
Setelah obrolan yang penuh canda itu, mereka melanjutkan aktivitas masing masing. Begitu pun Ziva dan Revan, mereka segera berangkat menuju sekolah. Tak butuh waktu lama mereka telah tiba di pelataran parkir sekolah mereka.
Kedatangan mereka langsung menjadi perbincangan hangat di seluruh sekolah. Banyak yang tak suka dengan kedekatan mereka, namun ada juga yang mendukung. Karena menurut mereka, Ziva dan Revan merupakan pasangan yang serasi.
"Queen yah pasangan nya king, ya kan??"
"Dihh, kecentilan amat!! Sok cantik!!"
"Revan kayak gak ada cewek lain aja, kenapa harus di sih!!"
"Sok cantik amat mentang selebgram!!"
"Percuma selebgram kalo gak punya dukungan belakang!! Gk selevel sama Baskara grup!!"
"Dih gue mah setuju nya sama Syila ajahh!! Jauh lebih berkelas gitu!!"
"Dih Syila?? Gak salah!! Mending Ziva kemana mana kali!!"
"Cinta gak memandang harta bos qu!!"
Begitu lah gunjingan gunjingan kecil yang mereka dapatkan sepanjang jalan. Bahkan di koridor pun banyak pasang mata yang mengawasi mereka. Hal ini sedikit membuat Ziva tak nyaman, sampai sampai ia menghela nafas kasar.
"Tuh kan, Deket Lo tuh bencana buat gue!!" Seru Ziva ketus.
"Lha kok gitu??" Tanya Revan bingung.
"Lo gak denger yang mereka bilang?? Apa kuping Lo bermasalah?? Congkel tuh pake linggis!!" Seru Ziva kesal yang malah membuat Revan semakin gemas melihat nya.
"Ah elah Zi.. Biarin aja orang mau ngomong apa!! Yang penting hati gue bener bener cuma buat Lo!!" Seru Revan sembari mengedipkan sebelah mata nya.
"Dih, jijjaiii gue!!" Seru Ziva sembari sedikit menjauh dari Revan.
"Hahahaha"
Revan tertawa lepas melihat ekspresi dan tingkah Ziva yang menurut nya sangat lucu. Ia tak peduli pada pandangan orang lain yang heran pada nya.
"We... Itu beneran Revan kan, gila!! Ganteng banget!!"
"Tambah plus ganteng nya pas ketawa!!"
"Aaaaa es kutub nya cair!!!"
"Pangeran gue ganteng banget!!"
"Sumpah meleleh gue!!"
Dan banyak lagi pujian yang di lontarkan siswi siswi di sana pada Revan. Revan yang mendengar itu hanya cuek saja, Karena yang ia peduli kan hanya lah Ziva. Sedangkan Ziva menjadi sangat risih mendengar celotehan begitu banyak siswi, bahkan ada siswa yang terang terangan bilang iri pada Revan.
"Hadeeuuuhh jauh dikit sih Lo, risih gue!!" Seru Ziva kesal karena Revan terus saja menempel pada nya.
"Lah kenapa?? Semalem aja berdua Mulu kan??" Tanya Revan yang membuat Ziva langsung menginjak kaki nya.
"Aaaawwww.... Sakit Zi!!" Teriak Revan sembari memegang kaki nya.
"Rasain!! Maka nya kalo ngomong di filter dulu!!" Ketus Ziva.
"Lha emang gue salah apa??" Tanya Revan bingung.
__ADS_1
"Ucapan Lo itu ambigu Revan!! Kalo orang salah paham gimana, pe'a!!" Tandas Ziva yang membuat Revan menepuk jidat nya sendiri.
"Hehe ups sorry, gak sadar Zi!!" Seru Revan sembari menampilkan deretan gigi nya.
"Dasar Lo!!"
Tiba tiba ada seseorang yang merangkul bahu Ziva dari belakang, yang membuat Ziva sedikit tersentak.
"Sisil??" Ujar Ziva saat melihat orang yang merangkul nya adalah Sisil.
"Hehe sorry, kaget ya!!" Seru Sisil.
"CK, Lo mah!! Gue kira Wewe gombel tadi!!" Canda Ziva.
"Amit amit!! Enak aja Lo!!" Sisil menggeplak lengan Ziva.
"Hehe, abis Lo seenak nya aja ngagetin orang!!" Kekeh Ziva.
"Cah elah!! Elo yang seenak nya aja jalan sama most wanted yang fans girls nya segunung!! Lo gak takut di bikin perkedel sama mereka!!" Ujar Sisil.
"Bukan gue!! Tapi dia nih ngintil Mulu!!" Seru Ziva sembari menunjuk Revan.
"Lha kok gue??" Sahut Revan.
