
Skip selesai makan
Mereka pun alngsung melanjutkan perjalanan mereka, namun Revan tiba tiba berhenti di pinggir jalan.
"Kenapa Van??" Tanya Reno.
"Kita mau kemana??" Tanya Revan.
"Lah kan lo yang ngajak jalan..." Ujar Randi menggelengkan kepala nya.
"E iya juga sih... Tapi gue bingung mau kemana!!" Seru Revan menampilkan deretan gigi nya.
"Hadeuh... Jadi dari tadi kita muter muter gak ada tujuan!!" Seru Ziva yang duduk di belakang Revan.
"Hehe.." Revan hanya terkekeh mendengar ucapan Ziva.
"Hmm eh tadi kata lo ada track kan??" Tanya Ziva pada Revan.
"Eh iya, bentar gue cek jadwal nya!!" Ujar Revan senbari mengecek ponsel nya.
"Wah kebetulan 30 menit lagi ada yang mau tanding... Mau ke sana??" Tanya Revan.
"Let's go!!" Seru Ziva, Randi, Reno dan juga Gio serempak.
Revan dan kawan kawan pun dengan segera melajukan motor nya dengan kecepatan sedang. Yah alasan nya karena ada Ziva jadi Revan tak ingin kebut kebutan di jalan dan membahayakan keselamatan gadis pujaan hati nya ini. Butuh 20 menit untuk sampai di sirkuit White Eagle, terlihat di sana sudah ramai dan juga sudah ada petugas yang mengawasi jalan nya sirkuit. Kan dari awal dah di spill yah, ini genk motor berkelas tak ada yang nama nya balap liar. Mereka mengadakan sirkuit di bawah pengawasan petugas berwajib dan sudah ada surat izin. Namun yah memang dalam sirkuit di perbolehkan untuk pertaruhan hadiah selagi kedua belah pihak menyetujui nya.
Revan dan kawan kawan langsung di sambut oleh panitia dan anggota White Eagle yang sudah ada di sana.
"Woyy Van!!" Panggil Bang Zack.
"Hai bang!!" Seru Revan kemudian berjabat tangan dengan bang Zack dan yang lain.
Randi, Reno dan juga Gio pun melakukan hal yang sama, Ziva pun jadi ikut juga.
"Ganti baju dulu gih!" Perintah Bang Zack.
"Baju buat Zi bang??" Tanya Revan.
"Dis!!" Panggil Bang Zack.
"Ya bang??" Sahut Gladis sembari berjalan mendekat ke arah Bang Zack dan yang lain nya.
"Lu bawa baju ganti kagak??" Tanya Bang Zack.
__ADS_1
"Bawa bang.." Sahut Gladis.
"Pinjemin buat Zi dulu!!" Seru Bang Zack sembari melirik Ziva yang berada di samping Revan.
"Wahhh Queen Zi, queen nya Warrior kan??" Tanya Gladis antusias.
"Iya..." Ujar Ziva sembari tersenyum manis.
"Yuk, ikut gue" Seru Gladis sembari menarik tangan Ziva menuju sebuah ruangan.
Sedangkan Revan dan kawan kawan menunu ruangan khusus anggota inti White Eagle untuk berganti pakaian. Tak butuh waktu lama, Revan dan kawan kawan sudah selesai berganti pakaian, mereka segera ke area sirkuit untuk memantau. Sedangkan Ziva masih sibuk mengobrol dengan Gladis di ruang ganti.
"Wahh gue gak nyangka bisa ketemu queen nya Warrior!!" Seru Gladis menatap Ziva yang sedang merapikan rambut nya.
"Hehe biasa aja, gue juga bukan pejabat yang sudah di temui kan.." kekeh Ziva melihat tingkah Gladis.
Tapi tetep aja, gue kira kan lu sama kayak yang di rumorin gitu" Seru Gladis.
"Lah emang rumor yang mana??" Tanya Ziva sembari mengikat rambut nya.
"Itu lho,, kan kata orang lo tuh susah di deketin, cuek, dingin, nyeremin, tegas, gak suka main main, dan yang paling penting kemana lu pergi pasti orang di buat takjub sama aura queen lo!!" Jelas Gladis.
"Hehe iya sih, gue emang kayak gitu!!" Seru Ziva dengan santai.
"Gue bertindak, bersikap sesuai situasi dan berhadapan dengan siapa..." Seru Ziva yang membuat Gladis ber oh ria.
"Ntar lu juga liat!!" Seru Ziva.
"Udah selesai??" Tanya Gladis yang melihat Ziva memasang jaket jeans nya.
"Wahhh, keren!! Gila, bener bener beda tuh baju di pake sama lu..." Seru Gladis melihat penampilan Ziva dari atas sampai bawah.
