Most Wanted School

Most Wanted School
Harimau Yang Sedang Tidur


__ADS_3

Sementara di sisi lain, tepat nya di base camp Warrior sedang geger karena berita menghilang nya Rega dan Alqan. Bastian yang di kenal sebagai pribadi yang tenang pun tak bisa diam saat mendengar nya. Ia memporak porandakan seisi ruang tengah. Sekarang di sana lebih baik melihat kapal pecah seperti nya.


"Aarrrggghhhh!!" Teriak Bastian dengan penuh emosi.


"Bang, Lo tenang dulu!!" Seru Samudra sembari berusaha menghentikan tindakan Bastian.


"Tenang Lo bilang, gimana bisa gue tenang coba!!" Kalut Bastian mengacak rambut nya frustasi.


"Tapi Lo tetep harus tenang bang!! Kasian anak anak yang lain!! Mereka pasti juga shock!!" Seru Samudra.


"Bang, sekarang yang paling bisa di andelin itu cuma Lo!! Kita belom dapet kabar dari bang Mike juga Queen!! Kalo Lo juga kek gini, anak anak gimana??" Ujar Samudra sembari menunjuk ke arah teman teman nya yang sudah tampak frustasi.


Bastian menoleh ke arah yang di tunjukkan oleh Samudra. Ia tertegun sebentar, baru kali pertama ini i and melihat anggota Genk nya menjadi begini. Bahkan di saat tersulit mereka dulu tak seperti ini. Ia pun berusaha berpikir jernih, menenangkan emosi nya sejenak. Ia duduk di sofa sembari menengadah ke atas, mata nya terlihat sangat kosong.


"Bas, Lo harus sadar!! Bener kata Sam, Lo harus tahan emosi Lo!!" Batin Bastian.


"Dulu kita pernah di ombang ambing, tapi Lo gak pernahkan liat mereka frustasi kek gini!! Lo harus sadar Bas!! Mereka bisa kuat karna ada penopang, dulu Mike and Queen!! Sekarang giliran Lo, Lo gak boleh ngecewain Mike dan Ziva!!" Monolog Bastian dalam hati nya.


"Bang!! Bang!! Are you oke?" Tanya Samudra ketika panggilan nya tak di respon oleh Bastian.


"Sorry guys!!" Seru Bastian menggema di ruang itu.


Seketika seluruh anggota Warrior mengangkat pandangan nya memandang ke arah Bastian. Mereka dengan sabar menunggu apa yang ingin di sampaikan oleh Bastian.


"Oke!! Come on, up!!" Seru Bastian.


"Sam, bener kita gak boleh kayak gini!! Cuma karna Mike sama Zi gak ada kabar bukan berarti mereka ada apa apa!! Kita harus positif thinking!!" Tambah Bastian.


"Yaps, sekarang lo, Lo dan gue kita keliling base camp siapa tau ada petunjuk!!" Ujar Samudra.


"Lo dan Lo, coba terus hubungin Zi dan Mike!!" Seru Bastian sembari menunjuk dua orang anggota Warrior.


"Gue bakal coba retas cctv yang ada di sekitar sini!!" Tambah Bastian yang seketika membuat semua orang memandang nya.


"What??" Seru mereka serempak.


"Bentar bentar deh bang, sejak kapan Lo bisa ngeretas??" Tanya Samudra tak percaya.


Plak


Alhasil Samudra harus menerima geplakan di tangan nya akibat pertanyaan nya itu.

__ADS_1


"awww sakit bang!!!" Ringis Samudra.


"Ah elah lebay lu!!" Seru salah satu anggota Warrior.


"Gue mah dah dari dulu bisa, cuma gue gak pernah nunjukin nya!!" Jelas Bastian.


"Lha kenapa gak di tunjukin??" tanya Samudra bingung.


"Ya buat apalagi coba?? Kan dah ada Alqan!! Dia dah jadi peretas utama Warrior dari dulu!! Lagi pula kemampuan gue jauh dari Alqan!!" Jelas Bastian.


"Wahhh kartu as donk!!"


"Jauh?? Maksud nya lebih hebat kan bang!!"


"Wihhh keren lu bang!"


Begitu lah sorak sorai Anggota Warrior yang lain, tanpa mengetahui hal yang sebenarnya.


"Salah!!" Seru Bastian.