"Ya terus siapa lagi?? Emang iya kan Lo ngintil Mulu!!" Ketus Ziva.
"hehe iya sih!!" Revan tanpa tau malu mengakui nya.
"Dah yuk ke kelas!!" Ajak Sisil.
"Ke kantin dulu yuk!! Gue mau beli yogurt!!" Seru Ziva.
"Biar gue aja yang beli!!" Tawar Revan.
"Serius??" Tanya Ziva.
"Ya udah sekalian gue titip sandwich telur sama milk shake strawberry.!!" Ujar Sisil.
"Kok Lo...."
"Gue juga mau donk sandwich telur!!" Seru Ziva memotong ucapan Revan.
Karna Ziva sudah bicara, Revan tak bisa untuk menolak nya. Revan segera melangkah menuju kantin, sementara Ziva dan Sisil melanjutkan untuk ke kelas.
"Wihhh gila!! Bisa bisa nya Revan nurutin semua mau Lo!!" Seru Sisil heboh.
"Kalo gue tadi mungkin udah di tolak mentah mentah, tapi pas denger Lo juga mau dia langsung gercep!!" Ujar Sisil tak percaya akan tindakan Revan, sedangkan Ziva hanya mengangkat bahu nya sedikit.
"Sebucin itu Revan sama Lo??" Tanya Sisil.
"Lo gak tau aja sih, kalo dia bisa lebih parah dari ini!!" Seru Ziva.
"Serius?? Dia malah lebih bucin dari ini!!" Ujar Sisil sembari menutup mulut nya.
"Hmm Lo liat aja nanti!!" Seru Ziva mengedipkan sebelah mata nya.
"Wah wah nih anak!! Ada rencana apa Lo??" Tanya Sisil antusias.
__ADS_1
"Mau bikin nenek lampir kebakaran jenggot!!" Seru Ziva sembari menaik turun kan alis nya.
"Ha?? Nenek lampir?? Kebakaran jenggot?? Maksud nya??" Tanya Sisil tak mengerti.
"Lo liat aja nanti!!" Seru Ziva sembari mengedipkan sebelah mata nya.
Sisil hanya bisa mengikuti langkah Ziva sampai di kelas, sembari memikirkan apa sebenarnya rencana Ziva. Setelah sampai di kelas, Ziva langsung di sambut oleh Randi.
"Woyy Zi!!" Sapa Randi.
"Apaan sih kak??" Ujar Ziva.
"Gak gue cuma mau mastiin aja, kata Revan Lo bakal jadi guru privat buat kita, ya kah??" Tanya Randi.
"hmm Iya, gue malah yang gak nyangka Lo mau belajar!!" Seru Ziva.
"Hehe malu gue, jadi badboy Mulu... pengen juga prestasi kayak Gio!!" Seru Randi sembari menampilkan deretan gigi nya.
"Ntar pulang sekolah ke Flow Cafe aja, belajar nya!!" Seru Ziva.
"Lo kerja part time lagi di sana??" Tanya Randi.
"Ya gitu!! Lumayan lah buat jajan!!" Ujar Ziva sembari duduk di bangku nya.
"Lah emang blogger Lo gak cukup buat jajan??" Tanya Randi tak percaya.
"Itu mah beda, itu buat nabung sama shopping!! Yang ini buat jajan!!" Jelas Ziva.
"Hadeeuuuhh ya serah Lo lah!!" Randi menghembuskan nafas berat.
Mereka pun mulai berbincang dengan riang, sesekali mereka bercanda. Tak lama Revan datang dengan membawa pesanan Ziva dan Sisil.
"Nih, pesenan Lo!!" Ketus Revan memberikan makanan Sisil.
"Dih, jutek amat sih!!" Sewot Sisil.
"Zi, nih sandwich sama yogurt nya, gue beli dua soal nya gue liat Lo suka banget sama yogurt nya!!" Ujar Revan dengan nada yang lebih lembut.
"CK, giliran Ziva aja langsung beda ngomong nya!!" Rutuk Sisil.
"Dih, sirik Lo!! Maka nya cari Crush!!" Sahut Revan.
"Udah udah kok malah berantem!!" Ujar Ziva menengahi.
"Dia nih rese!!" Seru Revan.
"Dah lah, berapa Van??" Tanya Ziva.
"Hah?? Berapa apaan??" Tanya Revan.
"Sandwich sama yogurt nya!!" Sahut Ziva.
"Ah, Lo kayak sama siapa aja Zi!! Gue yang traktir!!" Seru Revan.
"Hmm ya udah kalo gitu, thanks!!" Ujar Ziva.
"Duh, nyamuk nyamuk!!! Gini nih, kalo lagi bucin bucin nya!!" Seru Randi.
__ADS_1
"Sok sweet banget sih Lo!!" Cibir Sisil.