Ziva memakai setelan jeans belang, di padukan dengan kaos oblong berwarna putih yang ia masukan ke dalam celana jeans nya. Dengan rambut di ikat satu yang menyisakan sedikit poni, yang menambah kesan cool pada Ziva. Saat ingin keluar ruangan Ziva menarik nafas nya dalam dalam, karena ia akan berubah mode.
"Yuk!!" Seru Ziva yang mendadak menjadi dingin dan mulai menunjukkan aura queen nya.
Gladis yang berada di sebelah nya tekjub dengan perubahan Ziva, bahkan sepanjang perjalanan deluruh tatapan teralihkan pada nya dan Ziva. Ziva terus melangkahkan kaki nya menuju ke area sirkuit sampai ia berhenti melihat Revan dan kawan kawan yang sedang berbicara dengan bang Zack. Bisik bisik pun mulai terdengar, karena kehadiran Ziva di sini, yah semenjak kejadian virall itu, wajah queen Zi sudah terekspos dan seluruh genk yang ada di sana terpesona dengan kecantikan dan aura nya Ziva. Tak jarang orang menyapa nya, namun Ziva hanya sedikit menunduk dengan gaya cool dan santai nya kemudian lanjut berjalan tanpa menjawab sapaan mereka. Yah begitu lah queen Zi yang terkenal dengan sikap cuek dan dingin nya mengalahkan es kutub utara.
"Wihhh, masuk mode queen nih!!" Seru Randi ketika melihat Ziva berjalan ke arah mereka.
"Diem lu kak!!" Ketus Ziva.
"Dih kek mau nelen orang lu Zi..."Seru Gio.
__ADS_1
"Ah elah, semua orang di sini tau nya gue queen nya Warrior, gue harus jaga image nya Warrior lah!!" Seru Ziva sembari menatap ke arah sirkuit yang membuat Revan tersenyum menatap nya.
"By the way, yang bakal tanding siapa sih?? Kok rame banget??" Tanya Revan karena tak biasa nya di hari biasa sirkuit seramai ini padahal bukan weekend, yah biasa nya sirkuit ramai saat weekend saja.
"Keliatan nya sih, si jagoan Tiger Ice waktu itu Van!!" Seru Vito.
"Tiger ice??" Tanya Revan bingung.
"Itu lho yang sempet ngalahin gue sama anak anak yang lain waktu itu!!" Seru Vito yang membuat Revan, Randi, dan Reno mengernyitkan dahi sedangkan Ziva bersikap cuek, Gladis?? Ia kembali ke pekerjaan nya untuk mengatur sirkuit.
"Yang jam tangan nya merek di*r yang harga nya bisa buat veli dua motor kan!!" Ujar Gio yang di angguki oleh Vito dan Bang Zack.
"Anak orang kaya.." Batin Ziva.
"Siapa yah nama nya?? Gue lupa??" Tanya Reno.
"Fahri, Fahri Alzheir!!" Seru Bang Zack yang membuat Ziva langsung menoleh ke arah Bang Zack dengan mata membulat.
"Lu bilang siapa bang?" Tanya Randi memastikan sembari melirik ke arah Ziva.
"Fahri Alzheir, itu info yang gue dapet dari yang lain tapi selebih nya informasi nya tertutup.
"Shiittt!! Orang nya di sini??" Tanya Randi yang mendadak panik.
"Iya, lu kenapa Ran??" Tanya Bang Zack dan yang lain pun menatap Randi dengan bingung.
"Van, bawa Zi dari sini!!" Ujar Randi kemudian melepaskan jaket nya, lalu memakaikan pada Ziva tak lupa dengan tudung jaket nya untuk menutupi wajah Ziva.
Semua orang di buat terheran heran dengan apa yang di lakukan oleh Randi, namun melihat tubuh Ziva bergetar hebat membuat Revan langsung mendekati Ziva dan merangkul nya.
"Zi, are you ok??" Tanya Revan namun Ziva hanya terdiam dan menundukkan kepala nya.
"Gak ada waktu, Van... Bisa jadi bencana kalo Ara ketemu Fahri!!" Panik Randi.
"Gak ada waktu jelasin semua nya, kita amanin dulu Ara!!" Seru Randi. Yang membuat Reno, Gio dan Vito dengan segera menutupi Ziva.
"Bang titip sirkuit!!" Seru Revan sembari berjalan dan merangkul Ziva di kawal oleh Gio, Reno, Randi dan juga Vito.
"Sebenarnya ada apa??" Lirih Bang Zack yang belum mengerti dengan situasi nya.
"Ra..." Batin Randi yang menatap Ziva dengan cemas.
Mereka langsung menuju parkiran, namun sampai di parkiran Randi di kejutkan oleh kehadiran Fahri di sana yang sedang mengobrol dengan teman nya. Tubuh Ziva semakin bergetar melihat kehadiran Fahri, hal ini dapat di rasakan oleh Revan yang sedang merangkul Ziva.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi Zi??" Batin Revan cemas.