
"tapi gimana cara nya?" tanya Ziva.
"yah, kayak kasih dia perhatian kecil. Kek buatin dia sarapan gitu?"
"yah, kakak mah. Ya kalo masak sih gampang lah, tapi masalah nya kakak kan tau gue gak bisa bangun pagi, kalo masak buat sarapan yang ada gue telat." seru Ziva yang membuat Randi tertawa renyah.
"ya maka nya, jadi anak perawan itu harus nya di biasain bangun pagi pagi. Masak iya tidur kayak kebo!"
"isshhh kakak! Seneng banget ngatain adek sendiri! Heran!" kesal Ziva dengan menyilangkan kedua tangan nya di depan dada.
Randi pun menarik bibir Ziva yang tampak maju.
"udah kayak bebek"
"ih kakak jail banget deh." omel Ziva mengerucutkan bibir.
"maka nya jangan cemberut, jelek tau!"
"emang kalo gue gak cemberut, keliatan cantik gitu?"
"ya kagak sih, tapi ya agak mendingan lah!" ujar Randi kemudian tergelak, ia senang sekali menggoda sepupu nya yang satu ini.
"ih nyebelin."
"maaf maaf, gue becanda kali. Baperan banget sih" lirih Randi yang menghentikan mobil nya di depan rumah Ziva.
"yuk masuk dulu!" seru Ziva ketika keluar dari mobil.
"yuk!"
Kemudian mereka berdua bergegas masuk ke dalam rumah.
"yuuhuuuu Ara pulang"
Bugh
Ziva terdiam ketika sebuah bantal tepat mengenai wajah nya. Dan pelaku nya adalah kakak tersayang nya, ya siapa lagi kalau bukan Mike.
"berisik woy! Ini bukan hutan!"
"salah siapa di dengerin?" sahut Ziva kesal.
"kalo masuk rumah itu salam bukan teriak kayak tarzan!" omel Mike.
"assalamu'alaikum kakak ku yang puallliiingg cuakepppp" seru Ziva dan langsung mendapat timpukan bantal oleh Mike.
"eh ada lo Di? Gimana kabar lo? Dah lama gak maen ke sini?" ujar Mike ketika pandangan nya menangkap seseorang di belakang Ziva.
"iya nih, biasa ah banyak jadwal.."
"dihh, sok ngartis lo" timpal Ziva.
__ADS_1
"gini gini gue ini idaman para kaum hawa, siapa sih gak bakal terpesona oleh kegantengan gue. Kalo bukan sepupu pasti lo juga bakal naksir sama gue." kekeh Randi sembari menaik turun kan alis nya.
"pede lo cakep" tandas Ziva.
"eh, sudut bibir lo kenapa? Kok kayak berdarah gitu sih Ra?" tanya Mike yang membuat Ziva berhenti terkekeh.
"Ara tai..."
"tadi pas Ara makan bareng sama Kak Randi gak sengaja kegigit. Jadi berdarah deh. " sela Ziva karena tak ingin Randi mengatakan hal yang sebenar nya pada Mike.
Bisa gawat kalau sampai Mike tau yang sebenarnya. Mungkin eh bukan mungkin tapi pasti Jessy akan menerima ganjaran yang lebih sadis dari Mike.
Walaupun Mike ering sekali menjahili nya, tapi Mike akan slalu menjadi orang pertama yang asang badan untuk melindungi adik kesayangan nya ini. Protektif dan Sis Kompleks. Itu sebutan yang sering tercap pada Mike.
"lo makan kayak kuda nill kali, rakus dan gak hati hati!"
"kok malah di omelin sih." seru Ziva kesal.
"lagian lo yang gak hati hati. Oh ya, lo mau minum ap..."
"jus melon donk kak" sela Ziva dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
"gue cuma nawarin Randi. Soal nya lu suka susah di suruh suruh."
"lo kira gue babu apa?" dengus Ziva kesal.
"kasian deh! Gue mau lemon tea aja deh, Mike" timpal Randi.
"tenang aja! Soal Jessy udah gue kasih pelajaran"
"maksud Kak Randi apa?" tanya Ziva mengernyitkan dahi.
Dengan segera Randi menceritakan kejadian yang sebenar nya bahwa dia sudah membuat ban mobil Jessy boncor.
"jadi itu semua ulah kakak?! Pantes aja pas pulang sekolah tadi aku liat mereka berdiri di pinggir jalan."
"anggap aja itu sebagai pembalasan" ujar Randi yang membuat Ziva tersenyum.
"aaaaa.... Oppa Sarangheo!" seru Ziva mengangkat jari nya membentuk finger hearth.
"lebay lo!" ujar Randi sembari terkekeh melihat tingkah kocak sepupu nya ini.
