risih Ziva karena Randi yang begitu erat merangkul nya.
"Lo gak papa Ra??" Tanya Randi dengan wajah cemas.
"Dih emang gua kenapa??" Ziva malah balik bertanya yang membuat Randi menggaruk kepala bagian belakang nya karna bingung mau jawab apa.
"Nih..." Ujar Reno sembari menyerahkan beberapa buku pada Ziva.
"Ini??" Ziva melirik ke arah Reno.
"Catetan selama lo gak masuk!!" Ujar Reno.
"Ah, thanks Ren!!" Ujar Ziva sembari tersenyum manis yang membuat Reno segera memalingkan wajah nya karna takut salah tingkah.
Jam pelajaran hampir di mulai namun belum ada tanda tanda Revan, Ziva terus saja menatap ke arah pintu. Hal ini pun di lihat jelas oleh Randi, Reno dan juga Sisil mereka saling berpandangan menatap heran Ziva. Randi tau jelas siapa yang Ziva tunggu begitu pun dengan Reno, mereka berdua menghela nafas panjang. Karna ini sangat lah rumit untuk di jelaskan. Randi tau Ziva sedang berusaha tegar saat ini, bahkan senyum nya pun berasa hambar. Sedari saat mengetahui insiden Alqan dan Rega, Randi sudah sangat mengkhawatirkan sepupu nya ini. Karna Rega adalah salah seorang yang berharga untuk Ziva, bahkan mungkin sudah ada ikatan saudara yang begitu erat di antara mereka.
Sekarang juga Ziva harus di hadapkan pilihan tang sangat berat, di satu sisi Nathan yang slalu ada untuk nya selama ini. Dan di sisi lain Revan sahabat nya yang Ia sangat tahu betul kalau Revan begitu mencintai sepupu nya itu. Terlihat dari perubahan sikap dan sifat Revan ketika berada di dekat Ziva. Revan juga mampu mengembalikan senyuman yang sudah lama hilang dari Ziva, senyuman yang benar benar tulus tanpa ada rasa untuk menutupi luka. Randi pun bingung ia sendiri tak dapat memutuskan nya karena ia tahu betul perjuangan Nathan untuk Ziva. Namun ia juga sangat ingin sahabat nya yang satu itu, bahagia. Lagi lagi ia menghela nafas kasar, dia benar benar di buat pusing. Apalagi Ziva yang mengalami nya sendiri, enatah apa keputusan Ziva selanjutnya.
Tak lama terlihat seorang guru memasuki kelas, Ziva terlihat menghela nafas kasar kala seperti nya Revan tak masuk hari ini. Guru itu segera mengabsen satu per satu siswa nya sebelum memulai pelajaran.
__ADS_1
"Revano..." Panggil guru itu kemudian mengedarkan pandangan nya namun tak menemukan Revan, ia pun menghela nafas karna sudah biasa Revan absen dari pelajaran.
Ia memang sempat kaget karna Revan beberapa kali hadir dalam pelajaran nya dan juga peningkatan belajar nya juga luar biasa. Saat guru itu ingin menggoreskan tinta pena nya, tiba tiba pintu kelas terbuka.
"Saya hadir pak!!" Seru Revan terengah engah sembari memegangi lutut nya.
"Ah, kamu telat??"Tanya guru itu.
"Sa.. Bentar pak... Ngatur nafas dulu...." Ujar Revan sembari mengatur nafas nya.
"Iya, tadi udah di hukum sama Bu Beta hahhh..." Ujar Revan yang di akhiri dengan helaan nafas nya.
"Boleh masuk pak??" Tanya Revan.
"Untung belum bapak coret kamu!! Masuk sana!!" Ujar guru itu.
Revan pun langsung masuk, ia berjalan melewati Ziva, ia langsung memberikan senyuman terbaik nya. Hal itu membuat para siswi berteriak dalam hati karena melihat ketampanan Revan semakin bertambah. Ya dalam hati, karena mereka tak berani berteriak di jam pelajaran seperti sekarang, bisa bisa mereka di keluarkan dari kelas atau kena hukuman. Ziva membalas Revan dengan senyuman manis nya, hal ini sebenarnya tak luput dari pandangan guru itu. Ia tak menyangka ternyata benar rumor yang beredar karna sejak kehadiran Zivara, Revan tak lagi absen pelajaran bahkan nilai nya pun melonjak naik. Yah sebenarnya guru ini sangat tidak suka jika murid nya menjalin hubungan asmara karena takut akan mengacaukan sekolah mereka. Namun melihat perubahan Revan, ia langsung menepiskan ketidaksukaan nya. Ia tersenyum dan kembali mengabsen satu per satu murid, namun saat memulai pelajaran ada seorang siswa yang datang untuk memanggil Ziva.
"Permisis pak!!" Ujar siswa itu.
"Ya, ada apa??" Tanya guru itu.
"Saya di minta oleh Bu Sarah buat manggil Ziva, ada yang mau di bicarain soal olimpiade sebentar lagi!!" Ujar siswa itu.
"Oh, Ziva... Kamu boleh pergi!!" Ujar guru itu yang membuat Ziva berdiri dari duduk nya.
Namun sebelum pergi ia menoleh ke belakang.
"Awas bolos!!" Peringat Ziva pada Revan yang membuat Revan tersenyum.
Ziva pun beranjak dari tempat duduk nya menuju ke arah guru nya, setelah meminta izin dengan sopan Ziva pun mengikuti langkah siswa itu.
__ADS_1