Most Wanted School

Most Wanted School
Dilema


__ADS_3

Skip


Setelah sampai di base camp Warrior dengan sangat hati hati Mike menggendong Ziva ke dalam basecamp. Di ikuti Randi dan juga Revan, sedangkan yang lain nya mulai sibuk dengan urusan nya masing masing.


Sesampainya di kamar Ziva, Mike dengan lembut membaringkan tubuh Ziva di kasur. Ia mengusap lembut puncak kepala Ziva, lalu mencium kening nya.


"Lo tenang aja, gue pasti selalu lindungin lo, Ra!!" Monolog Mike.


Setelah di rasa Ziva tak terganggu tidur nya, Mike memutuskan untuk turun ke bawah menemui Randi. Terlihat di sana Randi dan Revan sedang berbicara berdua, entah apa yang sedang mereka bicarakan.


"Lo berdua mau nginep atau balik??" Tanya Mike.


"Gua balik deh, bang... Nyokap butuh gue!!" Seru Revan.


"Lu??" Ujar Mike sembari melirik Randi.


"Gua nginep aj dah, capek!! Gua ke kamar dulu mau tidur!!" Ujar Randi yang langsung berlalu dari hadapan Mike dan Revan.


"Ya udah, kalo gitu gua pamit dulu yah bang!!" Seru Revan.


"Oke, ati ati lu!!" Ujar Mike ketika Revan mulai beranjak pergi.


Setelah kepergian Revan, Mike mendongak ke atas pandangan nya menerawang ke lantai dua. Kemudian kembali menatap Revan yang sudah hilang dari hadapan nya.


"Maaf Van!! Tapi keselamatan Zi, jauh lebih penting buat gue sekarang!!" Lirih Mike kemudian ia beranjak dari tempat nya menuju ke kamar nya.


Sedangkan di sisi lain, Revan sedang mengendarai motor nya. Ia memacu motor nya dengan kecepatan di atas rata rata. Entah apa yang ia pikir kan saat ini, namun seperti nya ia sedang memikirkan suatu hal yang membuat nya emosi. Sampai di sebuah jembatan ia memberhentikan motor nya secara mendadak, sehingga muncul suara berderit akibat gesekan ban motor nya dengan aspal jalanan.


Sejenak ia terdiam, menarik nafas dalam dalam sembari menutup kedua bola mata nya. Kemudian ia melepaskan helm nya dan turun dari motor. Ia beranjak ke pinggiran jembatan, menatap aliran air yang ada di bawah nya. Beberapa kali ia menghembuskan nafas kasar, sampai akhir nya ia terduduk di sana. Untung jalanan sedang sepi, kalau tidak orang orang akan menyangka ia sudah kehilangan akal.


"Zi..." Satu kata terucap dari bibir nya begitu saja.


"Kenapa sih, di saat gua bener bener mantepin hati gua buat lu, tapi justru banyak banget yang coba pisahin kita??"


"Dari sikap lo beberapa waktu ini, lo seakan kasih gue harapan, Zi..."


"Tapi di sisi lain, udah ada dia di hati lo!! Apalagi dia bakal balik, apa lo bakal ngejauhin gue? Apa gue gak bisa lagi deket sama lo?? Apa lo bakal lupain kehadiran gue karna dia??" Revan menunduk tak terasa sebutir air mata jatuh luruh begitu saja.

__ADS_1


"Gue tau gue lemah, gue gak bisa ngelindungin lo setiap saat!! Tapi gue pengen tetep di sisi lo Zi, gak peduli apapun itu!!"


"Apapun pilihan lo nanti, gue bakal slalu ada buat lo, gue bakal ngelindungin lo semampu gue, dn gue janji gue bakal lebih kuat!! Gue gak akan mau kalah dari dia!! Gue bakal tunjukin ke dunia kalo gue pantes berada di sisi lo!!" Tekat Revan.


Revan bangkit dari sana dan kembali menuju motor nya. Ia langsung melajukan motor nya menuju ke arah rumah nya, karena memang ibu nya sedang membutuhkan nya.