Sedangkan di sisi lain
Jessy baru sampai rumah nya karena montir yang ia panggil untuk membetulkan mobil nya terlambat datang.
"gila! Panas nya masih kerasa. Gue heran kenapa ban mobil gue bisa tiba tiba bocor, apa mungkin ini ulah nya si Ziva?" guman Jessy melemparkan tas nya ke sembarang arah.
"sedangkan mobil slalu di servis sama Pak Joko. Dan gue ngerasa kalo jalan yang gue pilih itu jalan yang bener. Tapi kenapa bisa bisa nya ada dua paku yang nancep di mobil gue. Kalo emang bener si Ziva biang kerok nya, berarti dia udah ngibarin bendera perang! Dan gue gak suka yang namanya kekalahan." seru Jessy dengan sorot mata nya yang tajam.
Di rumah Reno
__ADS_1
Tampak ia sedang menaiki tangga, setelah ia sampai di kamar ia langsung merebahkan tubuh nya.
Saat ia hendak memejamkan mata nya, terdengar suara notifikasi dari ponsel nya. Dengan mals ia menyambar ponsel nya dan segera membuka nya.
"Zivara William Melison mulai mengikuti anda."
"what gue gak salah loat nih? Selebgram terkenal ngefollow gue? Emang dia kenal sama gue? Maka nya dia follow" ujar Reno yang terheran.
"tapi gue juga terkenal sih, lagian siapa juga yang gak tau soal The White Eagle ya kan" pikir Reno kemudian mengangguk pelan.
Karena penasaran ia pun mulai menstalking Zivara melalui insta nya.
Reno pun yersenyum ketika melihat foto foto Ziva yang begitu cantik.
"dia cantik dan memiliki mata yang indah. Taoi kenapa pas gue liat mata nya gue jadi ke inget sama si Ziva ya. Oh iya nama mereka juga mirip, tapi gue lupa nama panjang nya Ziva siapa ya? Lah kom malah mikirin Ziva sih?" lirih Reno kemudian kembali nge scroll ke bawah.
Tanpa sengaja Reno men tap love pada sebuah foto yang menampilkan kebersamaan Zivara dan Randi.
"****!! Malah kepencet lagi. Kira kira dia bkal tau gak ya kalo gue ngestalking dia?" lirih Reno meneluk jidat nya karena kecerobohan nya.
"yaelah! Mana mungkin dia tau, lagi pula notifikasi gue pasti tenggelam karna banyak nya yang ngelike dia." lanjut Reno yang kemudian lanjut memejamkan mata nya.
"aaaaaaaa.... DEMI APA SIH!! DIA NGELIKE FOTO GUE!!" teriak Ziva dengan begitu heboh nya.
"bisa aja kan yang awal nya dari ngelike foto terus bisa jadi ngelike orang nya." pikir Ziva yang langsung menjatuh kan tubuh nya ke tempat tidur yang mana ia masih mengenakan bathrobe karena kebetulan ia baru selesai mandi.
"gue jadi kepo sama dia?" senyum Ziva kemudian membuka insta nya dan menstalking akun Reno.
"gila!! Dia kere banget!!" seru Ziva memeluk hp nya.
"seindah ini kah jatuh cinta?!" lkrih Ziva menutup wajah nya dengan telapak tangan kemudian berguling guling seperti orang gila.
Saat tengah menatap langit langit, ia kemudian mengingat suatu hal.
"oh iya! Kelanjutan novel yang gue baca kan hari ini rilis. Gue harus ke gramedia sekarang. Gue gak mau sampe kehabisan stock." seru Ziva segera bangkit menuju walk in closet untuk berganti baju.
Setelah menghabiskan waktu beberapa puluh menit, ia segera menyambar tas dan juga ponsel nya. Dan jangan lupakan kunci mobil nya, ia pun segera menuruni tangga.
"Kak, Ara mau ke toko buku. Ada buku yang mau Ara beli!" ujar Ziva ketika menghampiri Randi dan Juga Mike ynag sedang mengobrol.
"bareng aja ke depan, kebetulan gue juga mau jemput Selly, soal nya nyokap lagi gak bisa." ujar Randi.
"mau Kakak anter gak Ra?" tanya Mike.
"gak usah! Lo lama kalo siap siap!" seru Ziva.
"eh, gak kebalik, lo yang lama kali"
"udah ah, gue berangkat dulu, bye kak" ujar Ziva bergegas keluar rumah dengan Randi yang mengiringi langkah nya.
"lo ati ati kalo bawa mobil, gak usah ugal ugalan. Masak iya Queen Zi nya Warrior terkapar di rumah sakit gegara mau ke toko buku. Kan gak lucu" canda Mike yang di sambut gelak tawa oleh Randi.
__ADS_1