Most Wanted School

Most Wanted School
Penting


__ADS_3

Revan pun baru menyadari kalau Ziva belum kembali sedari tadi, sedangkan pelajaran selanjutnya sudah akan di mulai. Ya walaupun gak akan ada guru yang mengajar setelah ini karna ada rapat guru mengenai olimpiade sains Nasional yang akan di adakan dalam waktu dekat ini.


"Kemana tuh anak?" Lirih Revan sembari menatap bangku Ziva yang kosong.


Tak lama terdengar suara kericuhan di arah lapangan sekolah. Banyak siswa siswi keluar untuk melihat apa yang terjadi, begitu pun dengan Revan dan kawan kawan.


Mata mereka membulat sempurna melihat ke arah lapangan. Ada seorang gadis berkacamata yang di seret secara paksa oleh beberapa gadis. Pakaian yang di kenakan oleh si gadis berkacamata sudah robek di sana sini, bahkan darah segar mengalir di sudut bibir nya.


"Sial!!! Gue gak pernah di permalukan kek gini!!!" Umpat Ziva dalam hati.


Ya gadis berkacamata itu adalah Ziva dan gadis lain nya, kalian bisa tebak mereka adalah Jessy and the Genk. Rambut Ziva di tarik secara paksa membuat sang empu mengerang kesakitan. Jika bukan karena kondisi tubuh Ziva yang masih lemah mungkin mereka yang akan jadi bulan bulanan.


"Dasar ******!!! Ini balesan karna lo berani sama gue!!" Seru Jessy.


"Pelacur kayak Lo tu pantes nya gak usah pake baju sekalian!!" Seru Maurin merobek lengan seragam Ziva.


Tes


Air mata Ziva sudah tak dapat di bendung lagi, dan mungkin ini akan menjadi trauma yang besar untuk nya. Namun di sisi lain tepat nya di lantai dua, tampak dua orang lelaki yang mengepalkan buku jari. Rahang nya menjadi keras, dan segera berlari ke lantai bawah.


"Sial!! Gak seharusnya gue biarin kecoak kayak Lo Jess!!" Umpat Randi yang menambah kecepatan lari nya.


"Zi...." Hanya itu yang terlintas di pikiran Revan saat ini, ia berlari tanpa perduli dengan tatapan orang lain.


Melihat Revan dan Randi berlari ke arah lapangan anggota White Eagle pun ikut menyusul. Termasuk Reno dan juga Sisil yang juga menyusul mereka ke arah lapangan.


Sampai di pinggir lapangan Randi langsung berlari ke tengah lapangan dan memberikan Jessy sebuah tendangan keras. Yang membuat tubuh Jessy terpental beberapa meter jauh nya. Sedangkan Revan, ia segera melepaskan almamater nya dan berlari ke arah Ziva. Ia memakaikan almamater nya pada Ziva yang sedang menangis sesenggukan.


"Lo gila hah!!!" Randi terlihat begitu marah kali ini.


"Bangsat Lo!!!" Maki Revan pada kedua teman Jessy yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Zi, Lo gak papa?" Tanya Revan dengan nada lembut.


Sumpah meleleh banget denger suara Revan gitu, yang biasa nya kasar dan cuek bisa jadi selembut dan seperhatian itu.


Namun bukan nya menjawab Ziva malah semakin kencang menangis dan dengan segera Revan menarik nya ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


"It's oke..." Seru Revan sembari menepuk nepuk punggung Ziva.


Randi berjalan ke arah Jessy yang masih terduduk di pinggir lapangan.


"Lo udah kelewat batas!!" Seru Randi dengan penuh amarah.


Plak


Plak


Plak


Tiga tamparan keras di layangkan oleh Randi, sehingga gambar jari tercetak begitu jelas dan merah di pipi Jessy. Jessy meraung kesakitan menerima perlakuan sekasar itu.


"Brengsek!!! Maksud Lo apa hahh!!??" Jessy tak terima dengan perlakuan Randi.


"Lo masih tanya hahh!!! Gue udah bilang jangan pernah Lo sentuh dia!!!" Bentak Randi dengan penuh emosi sembari menarik rambut Jessy.


"Aarrrggghhhh..." Ringis Jessy.