Tak butuh waktu lama, Revan sudah berada di rumah nya. Ia melihat Papa nya keluar rumah dalam keadaan marah, tatapan mereka sempat beradu. Namun dengan cepat papa nya Revan mengalihkan pandangan dan langsung masuk ke dalam mobil nya. Mobil itu melesat begitu saja, sedangkan Revan tak membuang banyak waktu, ia langsung masukke dalam rumah.


"Maa...." Teriak Revan.


"Ma..." Teriak Revan sembari mencari keberadaan mama nya.


"Sayang..." Suara lembut mama nya membuat Revan menoleh ke belakang.


"ma... " Revan langsung memeluk mama nya.


"Mama gak papa kan???" Tanya Revan karena mama nya kelihatan begitu pucat.


"mama gak apa sayang!! Mama seneng kamu pulang!" Senyum mama Revan.


"Gak kok sayang, temenin mama nonton yuk!! kita udah lama gak ngobrol bareng!! " Ujar mama Revan.


Revan hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mama nya. Kemudian ia menuntun perlahan mama nya menuju ke ruang tengah, ia mendudukan mama nya di sofa begitupun dirinya. Ia langsung menyalakan televisi ke channel yang biasa ia tonton dengan mama nya.


"Gimana sekolah kamu?? " Tanya mama Revan.


"Ya gitu deh ma, Revan udah gak pernah bolos lagi kok, mama gak usah khawatir." Mendengar ucapan Revan, mama nya tersenyum manis.


"Siapa sih yang bikin anak mama jadi berubah gini??" Ledek mama Revan.


"Ihh ma..." Revan di buat tersipu malu oleh ucapan mama nya.


"Kamu udah banyak berubah sekarang!! " Ujar mama nya yang membuat Revan menoleh ke mama nya.


Revan tersenyum dan mulai berbaring di pangkuan mama nya.


"Revan mau jadi lebih dewasa ma, biar Revan bisa ngelindungin orang orang yang Revan sayang... Mama gak perlu khawatir lagi sama Revan, Revan bakal bikin mama bangga!! " Ujar Revan sembari memejamkan mata nya.

__ADS_1


"Mama selalu bangga sama kamu, tapi lain kali ajak dia main ke sini biar mama kenal. " Mama Revan terkikik geli karna Revan langsung membuka mata nya.


"Ihh maa..."


"Lho kenapa? Mama kan cuma mau kenalan sama temen kamu." Ujar mama Revan.


"Mama udah kenal kok!" Seru Revan.


"Hah??" Bingung mama Revan.


"Iya kan waktu itu Revan pernah ngajak dia ke sini!!" Ujar Revan yang membuat mama Revan mengingat ingat siapa.


"Ziva ma... " Ucap Revan.


"Wah nak Ziva, dia anak yang baik!! Mama suka sama dia, lain kali ajak ke rumah biar mama ada temen ngobrol." Ucapan mama Revan membuat Revan tersenyum karna seperti nya mama nya tidak keberatan dengan kedekatan nya dengan Ziva.


Namun sesaat kemudian Revan termenung. masih di pangkuan mama nya. Ia kembali mengingat tentang Nathan, apakah nanti setelah kedatangan orang itu Ziva akan tetap bersamanya. Apakah Ziva akan melupakan nya, Apa Ziva akan menjauhi nya, begitu banyak pertanyaan yang ada di benak Revan saat ini. Sampai sampai mama nya sudah banyak bercerita, ia pun tak sadar.


"Van? " Panggil mama Revan untuk kesekian kali.


"Ah iya ma?? " Revan baru saja tersadar dari lamunan nya.


"Kamu kenapa? " Tanya mama Revan.


"Gak papa ma, kayak nya Revan cuma kecapean... " Kekeh Revan.


"Ya udah kamu mandi gih, abis itu istirahat oke!! " Ujar Mama Revan yang membuat Revan beranjak dari posisi nya.


"Tapi mama gimana?? " Tanya Revan sedikit cemas.


"Mama gak papa, mama mau ke kamar juga, mau istirahat. " Mendengar ucapan mama nya, Revan menuntun mama nya terlebih dahulu menuju ke kamar mama nya, baru kemudian ia kembali ke kamar nya.


skip di kamar....


Revan menghempaskan diri di kasur kesayangannya, ia berkali kali menghembuskan nafas kasar.


"Zi, lo bener bener bikin gua dilema.... "

__ADS_1


__ADS_2