"Hah?? Salah?? Maksud nya?" Tanya Samudra bingung.


"Iya, gue emang bisa ngeretas, dan kenapa gue gak pernah nunjukin nya karna gue minder!! Kemampuan gue jauh di bawah Alqan!!" Jelas Bastian.


"What??" Seru mereka serempak.


"Lha terus gimana donk?" Tanya salah satu anggota Warrior yang wajah nya terlihat lesu.


"Aissshhhh, gue bakal berusaha sebisa gue! Gue cuma gak bisa jamin kalo gue bakal berhasil!!" Seru Bastian sembari memijit pelipisnya.


"Dan sisa nya tolong ya beresin!! Ehemmnz anu emmm kekacauan di sini!!" Tambah Bastian terbata bata melihat kekacauan yang ia buat.


"Hadeeuuuhh lagian lu bang!! Emosi lu tuh!!" Cerca Samudra.


"Ya sorry kan panik!!" Bela Bastian.


"Ya tapi gak ngancurin nih base camp juga!!" Ujar Samudra.


"Ya sorry, gue bukan nya sengaja!!" Ujar Bastian mengangkat dua jari nya ke atas.


"Hadeeuuuhh yah anak anak gak bakal keberatan sih buat beres beres, ya kan??" Tanya Samudra menatap Anggota Warrior yang di suruh bersih bersih.

__ADS_1


Mereka mengangguk pasti sebagai jawaban.


"Tapi...." Samudra sengaja menggantung kalimat nya.


"Tapi apa??" Tanya Bastian penasaran begitu pun dengan Anggota Warrior yang lain nya.


"Tapi..."


"Dah tapi apa woyy!!" Kesal Bastian karna di permainkan oleh Samudra.


"Tapi Lo yakin Queen Zi bisa Nerima ini semua??" Tanya Samudra yang membuat wajah Bastian pucat pasih.


Bastian menelan ludah nya ketika membayang kan seorang Queen Zi yang sedang mengamuk. Ya secara Zi itu tak pernah marah bukan tak pernah tapi sangat jarang marah. Ia lebih cenderung dingin dan cuek, jika ada yang melakukan kesalahan jika tidak berat ia akan menyerahkan hukuman orang itu pada member yang lain.


Tapi kali ini berbeda, karna Ziva itu adalah seseorang yang sangat peka terhadap desain. Seluruh yang ada di base camp ini adalah hasil desain Ziva sendiri. Bahkan Ziva sendiri yang memilih furniture di sini dari mulai warna, corak, tipe, ukiran, merek dan lain lain. Ziva tak suka barang nya di sentuh, ia tak suka jika ada yang merombak base camp ini tanpa seizin nya. Ziva jarang terlihat marah, namun saat marah maka habis lah semua.


Beberapa kali Bastian menelan ludah nya dengan susah payah. Ia melirik ke Anggota Warrior yang lain seakan memberikan kode untuk membantu nya.


"So sorry nih bang yakk!! Bukan kita gak mau bantu, tapi Queen kalo marah seremnya!!"


"Iya bener banget!!"


"Gue aja gak tahan natap mata nya tiga detik aja kalo lagi marah!! Duh gak kebayang gue!!"


"Ah elah apalagi gue, gue udah pernah kena mental karna di marahin sama Queen pas gue mindahin salah satu guci di Deket dapur!!"


"Dihh seremmm"


Yah kita kira begitu percakapan yang keluar dari anggota Warrior.


"Ck, Sabar gak usah pasang muka kek gitu!!" Samudra tak tegaelihat wajah Bastian yang sudah sangat pucat.


Bukan karena sakit melainkan karena ia sangat takut.


"Nih!!!" Seru Samudra sembari menyerahkan kartu nama pada Bastian.


"Lo telpon aja orang nya, dia yang bantuin Ziva ngedekor ini base waktu itu... Ziva juga beli furniture nya lewat dia!! Dia mungkin bisa bantu Lo!!" Seru Samudra.


"Wahh Sam, Lo emang sohib gue!! Thanks Sam!!" Seru Bastian sembari memeluk Samudra.


"Dah dah gak usah lebay!!" Seru Samudra.

__ADS_1


Bastian sangat senang menerima kartu nama itu, kalau tidak hidup nya bisa habis. Ia benar benar tak ingin membangunkan harimau yang sedang tidur.


__ADS_2