"Kenapa? Kenapa Lo belain dia segitu nya hah??" Jessy sudah tak kuasa menahan tangis nya.


Plak


Plak


Plak


Plak


Tamparan demi tamparan di layang kan oleh Randi pada mereka berdua sehingga mereka jatuh ke tanah. Dan semua siswa di sana menjadi saksi akan keajaiban di sekolah mereka.


Yang biasa nya Jessy dan kawan kawan slalu bisa bersikap seenaknya sekarang berada dalam kondisi yang mengenaskan. Dan yang biasa nya anggota White Eagle tidak pernah ikut campur dalam urusan bullying bahkan biasa nya mereka yang melakukan bullying. Tapi kali ini terang terangan menghentikan aksi bullying itu. Bahkan Revan dan Randi sendiri yang menjadi tokoh utama nya.


Yang lebih tidak bisa mereka terima adalah pangeran mereka sedang membela si Upik abu yang tak seberapa bagi mereka. Bahkan anggota White Eagle lain nya di buat terpelongo dengan aksi yang dilakukan oleh pimpinan mereka.


"Wow... Gue gak salah liat kan?? Bang Revan sama Bang Randi turun ke lapangan cuma buat bela si cupu!!" Ujar Gio salah satu anggota White Eagle.

__ADS_1


"Widihhhh pecah nih pecah...."


"Mampus berani juga tuh cewek ngusik King nya White Eagle!!!"


"Sial!! Kok gue lol ya, liat Bang Revan segitu nya Ama si cupu!!"


Begitu lah kira kira tanggapan dari anggota White Eagle yang ada di sana.


"Gila!! Sampe segitu nya belain si Ziva?? Mereka kesurupan apa??" Batin Reno.


"Randi keliatan marah banget liat kondisi Ziva kayak gitu" Batin Sisil mencelos.


"Apa mereka ada something?? Gak gak mungkin, Ziva sendiri yang bilang dia gak tertarik sama Randi." Sisil berusaha meyakinkan diri nya.


"Bangsat Lo RAN!!! apa pantes si ****** itu dapet perlakuan kek gini dari Lo hahhh!!" Teriak Jessy yang sudah bangkit dari posisi nya.


"Diem Lo!!" Bentak Revan.


Ya kali ini Revan tak tinggal diam, ia melihat Sisil berada tak jauh dari nya. Ia segera memberikan kode agar Sisil mendekat dan menjaga Ziva. Tak membuang waktu Sisil mendekat dan mengambil alih mendekap Ziva. Sisil bisa merasakan getaran yang cukup hebat pada bahu Ziva.


Ia pun tak habis pikir ada orang sekejam Jessy padahal ia masih anak sekolah. Padahal Jessy juga adalah perempuan, tapi tega berbuat hal seperti ini pada sesama perempuan. Hati Sisil seakan teriris melihat kondisi sahabat nya ini, meski dalam hati kecil nya ia menaruh curiga bahwa gadis dalam dekapan nya ini punya hubungan dengan orang yang selama ini dia sukai.


"Kenapa?? Dia emang ****** kan, bisa bikin kalian berdua segitu nya ngelindungin dia!!"


"Apa yang dia kasih?? Badan..."


Bugghhh


Belum selesai bicara Jessy sudah terpental terkena bogem mentah dari Revan. Entah mengapa ia kali ini sangat kalap dan tak bisa berpikiran jernih. Sakit!! Ya dada nya terasa sakit melihat kondisi Ziva yang begitu kacau saat ini. Ia benar benar tak sanggup mendengar gadis itu menangis. Entah apa yang terjadi pada diri nya.


Hahahaha 😂😂 ada yang tanda tanda nih 🤣🤣 Auto Numpang Lewat 😋😉


"Gila Lo Van, cuma demi cupu gak guna gini Lo berani mukul cewek!!" Seru Angle tak terima.


"Dan Lo juga,RAN!! Apa sih hebat nya sih Ziva hahhh!!" Maurin ikut ambil suara.


"Itu karena dia penting buat gue!!!" Suara bariton itu seperti menggema di seluruh penjuru sekolah dan membuat semua orang tercengang.

__ADS_1


Ya bahkan Revan yang ada di tengah lapangan pun ikut terpelongo


__ADS_2